“Diberkatilah
orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Yeremia
17 : 7
Saat saya mengajar
sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi teologia di Tondano dan Manado, ada saat
di mana saya pernah mengutarakan tentang keutamaan dan kemuliaan Yesus yang
harus diakui oleh kita yang mengaku sudah menjadi umatNya. Jika Dia sudah
menjadi Tuhan atas diri kita secara pribadi dan utuh maka kita harus sadari
penuh bahwa segala sesuatu yang benar adalah dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.
Kita harus mengakui segala keterbatasan kita dengan tulus dan jujur dan
meletakkannya kepada Dia yang sempurna itu.
Agar pengakuan kita
yang didasarkan atas Dia itu menjadi pengakuan yang benar. Kita memiliki
kebenaran dan kesempurnaanNya di dalam kita yang oleh itu kita menjadi orang
benar yang dibenarkanNya yang senantiasa hidup dalam pembenaranNya setiap hari.
PembenaranNya mengerjakan keselamatan di dalam kita, pembenaranNya itu mendidik
kita dalam segala realita hidup yang kita alami. Kita harus mengakui bahwa kita
tidak memiliki kebaikan sedikit pun dalam keberdosaan dan keterbatasan kita dan
harus mengakui kebenaranNya menjadi bagian utama dalam diri kita. Dengan begitu
saat kita mengaku akan diri kita maka pengakuan itu sudah benar karena sudah
ada pengakuan Kristus di dalamnya.
Nah, saat saya
mengajar banyak mahasiswa yang bahkan ada yang jauh lebih tua dari saya menjadi
jengkel dari raut wajahnya terlihat jelas.
Ternyata masih banyak orang Kristen yang menerima Kristus tetapi
belum begitu memahami dan tulus menerima Dia setiap hari. Masih mau mengakui
dirinya sendiri tanpa mau menghadirkan pengakuan kepada Kristus di dalam
dirinya. Padahal di satu sisi kita selalu menyanyikan dan mengaminkan begitu
banyak lagu pujian dan pernyataan iman yang menyatakan keutamaan dan pengakuan
kepada Yesus sebagai Tuhan yang adalah segalanya bagi kita. Misalkan ada lagu
yang seperti ungkapan ayat di atas, ada juga lagu yang menyatakan Dia
segalanya, Dia bagiku. Tidakkah itu menyatakan bahwa Dia yang menjadi segalanya
dalam diri kita? Namun karena enggan untuk mendalami Kristus secara pribadi
maka manusia sering tidak sadar betul dengan apa yang dia kumandangkan dan
aminkan. Namun syukur kita yang sudah mau mendalami Kristus secara pribadi dan
erat mau mengenal Dia tentu akan mendapati bahwa Dialah yang harus diakui dalam
diri kita dan hidup kita. Dia adalah segalanya bagi kita, Dia adalah Kasih
kita, Iman kita, Kuasa atas hidup kita, Kemampuan kita, dan Kebenaran serta
Kebaikan kita. Kita tidak hanya mengandalkan milik diri kita sendiri yang cemar
dan fana melainkan mengandalkan Dia sepenuhnya yang akan memenuhi kita secara
alami setiap hari.
Dia segalanya bagiku
dan bagimu. Tidak hanya dalam lagu tetapi benar-benar dihayati dan dinikmati
dalam Kristus. Hingga oleh ini kita menikmati pembebasan setiap hari. Pengakuan
kepada Allah menghasilkan pembebasan dalam diri dan dalam hidup. Tetapi mereka
yang masih mau mengakui dirinya tanpa ada pengakuan kepada Kristus menyiksa diri mereka dengan berbagai beban dan
keangkuhan batin yang mungkin tidak nampak jelas secara lahiriah tetapi nyata
secara Rohaniah. Semakin kita mengakui Pribadi Kristus dalam diri kita dan atas
diri kita maka semakin Allah akan mengakui kita dan ketika kita mengakui diri
kita dalam kebenaranNya, pengakuan kita itu benar sebab ada Kristus di situ.
Ada Kristus yang dimuliakan di dalamnya dan diri kita tidak lagi sebagai yang
terutama melebihi Allah melainkan Allah yang menjadi Utama dalam diri kita yang
dimuliakanNya. Ya, kita adalah umat yang dimuliakan Allah sebagaimana kita
telah menjadi anak-anakNya dalam Yesus Kristus. Kita menerima kembali kemuliaan
Allah yang dulu hilang dari diri manusia oleh karena dosa. Kini kita ada dalam
KemuliaanNya itu dan menerima KemuliaanNya itu. Hidup dalam kemuliaan Allah
adalah hidup dalam pengakuan kepadaNya senantiasa. Amin.

No comments:
Post a Comment