
Hendaklah
kebaikan hatimu diketahui semua orang.
Tuhan sudah
dekat!
Filipi 4:5
Banyak orang berbuat baik dalam keinginan
agar dia terpandang oleh kebaikannya dan adalagi yang ingin menutupi kejahatan
dengan kebaikan.Apakah mereka sudah melakukan firman yang di atas?Jika dibawa
di dalam Kristus agar dimurnikan maka memang keinginan Allah agar kita dikenal
dan dipandang oleh karena kebaikan kita.jika dibawa dalam Kristus maka memang
sesuai firman Allah bahwa kasih atau kebaikan itu menutupi banyak sekali dosa.Hendaklah
kebaikan kita diketahui oleh banyak orang bukanlah pameran kemampuan diri
melainkan refleksi kasih Allah yang kita rasakan dan nikmati dalam
iman.Hendaklah kebaikan kita diketahui semua orang merupakan penyataan Allah
lewat kita.Bukan oleh kuat kita tapi oleh kuat Dia.Dalam hal ini adalah
kebanggan kita terletak pada Kristus dan bukan pada diri kita.Saat kita berbangga
akan diri kita,maka kita berbangga dalam kebenaran yaitu oleh karena
Kristus.Kita sadar bahwa kita memang membanggakan oleh karena kebanggaan Allah
yaitu Kristus ada di dalam kita dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan.
Banyak orang tidak berjalan seturut
hatinya,kita pun sering demikian.Kita seolah menipu diri sendiri dan banyak
orang dengan penampilan lahiriah kita sementara hati berkeinginan
lain.Hendaklah kebaikan hatimu diketahui oleh semua orang lewat penampilan hidupmu
yang terbuka kepada Allah.Agar dalam keterbukaan kita,kita semakin dipulihkan
dari segala konsep kebaikan milik kita kepada konsep kebaikan sejati milik
Allah untuk kita.Selama kita belum bisa terbuka kepada Allah tentang kedalaman
hati kita,maka kita tak akan pernah mampu menunjukkan kebaikan hati kita kepada
dunia.
Kristus adalah bukti kebaikan hati Allah
yang nyata bagi dunia.Dia nyata dalam menunjukkan hatiNya.Dia terbuka dan
terang-terangan dalam segenap perumpamaanNya.Manusia saat itu sulit memahami
keterbukaan Kristus karena mereka tertutup oleh kejahatan hati mereka
sendiri.KeterbukaanNya dalam segenap perumpamaanNya tidak dilihat dari
pengkalimatanNya secara harafiah,tapi di lihat dari makna yang disampaikan di
dalam perumpamaan itu.dalam yohanes 3:1-21,keterbukaan Kristus yang penuh
hikmat ini bahkan sulit untuk dipahami Nikodemus yang adalah ahli kitab
suci.Padahal makna dalam perbincangan tentang kelahiran kembali itu adalah
dilahirkan secara rohani oleh Roh kudus.Tidakkah Kristus bermaksud menyampaikan
keterbukaanNya?Tapi keterbukaan Kristus menjadi tertutup bagi mereka yang hati
dan pikirannya masih tertutup oleh ketidakberanian untuk benar-benar terbuka
kepada Allah.
Apapun kondisi hati
kita,marah,jengkel,tidak mau taat,jauh dari pengampunan,dan susah serahkan itu
semua dalam keterbukaan pada Kristus.Oleh Dia maka itu semua akan menjadi jalan
bagiNya untuk membawa kita kepada segala kebaikan.Banyak orang berpikir bahwa
jika berhadapan dengan Allah hanya boleh menunjukkan yang baik-baik saja,jadi
hanya dalam kondisi merasa sedang jauh dari masalah atau dosa baru bisa dating
kepada Tuhan di ibadah atau gereja.Salah besar,Allah justru membutuhkan
keterbukaan dan tyerang-terangan kita di hadapan Dia.Kita terbuka bukan
bermakna untuk melawan Dia tapi justru untuk dibersihkan oleh Dia.Kita terbuka
bukan bermakna untuk menuduh Dia,tapi untuk melepaskan segala kekotoran
kita.Kepada siapa kita terbuka?adakah kita selamat dan bersih dari derita dosa
jika kita hanya terbuka kepada dunia?padahal jika kita merasa bahwa kita hidup
terbuka terhadap dunia dengan mencari pelarian di dalamnya,sebenarnya itu wujud
dari betapa kita sedang menutup diri dari kenyataan diri sendiri.Kita sedang
menutup diri dari kenyataan di dalam hati dan pikiran.Kenyataan itu harus
dinyatakan kepada Allah,baru kita mulai bisa menikmati bagaimana kebaikan hati
kita nyata pada banyak orang.
Kebaikan hati kita adalah Kristus dan
bukan hati kita sendiri tapi Kristus yang diam di dalam kita.Kebaikan hati
manusia semata akan pamrih adanya.Kebaikan itu kerap luntur saat hadapi
kenyataan di mana air susu dibalas air tuba.Kebaiakn itu akhirnya nyata bahwa
berasal dari sumber yang cemar dan usang.Kristus adalah sumber kebaikan hati
kita.Jika kita tergerak berbuat kebaikan,maka bawa itu kepada Kristus agar
kebaikan itu tidak mudah luntur oleh keadaan,oleh balasan yang diterima,oleh
duka,ataupun oleh tidak adanya pengakuan dan penghargaan dari sesama.Sebab
penghargaan kita dalam kebaikan adalah kebaikan itu sendiri.Kristus telah
membuat itu amat berharga dan menjadi berkat bagi kita dalam segala hal.
Bahkan jika ada saatnya kita pamrih dan
kecewa telah berjasa atau berbuat kebaikan karena kita tidak memperoleh
apa-apa,maka bawalah itu di dalam Kristus agar kita tahu bahwa kita sudah
menerima Dia terlebih dahulu sebagi berkat utama Allah bagi kita.Tidak ada
kebaikan yang sia-sia jika di dalam Kristus.Lihat Kristus,saat Dia sedih dan
menangis untuk Yerusalem,saat Dia marah dan mengusir pedagang-pedagang di bait
Allah,saat Dia mengecam beberapa kota di Israel,semua itu adalah refelksi dari
kebaikan hatiNya yang terang-terangan.Dalam keterbukaanNya ada pengajaran dan
maksud baik.Tidak seperti keterbukaan kita yang menunjukkan kelemahan
diri,amarah tanpa kasih,atau berasal dari ketakutan.Kita memang lemah dan penuh
kekurangan,sekarang kita tahu siapa kita dan siapa Yesus yang adalah kekuatan
kita.Yesuslah kemurnian kita dalam segala keterbukaan kita kepada Allah dan
kepada manusia,hingga oleh Dia kita semakin dewasa dan berbahagia oleh
tuntunanNya.Kita tidak kekurangan pengajaran dalam segala sesuatu baik dalam
suka atau duka,dalam masalah atau nyaman.Semua itu menjadi sarana kita untuk
selalu membuka hati pada Allah,dan menjadi sarana Allah untuk selalu membuka
kebaikan hati kita kepada dunia.Oleh Dia kita menjadi surat Kristus yang dibaca
semua orang.Surat hidup yang bukan bertuliskan pada kertas lahiriah tapi
bertuliskan secara rohani pada segenap hidup kita.
Kebaikan hati tanpa kebaikan Kristus itu bukan
kebaikan.Jika harus disebut kebaikan maka itu adalah kebaikan dunia,itu
cemar.Inilah perbedaan antara kita dengan orang-orang di luar Kristus.Kebaikan
hati dalam kebaiakn Kristus membawa sukacita,pengajaran,berkat,dan
kekuatan.Bukan dinikmati sebagai paksaan diri tapi dinikmati sebagai kasih yang
alami.Walaupun kita masih sering memaksa diri untuk berlaku baik,tapi oleh
Kristus kita akan semakin menikmati kebaikan Allah yang akan menjadi alami
dalam kebaikan hati kita.Jika kebaikan kita nyata dalam tindakan,maka Kristuslah
yang menjadi kebanggan dalam semua itu dan Dialah keberhasilan kita dalam semua
yang kita capai oleh kebaikan













