Friday, September 28, 2018

Semakin harum

“Tetapi syukur bagi Allah, yang di dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tenagh mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
2 Korintus 2 : 14 - 15.

     Ada sebuah ungkapan berdasarkan kitab suci yang mengiringi pemakaman dari mereka yang meninggal, yaitu; “Dari debu kembali kepada debu dan dari tanah kembali ke tanah.” Kurang lebih demikianlah ungkapan tersebut, ungkapan kutukan Allah kepada Adam dan Hawa setelah mereka berdosa dengan memakan buah dari pohon pengetahuan yang dilarang Allah. Namun sekarang Kristus sudah datang bagi kita dan olehNya kita memiliki pengharapan baru yang tidak sebatas tubuh jasmani tetapi secara Rohani.
     Sebelum kita lanjut pembahasan dan perenungannya di dalam Kristus ada baiknya saya menceritakan sebuah pengalaman saya yang singkat. Suatu siang yang terik, saat itu saya sedang naik sebuah delman atau bendi. Kusirnya seorang bapak dan dia memacu kudanya dengan santai. Saya amat menikmati suasana tatkala sebuah motor melambung cepat dengan tanpa perhitungan. Motor itu hampir mencelakakan kami sebab sang kusir dan kuda pun terhentak sementara motor tersebut hampir menyerempet bendi. Spontan sang kusir mengumpat dan marah.
“Sudah bau tanah juga, masih mau melambung.”
Demikian kata-kata si pengendara bendi. Saya tertegun dan menikmati Allah berbicara secara pribadi di dalam saya. Lihatlah, manusia yang kehilangan kemuliaan Allah hanya akan menyikapi hidup sebatas jasmani yang berasal dari tanah dan berakhir di tanah. Tetapi manusia Rohani tahu bahwa hidup ini tidak lagi hanya sebatas itu, kita memilki Roh Allah yang olehNya kita menikmati dari Allah kembali kepada Allah. Dari Roh kembali kepada Roh.
     Sebab kutuk Allah terhadap Adam itu berlaku bagi mereka yang di luar Kristus sementara kita yang sudah di dalam Kristus kutuk itu tidak berlaku lagi. Kristus sudah menanggungnya bagi kita di kayu salib dan utuh dalam hidup dan pengorbananNya. Dalam Dia kita menikmati hidup tidak sebatas daging jasmaniah saja yang akan binasa tetapi menikmati hidup dalam Roh Allah yang hidup di dalam kita.

     Ayat di atas menunjukkan bahwa kita adalah bau yang harum bagi Allah di dalam Kristus. Kita juga menyatakan bau yang harum bagi dunua dalam pemberitaan kita dan hidup kita di dalam Kristus. Ia menyebarkan keharuman pemberitaan akan Dia di mana-mana. PribadiNyalah yang selayaknya kita beritakan melebihi dari pekerjaanNya, karyaNya, MujizatNya, ataupun kuasaNya. Sebab di dalam PribadiNya tercakup semua keutuhanNya dan semua KetuhananNya. Yesus selalu ada bagi kita, agar kita selalu ada bagi sesama untuk memberi keharuman ilahi dalam hidup ini. Kita bukan lagi menikmati hidup sebatas tanah dan berbau tanah, tetapi berapapun usia kita, justru kita semakin harum oleh karena Kristus.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...