Tuesday, March 12, 2019

SATU DALAM KEBAIKAN


Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu,sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan,tetapi mendatangkan keburukan.
1 korintus 11:17

     Paulus menegur jemaat di korintus sebab dalam pertemuan-pertemuan ibadah mereka justru menimbulkan keburukan,meskipun perselisihan tidak bisa dihindari namun lewat itu agar nyata apa yang harus dimurnikan.Paulus menegur tingkah jemaat yang saat berkumpul sehidangan tidaklah saling menghargai dan berbagi.Ada yang kenyang dan ada yang serba berkekurangan.Mereka yang berkelebihan seolah menunjukkan miliknya dan memuaskan nafsunya lewat pertemuan-pertemuan tersebut.Sampai-sampai Paulus menulis tidakkah mereka punya rumah sendiri jika tujuan hanya semata nafsu makan dan minum.Dia juga menulis bahwa kelakuan itu mempermalukan jemaat yang susah secara ekonomi.
     Persatuan tanpa kebaikan dan untuk kebaikan bersama itu bukanlah persatuan.Kebaikan tanpa sebagai persatuan atau sebagai pengikat untuk menyatukan maka itu bukan kebaikan yang sesungguhnya.Kristus adalah kebersamaan kita,Dia adalah pribadi yang mempersatukan kita.Kita bisa bersatu dan menikmati kebersamaan jika ada di dalam Dia.Kebaikan Kristus sudah menyatakan bahwa Dia menyatukan kembali hubungan yang terpisah antara Allah dengan manusia karena dosa.Lewat kebaikanNya pula maka hubungan antara sesama manusia bisa utuh dan tidak terpecah-belah.Karena terpisah dari Allah maka manusia pun sulit bersatu antara satu dengan yang lain.Persatuan yang sesungguhnya tidak sebatas dinilai dan dilihat secara lahiriah saja tapi dilihat dan dinilai secara rohani.Sebab persatuan tanpa satu tujuan,motivasi,visi,dan kebersamaan maka itu bukanlah persatuan.
     Kristus telah menunjukkan bagaimana persatuan itu lewat hidupNya dengan Bapa.Hidup yang utuh dalam satu kehendak yang merencanakan keselamatan bagi manusia.Ketundukkan Kristus pada kehendak Bapa adalah cermin bagaimana mereka menjadi satu dalam kehendak dan kebaikan.Jika kita ingin menikmati persatuan dan kebersamaan maka tinggalah di dalam Kristus.Mengutamakan Dia sebagai pribadi pemersatu kita.Ada banyak keluarga berantakan dan sepertinya sulit sekali menikmati kebersamaan,tapi dalam Kristus sebagai Pemersatu kita maka hal itu tidaklah mustahil.Kesulitannya selalu terletak pada kehendak kita yang memikat kita amat kuat padahal kita tidak sadar bahwa dalam Dia tidak ada yang bisa mengikat kita.Serahkan segala kehendak kita dalam Dia maka kita akan merasakan kebebasan.Menyerahkan bukan berarti memaksa diri tapi untuk terbuka menyatakan keinginan kita agar lewat keinginan itu kita dimurnikan hingga kita mendapati kenikmatan Allah dan menyadari kemalangan dosa.Ketika kita berkehendak dan berlaku sesuai kehendaknya yang sudah menjadi kehendak kita maka kita tidak melakukan dalam paksaan diri tapi dalam kebebasan.Ketika kita melakukan kehendak kita dan ada kehendak Dia turut di dalamnya maka kita tidak lagi menikmatinya dalam keinginan kita sendiri dalam pikat dunia yang membebani tapi dalam kasih Allah yang lepas dari dosa.Serahkan segala rencana dan kehendak kita kepadaNya dan kita akan menemukan kebenaranNya bagi kita secara pribadi.Ini adalah kesatuan kehendak dengan Bapa.Jika begini adanya dalam satu komunitas keluarga,organisasi,dan gereja maka perselisihan apapun juga tidak akan sanggup memecah-belah kita.Perselisihan apapun juga pada akhirnya akan menjadi jalan Allah untuk semakin menyatukan kita.
     Sedikit saya mengisahkan tentang perselisihan Paulus dan Barnabas dalam kisah para rasul 15:35-41,di mana Paulus tidak setuju jika Barnabas membawa serta Markus yang sudah pernah meninggalkan mereka.Namun Barnabas ingin agar Markus tetap bisa diajak lagi.Masing-masing Paulus dan Barnabas memiliki persepsi sendiri dalam menilai Markus dan menjalani pelayanan mereka.Mereka akhirnya berpisah jalan dan Barnabas membawa serta Markus dalam penginjilannya sementara Paulus membawa Silas.Secara lahiriah mereka berpisah,tapi adakah Allah tidak berkarya lagi dalam pelayanan mereka sejak saat mereka berpisah karena berselisih?Tidak,kisah selanjutnya Allah tetap menyertai dan berkarya lewat peristiwa itu.
     Saat ini jika ada perpecahan gereja atau komunitas pelayanan yang berlanjut hingga akhirnya terjadi perpisahan sering dihakimi akan dikutuk dan sebagainya.Dianggap sudah tidak diperkenan oleh Allah lagi dan cenderung disesatkan.Saat kita akhirnya harus mengambil langkah terlepas dari suatu komunitas,tapi disertakan di dalam Kristus maka apakah itu benar-benar perpisahan?Kristus adalah pemersatu kita dalam segala hal,situasi,dan realita.Kita masih mendoakan mereka,mengasihi mereka dalam doa kita maka itu adalah wujud bahwa kita tetap satu tubuh di dalam Kristus.Sebab persatuan secara lahiriah tanpa adanya kebersamaan lagi itu bukanlah persatuan.Kristus adalah persatuan dan kesatuan kita dalam segala hal dan realita masalah dunia.Saat kita berpisah secara lahiriah pun jika di bawa dan disertakan dalam Kristus maka kita akan memaknai dan menikmatinya tetap dalam persatuan dan kebersamaan walau mungkin situasi lahiriahnya sudah berbeda.
     Dalam kitab 2 timotius 4:11 Paulus yang menulis surat kepada Timotius akhirnya meminta agar Markus datang menemaninya dan mengakui akan pentingnya pelayanan Markus baginya.Apapun realita perpisahan yang kita jalani jika di dalam Kristus itu akan selalu membawa hikmah dan kebenaran.Paulus mungkin tak pernah berpikir akan memanggil Markus tapi menjelang akhir hidupnya dalam penjara Roma dia memanggilnya.Kristus adalah pencerahanAllah bagi kita agar kita benar-benar tahu dan akhirnya bisa memahami betul akan apapun langkah yang kita ambil.Hingga kita tidak seperti orang-orang dunia yang tidak memiliki Kristus yang terus berputar-putar pada usahanya sendiri tanpa ada hikmah yang benar dalam menyikapi dan menjalani hidupnya agar terus lebih baik dan nikmat adanya.Mungkin renungan ini tidak berbicara luas secara harafiah dengan begitu detail menjelaskan kepada kita tapi Roh kudus akan membukakan kepada kita sesuai dengan keadaan kita masing-masing apa yang menjadi maksud Allah yang akan membawa sukacita bagi kita,keluarga kita,gereja kita,dan lingkungan kita berada.

      Terakhir,ada motto dari salah satu gereja yang berbunyi “hidup bersama untuk bersama hidup”.Sungguh suatu motto yang amat menyegarkan jemaat Tuhan.Hidup tanpa kebersamaan itu bukanlah hidup yang sesungguhnya atau hidup yang benar.Kebersamaan tanpa sebagai hidup dan menjadi kehidupan kita,itupun bukan kebersamaan yang sejati dan benar.Dalam makna yang benar maka kebersamaan adalah hidup,hidup adalah kebersamaan.Kebersamaan kita adalah kehidupan kita,dan kehidupan kita adalah kebersamaan kita.Kita menikmati kebersamaan dalam hidup,dan hidup dalam kebersamaan.Sebab Kehidupan dan Kebersamaan kita adalah Kristus.Dialah pemersatu kita dalam segala kebersamaan dan kehidupan kita.Dalam Dia maka pertemuan-pertemuan kita dan kebersamaan kita mendatangkan kebaikan adanya dan bukan keburukan.Dalam Dia kita terus menikmati kebersamaan yang menjadi jalan pengajaran Allah untuk menyatakan kesalahan-kesalahan kita,untuk memurnikan segala maksud dan tujuan kita,untuk membuat kita menikmati hidup yang benar dan untuk kebaikan kita semua.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...