“Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup
dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadaNya: Tuhan
Keadilan kita.”
Ayat di atas adalah rangkaian dari sebuah pasal yang menubuatkan tentang kedatangan Yesus Kristus sebagai Mesias dari Allah, Raja segala raja yang memberikan kebebasan. Kita tahu bersama pembebasan Allah itu bekerja di dalam diri, membebaskan kita dari dosa dan bukan berinti pada apa yang ada di luar tetapi berinti dari dalam diri kita dahulu. Itulah kehebatan dari pekerjaan Raja segala raja.
Saya mengingat sebuah pengalaman ketika dulu saya pernah beberapa hari di rumah sakit menjaga ibu saya. Saat itu saya aktif sebagai wartawan lepas di sebuah media rohani lokal dan juga sebagai pelayan injil kepada para tahanan di kantor polisi. Saya mengingat suatu malam saya duduk bersama beberapa orang di sebuah ruang tunggu di rumah sakit tersebut.
Saya mendengar sebuah percakapan dari beberapa mereka yang ngobrol di ruang itu. Seorang bapak berujar;
“Bukan main, saya tidak tahan di tempat tahanan kantor polisi, apek, bau, kotor, dan beberapa malam saya tidak tidur dan tidak bisa makan.”
Temannya yang lain pun menimpali,
“Untung kamu bisa meminta surat keterangan sakit dari dokter agar kamu bisa “dirawat” di sini dan tidak perlu berada di penjara itu lagi.”
Mereka rupanya adalah rekan yang mana salah satu dari mereka adalah seorang tahanan kepolisian yang terjaring razia. Bapak itu ditemukan sedang bersama teman-temannya bermain judi dan memakai narkoba di sebuah tempat hiburan pinggiran kota. Bersama mereka ada beberapa juga anak gadis sekolah. Padahal salah satu pelaku yang ditahan itu adalah seorang pejabat parpol. Dia mengaku harus tahan beberapa hari di tahanan kantor polisi sebelum akhirnya “dibebaskan” masuk ke rumah sakit untuk dirawat setelah dia mengaku sedang sakit.
Hikmah apa yang bisa kita ambil dari sekilas peristiwa tersebut? Kejadian itu telah berlangsung bertahun-tahun yang lalu namun saya merenungkan dan menikmatinya dalam Yesus Kristus bahwa Dialah Pembebas sejati bagi kita. Bapak tadi bisa saja bebas dari penjara lahiriah berupa jeruji dan bau apek ruangan kotor. Namun dia tidak bebas dari penjara dosa dan bau busuk dari dosanya. Seorang koruptor bisa saja bebas, terbang sana-sini, dan menikmati kualitas hotel di penjara mewah namun dia tidak akan pernah bebas dari jiwa dan batin yang terpenjara oleh dosa dan beban dosa.
Raja segala raja itu sudah datang, Dia membebaskan kita dari penjara dosa yang bersarang di dalam diri kita. Dia memerdekakan kita dari berbagai beban hidup akibat dosa. Dialah Yesus Kristus bagi kita. Semua orang telah terpenjara, penjara lahiriah itu hanya cerminan bagian dari penjara dosa yang sesungguhnya yang ada dalam batin setiap orang. Bersyukurlah dan nikmatilah, dalamilah Kristus setiap saat di mana olehNya kita semakin bebas dari dosa.
Serahkan setiap kelemahan kita kepadaNya dan lihatlah Dia bekerja bagi kita sesuai kuasaNya yang tidak terbatas itu. Manusia duniawi mencari pembebasan diri dari luar, itu beban hidup dan menuju dosa dan binasa namanya. Tetapi kita manusia Rohaniah dari Allah, menikmati KebebasanNya dari dalam diri. Ini berawal dari pembebasan batin kita dari dosa, keterlepasan jiwa kita dari beban dosa, agar kita dengan sendirinya bebas dan menikmati hidup menang atas segala tuntutan dosa dunia.
Roh Kudus di dalam kita adalah Roh yang tidak pernah bisa dipenjarakan oleh apapun, Dia tidak pernah terpenjara. Banyak orang meraung dalam penjara derita dan amarah. Banyak orang terkungkung dalam penjara derita dan kesedihan yang dalam. Banyak orang terpenjara dalam berbagai keinginan yang tak kunjung tercapai, diikat oleh kekecewaan hidup dan tanpa kepuasan sejati. Banyak orang terpenjara oleh kesibukan dan kebosanan, mereka digilas oleh waktu yang kian hari kian menuntut untuk bergerak cepat. Lalu orang-orang ini saling berhubungan untuk mencari keringanan, tahukah saudara apa yang bakal terjadi? Yang terjadi adalah ricuh dan sakit hati, bukannya saling meringankan tetapi malah menambah beban sesama, karena sama-sama sedang ada dalam penjara diri. Hingga Yesus Kristus datang, Dia yang menanggung segenap dosa dan beban dunia, Dia yang menang atas itu semua bagi kita. Dalam Dialah baru kita bisa menikmati kebebasan diri dan kebebasan hidup untuk saling meringankan dengan sesama. Mari saudaraku, kita nikmati hidup ini dengan Yesus Kristus. Doa kita bukanlah ratap tangis penuh beban lagi tetapi kelegaan dan ketenangan hidup untuk semakin menikmati Tuhan Yesus. Nikmatilah bahwa tangismu tidak sia-sia. Ini bukanlah soal harapan pasti bahwa Dia akan menjawab doa kita yang disertai tangis, tetapi soal kenikmatan bahwa kita menikmati keharuan dan kelegaan dalam kenikmatanNya lewat doa dan tangis kita. Kita bukan lagi menikmati itu dalam beban dan sakit hati. Soal jawaban doa, itu pasti dalam kenikmatan dan kelegaan, bukan dalam harap-harap cemas. Kristus bagi kita, adalah Pembebas kita. Amin!

No comments:
Post a Comment