
Kristologi Feminis
Kristologi Feminis
adalah Kristologi yang memakai pendekatan feminis, yakni dari kacamata
ketidakadilan, penindasan dan penderitaan. Kristologi ini dibagi menjadi dua;
di Barat disebut Kristologi ekofeminis dan di Timur disebut Kristologi feminis Kosmis. Allah umat Kristen yang selama ini
didominasi oleh kaum laki-laki karena dalam diri Yesus yang laki-laki kemudian
digeser menjadi Kristus yang menyimbulkan keduanya. Kata logos yang tadinya dalam Injil Yohanes
4:1-42 adalah maskulin yang menjadikan
kecenderungan patriarkal, maka dipahami sebagai sofia dalam perspektif feminis. Hal ini
diperoleh dari kehidupan Yesus yang sangat menghargai kaum perempuan, dalam
karya-karyanya, bahkan ketika Dia bangkit, perempuanlah yang pertama kali
melihat kuburnya yang kosong. Simbol sofia digunakan oleh Paulus
untuk menggambarkan Yesus sebagi hikmat Allah dalam I Korintus 1:24. Kristologi feminis-kosmis mengajak umat Kristen untuk
mendengarkan korban ketidakadilan dan menginternalisasikan jeritan itu menuju
praksis solidaritas.
Dimensi Kristologi
Ketuhanan Yesus (Keilahian Kristus) "Yesus adalah Tuhan", hal
ini diyakini umat Kristen dan Katolik. Ini problem terbesar bagi orang Kristen
ketika diperhadapkan dengan orang-orang beragama lain. Inilah yang membedakan
umat lain, sebab tidak sama dengan tokoh-tokoh panutan agama lain seperti
Krisna, Muhammad, Sang Budha, Konfusius atau Lao Tse. Namun Yesus Kristus
diyakini umat Kristen sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Keilahian Kristus
adalah hakekat Kristus sebagai Tuhan. Sebutan "Tuhan Yesus" dimulai dari
teologi di negara-negara Barat. "Lord Jesus" diartikan Tuhan Yesus.
Pendamaian Kristus
Pendamaian
Kristus berarti Kristus sebagai pendamai antara Allah dengan manusia.
Pendamaian ini diperlukan karena hubungan manusia dan Allah sudah putus
disebabkan dosa-dosa manusia. Antara Allah yang kudus dan manusia
yang berdosa terdapat jarak yang memisahkan. Jadi Kristus diutus untuk datang
ke dunia, sehingga hubungan itu bisa dipulihkan. Makna Kristus sebagai Sang
Pendamai dilalui dengan peristiwa penyalibannya di bukit Golgota. Dari
peristiwa inilah Kristologi terkait pendamaian yang dilakukan Kristus di kayu salib dibicarakan.
Kristus Sang Pembebas
Kristus
Sang Pembebas adalah makna yang selalu hadir terkait dengan penderitaan yang
ingin dientaskan oleh Kristus. Mulai dari istilah Mesias dalam Perjanjian Lama
dan Kristus dalam Perjanjian Baru, selalu dikaitkan sebagai pembebas. Kematian
Kristus di kayu Salib adalah wujud tindakan Allah untuk menebus dosa manusia
terkait akibat dosa yaitu maut.
Tokoh-tokoh Kristologi
Para
pemikir yang menghuni pada 'ruang' pemikiran Kristologi ini sangat banyak,
terbentang dari Bapa-bapa Gereja abad kedua, Abad ke empat, reformasi bahkan
hingga sekarang.
Anselmus dari Cantebury
Anselmus
adalah teolog dan filsuf yang hidup pada Abad Pertengahan.
Berasal dati Italia, terkenal dengan pemikiran Skolastisismenya.
Karya yang paling terkenal berjudul Cur Deus Homo (Mengapa Allah menjadi Manusia). Di
dalam konteks sosiologis feodalisme, Anselmus menelaah mengapa Allah
menjadi manusia dan harus mati untuk menyelamatkan manusia, dan mempertanyakan
apakah tidak ada cara lain untuk meyelamatkan. Menurut Anselmus, Yesus Kristus
wafat untuk melakukan silih (ganti) atas dosa; tanpa penyilihan itu tatanan alam
semesta akan kacau balau untuk selamanya. Dengan jalan itu, baik keadilan, anugerah maupun kasih Allah dipenuhi dan disempurnakan. Anselmus
memulai teologinya dari keyakinannya bahwa seseorang bisa berteologi hanya
setelah dia beriman fides quarens
intellectum. Iman ini
mencakup sikap iman fides qua creditur maupun isi iman fides quae
creditur. Dengan demikian, obyek teologi sebenarnya adalah peristiwa
perjumpaan dan komunikasi Allah dan manusia berlangsung melalui Yesus Kristus
dalam Roh Kudus merupakan realitas dinamik yang terus berlangsung di seluruh sejarah Gereja.
Thomas Aquinas (1225-1274)
Thomas Aquinas adalah tokoh Skolastik yang terbesar di
abad pertengahan dari Italia. Ia adalah seorang Katolik yang saleh, mengenyam
pendidikan di berbagai sekolah Katolik dan mengajar Filsafat dan Teologi di Paris.
Pemikirannya tentang kodrat manusia adalah, bahwa manusia menjadi tidak
sempurna ketika jatuh dalam dosa, dan diselamatkan Allah melalui rahmat
adikodrati yang ditawarkan Gereja.
Martin Luther (1483-1546)
Martin Luther adalah seorang imam Katolik di Jerman pada era Reformasi
Protestan, yang membawa pembaharuan sehingga Gereja Lutheran terbentuk.
Ajarannya tentang Kristus adalah bahwa setiap orang Kristen tidak bebas dari
Kristus, melainkan bebas dalam Kristus.
Yohanes Kalvin (1509-1564)
Yohanes Kalvin adalah seorang pemimpin reformasi Protestan di Swiss.
Dia dilahirkan di kota Noyon, Perancis. Dia ahli hukum dan teologi, dia banyak membantu
gereja di Jenewa ketika reformasi, dia djuga dikenal
dalam sumbangannya terhadap pembaharuan Mazmur Jenewa. Seperti halnya Luther,
dia mengajarkan bahwa manusia dibenarkan hanya oleh iman atau Sola Fide.
Keselamatan didapat dari Allah sebagai karunia di dalam Kristus.
Terkait
dengan dalilnya dalam Trinitas, yaitu Bahwa
Allah Bapa sebagai asal perbuatan, Putera sebagai asal dari hikmat, maksud dan
kehendak dan Roh Kudus sebagai kekuatan
dan dorongan untuk berbuat.. Tidak satu pun dari ketiga oknum ini bekerja
sendirian.
Tabiat
Kristus; Keallahan-Nya dan kemanusian-Nya sangat dipertahankan oleh Kalvin,
Kristus adalah perantara bagi manusia. Kristus adalah benar-banar Allah.
|
“
|
Dalam diri Kristus, seolah-olah Allah memperkecil Diri-Nya
untuk dapat mendapatkan daya mengerti manusia yang picik itu
|
”
|
Tujuan
tertinggi kemanusiaan Kristus ialah:
|
“
|
Tuhan Yesus telah mengenakan diri Adam, telah memakai
nama-Nya untuk sebagai gantinya taat kepada Bapa, untuk menyerahkan daging
tubuh kita selaku korban bagi pemenuhan penghakiman Allah yan gadil dan dalam
dagin gitu melunaskan hukuman, yang seyogyanya kita yang menerimanya.
Pendeknya, andaikata Ia Allah saja, tak mungkin Ia dapat mati, dan andaikata
Ia hanya manusia, tak dapat Ia mengalahkan maut. Itulah sebabnya Ia telah
mempersatukan tabiat [insani] dan Ilahi dalam diri-Nya, untuk menyerahkan
tabiat insani yang tak berdaya itu kepada maut dan untuk dengan tabiat
Ilahi-Nya bergumul daengan maut dan memperoleh kemenangan bagi kita, untuk
menebus dosa manusia
|
”
|
Perbedaannya
dengan Luther adalah penghargaan terhadap kemanusiaan Yesus, bahwa
kehadiran-Nya dalam Perjamuan Kudus
melalui transubstansiasi
dianggapnya merendahkan kemanusiaan Kristus.
Karl Rahner (1904-1984)
Karl Rahner
dilahirkan di keluarga Katolik Bavaria - Jerman Barat, terdidik dalam ketaatan.
Pada Perang Dunia II
tidak dikenal, namun tahun 1960 pada Konsili Vatikan II menjadi pusat perhatian dalam teologi modern. Teologinya
dianggap sebagai aliran neo-skolastisisme yang dipengaruhi
Aquinas. Karl Rahner
dalam berkristologi ingin menekankan pada "sesuatu" yang berasal dari
dialektis (perjumpaan) antara simbol dan penyimbolan, terkhusus pada simbol
Yesus. Simbol menurut Rahner adalah "sesuatu yang menjadi perantara
sesuatu lain dari dirinya sendiri, petunjuk penting bahwa Yesus adalah
benar-benar dari Allah untuk dunia. Kristologi Thomas Aquinas
yang berpusat pada inkarnasi Allah pada diri
Yesus. Karl Rahner menyebutnya,
Yesus sebagai "Tuhanku dan Allahku". Melalui
teori simbol (Yunani : σύμβολο) bahwa melalui yang ada saat ini,
maka ia merasa bisa mendapati yang lain. Melalui kemanusiaan Kristus yang
terbatas, Allah yang tak terbatas bisa didapat. Bagi Rahner, Kedatangan Kristus bukan karena
semata-mata harus mengampuni dosa manusia, melainkan karena rahmat. Seandainya Adam tidak berdosa, Rahner mengandaikan
Kristus tetap akan datang kedunia, meninggal, dan bangkit kembali. Rahner tidak menolak kenyataan atau daya tarik
dosa dan kejahatan, ia juga tidak menyangkal bahwa inkarnasi, salib, dan
kebangkitan kembali berkaitan dengan pengampunan dosa. Tetapi itu semua bukanlah pokok persoalannya;
Kristus tidak bisa dilihat hanya
sebagai obat bagi dosa-dosa manusia. Dosa, seperti yang dilihat oleh Rahner, tidak
bisa menjadi motor penggerak cerita tentang keterlibatan Allah dengan dunia.
Kristologi
Rahner sebenarnya bertolak dari Konsili Khalsedon. Kristologi yang dirumuskan pada akhir masa
perjuangan politik, gereja sehingga dapat diterima sebagian besar
perserta Konsili, di mana dalam Kristus ada kemanusiaan dan keilahian secara
bersamaan. Kristus dan rahmat menjadi pemikiran mendasar
dari Karl Rahner, Allah bisa dilihat dari kemanusiaan Kristus dan bermula dari
kemanusiaan masing-masing orang. Di sinilah perbedaan kristologinya Karl Barth. Menurut Barth, Allah tidak bisa dikenal dari
sekadar membicarakan manusia.
Karl Barth (1886-1968)
Karl Barth
adalah teolog dari Swiss pada era reformasi di abad ke-20, dia membawa
pembaharuan yang besar dari teologi abad 19. Dia belajar teologi di Jerman. Teologinya disebut dialektis, sebab berawal dari Allah yang ada di Sorga dan suci, dia mengirimkan Kristus yang
begitu dekat di dunia yang hina, sehingga pertemuan dua hal yang bertentangan
ini disebut dialektis.
Kristologi Barth dimulai dari pre-eksistensi Kristus, Kristus menjadi sentral
teologinya. Tuhan Allah menyatakan anugerahnya dalam
Kristus sekaligus mengikatkan diri-Nya pada Kristus. Pemulihan manusia ditentukan pada pemilihan
Tuhan Allah terhdap Kristus, Allah memilih Kristus sekaligus Tuhan Allah
memilih manusia sebagai sekutu-Nya.
Gustavo Gutierrez
Gustavo Gutiérrez Merino, O.P. (lahir
di Lima, Peru, 8 Juni 1928; umur 82 tahun) adalah seorang teolog Peru dan imam Dominikan, Amerika Latin. Dalam bukunya yang sangat terkenal Teologi Pembebasan terjemahan dari judul asli Liberation of Theology
tahun 1971, dia meyatakan bahwa penindasan oleh kapitalisme harus dilawan. Bagi dia, Amerika Latin lebih membutuhkan
pembebasan dibanding pembangunan. Kristus harus dimaknasi sebagai pembebas dari
segala penindasan dan ketidakadilah yang sedang berlangsung. Sebelum Gutierrez juga telah ada seorang martir yang menerbitkan buku yang isinya
sangat kotroversi, yaitu Imam Kolumbia Camillo Torres yang menyatakan bahwa "setiap orang Katolik yang tidak revolusioner hidup dalam dosa dan layak dihukum mati".Banyak
buku-buku yang diterbitkan pada zaman Gutierrez ini bertema tentang pembebasan.
Kristologi
pembebasan memiliki landasan yang kuat berakar pada pemahaman bahwa Kristus
adalah Sang pembebas. Pembebasan tersebut dilihat sebagai wujud
kesatuan dengan Yesus Kristus sebagai Pembebas, wujud penyembahan kepada Allah
yang mendengarkan jeritan umat-Nya dan menghendaki keadilan.
|
“
|
Berlaku adil berarti
menjadi setia pada perjanjian. Kesetiaan berarti kekudusan. Keadilah dalam
Kitab Suci adalah pengertian yang membawa bersama relasi dengan kaum miskin
dan relasi dengan Allah. Hanya dalam jalan ini dicapai kekudusan. Setia pada
perjanjian berarti mempraktekkan keadilan yang berlaku dalam tindakan Allah
yang membebaskan kaum tertindas ”.
|
”
|
No comments:
Post a Comment