Sunday, September 9, 2018

Bahagia untuk kebersamaan

     
Ketika saya menjalani tugas sebagai pengajar di suatu sekolah dasar, saya melihat betapa anak-anak jaman sekarang begitu mudahnya mengucapkan kata-kata ejekan yang amat tidak pantas keluar dari mulut seorang anak. Bahkan ada yang terbiasa untuk saling mengejek orang tua serta ungkapan-ungkapan mengutuk atas kesalahan temannya.
     Ketika saya mendalami segenap realita masa sekarang, bagaimana tidak kita setiap hari melihat kebebasan ekspresi hati setiap orang di sosial media dan acara televisi yang memaki-maki dan mengutuk sesama. Akhirnya anak-anak pun merasa itu adalah hal yang lumrah. Sepertinya ungkapan memberkati ini sudah usang dan hanya sebatas formalitas dan rutinitas belaka.
     Ketika orang menjahati kita, yang keluar adalah umpatan, makian dan kutuk. Ini bukanlah cermin anak Tuhan saudaraku. Sesusah apapun yang kita rasakan mari kita bawa itu dalam Kristus. Sebagaimana Amsal berkata bahwa ketika kita memberkati itu berarti kita membawa apa yang kita alami kepada Tuhan dan menjadi hak Tuhan untuk bertindak. Kita dikuatkan untuk mensyukuri orang agar dia berubah dan diubahkan oleh Tuhan.
     Ingat Yunus yang disuruh Tuhan ke Niniwe namun dia lebih suka ke Tarsis? Dia melakukan penyangkalan tugas kepada Allah karena tidak mau dan tidak senang jika bangsa Niniwe yang jahat berubah baik dan selamat. Dia lebih suka melihat kehancuran bangsa itu. Di sini kita belajar bagaimana kasih Allah harus semakin nyata dalam diri kita dan permohonan kita.
     Kita selayaknya mau mengucapkan berkat bagi musuh kita agar mereka berubah dan kita bahagia atas perubahan mereka. Sebagaimana Allah bahagia atas kasihNya bagi semua orang agar setiap orang jangan binasa melainkan beroleh selamat. Kita memiliki Yesus dalam diri kita dan hidup kita yang akan selalu mendampingi dan menghibur kita untuk melewati berbagai tantangan dan gelora hidup. Kita tidak sendiri.

“biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: Tuhan itu besar, Dia menginginkan keselamatan hambaNya! Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilanMu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.”

Mazmur 35: 27-28

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...