“Ia
datang sebagai saksiuntuk member kesaksian tentang terang itu,supaya oleh Dia
semua orang menjadi percaya.
Yohanes
1:7
Dahulu
kala pelayanan pos surat-menyurat dilakukan dengan tenaga kurir. Jaman
kerajaan Persia berkuasa kitab Ester pernah menjelaskan bagaimana pelayanan
pesan surat-menyurat saat itu. Kerajaan memiliki para kurir sendiri yang amat
dipercayai untuk membawa surat kepada tujuannya. Kuda-kuda yang akan
ditunggangi para kurir adalah kuda-kuda pilihan dengan lari yang cepat.
Imperium Romawi juga memiliki metode yang sama dalam menjalankan hubungan
surat-menyurat. Pada masa itu hingga masa Paulus dalam perjanjian baru selain
pemerintah yang memiliki kurir, terdapat juga kurir-kurir pribadi milik para
bangsawan. Rasul Paulus sendiri memilki kurir-kurir pribadi yaitu
rekan-rekannya sendiri dalam pelayanannya. Semua kurir tersebut harus
benar-benar orang yang dapat dipercaya dan berdedikasi terhadap tugasnya.
Kurir-kurir kerajaan biasanya akan lebih
mementingkan pesan yang sedang dibawanya daripada nyawanya sendiri. Tidak
sedikit kejadian di mana mereka mati di saat baru saja sampai memberikan surat
yang dibawanya. Bahkan di saat perang sipil Amerika dahulu para kurir perang
harus menghafal kode dari pesan yang harus dia sampaikan agar jika tertangkap
musuh tidak bisa mendapati surat secara fisik. Tidak sedikit dari kurir-kurir
itu yang ewas dengan lidah terpotong. Dedikasi dan kesetiaan kurir yang
merupakan kebanggaan mereka.
Hingga Kurir yang sejati dari Allah itu
datang. Dia membawa pesan keselamatan dari Allah. Dia menyatakannya dalam
hidupNya dan dalam firmanNya. Sebab Dia mengatakan bahwa apa yang Dia terima
dari Bapa, itu yang Dia sampaikan. Kurir itu rela mati mengorbankan nyawanya
untuk kegenapan pesanNya kepada kita. Pesan dalam misi yang suci dari Allah
bagi manusia. Kurir sejati itu adalah Kristus. Pesan itu adalah Allah sendiri
yang utuh di dalam Dia.Allah yang menyatakan diriNya secara langsung dengan
manusia. Agar manusia dapat mengenal Dia dalam wujud yang nyata bagi manusia.
Mereka yang menerima Dia berarti menerima pesan keselamatan Allah. Mereka yang
menerima Dia berarti dilatih juga untuk menjadi kurir sejati pembawa pesan
keselamatan Allah bagi dunia.
Apa yang kita sampaikan selama ini? Diri
kita atau orang lain? Pekerjaan kita atau usaha kita? Keuangan kita?
Keberhasilan atau kegagalan kita?
Keinginan kita atau ketidakmauan kita? Sampaikanlah Kristus dalam setiap
penyampaian kita. Hidup kita kini utuh ada di dalam pesan Allah bagi dunia.
Segala aspek dalam hidup kita dan diri kita selayaknya menyampaikan pesan Allah
itu. Sehingga pesan itu nyata dalam diri kita, dalam pekerjaan kita, dalam
usaha kita, dalam kebaktian kita, dalam keberhasilan kita, dan bahkan dalam
kegagalan kita sekalipun. Dialah keselamatan dan keuntungan kita di dalam
Allah, yaitu Kristus yang menjadi Pesan sejati Allah dalam hidup kita. Pesan
yang diperuntukkan bagi kita dan orang lain di sekitar kita.

No comments:
Post a Comment