Saturday, October 27, 2018

Allah yang mencari kita



“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang”.
Matius 18:14


     Ayat di atas diambil dari kisah perumpamaan Yesus tentang seekor domba yang hilang yang ditemukan oleh pemiliknya yang meninggalkan 99 ekor yang lain demi mencari domba yang hilang itu.Betapa bahagia tuan itu menemukan domba yang hilang itu.Lewat kisah perumpamaan itu Yesus menggambarkan kebahagiaan Bapa di sorga ketika anakNya ditemukan dan kembali berada dalam lingkup kerajaanNya.Yesus adalah wujud nyata pencarian Allah terhadap kita manusia yang terpisah dari Dia oleh dosa.Yesus adalah pemberian diri Allah dalam pengorbanan bagi kita agar kita dapat dipersatukan kembali dalam hubungan dengan Dia.Oleh Kristus pula kini kita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mengemban penyelamatan Allah bagi mereka yang terhilang.
     Saya pernah menonton dan terinspirasi sebuah film berjudul “finding nemo” yang berkisah tentang usaha keras seekor ikan yang mengarungi lautan demi menemukan anaknya yang hilang.Ada adegan di mana anak ikan sudah putus asa dan merasa yakin kalau ayahnya tidak peduli lagi dengan dia dan tidak mencarinya lagi sementara dia sedang dalam bahaya.Namun hadirlah seekor burung yang menceritakan betapa hebatnya ayah ikan itu yang mengarungi lautan dan melewati berbagai bahaya demi mencari anaknya.Saya tertegun,Dia yang maha kasih datang dan mencari kita anak-anakNya.Melewati berbagai gelora dunia,melewati berbagai panas dan dinginnya gurun dunia,melewati berbagai penolakan dan ancaman,melewati berbagai hujat,cambuk,hingga tikaman dan kematian demi pencarianNya atas kita.Apa ada yang tidak Dia lewati bagi kita?Bahkan Dia telah turun sampai ke dunia orang mati dalam misi penyelamatanNya itu (1 petrus 3:18-20,4:6).
     Dia Allah yang hebat,meninggalkan sarangNya dan masuk pada dunia ciptaanNya yang sudah menjadi sarang iblis yang akan menolak Dia.Dia pemberani dan berani oleh karena kasih dan bukan oleh karena takut atau kesombongan seperti layaknya keberanian duniawi yang bersumber dari dosa.Dia teguh dalam pencarianNya dan Dia menemukan.Inilah Allah yang hidup,yang nyata dan pemberi teladan.Kristus adalah teladan dari Allah untuk menemukan kita dan teladan bagi kita untuk semakin menemukan Allah dalam pengenalan kepadaNya.
     Saat kita hadapi berbagai fitnah dan deraan,ingatlah Dia sudah melewatinya untuk kita dan Dia menang.Saat kita hadapi penolakkan dan tanpa pengakuan,ingatlah Dia pun sudah melewatinya dan menang.Di sinilah Dia menyatakan kemahakuasaanNya.KemahakuasaanNya terletak pada kasihNya,kemurahanNya,keteguhanNya,dan keutuhan PribadiNya yang nyata lewat Yesus Kristus.Keliru adanya jika kita hanya terus menilai kuasaNya sebatas karya ciptaanNya dan mujizatNya.Padahal itu hanyalah bagian dari segenap kuasaNya.Itu hanyalah bukti bahwa ada kuasa di dalam Dia.Tapi keutuhan kuasaNya dilihat dari PribadiNya yang utuh,dari sifat-sfatNya yang luhur.Itulah Allah kita,Allah yang maha kuasa.
     Saat Yesus memberikan pengampunan di kayu salib itu menunjukkan betapa luar biasa kemahakuasaanNya.Kekuatan kasihnya dan pemahamanNya yang dalam akan manusia dan dunia.Dia yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia,Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati,bahkan sampai mati di kayu salib,(Filipi 2:6-8).Ini adalah wujud nyata dari inti kemahakuasaan Allah.Dia mencari kita,Dia menemukan kita.Mencari tanpa kasih kepedulian itu bukan mencari,itu pencarian dunia.Kristus sudah menunjukkan seperti apa sebenarnya pencarian yang sejati.Mencari berarti peduli dan mengasihi.

     Apa yang kita cari dalam dunia ini?Apakah kita turut mencari Allah dalam apa yang kita cari?Maksudnya apakah kita mau menikmati pengenalan akan Allah di setiap jalan hidup kita dalam apapun yang kita cari?Itulah pencarian yang sesungguhnya.manusia duniawi mencari sebatas harta dunia,tapi manusia rohani mencari dan menemukan Allah dalam segala sesuatu sehingga dia benar-benar diberkati baik di saat belum menemukan,tidak menemukan,ataupun saat telah menemukan.Jika pun tidak menemukan itu bukan kegagalan adanya sebab kita telah menemukan Kristus yang telah lebih dahulu menemukan kita.Dalam Dia kita akan menemukan apa yang sebenarnya indah dan tepat bagi kita.Dia sudah mencari kita,Dia sudah menemukan kita.Mari kita terus menemukan harta rohani Allah di dalam Kristus yang telah menjadi bagian kita.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...