Wednesday, October 24, 2018

PERKARA SURGAWI


Kolose 3:1-4



     Dulu kala ada seorang agamawan yang puritanis bernama simon stylist. Hidup beberapa tahun setelah jaman Yesus Kristus.Dia membaktikan diri dalam hidup pertapaan untuk mencari hal-hal yang diinginkan Allah.Ada satu saat di mana dia menaiki sebuah tiang dan duduk bertapa di atasnya selama bertahun-tahun.Ada banyak kaum berikutnya yang menjadikan gaya religius tersebut menjadi gaya hidup mereka,bertapa di atas tiang.Simon stylist adalah seorang Kristen.Dia berusaha mencari cara bagaimana bisa membaktikan diri dan menyenangkan Allahnya dengan bertapa.
     Bagi banyak pertapa lainnya bertapa ataupun semedi adalah suatu tindakan untuk mencari ketenangan diri dan menikmati perkara-perkara rohani.Semua itu agar bisa lebih dekat dengan Tuhan dan memiliki karunia-karunia kuasa.Dengan kata lain pertapaan adalah usaha untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan mencari perkara-perkara yang di atas.Ingat,Yesus pernah berkata marilah kepadaku yang letih lesu dan berbeban berat,Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Ketenangan,kedamaian,dan kelegaan hati ada di dalam Yesus.Semua perkara yang di atas atau perkara surgawi itu sudah datang dan tinggal di dalam kita oleh Yesus Kristus.Kita kini masuk untuk menikmatinya oleh kuasa Allah.Kita hanya meminta sebagaimana ajakan Yesus,dan Dia akan memberikannya kepada kita.Banyak orang mencari perkara yang di atas sebagai wujud untuk diperkenan Allah.Apa itu perkara yang di atas?mengapa kita harus memikirkannya?

     Semua yang baik, indah, dan manis didengar, pikirkanlah semua itu. Tidak ada yang lebih indah dalam dunia ini selain Kristus. Tidak ada yang lebih baik dalam dunia ini selain Kristus. Tidak ada yang lebih manis dalam dunia ini selain Kristus. Dialah Kuasa dan rasa dalam pikiran dan hati kita sehingga pikiran ini tidak mudah terbebani dan kotor dan hati ini tidak mudah sakit dan cemar. Karena Dia,Perkara yang dari atas itu sudah turun dan diam di dalam kita,menjadi Raja atas diri kita,hati dan pikiran kita. Di kala kekacauan masuklah pada pikiran Kristus yang membawa kedamaian. Di kala kesusahan masuklah dalam pikiran Kristus yang membawa ketenangan dan sukacita. Sebab perkara surga adalah harta kekayaan surga itu sendiri yang tidak dimiliki oleh dunia. Kebajikan, ketenangan, sukacita, kedamaian, kepedulian, dan kasih, semua itu adalah kekayaan surgawi yang menjadi milik kita sekarang untuk kita menikmatinya dalam segala permintaan baik permintaan materi dunia maupun permohonan akan kasih Allah. Perkara yang di atas,perkara yang adalah kekayaan kita yang sejati.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...