“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya
seorangpun dari anak-anak ini hilang”.
Matius 18:14
Saya pernah menonton
dan terinspirasi sebuah film berjudul “finding nemo” yang berkisah tentang
usaha keras seekor ikan yang mengarungi lautan demi menemukan anaknya yang
hilang.Ada adegan di mana anak ikan sudah putus asa dan merasa yakin kalau
ayahnya tidak peduli lagi dengan dia dan tidak mencarinya lagi sementara dia
sedang dalam bahaya.Namun hadirlah seekor burung yang menceritakan betapa
hebatnya ayah ikan itu yang mengarungi lautan dan melewati berbagai bahaya demi
mencari anaknya.Saya tertegun,Dia yang maha kasih datang dan mencari kita
anak-anakNya.Melewati berbagai gelora dunia,melewati berbagai panas dan
dinginnya gurun dunia,melewati berbagai penolakan dan ancaman,melewati berbagai
hujat,cambuk,hingga tikaman dan kematian demi pencarianNya atas kita.Apa ada
yang tidak Dia lewati bagi kita?Bahkan Dia telah turun sampai ke dunia orang
mati dalam misi penyelamatanNya itu (1 petrus 3:18-20,4:6).
Dia Allah yang
hebat,meninggalkan sarangNya dan masuk pada dunia ciptaanNya yang sudah menjadi
sarang iblis yang akan menolak Dia.Dia pemberani dan berani oleh karena kasih
dan bukan oleh karena takut atau kesombongan seperti layaknya keberanian
duniawi yang bersumber dari dosa.Dia teguh dalam pencarianNya dan Dia
menemukan.Inilah Allah yang hidup,yang nyata dan pemberi teladan.Kristus adalah
teladan dari Allah untuk menemukan kita dan teladan bagi kita untuk semakin
menemukan Allah dalam pengenalan kepadaNya.
Saat kita hadapi
berbagai fitnah dan deraan,ingatlah Dia sudah melewatinya untuk kita dan Dia
menang.Saat kita hadapi penolakkan dan tanpa pengakuan,ingatlah Dia pun sudah
melewatinya dan menang.Di sinilah Dia menyatakan
kemahakuasaanNya.KemahakuasaanNya terletak pada
kasihNya,kemurahanNya,keteguhanNya,dan keutuhan PribadiNya yang nyata lewat
Yesus Kristus.Keliru adanya jika kita hanya terus menilai kuasaNya sebatas
karya ciptaanNya dan mujizatNya.Padahal itu hanyalah bagian dari segenap
kuasaNya.Itu hanyalah bukti bahwa ada kuasa di dalam Dia.Tapi keutuhan kuasaNya
dilihat dari PribadiNya yang utuh,dari sifat-sfatNya yang luhur.Itulah Allah
kita,Allah yang maha kuasa.
Saat Yesus memberikan
pengampunan di kayu salib itu menunjukkan betapa luar biasa
kemahakuasaanNya.Kekuatan kasihnya dan pemahamanNya yang dalam akan manusia dan
dunia.Dia yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan
Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan
diriNya sendiri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan
manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia,Ia telah merendahkan diriNya dan taat
sampai mati,bahkan sampai mati di kayu salib,(Filipi 2:6-8).Ini adalah wujud
nyata dari inti kemahakuasaan Allah.Dia mencari kita,Dia menemukan kita.Mencari
tanpa kasih kepedulian itu bukan mencari,itu pencarian dunia.Kristus sudah
menunjukkan seperti apa sebenarnya pencarian yang sejati.Mencari berarti peduli
dan mengasihi.
Apa yang kita cari
dalam dunia ini?Apakah kita turut mencari Allah dalam apa yang kita
cari?Maksudnya apakah kita mau menikmati pengenalan akan Allah di setiap jalan
hidup kita dalam apapun yang kita cari?Itulah pencarian yang
sesungguhnya.manusia duniawi mencari sebatas harta dunia,tapi manusia rohani
mencari dan menemukan Allah dalam segala sesuatu sehingga dia benar-benar
diberkati baik di saat belum menemukan,tidak menemukan,ataupun saat telah
menemukan.Jika pun tidak menemukan itu bukan kegagalan adanya sebab kita telah
menemukan Kristus yang telah lebih dahulu menemukan kita.Dalam Dia kita akan
menemukan apa yang sebenarnya indah dan tepat bagi kita.Dia sudah mencari
kita,Dia sudah menemukan kita.Mari kita terus menemukan harta rohani Allah di
dalam Kristus yang telah menjadi bagian kita.

No comments:
Post a Comment