Saturday, November 10, 2018

Perhatikanlah sekelilingmu



“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”
Yohanes 14 : 18.
     Ada seorang yang baru saja ditinggalkan ayahnya. Dia amat merasa kehilangan bahkan perasaan itu amat jelas nyata dalam hidupnya sehari-hari meski telah beberapa bulan berlalu. Setiap orang yang ditinggalkan tentu merasakan hal yang sama. Ada saat beberapa dari mereka yang ditinggalkan mengalami mimpi di mana mereka bertemu dengan keluarga yang telah meninggalkan mereka yaitu yang sudah meninggal menjumpai mereka dan memanggil mereka untuk datang bersama-sama di alam akhirat. Kejadian mengalami mimpi seperti itu bisa dipicu oleh betapa besar rasa sayang terhadap keluarga yang meninggal itu atau pun bisa juga karena tindihan beban kehidupan dan masalah hidup yang sedang dialami yang mengakibatkan rasa putus asa dan kepasrahan. Akhirnya jiwa yang dirundung duka itu terbawa oleh suasana kerinduan terhadap keluarga yang sudah tiada dan akhirnya terbawa mimpi. Umumnya mimpi mereka sama, dijumpai oleh orang terkasih yang telah meninggal dan dipanggil untuk segera datang kepada kerabat yang telah tiada itu. Padahal di dunia ini masih banyak dan masih ada kerabat serta orang tua yang masih hidup dan harus ditemani untuk saling menjaga.
     Ada yang mengaku dijumpai ayahnya dalam mimpi untuk segera meninggalkan dunia dan bergabung dengan kerinduan. Namun saya yakin jika itu benar oknum seorang ayah maka permintaanya pasti bukan soal tinggalkan dunia dan bergabung dengannya di alam sana melainkan mengingatkan agar terus saling menjaga dengan anggota keluarga yang masih hidup di dunia. Saling menjaga dan menguatkan dalam Tuhan Yesus. Jika saudara pernah mengalami mimpi serupa, marilah kita dalami dan peka dalam Tuhan Yesus bahwa kita tidak akan mudah tertipu oleh dosa dan iblis yang hendak menjembatani setiap perasaan dan pengalaman sedih kita. Sebab kebenaran Yesus tentu menginginkan kita untuk tetap jalani hidup bersama keluarga yang masih ada dengan kita untuk kita semakin saling peduli dan menjaga satu sama lain. Demikian pula pastinya dengan mereka yang telah mendahului kita, pasti mereka pun ingin kita menemani keluarga yang masih ada dengan kita saat ini, dan bukan meninggalkannya. Perhatikanlah sekeliling kita dalam pemahaman Kristus. Bahwa banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan kehadiran kita. Bukan saja mereka yang mengasihi kita tetapi mereka yang membenci kita pun sebenarnya butuh akan kita. Mereka butuh Kasih Yesus lewat kita meskipun mereka tidak menyadari itu. Hingga akan datang waktunya di mana Yesus yang akan menyatakan diriNya atas mereka lewat kita untuk menyadarkan mereka.
     Ayat di atas adalah janji Yesus untuk datang kembali dan tidak meningalkan kita sendiri. Ini bukan hanya berarti kedatanganNya kedua kali saat akhir zaman tetapi berbicara Dia kembali sejak setelah Dia terangkat ke surga. Dia kembali dalam wujud Roh, yaitu Roh Kudus atau Roh Kristus sebagaimana sering disebut Paulus. Dia tinggal di dalam kita. Itulah sebabnya Dia selalu bisa menyertai kita sebab Dia bukan hanya ada sebatas di atas sana atau di luar kita tetapi intinya Dia ada dan hadir di dalam kita oleh Roh Kudus yang adalah Dia sendiri, Allah kita.
     Marilah saudara, semakin kita dihimpit oleh duka biarlah semakin kita lekat dengan Yesus hingga kita semakin menikmati kehadiranNya di dalam kita yang mengalahkan segala sesuatu. Dia mengalahkan segala sesuatu berawal dari dalam diri kita di mana perasaan kita sendiri pun ditaklukkan kepada Dia, apalagi realita hidup yang di luar kita, itu takluk dengan sendirinya. Inilah kemenangan kita dalam Yesus, menaklukkan segala sesuatu dari dalam diri kita. Inilah yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun di dunia ini kecuali oleh Yesus di dalam kita.
     Semakin Yesus menaklukkan semua perasaan kita kepada kebenaranNya hingga dosa di dalam kita musnah maka semakin kita bebas menjalani hidup. Kebebasan bukan soal kita bebas melakukan ini dan itu sebagaimana paham dunia yang terbatas oleh dosa tetapi Kebebasan Allah di sini adalah soal kenyamanan dan kedamaian dan kepuasan dalam batin secara Rohani. Itu hasil kerja Roh Kudus oleh penyerahan diri kita setiap hari dan bahkan setiap saat.
     Banyak orang merasa sendiri dalam keadaan dirinya ataupun keadaan lingkungannya. Seolah tiada yang menghibur mereka dan kehilangan gairah hidup. Tetapi kita memiliki Yesus dalam segala hal hingga kita tidak benar-benar sendiri dan memang tidak sendiri. Hingga akhirnya kita mendalami bahwa tanpa Yesus semua orang sejatinya telah merasa sendiri, tidak ada yang benar-benar bisa memahami kita dengan jelas dan benar bahkan orang terdekat sekalipun memiliki keterbatasan untuk mengenal dan selalu memahami kita. Dalam hal ini kita sebenarnya sendiri. Tidak ada manusia manapun yang benar-benar bisa selalu memahami kita dengan benar dan bisa benar-benar merasakan apa yang kita rasakan. Hanya perbedaannya adalah ada yang tampak memiliki banyak kerabat dan teman dan ada yang tampak tidak memiliki siapapun. Namun jika ditelaah jauh kedalaman batin dan secara rohaniah maka didapati semua manusia dalam keterbatasan dosa adalah sendirian. Sebab dosa pun adalah tanggungan sendiri, keselamatan pribadi pun sifatnya adalah perorangan.
     Nanti di dalam Yesus baru kita dikatakan tidak sendiri sebab dalam Yesus baru ada hubungan dengan Allah. Awal dari ketidaksendirian adalah keterhubungan dengan Allah kembali. Sebab hanya Yesus yang benar-benar bisa selalu memahami kita dengan benar. Hanya Yesus yang sanggup menanggung beban dosa kita dan mengalahkannya. Hanya Yesus yang sanggup mengerjakan keselamatan bagi kita. Dalam hal ini bagian kita hanyalah menyerahkan diri dan memberi diri setiap saat. Dialah yang mengerjakan keselamatan di dalam kita sebagaimana Rasul Paulus sering menuliskannya dalam surat-suratnya.
     Tiada jua manusia yang sanggup mengerjakan keselamatan kecuali meluaskan Allah yang mengerjakan itu di dalam diri kita dan bagi kita. Itu hanya terwujud dengan hadirnya Yesus dalam hidup kita. Di dalam Yesus dan dalam penyertaanNya selalu barulah kita bisa saling menemani dengan benar. Sebab menemani sesama dengan benar berawal dari turut hadirnya Yesus di dalamnya. Inilah baru dikatakan saling menemani dan tidak sendiri. Pertama kita memiliki Yesus sebagai dasarnya yang kuat baru kita memiliki sesama dalam ikatan Kristus.
     Hubungan sebatas dunia itu sendirian dan kesepian sifatnya meski kelihatan tampak semarak dan penuh banyak rekan. Sebab kesepian tidak dinilai dari suasana luar dan sedikitnya kerabat dan teman  yang engkau miliki, tetapi kesepian dan kesendirian adalah keadaan batiniah jiwamu yang merasa sendiri dan memiliki kekosongan. Setiap manusia ciptaan Allah sebenarnya memiliki kekosongan sejak terpisah dari Allah oleh karena dosa. Namun kita yang sudah dalam Yesus telah menikmati Dia mengisi kembali kekosongan diri kita agar kita menikmati Dia dalam segala realita dunia yang kita alami. Hingga apapun keadaan kita, kita tidak merasa sendiri karena kita memiliki Dia dalam segala hal. Ada Yesus Kristus bagi kita.

     Manusia duniawi mencari dan mengisi kekosongan itu tidak dalam Yesus tetapi sebatas dalam dunia. Mereka akan saling berhubungan untuk memenuhi hasrat diri namun tidak akan pernah menemukan kehadiran sejati dari siapapun yang mereka harapkan. Sebab kehadiran sejati yang bisa mengisi kekosongan dan ketidakpuasan kita hanyalah Yesus Kristus. Dalam Dialah baru kita bisa belajar saling mengisi kekosongan sesama dengan benar sebab kita menyertakan Yesus. Jika dahulu dosa banyak membuat kita diperbudak oleh rasa ditinggalkan dan kehilangan maka sekarang biarlah Kebenaran Kristus yang akan banyak membuat kita dibebaskan oleh iman yang selalu merasakan kehadiran Allah yang tidak akan pernah menghilang dari kita. Dia ada dan tetap ada, selalu ada bagi kita dari kekal sampai kekal. Karena itulah kita tahu bersama bahwa Yesus disebut Allah Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir di mana Dia tetap ada dalam kekekalan. Dia menjadi awal bagi hidup kita dan menjadi akhir bagi hidup kita, baik di dunia saat ini maupun dalam kekekalan.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...