Wednesday, September 12, 2018

Bangun dari tidur

“Itulah sebabnya dikatakan:Bangunlah,hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Efesus 5:14

Ada sebuah kisah inspriratif dari seorang pendeta bernama jhon bunyan saat dia ada dalam penjara.Kisah itu amat dikenal luas di Indonesia dengan judul “perjalanan seorang musafir”.Dalam suatu peristiwa musafir dalam kisah itu bertemu dengan orang-orang yang tertidur di tepi jalan menuju negeri sion yang indah.Musafir berusaha membangunkan mereka agar mereka tidak menjadi korban dari keganasan singa-singa buas di sekitar situ.Namun usaha musafir itu sia-sia belaka,orang-orang yang tertidur tersebut lebih memilih melanjutkan tidurnya dan akhirnya tewas oleh singa-singa yang kelaparan.Pada suatu peristiwa juga saat musafir itu sedang melepas lelah di atas sebuah bukit yang memiliki tempat berteduh dia kelamaan dalam tidurnya hingga harus berjalan malam hari dan ketinggalan akan surat tanda bahwa dia milik Tuan pemilik sion negeri yang dia tuju.Dengan susah payah akhirnya dia menemukan kembali surat itu dan melanjutkan perjalanan meski hari telah mulai gelap.
     Sejarah pertempuran mencatat bahwa banyak penyerangan atau kudeta terjadi di saat malam hari,di saat orang-orang lelap dan enak dalam tidurnya.Ada kisah legendaris tentang perang saudara di yunani yaitu perang Troya.Tentara Sparta berhasil menguasai musuhnya pada malam hari setelah menyelinap masuk lewat patung kuda yang besar.Pasukan Media Persia berhasil menguasai babel hanya dalam hitungan jam saja saat malam hari ketika raja Belsyazar dan penghuni istana lelap dalam mabuknya pesta pora.Situasi tidur diibaratkan sebagai situasi saat lengah dan rentan bahaya.Yesus Kristus pun diculik saat malam hari,di saat itu Dia meminta agar murid-muridNya berjaga-jaga dengan Dia dalam doa agar mereka tidak goncang menghadapi peristiwa itu.Tidur diibaratkan situasi di mana kita lalai dan tidak berjaga-jaga.
     Hidup dalam dunia ini yang penuh tawaran,godaan,ataupun tuntutan hidup membuat banyak orang tidak sadar terlelap olehnya.Hidup dibawa oleh berbagai keinginan yang mengendalikan hidupnya,terlelap dan terhalang untuk menemukan maksud tujuan hidup sebenarnya di dalam Tuhan.Adakah kita dikendalikan oleh apa yang kita inginkan hingga kita tidak dalam keadaan berjaga-jaga?Maukah kita mengendalikan keinginan kita dan tetap berjaga-jaga dalam Kristus?Pengendalian diri menjadi kata yang seolah amat berat dan beban bagi kita jika kita hanya memaknainya sebatas pikiran duniawi.Kita mendapati seolah kita harus menyangkal diri begitu rupa bahkan dengan usaha kita sendiri agar Tuhan menjadi senang atau berkenan.
     “Marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat,Aku akan memberi kelegaan kepadaMu”,(matius 11:28).Ayat itu adalah ungkapan Yesus Kristus yang mengundang kita untuk datang kepadaNya dan menikmati kelegaan dalam segala apa yang membebani kita.Keinginan kita jika tidak dibawa kepada Kristus ini menjadi beban hidup.Ketakutan kita jika tidak dibawa kepada Kristus maka menjadi beban hidup pula.Bahkan kesenangan pun jika tidak dibawa dan dinikmati di dalam Kristus maka bebanlah dan sia-sialah adanya.Penyangkalan diri bukanlah terletak pada usaha kita untuk melawan diri kita sendiri yang kita rasa berlaku atau berkemauan melenceng dari Allah tapi terletak pada kepercayaan kita dan penyerahan kita kepada Allah atas apapun yang kita inginkan dan yang kita alami.Seluruh hidup Yesus menunjukkan bukti penyerahan Dia kepada Bapa hingga Dia tenang dan nikmat dalam menghadapi segala sesuatu.Dia tidak terbebani saat harus menanggung beban dosa kita,Dia tidak tertidur oleh tipuan iblis yang terus mencobaiNya,tapi Dia sudah menyatakan bahwa Dia berjaga-jaga.Ini bukan bicara lebih pada sikap jasmani tapi pada kondisi iman batiniah kita.
     Karena kita tidak sanggup berjaga-jaga selalu maka kita diberikan Roh Kudus yang ada di dalam kita.Pribadi yang menyatakan penghiburan Allah,peringatan Allah,pengajaran Allah yang adalah wujud nyata bahwa Dialah yang berjaga-jaga bagi kita,(Yohanes 14:26,15:26).Allah oleh Roh kudus di dalam kita,Dialah yang mengerjakan keselamatan bagi kita,Dialah yang menjaga kita dalam kewaspadaaNya.Kita hanyalah menyerahkan segenap hidup kita dan segala apa yang kita alami di dalam Dia,(Filipi 2:13).Di sinilah keringanan mulai kita rasakan,sebagaimana Yesus yang tidak sendiri tapi bersama Bapa dan Satu dengan Bapa demikian pula kita bersama Yesus,dan oleh Roh Kudus menjadi satu dengan Dia.Satu di dalam Roh,Satu dalam rencana Allah,yaitu keselamatan.Inilah kita,anak-anak Allah dalam Roh Kudus.Roh Allah itu sendiri,yang tinggal di dalam kita dan menjadikan kita anak-anakNya.
     Dalam kewaspadaan Allah tidak ada beban seperti halnya makna duniawi tentang beban yaitu sebagai objek yang menekan.Tapi dalam Kristus kita diberi kelegaan hidup sebab beban di dalam Dia ringan adanya,(matius 11;30).Beban yang ringan adakah itu beban lagi?tidak,sebab beban yang membebani adalah beban dunia tetapi beban dari Kristus yang dimaksud matius 11:30 adalah beban yang tidak bermakna sama halnya beban dunia melainkan ringan dan enak.Inilah kebebasan dan kelegaan yang Kristus berikan bagi kita yang di dalam Dia.
     Tidak salah kita mengingini,tidak salah kita mendambakan sesuatu atau bahkan banyak hal,yang salah adalah di mana kita meletakkan semua itu.Apakah di dalam Kristus yang akan terus memperbaharui dan menyempurnakannya dalam kebebnaran atau kepada dunia semata yang akan membuat kita terlelap olehnya?Keinginan yang memaknai dan memuaskan hanya ada di dalam Kristus.Apapun yang kita kerjakan nikmatilah di dalam Dia.Inilah berjaga-jaga,inilah kewaspadaan yang ringan dan bukan beban.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...