Dalam
peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu,sebab
pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan,tetapi mendatangkan
keburukan.
1
korintus 11:17
Paulus menegur jemaat di korintus sebab
dalam pertemuan-pertemuan ibadah mereka justru menimbulkan keburukan,meskipun
perselisihan tidak bisa dihindari namun lewat itu agar nyata apa yang harus
dimurnikan.Paulus menegur tingkah jemaat yang saat berkumpul sehidangan
tidaklah saling menghargai dan berbagi.Ada yang kenyang dan ada yang serba
berkekurangan.Mereka yang berkelebihan seolah menunjukkan miliknya dan
memuaskan nafsunya lewat pertemuan-pertemuan tersebut.Sampai-sampai Paulus
menulis tidakkah mereka punya rumah sendiri jika tujuan hanya semata nafsu
makan dan minum.Dia juga menulis bahwa kelakuan itu mempermalukan jemaat yang
susah secara ekonomi.
Persatuan tanpa kebaikan dan untuk
kebaikan bersama itu bukanlah persatuan.Kebaikan tanpa sebagai persatuan atau
sebagai pengikat untuk menyatukan maka itu bukan kebaikan yang sesungguhnya.Kristus
adalah kebersamaan kita,Dia adalah pribadi yang mempersatukan kita.Kita bisa
bersatu dan menikmati kebersamaan jika ada di dalam Dia.Kebaikan Kristus sudah
menyatakan bahwa Dia menyatukan kembali hubungan yang terpisah antara Allah
dengan manusia karena dosa.Lewat kebaikanNya pula maka hubungan antara sesama
manusia bisa utuh dan tidak terpecah-belah.Karena terpisah dari Allah maka
manusia pun sulit bersatu antara satu dengan yang lain.Persatuan yang
sesungguhnya tidak sebatas dinilai dan dilihat secara lahiriah saja tapi dilihat
dan dinilai secara rohani.Sebab persatuan tanpa satu tujuan,motivasi,visi,dan
kebersamaan maka itu bukanlah persatuan.
Kristus telah menunjukkan bagaimana
persatuan itu lewat hidupNya dengan Bapa.Hidup yang utuh dalam satu kehendak
yang merencanakan keselamatan bagi manusia.Ketundukkan Kristus pada kehendak
Bapa adalah cermin bagaimana mereka menjadi satu dalam kehendak dan kebaikan.Jika
kita ingin menikmati persatuan dan kebersamaan maka tinggalah di dalam
Kristus.Mengutamakan Dia sebagai pribadi pemersatu kita.Ada banyak keluarga
berantakan dan sepertinya sulit sekali menikmati kebersamaan,tapi dalam Kristus
sebagai Pemersatu kita maka hal itu tidaklah mustahil.Kesulitannya selalu
terletak pada kehendak kita yang memikat kita amat kuat padahal kita tidak
sadar bahwa dalam Dia tidak ada yang bisa mengikat kita.Serahkan segala
kehendak kita dalam Dia maka kita akan merasakan kebebasan.Menyerahkan bukan
berarti memaksa diri tapi untuk terbuka menyatakan keinginan kita agar lewat keinginan
itu kita dimurnikan hingga kita mendapati kenikmatan Allah dan menyadari kemalangan
dosa.Ketika kita berkehendak dan berlaku sesuai kehendaknya yang sudah menjadi
kehendak kita maka kita tidak melakukan dalam paksaan diri tapi dalam
kebebasan.Ketika kita melakukan kehendak kita dan ada kehendak Dia turut di
dalamnya maka kita tidak lagi menikmatinya dalam keinginan kita sendiri dalam
pikat dunia yang membebani tapi dalam kasih Allah yang lepas dari dosa.Serahkan
segala rencana dan kehendak kita kepadaNya dan kita akan menemukan kebenaranNya
bagi kita secara pribadi.Ini adalah kesatuan kehendak dengan Bapa.Jika begini
adanya dalam satu komunitas keluarga,organisasi,dan gereja maka perselisihan
apapun juga tidak akan sanggup memecah-belah kita.Perselisihan apapun juga pada
akhirnya akan menjadi jalan Allah untuk semakin menyatukan kita.
Sedikit saya mengisahkan tentang
perselisihan Paulus dan Barnabas dalam kisah para rasul 15:35-41,di mana Paulus
tidak setuju jika Barnabas membawa serta Markus yang sudah pernah meninggalkan
mereka.Namun Barnabas ingin agar Markus tetap bisa diajak lagi.Masing-masing
Paulus dan Barnabas memiliki persepsi sendiri dalam menilai Markus dan
menjalani pelayanan mereka.Mereka akhirnya berpisah jalan dan Barnabas membawa
serta Markus dalam penginjilannya sementara Paulus membawa Silas.Secara
lahiriah mereka berpisah,tapi adakah Allah tidak berkarya lagi dalam pelayanan
mereka sejak saat mereka berpisah karena berselisih?Tidak,kisah selanjutnya
Allah tetap menyertai dan berkarya lewat peristiwa itu.
Saat ini jika ada perpecahan gereja atau
komunitas pelayanan yang berlanjut hingga akhirnya terjadi perpisahan sering
dihakimi akan dikutuk dan sebagainya.Dianggap sudah tidak diperkenan oleh Allah
lagi dan cenderung disesatkan.Saat kita akhirnya harus mengambil langkah
terlepas dari suatu komunitas,tapi disertakan di dalam Kristus maka apakah itu
benar-benar perpisahan?Kristus adalah pemersatu kita dalam segala
hal,situasi,dan realita.Kita masih mendoakan mereka,mengasihi mereka dalam doa
kita maka itu adalah wujud bahwa kita tetap satu tubuh di dalam Kristus.Sebab
persatuan secara lahiriah tanpa adanya kebersamaan lagi itu bukanlah
persatuan.Kristus adalah persatuan dan kesatuan kita dalam segala hal dan
realita masalah dunia.Saat kita berpisah secara lahiriah pun jika di bawa dan
disertakan dalam Kristus maka kita akan memaknai dan menikmatinya tetap dalam
persatuan dan kebersamaan walau mungkin situasi lahiriahnya sudah berbeda.
Dalam kitab 2 timotius 4:11 Paulus yang
menulis surat kepada Timotius akhirnya meminta agar Markus datang menemaninya
dan mengakui akan pentingnya pelayanan Markus baginya.Apapun realita perpisahan
yang kita jalani jika di dalam Kristus itu akan selalu membawa hikmah dan kebenaran.Paulus
mungkin tak pernah berpikir akan memanggil Markus tapi menjelang akhir hidupnya
dalam penjara Roma dia memanggilnya.Kristus adalah pencerahanAllah bagi kita
agar kita benar-benar tahu dan akhirnya bisa memahami betul akan apapun langkah
yang kita ambil.Hingga kita tidak seperti orang-orang dunia yang tidak memiliki
Kristus yang terus berputar-putar pada usahanya sendiri tanpa ada hikmah yang
benar dalam menyikapi dan menjalani hidupnya agar terus lebih baik dan nikmat
adanya.Mungkin renungan ini tidak berbicara luas secara harafiah dengan begitu
detail menjelaskan kepada kita tapi Roh kudus akan membukakan kepada kita
sesuai dengan keadaan kita masing-masing apa yang menjadi maksud Allah yang
akan membawa sukacita bagi kita,keluarga kita,gereja kita,dan lingkungan kita
berada.
Terakhir,ada motto dari salah satu gereja yang
berbunyi “hidup bersama untuk bersama hidup”.Sungguh suatu motto yang amat
menyegarkan jemaat Tuhan.Hidup tanpa kebersamaan itu bukanlah hidup yang
sesungguhnya atau hidup yang benar.Kebersamaan tanpa sebagai hidup dan menjadi
kehidupan kita,itupun bukan kebersamaan yang sejati dan benar.Dalam makna yang
benar maka kebersamaan adalah hidup,hidup adalah kebersamaan.Kebersamaan kita adalah
kehidupan kita,dan kehidupan kita adalah kebersamaan kita.Kita menikmati
kebersamaan dalam hidup,dan hidup dalam kebersamaan.Sebab Kehidupan dan
Kebersamaan kita adalah Kristus.Dialah pemersatu kita dalam segala kebersamaan
dan kehidupan kita.Dalam Dia maka pertemuan-pertemuan kita dan kebersamaan kita
mendatangkan kebaikan adanya dan bukan keburukan.Dalam Dia kita terus menikmati
kebersamaan yang menjadi jalan pengajaran Allah untuk menyatakan
kesalahan-kesalahan kita,untuk memurnikan segala maksud dan tujuan kita,untuk
membuat kita menikmati hidup yang benar dan untuk kebaikan kita semua.

No comments:
Post a Comment