KataNya lagi kepada
mereka: “berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab
walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari
pada kekayaannya itu”
Lukas 12: 15
Di era maju dan serba materialistis seperti
sekarang manusia memang memiliki banyak tawaran untuk menjadi tamak. Keinginan
yang berlebihan dan penuh ambisius untuk banyak hal membuat manusia bisa saling
menindih dan merampas. Itu terjadi dalam segala aspek hidup manusia sebagaimana
kita sering lihat. Beberapa bahkan kehilangan akal sehat dan percaya akan
hal-hal mistis seperti yang dialami para pengikut padepokan Dimas Kanjeng milik
seorang tokoh agama bernama Taat Pribadi. Pemberitaan seputar kasus penggandaan
uang yang dilakukannya dan disinyalir berujung pada penipuan sempat memenuhi
berita di begitu banyak media.
Lain lagi dengan mereka yang terjerat
narkoba sebagai pelaku pengedar dan bandar. Seorang bandar malah sampai harus
mempekerjakan anak-anak sebagai kurir dan memberikan imbalan mereka sabu
gratis. Ini membuat dia bisa mengikat mereka dalam ikatan kecanduan dan terus
menjadi kurirnya. Seorang Kapolsek di Kebumen ditemukan bunuh diri di ruang
kerjanya, beberapa rekannya termasuk Kapolres Jawa Tengah mengatakan bahwa
disinyalir akibat dililit masalah hutang-piutang. Kapolres mengatakan agar
anggotanya selayaknya hidup bersyukur dengan upah yang ada dan jangan tertarik
hidup bermewah-mewah hingga harus menggadaikan diri dalam ikatan hutang.
Yesus Kristus satu-satunya sumber kepuasan
hidup kita agar kita tidak jatuh dalam berbagai beban ambisi ataupun tamak.
Mari kita semakin mendalami dan menikmati Dia sebagai Tuhan dan sukacita kita
setiap hari agar hidup kita dipenuhi dengan rasa puas bersama keluarga
tercinta. JIka kita hanya terfokus pada permintaan harta materi semata maka itu
adalah permintaan yang tidak ada putusnya. Kepuasan setiap hari adalah
permintaan akan Dia selalu memenuhi hati dan pikiran kita sebagai pendamai dan
sukacita. Amin.

No comments:
Post a Comment