
Karena terang
hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
Efesus 5:9
Orang cenderung berbuat jahat di dalam
kegelapan,atau saat suasana gelap.Orang cenderung lebih suka berbuat jahat
dengan cara gelap.Situasi yang sedang buta dalam gelapnya kekacauan adalah
situasi yang tepat bagi manusia untuk melakukan kejahatan,ketidakadilan,dan
melawan kebenaran.Lihatlah bagaimana liciknya iblis memanfaatkan gelapnya mata
hawa saat melihat-lihat buah pohon pengetahuan yang dilarang Allah.Mereka yang
gelap oleh keinginan akhirnya dicengkram oleh keinginan itu dalam
kejahatannya.Mereka yang gelap oleh nafsu akhirnya dicengkram oleh nafsu itu
dalam kejahatannya.Hawa akhirnya jatuh dalam kegelapan pandangan dan hasratnya
yang dimanfaatkan iblis.Sejak dosa masuk dalam dunia ini,kita butuh terang
untuk menerangi segenap jalan dan langkah hidup kita.Kita butuh terang untuk
menerangi lingkungan dan situasi hidup kita.Terutama kita perlu terang untuk
menerangi diri kita sendiri seterang dan sedalam mungkin agar kita tahu dan
mengenal diri kita sesungguhnya dengan benar dan jelas.
Matius 6:23 berkata bahwa jika matamu
gelap maka gelaplah seluruh tubuhmu.Jika terang yang ada padamu gelap maka
betapa gelapnya kegelapan itu.Jika mata hati kita sebagai mata penilaian dan
perasaan kita gelap maka kita akan melihat semua dalam kegelapan.Jika mata
penglihatan jasmani kita gelap oleh berbagai nafsu dosa dan amarah,maka
gelaplah segenap tingkah laku kita dan cara pandang kita.Ayat sebelumnya yaitu
matius 6:22 menyatakan mata adalah pelita tubuh,jika matamu baik maka teranglah
seluruh tubuhmu.Adakah ini bermaksud sebatas dan hanya mata secara
jasmaniah?Tidak,jika mata hati kita dan mata rohani kita baik,maka teranglah
seluruh tubuh kita.Dalam arti teranglah seluruh diri pribadi kita dan hidup
kita.Oleh dosa maka semua manusia berada dalam gelap semata karena mata kita
semua gelap dibutakan dosa.Oleh Kristus yang sudah datang kita berolah terang
yang sesungguhnya yang bisa menerangi kita.Dialah terang yang dinyatakan Allah
kepada kita untuk tinggal di dalam kita dan menjadi terang hidup kita.
Oleh Kristus mata rohani kita dibukakan
agar kita sanggup melihat dalam terang Allah.Kita sanggup menilai mana yang
terbaik untuk kita,dan mendapati berbagai pencerahan Allah yang makin melumas kekotoran
yang menggelapkan mata hati kita.Mereka yang mengakui dan menyerahkan kegelapan
dirinya di dalam Kristus akan berolah terang yang menerangi hidupnya dan
terlepas dari berbagai jerat kegelapan dosa.Cara kita melihat,baik dengan mata
jasmani dan mata rohani menentukan cara pandang hidup kita dan hasil kehidupan
kita.Apakah itu berkenan kepada Allah atau tidak.Tanpa Roh kudus kita semua
buta dan tidak sanggup melihat dan menilai hidup dengan benar.Akhirnya yang
kita dapati adalah masalah demi masalah yang menghimpit dalam kegelapan.Masalah-masalah
yang semakin mengaburkan jalan rencana Allah bagi kita.Syukur kita selalu punya
Yesus Kristus yang adalah terang bagi kita.Datang kepada Dia dan nikmati
terangnya yang ajaib yang menyingkapkan segala yang terselubung di dalam
kita.Hal itu bukan untuk menghakimi kita tapi untuk mengobati kita,membersihkan
kita,dan menjadikan kita terang.
Banyak
orang tidak sadar akan kemalangan mereka yang meskipun bergelimang harta tapi
ternyata mereka sedang ditipu oleh gelapnya penglihatan sendiri.Secara lahiriah
mereka mungkin aktif beribadah dan bahkan pelayanan,tapi secara rohaniah,jauh
di dalam batin mereka sedang melihat dalam kegelapan diri.Apa yang kita kejar
dalam hidup ini?Janganlah kita sampai digelapkan oleh harta dunia,digelapkan
oleh jabatan,digelapkan oleh nafsu diri sendiri.Bukan salah jika kita memiliki
minat terhadap harta dan jabatan,bawalah itu dalam terang kita yaitu
Kristus.Dialah yang akan menerangi semua itu dan diri kita agar kita tidak
mencarinya dalam kegelapan tapi dalam terang Allah.Tiada dosa dalam terang
Kristus.
Daud memiliki pengalaman ketika melewati
lembah kekelaman yang gelap.Dalam kehidupan sebagai gembala dia sering melewati
suatu celah yang diapit dua buah bukit amat tinggi.Akibatnya celah yang
disebutnya lembah itu amat gelap meskipun siang hari dan hanya terang saat
matahari tepat berada di atas kepala.Daud lalu menuliskannya dalam mazmur
nyanyiannya yang mengandaikan bahwa dalam perjalanan hidup ini kita sering
melewati lembah kelam.Lembah di mana kita bisa terantuk oleh batu kesombongan
atau kelengahan dan jatuh,lembah di mana kita bisa disergap oleh berbagai
keinginan yang menyesatkan dan membawa derita.Dalam lembah itu kita selamat
melewatinya oleh terang Kristus di dalam kita.
Dalam terang Kristus maka kita mengenal kebaikan
dengan benar dan bisa berbuat baik.Kebaikan kita adalah terang kita bagi
dunia.Kebaikan kita menunjukkan bahwa kita menyatakan terang Allah yang ada di
dalam kita.Kebaikan kita yang bersumber dari Kristus akan menerangi kita untuk
semakin menikmati kasih Allah.Dalam terang tidak ada kepalsuan dan permainan.Tapi
terang yang sejati akan menerangi segenap kegelapan dan
menelanjanginya.Lihatlah Yesus saat menyatakan terang itu,banyak yang
ditelanjangi kejahatan mereka yang terselubung dan mereka tidak terima.Syukur
oleh Roh Kudus kita menerima selalu saat diajar dalam segenap penerangan Allah
yang menyucikan kita.Mereka yang lebih terpikat dan diikat oleh kegelapan
menentang ketika diterangi oleh terang.Seharusnya kita tahu betul bahwa maksud
kita diterangi dan ditegur oleh terang itu adalah untuk kebaikan dan kebebasan
kita.Bukan bermaksud untuk menunjuk-nunjuk kesalahan kita dan seolah memusuhi
kita.
Kita yang dahulu berjalan sekehendak
sendiri dalam kegelapan diri,kini beroleh terang Kristus yang menerangi segenap
diri dan hidup kita.Kita adalah anak-anak terang,yang sanggup menerangi diri
sendiri dalam kuasa Kristus.Kita melihat,mendengar,bicara dan merasakan hidup
ini di dalam terang.Kita tidak sedang menunjukkan kebutaan ketika sedang
berbicara dan berbuat tapi oleh Kristus kita sedang menunjukkan penerangan
lewat itu.Terang tanpa kebaikan itu bukan terang yang benar tapi itu
sesungguhnya adalah kegelapan.Kebaikan tanpa sebagai terang hidup maka itu bukan
kebaikan sejati melainkan kebaikan manusia yang berinti dari kegelapan
diri.Dalam Kristus maka teranag adalah sebagai kebaikan,dan kebaikan adalah
juga sebagai terang.Keduanya satu di dalam Dia.KebaikanNya menunjukkan bahwa
Dia sedang menerangi kita,dan terangNya menunjukkan bahwa Dia baik bagi
kita.KebaikanNya adalah terangNya,dan terangNya adalah kebaikanNya.
Makna manusia dan dunia berbeda.Orang sering
menyingkapkan apa yang terselubung bukan untuk murni maksud baik tapi untuk
menjatuhkan dan menghakimi.Orang kadang terang-terangan karena marah dan
dikuasai emosi untuk memusuhi dan menjatuhkan.Terang-terangan kita akan
kejahatan orang lain kadang dipicu untuk menyembunyikan kejahatan sendiri.Lihatlah
saat Yesus dihadapkan pada keinginan menghakimi bangsa yahudi yang seolah-olah
telah menerangi gelapnya perzinahan seorang pelacur.Yesus tidak mudah diseret
masuk dalam makna dunia yang salah tentang terang.Dia menunjukkan terangNya
yang sesungguhnya yang menerangi dan menelanjangi dosa semua orang.Tidak ada
yang berani menghakimi pelacur itu tatkala tahu bahwa mereka pun gelap seperti
pelacur tersebut,bahwa mereka pun sebenarnya orang berdosa.
Terang Allah menerangi segala sesuatu,jika
terang itu menghakimi dengan cara pandang dunia yang gelap maka kita semua
layak mati terhukum oleh karena dosa.Tapi terang Allah itu datang dan
menunjukkan bahwa Dia menerangi bukan untuk menghakimi dengan cara dunia yang
gelap.Dia menerangi dengan kasih dan pengampunan.Syukur kepada Allah bahwa kita
yang dalam kristus beroleh terang itu sebagai kebaikan dalam diri kita.Oleh
terang itu kita akan menerima segala realita hidup ini dalam kebaikan dan
pengampunan Allah.Setidaknya hari demi hari kita terus dibawa dalam penyerahan
kepada Dia agar selalu diterangiNya untuk menerangi hidup kita dan orang lain.
No comments:
Post a Comment