
Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) diterima audiensi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Dalam kesempatan pertemuan itu, PP GMKI menyampaikan komitmennya untuk selalu memerangi praktek-praktek intoleransi yang terjadi di berbagai daerah.
“Kasus intoleransi, penutupan rumah ibadah dan pelarangan ibadah semakin marak terjadi. Kami ingin sampaikan, bahwa GMKI berdiri bersama-sama pemerintah untuk memeranginya,” tegas Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay.
Menurutnya, fenomena kasus intoleransi semakin marak terjadi, ada kasus penutupan dan penyegelan rumah ibadah di Jambi, Bekasi dan Bogor. Ada juga pembubaran ibadah di Medan. Kasus terakhir adalah aksi teror dan pembantaian oleh kelompok Jafar umar Thalib di Papua, dimana pemerintah terkesan tidak serius memerangi kelompok-kelompok yang melakukan aksi teror dan pembantaian atas nama agama. GMKI meminta pemerintah serius dan cepat menangani aksi teror dan pembantaian atas nama agama.
GMKI menganggap fenomone ini didasari atas kemerosotan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Karena itu GMKI mengambil bagian untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila di kalangan kaum milenial melalui program “Rumah Pancasila” yang telah sukses terlaksana di puluhan kota.
Persoalan lain yang mendapat sorotan GMKI adalah persoalan kemiskinan, penbegakan hukum, pendidikan dan kasus agraria. Keempat kasus ini sangat penting ditangani, karena sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, GMKI berharap pemerintah bisa menanganinya dengan cepat dan dengan cara yang tepat.
Wapres JK menyampaikan bahwa toleransi itu harus dijalankan kedua belah pihak dan sama-sama saling memahami.
“Toleransi itu kedua belah pihak, bukan sepihak. Sama-sama harus saling memahami,” kata JK.
sabung online
ReplyDelete