
Penolakan Kristus masih terjadi
hingga kini dalam Kekeristenan sendiri (orang Israel secara rohani).
Menolak
Yesus sebenarnya bukan sebatas dan sedangkal seperti yang kita bandingkan dan
lihat dari keadaan dan respon bangsa Yahudi terhadap Yesus Kristus namun
penolakan terhadap Kristus ini ditinjau lebih jauh ke dalam hingga kita
menemukan siapa sebenarnya yang menolak Dia dan mengapa demikian. Sebab dewasa
ini sebenarnya terlalu banyak pihak yang masih menolak Dia dalam arti belum
benar-benar mau dan rela menerima Yesus Kristus sebagai Pribadi yang hendak
menguasai dirinya. Dalam hal ini sangat erat kaitannya pula dengan penyerahan
diri sebagaimana yang sudah dibahas pada bab sebelumnya. Ini yang saya temui
dan alami ketika saya memberitakan Yesus Kristus secara utuh, secara Pribadi,
Dia sebagai Pribadi yang sempurna dan utuh semua ada dan bersumber dari Dia. Di
sini saya menemukan bahwa masih terlalu banyak orang yang bahkan sudah melayani
Yesus pun tetapi masih belum sepenuhnya mau dan sadar untuk mengakui Yesus
Kristus sebagai segala-galanya dalam hidupnya. Tidakkah ini ironi? Mari kita
bahas bersama.
1. Menolak Kristus karena
jabatan
Pada Matius 27:11-26 tertera bagaimana sikap Pilatus terhadap Yesus dan
perkara yang dihadapkan kepadanya. Dia harus memilih antara desakan massa yang
hendak menyalibkan Yesus yang sebenarnya Pilatus pun tahu bahwa Yesus tidak
bersalah atau dia harus membebaskan Yesus dengan konsekuensi terjadi kerusuhan
besar dan bahkan perang bisa pecah kembali terhadap kekaisaran Roma di Israel.
Pilatus telah mendapat peringatan sebelumnya dari kekaisaran pusat di Roma agar
tidak boleh ada kerusuhan atau perlawanan lagi di Israel. Jika itu sampai
terjadi maka dia akan kehilangan jabatannya, ditarik kembali ke ibukota Roma
atau bahkan dihukum mati karena gagal dalam tugas. Demi keamanan jabatannya dia
akhirnya mengambil langkah “tengah” cuci tangan namun ini sama halnya dengan
turut membiarkan kebenaran dihakimi. Dalam beberapa tahun kemudian setelah
pergantian gubernur yang baru untuk wilayah Yudea beliau malah dicopot dari
jabatannya sebagai wali negeri di Yerusalem.
Ada juga yang enggan mengakui Yesus Kristus secara pribadi karena merasa
akan semkin terkucil dan adanya tekanan oleh pihak yang lebih tinggi tempat
mereka bergantung, Yohanes 12:42. Namun saya menemukan bahwa ini bisa juga
berlaku secara pribadi pada setiap individu dalam arti semua orang punya aspek
dan keadaan yang sama dalam hal takut terkucil atau dalam tekanan sesuatu yang
lebih tinggi dari dirinya dalam hal mengapa tidak bisa mengakui Kristus dalam
dirinya. Ada orang-orang yang akan merasa terkucilkan jika dia mengakui Kristus
dan harus meninggalkan segala kemauan dan gaya hidupnya, ini bukan sekedar
kehilangan teman atau relasi tetapi lebih kepada keadaan pribadi orang tersebut
yang merasa tidak akan terpuaskan hasrat hidupnya jika harus menerima dan
mengakui Kristus semakin dalam. Dalam tahap ini tidak peduli apakah seseorang
itu pelayan Tuhan yang setenar dan sehebat apapun itu bukan jaminan bahwa dia
telah dalam zona kesatuan dengan pribadi Kristus dalam arti telah masuk pada
pengakuan batin akan Kristus secara total. Sebab pemakaian Allah dan karunia
Allah tidak sama halnya dengan penyatuan dan penundukan diri dalam pengakuan
akan Dia. Pemakaian ataupun talenta karunia seseorang dalam pelayanan tidak
menjadi ukuran sejauh mana pemberian dirinya dan pengakuannya kepada Kristus.
“sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah,”
Yohanes 12:43.
Ada juga tidak mengakui Kristus karena beratnya tekanan diri sendiri
yang butuh dipuaskan lewat kebebasan karakternya. Banyak orang ingin memberi
diri dengan caranya sendiri yang sesuai keinginan hatinya. Inilah diperlukan
sikap yang mau rela memberi diri mau mengenal Dia semakin dalam dan menyatu
dengan kehendakNya. Ketika kita sanggup menundukkan diri sesuai kehendaknya
yang hendak mengambil alih diri kita seutuhnya agar dosa tidak berkuasa lagi
atas kita maka kita akan temui bahwa semua yang kita kehendaki akan dimurnikan
dan menikmati suasana baru dalam pengiringan akan Dia, bukan lagi beban hukum
tetapi di bawah hukum yang memerdekakan sebab Kristus telah bekerja sebagai Pribadi
di dalam kita.
Sebetulnya masih merupakan hal
yang dangkal di mana orang menolak Yesus Kristus untuk semakin bertahta dan
diakui dalam dirinya karena jabatan atau kedudukan sosial. Saya banyak kali
menemui di mana ketika pemberitaan tentang Kristus yang kita sampaikan jika itu
sudah bersifat menyatakan KepribadianNya yang harus diakui total maka para
pendengar yang merasa ego dan gengsi dengan jabatan dan hanya lebih menilai
pemberita dari status atau strata sosial mereka cenderung akan meolak kebenaran
Kristus. Secara lahiriah mereka mengakui Dia tetapi untuk lebih diakui dalam
batin dan Roh mereka sebetulnya masih erat membantah Kristus.
2. Menolak Kristus karena
kepintaran
Golongan lain yang menolak Kristus secara rohani adalah kalangan
cendekiawan yang bahkan golongan teologis sendiri yang jika mereka masih
menaruh seluruh iman mereka untuk diukur secara logika maka mereka cendrung
akan selalu menilai segala sesuatu harus berdasar ukuran teoritis dan
metodologi seusia standar pengetahuan mereka. Ini akan sulit mereka pahami sebab
Kristus tidak bisa diukur sebatas akal dan kemampuan bernalar manusia.
“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama
dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan
tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun
ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi di dalam
seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak
dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang
bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:18-20
Dari penggalan ayat di atas kita
mendapati betapa luas Keilahian pribadi Kristus yang secara logika manusia
tidak akan dapat ditelaah. Namun itu akan kita ketahui secara utuh
berangsur-angsur saat kita mulai rela masuk dalam kepenuhan Kristus, yaitu di
mana kita semakin menyatu dengan pribadiNya yang ada di dalam kita. Memiliki
pikiran Kristus yang sanggup menelaah segala sesuatu karena hanya dengan itulah
kita bisa meneirma dan semakin mengenal Kristus yang luas itu. Kita akan semakin
mengenal diri kita sendiri dan akhirnya secara alami kita akan tahu seperti apa
itu manusia pada umumnya sebab Roh yang menilai segala sesuatu termasuk Allah
sendiri itu ada dan telah luas bekerja di dalam kita secara dan sebagai
pribadi. Sebab jika Dia masih bekerja di dalam kita sebagai karunia maka kita
masih akan mengenal Dia secara karunia , jika Dia masih bekerja di dalam kita
secara hukum, maka kita akan mengenal Dia secara hukum pula. Namun ada saatnya
jika kita selalu rela meminta akan pemenuhnNya atas diri kita secara pribadi
maka kita akan mengenal Dia kini sebagai Pribadi dan Dia bekerja di dalam kita
sebagai Pribadi. Di dalam Pribadi ada tercakup semua, baik karunia, berkat,
hukum, iman, kasih, perbuatan dan sebagainya sebab Pribadi itu adalah Kristus
di mana di dalam Dia segala sesuatu ada dan bermula.
3. Menolak Kristus karena
sifat atau karakter
Sifat dan karakter manusia pula dapat menjadi alasan kuat di mana
manusia sulit menerima dan mengakui Keakuan Kristus dalam dirinya. Keakuan
Kristus di sini maksudnya kepenuhan atau keutuhan pribadi dari Kristus.
Sebenarnya setiap manusia sulit untuk menerima Allah dalam keberdosaan dan
keterbatasan manusiawinya. Ada sisi besar di mana Kasih karunia Allah berperan
penting dalam penerimaan awal manusia terhadap Kristus. Namun untuk selanjutnya
di mana Kristus harus semakin utuh di dalam kita dibutuhkan penyerahan dan
kerelaan diri untuk selalu meminta dan memberi diri kepadaNya.
Setiap karakter sifat manusia yang kompleks dalam 4 dan 12 garis besar
karakter manusia sebenarnya memiliki kesulitan masing-masing dalam mengakui
Kristus. Saya melihat orang dengan kolaris sebagai sifat dominan akan sulit
mengakui Kekuatan Kristus dalam dirinya sebab dia sendiri merasa kekuatan
dirinya dan semangat serta tekad motivasi dirinya sendiri cukup kuat. Bahkan
keadaan dirinya ini dibawa menjadi “doktrin iman” dalam dirinya dan kerap
menjadi tolak ukur dalam menilai kehidupan rohani sesama. Padahal tidak ada
manusia yang benar-benar kuat kecuali Kristus dan Kristus adalah Kekuatan kita
sesungguhnya. Kristus akan benar menjadi kekuatan kita jika kita sudah mencapai
titik pengakuan atas Dia bahwa kita sesungguhnya lemah dan tidak ada kekuatan
apapun hingga hanya Dia yang menjadi kekuatan kita seutuhnya. Tekad, keyakinan,
atau niat kuat dalam diri manusia itu bukanlah Iman sebagaimana standar
kebenaran Allah tetapi itu adalah bagian dari sifat manusia yang amat kuat
terasa dalam diri seorang kolaris. Iman tidak hanya diukur dari keyakinan kuat
akan sesuatu untuk terjadi, tidak hanya diukur dari keyakinan akan mujizat,
tekad kuat dan semangat diri tetapi Iman sebagaimana Kristus telah utuhkan dan
nyatakan dalam diriNya adalah dinilai dalam segala aspek. Iman dilihat dari
bagaimana sikap dan kasih kita pada sesama. Bagaimana penerimaan kita terhadap
diri ini dan sesama. Bagaimana hidup kita yang semakin rela dipersembahkan
menyatu dengan Kristus. Mengapa saya selalu menggunakan kata rela sebab dalam
kemyataan yang saya dapati terlalu banyak orang Kristen yang sudah begtu aktif
baik dalam ibadah ataupun pelayanan tetapi ketika Kristus diberitakan untuk
diakui secara Pribadi sampai kedalaman batin mereka tampak menolak dan geram
serta berat menerima. Inilah mengapa saya akhirnya menyadari bahwa amat
dibtuhkan kerelaan diri untuk semakin masuk mengakui Kristus. Penyangkalan
Kristus tidak hanya dinilai sedangkal pada langkah awal di mana orang yang
tidak mau percaya Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat maka itu sajalah yang
disebut menyangkal tetapi jika kita tidak mau dan masih berat untuk memberi
diri mengakui Dia secara utuh dalam segala aspek hidup kita sampai pada
kedalaman batin maka itu adalah penyangkalan Kristus.
4. menolak Kristus karena
merasa berat kehilangan diri (dosa)
Semakin meninjau dan meneiliti kedalaman batin dan diri kita manusia
maka ditemui bahwa banyak orang sebenarnya dalam berbagi aspek alasan mengapa
dia enggan mengakui Kristus itu disebabkan karena tidak mau kehilangan dirinya,
kenyamanan dirinya, gaya hidupnya. Ini bukan sebatas bicara tentang keadaan
diri yang berdosa secara lahiriah jelas tetapi ini berbicara tentang karakter
setiap kita yang sebenarnya perlu dibersihkan, ditinggalkan, dan dibaharui.
Kita tidak akan kehilangan ciri khas diri kita namun bedanya jika sudah masuk
dalam pembaharuan dan pengakuan kepada Kristus adalah cirri karakter diri kita
telah disertai pribadi Kristus, ada pemurnian pekerjaan Allah di dalamNya.
Bagaimana Kristus semakin menguasi diri kita sebagaimana ayat yang mengatakan
Dia harus semakin bertamabh dan kita semakin berkurang. Ini bukan berbiacara
sebatas memuliakan Dia dalam pujian mulut, pujian ibadah liturgi, ucapan
syukur, ataupun pekerjaan dan perbuatan baik tetapi memasuki area Dia yang bertambah dan dipuji dalam diri kita,
batin dan roh kita. Hati perasaan dan akal pikiran kita telah diisi keutuhan
pribadiNya yang akan mengantar kita semakin menikmati pengakuan akan Dia.
Inilah awal kebebasan yang sesungguhnya
yang Yesus Kristus berikan pada kita di mana ketika Dia yang diakui di dalam
kita maka kita tidak akan lagi membantah Dia.
Tidak usah kita kuatir dengan menghadapi dunia dalam mengabarkan Kristus
karena Kristus di dalam kita sudah tidak terbantahkan oleh kita atau sifat kita
yang lekat dengan dosa. Jika kita sendiri sudah tidak bisa membantah Dia lagi
maka dunia tidak akan bisa membantah Kristus yang kita sampaikan sebab meski
mulut mereka membantah dan hati mereka menebal dengan amarah tersinggung dan
sebagainya bantahan mereka hanyalah secercah ungkapan lahiriah dari pernyataan
batin mereka yang tahu bahwa itu benar. Lihatlah bagaimanan para farisi dan
mereka semua yang memusuhi Yesus Kristus dahulu, mereka membantah Dia dan
berusaha menghentikan Dia dalam pemberitaanNya yang bersifat Rohani Batiniah
namun mereka jelas tahu bahwa yang Dia sampaikan adalah kebenaran.
5. Membantah Yesus
Kristus karena keberadaan dosa dalam diri
“Sebab di dalam batinku aku suka akan
hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain
yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum
dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”
Roma 7:22-23
Dari penjabaran ayat di atas dan beberapa ayat dalam Roma 7 tentang
hukum dosa atau pribadi/sifat/kodrat dosa dalam diri manusia maka inilah inti
dan akar dari semua keengganan manusia untuk mengakui keutuhan Kristus dalam
dirinya. Sebab sejak jatuh dalam dosa, dosa telah menjadi bagian erat dan
melekat dalam diri manusia, dalam jiwa perasaan dan pikrannya serta dalam tubuh
kehendak daging dan niatnya. Inilah yang membuat mengapa dikatakan setiap
keinginan manusia adalah salah dan bertolak belakang dengan Allah. Inti yang
membuat manusia tidak mau mengakui Kristus adalah pribadi dosa yang ada dalam
dirinya. Hukum atau pribadi dosa ini adalah hakekat atau pribadi atau benih
iblis yang ditanamkan dalam diri manusia dan melekat erat dengan manusia
seolah-olah menjadi bagian dari manusia padahal sebenarnya itu bukan milik kita
dan bagiannya kita. Hanya karena pemberian diri manusialah hingga itu masuk ke
dalam diri manusia. Hanya kuasa Yesus yang sanggup melepaskan kita dan
memenangkan kita dari hukum dosa itu.
Semakin kita tinggal di dalam Yesus dan mengenal Kristus serta
mengakuiNya maka kita akan mendapati Kristus yang semakin bertambah dan kita
semakin berkurang adalah sesuungguhnya priabdi dosa yang lekat dengan kita
itulah yang semakin dibersihkan, dihancurkan dan dilenyapkan. Inilah apa yang
dikatakan perjuangan kita melawan dan mengalahkan diri kita sendiri yaitu
menaklukan dosa yang bekerja di dalam kita. Sejak saya masuk pada pendalaman
pribadi Kristus di dalam diri saya dan semakin mengakui Dia secara pribadi dan
sebagai pribadi dalam diri saya maka saya mendapati bahwa nikmat adanya keadaan
di mana kita semakin menundukkan diri dan segala kemauannya kepada Kristus.
Bagi dosa ini adalah penjajahan tetapi bagi Roh ini adalah kebebasan sejati yang
Tuhan berikan bagi manusia yang percaya dan mengakui Dia.

