“Itulah sebabnya dikatakan:Bangunlah,hai kamu yang tidur dan bangkitlah
dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
Efesus 5:14
Ada sebuah kisah inspriratif dari seorang pendeta bernama jhon
bunyan saat dia ada dalam penjara.Kisah itu amat dikenal luas di Indonesia
dengan judul “perjalanan seorang musafir”.Dalam suatu peristiwa musafir dalam
kisah itu bertemu dengan orang-orang yang tertidur di tepi jalan menuju negeri
sion yang indah.Musafir berusaha membangunkan mereka agar mereka tidak menjadi
korban dari keganasan singa-singa buas di sekitar situ.Namun usaha musafir itu
sia-sia belaka,orang-orang yang tertidur tersebut lebih memilih melanjutkan
tidurnya dan akhirnya tewas oleh singa-singa yang kelaparan.Pada suatu
peristiwa juga saat musafir itu sedang melepas lelah di atas sebuah bukit yang
memiliki tempat berteduh dia kelamaan dalam tidurnya hingga harus berjalan
malam hari dan ketinggalan akan surat tanda bahwa dia milik Tuan pemilik sion
negeri yang dia tuju.Dengan susah payah akhirnya dia menemukan kembali surat
itu dan melanjutkan perjalanan meski hari telah mulai gelap.
Sejarah pertempuran
mencatat bahwa banyak penyerangan atau kudeta terjadi di saat malam hari,di
saat orang-orang lelap dan enak dalam tidurnya.Ada kisah legendaris tentang
perang saudara di yunani yaitu perang Troya.Tentara Sparta berhasil menguasai
musuhnya pada malam hari setelah menyelinap masuk lewat patung kuda yang
besar.Pasukan Media Persia berhasil menguasai babel hanya dalam hitungan jam
saja saat malam hari ketika raja Belsyazar dan penghuni istana lelap dalam
mabuknya pesta pora.Situasi tidur diibaratkan sebagai situasi saat lengah dan
rentan bahaya.Yesus Kristus pun diculik saat malam hari,di saat itu Dia meminta
agar murid-muridNya berjaga-jaga dengan Dia dalam doa agar mereka tidak goncang
menghadapi peristiwa itu.Tidur diibaratkan situasi di mana kita lalai dan tidak
berjaga-jaga.
Hidup dalam dunia ini
yang penuh tawaran,godaan,ataupun tuntutan hidup membuat banyak orang tidak
sadar terlelap olehnya.Hidup dibawa oleh berbagai keinginan yang mengendalikan
hidupnya,terlelap dan terhalang untuk menemukan maksud tujuan hidup sebenarnya
di dalam Tuhan.Adakah kita dikendalikan oleh apa yang kita inginkan hingga kita
tidak dalam keadaan berjaga-jaga?Maukah kita mengendalikan keinginan kita dan
tetap berjaga-jaga dalam Kristus?Pengendalian diri menjadi kata yang seolah
amat berat dan beban bagi kita jika kita hanya memaknainya sebatas pikiran
duniawi.Kita mendapati seolah kita harus menyangkal diri begitu rupa bahkan
dengan usaha kita sendiri agar Tuhan menjadi senang atau berkenan.
“Marilah kepadaKu
yang letih lesu dan berbeban berat,Aku akan memberi kelegaan kepadaMu”,(matius
11:28).Ayat itu adalah ungkapan Yesus Kristus yang mengundang kita untuk datang
kepadaNya dan menikmati kelegaan dalam segala apa yang membebani kita.Keinginan
kita jika tidak dibawa kepada Kristus ini menjadi beban hidup.Ketakutan kita
jika tidak dibawa kepada Kristus maka menjadi beban hidup pula.Bahkan
kesenangan pun jika tidak dibawa dan dinikmati di dalam Kristus maka bebanlah
dan sia-sialah adanya.Penyangkalan diri bukanlah terletak pada usaha kita untuk
melawan diri kita sendiri yang kita rasa berlaku atau berkemauan melenceng dari
Allah tapi terletak pada kepercayaan kita dan penyerahan kita kepada Allah atas
apapun yang kita inginkan dan yang kita alami.Seluruh hidup Yesus menunjukkan
bukti penyerahan Dia kepada Bapa hingga Dia tenang dan nikmat dalam menghadapi
segala sesuatu.Dia tidak terbebani saat harus menanggung beban dosa kita,Dia
tidak tertidur oleh tipuan iblis yang terus mencobaiNya,tapi Dia sudah
menyatakan bahwa Dia berjaga-jaga.Ini bukan bicara lebih pada sikap jasmani
tapi pada kondisi iman batiniah kita.
Karena kita tidak
sanggup berjaga-jaga selalu maka kita diberikan Roh Kudus yang ada di dalam
kita.Pribadi yang menyatakan penghiburan Allah,peringatan Allah,pengajaran
Allah yang adalah wujud nyata bahwa Dialah yang berjaga-jaga bagi kita,(Yohanes
14:26,15:26).Allah oleh Roh kudus di dalam kita,Dialah yang mengerjakan
keselamatan bagi kita,Dialah yang menjaga kita dalam kewaspadaaNya.Kita
hanyalah menyerahkan segenap hidup kita dan segala apa yang kita alami di dalam
Dia,(Filipi 2:13).Di sinilah keringanan mulai kita rasakan,sebagaimana Yesus
yang tidak sendiri tapi bersama Bapa dan Satu dengan Bapa demikian pula kita
bersama Yesus,dan oleh Roh Kudus menjadi satu dengan Dia.Satu di dalam Roh,Satu
dalam rencana Allah,yaitu keselamatan.Inilah kita,anak-anak Allah dalam Roh
Kudus.Roh Allah itu sendiri,yang tinggal di dalam kita dan menjadikan kita
anak-anakNya.
Dalam kewaspadaan
Allah tidak ada beban seperti halnya makna duniawi tentang beban yaitu sebagai
objek yang menekan.Tapi dalam Kristus kita diberi kelegaan hidup sebab beban di
dalam Dia ringan adanya,(matius 11;30).Beban yang ringan adakah itu beban
lagi?tidak,sebab beban yang membebani adalah beban dunia tetapi beban dari
Kristus yang dimaksud matius 11:30 adalah beban yang tidak bermakna sama halnya
beban dunia melainkan ringan dan enak.Inilah kebebasan dan kelegaan yang
Kristus berikan bagi kita yang di dalam Dia.
Tidak salah kita
mengingini,tidak salah kita mendambakan sesuatu atau bahkan banyak hal,yang
salah adalah di mana kita meletakkan semua itu.Apakah di dalam Kristus yang
akan terus memperbaharui dan menyempurnakannya dalam kebebnaran atau kepada
dunia semata yang akan membuat kita terlelap olehnya?Keinginan yang memaknai
dan memuaskan hanya ada di dalam Kristus.Apapun yang kita kerjakan nikmatilah
di dalam Dia.Inilah berjaga-jaga,inilah kewaspadaan yang ringan dan bukan
beban.

No comments:
Post a Comment