“Tetapi syukur bagi Allah, yang di dalam Kristus selalu membawa
kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman
akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus
di tengah-tenagh mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
2 Korintus 2 : 14 - 15.
Ada sebuah ungkapan
berdasarkan kitab suci yang mengiringi pemakaman dari mereka yang meninggal,
yaitu; “Dari debu kembali kepada debu dan dari tanah kembali ke tanah.” Kurang
lebih demikianlah ungkapan tersebut, ungkapan kutukan Allah kepada Adam dan
Hawa setelah mereka berdosa dengan memakan buah dari pohon pengetahuan yang
dilarang Allah. Namun sekarang Kristus sudah datang bagi kita dan olehNya kita
memiliki pengharapan baru yang tidak sebatas tubuh jasmani tetapi secara
Rohani.
“Sudah bau tanah juga, masih mau melambung.”
Demikian kata-kata si pengendara bendi. Saya tertegun dan menikmati Allah
berbicara secara pribadi di dalam saya. Lihatlah, manusia yang kehilangan
kemuliaan Allah hanya akan menyikapi hidup sebatas jasmani yang berasal dari
tanah dan berakhir di tanah. Tetapi manusia Rohani tahu bahwa hidup ini tidak
lagi hanya sebatas itu, kita memilki Roh Allah yang olehNya kita menikmati dari
Allah kembali kepada Allah. Dari Roh kembali kepada Roh.
Sebab kutuk Allah terhadap Adam itu
berlaku bagi mereka yang di luar Kristus sementara kita yang sudah di dalam
Kristus kutuk itu tidak berlaku lagi. Kristus sudah menanggungnya bagi kita di
kayu salib dan utuh dalam hidup dan pengorbananNya. Dalam Dia kita menikmati
hidup tidak sebatas daging jasmaniah saja yang akan binasa tetapi menikmati
hidup dalam Roh Allah yang hidup di dalam kita.
Ayat di atas menunjukkan bahwa kita adalah
bau yang harum bagi Allah di dalam Kristus. Kita juga menyatakan bau yang harum
bagi dunua dalam pemberitaan kita dan hidup kita di dalam Kristus. Ia
menyebarkan keharuman pemberitaan akan Dia di mana-mana. PribadiNyalah yang
selayaknya kita beritakan melebihi dari pekerjaanNya, karyaNya, MujizatNya,
ataupun kuasaNya. Sebab di dalam PribadiNya tercakup semua keutuhanNya dan
semua KetuhananNya. Yesus selalu ada bagi kita, agar kita selalu ada bagi
sesama untuk memberi keharuman ilahi dalam hidup ini. Kita bukan lagi menikmati
hidup sebatas tanah dan berbau tanah, tetapi berapapun usia kita, justru kita
semakin harum oleh karena Kristus.

No comments:
Post a Comment