Saturday, November 24, 2018

KELUHAN DAN SYUKUR

Mazmur 60:3-7
     

     Kita sering mendengar ungkapan jangan pernah mengeluh.Mengeluh memang konotasinya selalu buruk dan membawa kesialan.Tapi dalam mazmur Daud ini jelas dia sedang mengutarakan isi hatinya dan ekspresi dari kesusahannya.Bahkan daud berkata;”Ya Allah,Engkau telah membuang kami,menembus pertahanan kami,Engkau telah murka,….Namun dia mengakhiri kalimat itu dengan seruan;”pulihkanlah kami!”Inilah letak dari keluhan yang benar,suatu ungkapan yang tetap berharap kepada Allah.Keluhan tentu amat merugikan jika seolah tanpa harapan,sia-sia adanya.Tapi dalam Yesus Kristus kita belajar membawa segala sesuatu yang kita rasakan selayaknya diutarakan secara terbuka kepadaNya.Susah dan senang,semangat dan jenuh,kepadaNyalah kita mengutarakan dan dibenarkan.Inti dari ketidakbenaran kita adalah jika kita tanpa Yesus,tapi jika kita memiliki Yesus sebagai kebenaran hidup kita,maka kita akan menikmati pembenaranNya dalam apapun yang kita rasakan.Sebab tempat kita mengadu dan mengeluh adalah Dia.keluhan dan pengaduan kita tidaklah sia-sia jika kita menempatkan Dia sebagai Tuhan tempat kita berharap,jawaban kita,dan pertolongan kita.
     Sewaktu Yesus disalibkan,betapa Dia menderita bukan lebih karena siksaan jasmaniah tapi siksaan batin kemanusiawianNya yang merasa ditinggalkan oleh BapaNya.UngkapanNya “ya Bapa mengapa Engkau meninggalkan Aku” bukanlah bermakna suatu keluhan secara dunia,sebab apakah kita akan yakin Dia sedang mengeluh dalam dosa saat itu?Tidak,sebab Dia adalah Pribadi Kebenaran.KeluhanNya adalah dalam Kebenaran.Dia sanggup mengampuni orang yang bersalah kepadaNya dan yang menolak Dia.Itu suatu bukti nyata bahwa keluhanNya adalah dalam kebenaran dan tidak sia-sia sebagaimana keluhan yang dikenal oleh umumnya manusia.
     Jika kita mengeluh oleh beratnya beban dosa,tekanan hidup,atau perbuatan orang lain yang menyakiti kita,sertakan Kristus sebagai dasar dan pengharapannya.Agar keluhan itu tidak sia-sia dan menjadi doa yang benar di hadapan Allah.keluhan kita tidak lagi bermakna selaras dengan makna dunia yang konotasinya selalu merugikan tapi kini bermakna selaras dengan Kristus yang membawa perubahan dan kemenangan.Sehingga kita akan berkata seperti Daud dalam ayat di atas:”Kepada mereka yang takut kepadaMu telah kauberikan panji-panji,tanda untuk berlindung terhadap panah.Supaya terluput orang-orang yang kau cintai,berikanlah keselamatan dengan tangan kananMu dan jawablah kami!”

     Kristuslah kebenaran kita dan bukan diri kita sendiri,inilah kebebasan kita di dalam Dia.Hingga kita lepas dari kutuk dunia yang menjadikan segala sesuatu menjadi dosa dan maut.Kini kita ada di dalam KebenaranNya yang meneguhkan dan menuntun kita.Dalam segala keluhan kepada Kristus ada jawaban,ada motivasi,dan pengharapan.Keluhan yang benar adalah tertuju kepada Kristus dan di dalamnya kita berharap,sebagaimana mazmur Daud yang sudah kita baca hari ini. Amin.

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...