Saturday, October 20, 2018

MEMERINTAH DENGAN ADIL

2 Samuel 23:1-4



     Setiap orang tentu menginginkan sebuah pemerintahan yang adil dan benar.Sebuah pemerintahan yang dapat menjadi pengharapan bagi rakyatnya.Namun banyak kali kekuasaan di dunia ini disalahgunakan menjadi alat kepentingan sendiri dan kelompok.Rakyat kerap menderita dan mengeluh oleh sistem yang sudah lumrah seperti itu.Ayat ketiga dari pembacaan di atas jelas menulis bahwa pemerintahan yang adil adalah pemerintah yang takut akan Allah.Pemerintahan itu diibaratkan sebagai pemerintahan yang bersinar seperti fajar di waktu pagi yang cerah dan yang sesudah hujan membuat rumput muda berkilauan,yang menyegarkan bumi.Namun adakah pemerintahan dunia yang sempurna dalam hal memerintah?Tentu saja tidak.Kita tidak bisa berharap banyak sepenuhnya hanya kepada pemerintahan manusia.Kita sebagai warga kerajaan Allah tentu memiliki Kristus sebagai Raja atas hidup kita dan menikmati pemerintahanNya dalam diri kita.PemerintahanNya adalah benar,pemerintahanNya adalah adil.

     Kristus adalah wujud nyata dari kebenaran dan keadilan Allah bagi dunia dan kita masing-masing secara pribadi.Seluruh kehidupannya memperlihatkan bahwa dalam takut akan Allah ada kebenaran dan keadilan hidup.Keduanya satu dan tidak terpisah dalam takut akan Allah.Keadilan tanpa kebenaran itu bukanlah keadilan sejati,kebenaran tanpa keadilan itupun bukanlah kebenaran sejati.Sebab dalam kesejatian Allah keadilan adalah juga kebenaran,dan kebenaran adalah juga keadilan.Keduanya satu di dalam Satu,yaitu Yesus Kristus.Ketika Dia bersikap adil saat itu Dia juga sedang menyatakan kebenaranNya.Ketika Dia bersikap benar,saat itu Dia juga sedang menunjukkan keadilanNya.Berbeda dengan makna dan perilaku dunia yang terpisah.Saat berlaku adil belum tentu itu didasari oleh kebenaran dan untuk kebenaran dan saat berlaku benar belum tentu itupun didasari oleh keadilan dan untuk keadilan.Karena keadilan dan kebenaran manusia itu hanya cermin dari kepentingan sendiri.

     Dalam Kristus kita mulai belajar menanggalkan apa yang menjadi milik kita dan menyerahkan itu di dalam Dia,hingga apa yang kita miliki dimurnikan oleh Dia.Sebab di dalam Dia maka Kebenaran itu memberkati kita dan keadilan itu memberkati kita.Ketika kita berbuat benar dan adil dalam hidup kita,kita tidak hanya sedang memberkati oleh orang lain tapi sedang menikmati kebenaran dan keadilan itu sebagai berkat dalam hidup kita.Bukan lagi didasari suatu paksaan atau tuntutan hukum tapi karena itu telah mulai menjadi hidup kita.Bukan lagi oleh kemampuan kita atau milik kita yang cemar,tapi oleh Karena hidup Kristus yang menjadi hidupnya kita.Dia datang membawa hidup,dan hidup itu penuh kelimpahan.Hal itu bukan sebatas bicara tentang keselamatan hidup kekal,tapi keutuhannya adalah Dia memberi kita hidupNya yang tinggal di dalam kita oleh Roh kudus.Hidup yang tidak layu dan cemar seperti milik kita manusia tapi hidup yang murni dan kekal sifatNya.Hidup yang penuh kelimpahan dalam kasih,kedamaian,keadilan dan kebenaran.Inilah hidup yang tidak dimiliki manusia yang kini menjadi milik dan hak kita,yang mulai kita nikmati di dalam Kristus.Oleh hidup itu kita dapat memerintah diri kita dengan benar.Sebab pemerintahan berawal dari dalam diri.Pemerintahan yang benar berawal dari takut akan Allah,dimulai dan dinikmati dari diri kita sendiri

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...