Monday, September 17, 2018

Mengakui Kristus

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Yeremia 17 : 7

     Saat saya mengajar sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi teologia di Tondano dan Manado, ada saat di mana saya pernah mengutarakan tentang keutamaan dan kemuliaan Yesus yang harus diakui oleh kita yang mengaku sudah menjadi umatNya. Jika Dia sudah menjadi Tuhan atas diri kita secara pribadi dan utuh maka kita harus sadari penuh bahwa segala sesuatu yang benar adalah dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Kita harus mengakui segala keterbatasan kita dengan tulus dan jujur dan meletakkannya kepada Dia yang sempurna itu.
     Agar pengakuan kita yang didasarkan atas Dia itu menjadi pengakuan yang benar. Kita memiliki kebenaran dan kesempurnaanNya di dalam kita yang oleh itu kita menjadi orang benar yang dibenarkanNya yang senantiasa hidup dalam pembenaranNya setiap hari. PembenaranNya mengerjakan keselamatan di dalam kita, pembenaranNya itu mendidik kita dalam segala realita hidup yang kita alami. Kita harus mengakui bahwa kita tidak memiliki kebaikan sedikit pun dalam keberdosaan dan keterbatasan kita dan harus mengakui kebenaranNya menjadi bagian utama dalam diri kita. Dengan begitu saat kita mengaku akan diri kita maka pengakuan itu sudah benar karena sudah ada pengakuan Kristus di dalamnya.
     Nah, saat saya mengajar banyak mahasiswa yang bahkan ada yang jauh lebih tua dari saya menjadi jengkel dari raut wajahnya terlihat jelas.
Ternyata masih banyak orang Kristen yang menerima Kristus tetapi belum begitu memahami dan tulus menerima Dia setiap hari. Masih mau mengakui dirinya sendiri tanpa mau menghadirkan pengakuan kepada Kristus di dalam dirinya. Padahal di satu sisi kita selalu menyanyikan dan mengaminkan begitu banyak lagu pujian dan pernyataan iman yang menyatakan keutamaan dan pengakuan kepada Yesus sebagai Tuhan yang adalah segalanya bagi kita. Misalkan ada lagu yang seperti ungkapan ayat di atas, ada juga lagu yang menyatakan Dia segalanya, Dia bagiku. Tidakkah itu menyatakan bahwa Dia yang menjadi segalanya dalam diri kita? Namun karena enggan untuk mendalami Kristus secara pribadi maka manusia sering tidak sadar betul dengan apa yang dia kumandangkan dan aminkan. Namun syukur kita yang sudah mau mendalami Kristus secara pribadi dan erat mau mengenal Dia tentu akan mendapati bahwa Dialah yang harus diakui dalam diri kita dan hidup kita. Dia adalah segalanya bagi kita, Dia adalah Kasih kita, Iman kita, Kuasa atas hidup kita, Kemampuan kita, dan Kebenaran serta Kebaikan kita. Kita tidak hanya mengandalkan milik diri kita sendiri yang cemar dan fana melainkan mengandalkan Dia sepenuhnya yang akan memenuhi kita secara alami setiap hari.

     Dia segalanya bagiku dan bagimu. Tidak hanya dalam lagu tetapi benar-benar dihayati dan dinikmati dalam Kristus. Hingga oleh ini kita menikmati pembebasan setiap hari. Pengakuan kepada Allah menghasilkan pembebasan dalam diri dan dalam hidup. Tetapi mereka yang masih mau mengakui dirinya tanpa ada pengakuan kepada Kristus menyiksa diri mereka dengan berbagai beban dan keangkuhan batin yang mungkin tidak nampak jelas secara lahiriah tetapi nyata secara Rohaniah. Semakin kita mengakui Pribadi Kristus dalam diri kita dan atas diri kita maka semakin Allah akan mengakui kita dan ketika kita mengakui diri kita dalam kebenaranNya, pengakuan kita itu benar sebab ada Kristus di situ. Ada Kristus yang dimuliakan di dalamnya dan diri kita tidak lagi sebagai yang terutama melebihi Allah melainkan Allah yang menjadi Utama dalam diri kita yang dimuliakanNya. Ya, kita adalah umat yang dimuliakan Allah sebagaimana kita telah menjadi anak-anakNya dalam Yesus Kristus. Kita menerima kembali kemuliaan Allah yang dulu hilang dari diri manusia oleh karena dosa. Kini kita ada dalam KemuliaanNya itu dan menerima KemuliaanNya itu. Hidup dalam kemuliaan Allah adalah hidup dalam pengakuan kepadaNya senantiasa. Amin.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...