Dan secara tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu
terang, begitu terang.
saya mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian
Dia berkata,
“Aku adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk
diriku, “Oh, selama
bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi
aku begitu
bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.”
Dia mengatakan,
“Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian dia menyentuh
diriku. Dia
meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku merasakan sesuatu
sampai ke
ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi pada
diriku. Saat itu saya
hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku. ampunilah diriku
karena tidak
mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah nyata.”
Mantan Jihadis pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus. Terbukti
Yesus
adalah Tuhan. Shallom, begini kesaksiannya :
Saya dilahirkan di negara Islam. Saya dilahirkan dari keluarga
Muslim secara
turun-temurun dan mereka semuanya Muslim. Ibu saya adalah
seorang Muslim
yang saleh dan mengajar kami semua mengenai prinsip-prinsip
Islam dan
menyuruh kami melakukannya. Pada umur 5 tahun adalah saat
pertama kali
aku berpuasa. Saya begitu mencintai Tuhan, meskipun saya tidak
begitu
berpengalaman sebagai gadis muda, akan tetapi aku sangat
mencintai Tuhan.
Saya melakukan begitu banyak aktivitas sosial untuk membawa
Islam
dijalankan oleh semua orang. Memastikan bahwa di sekolah semua
orang
melakukan kewajiban sebagai seorang Muslim. Waktu itu perang
terjadi di
negaraku. Kemudian aku bergabung dengan dinas kemiliteran pada
usia yang
sangat muda. Bagi pemerintah tidak masalah berapa umur kamu,
mereka akan
memberikan kamu senjata, pada saat itu mereka menyebut senjata
itu GC-3,
kamu memegangnya dan kemudian menembak. Jika kamu dapat
menahannya
tidak lebih dari 1 meter, maka kamu masuk kedalam militer. Saya
memegang
senjata itu dan menembak dan aku tidak bergerak sehingga mereka
memasukkan aku kedalam militer. Aku menjalani latihan militer
dan aku
menjadi sukarelawan yang berada di garis depan untuk mati, kamu
tahu …
ada banyak anak-anak yang menjadi pembom bunuh diri. Sebab kami
percaya
hal itu adalah benar dan Tuhan adalah Tuhan yang nyata.
Saya akan buat cerita ini pendek. Saya harus melarikan diri dari
negaraku.
Saya melarikan diri. Membutuhkan waktu 6 bulan dari tempat
asalku untuk
mencapai bagian Eropa dimana aku dapat tinggal dengan aman untuk
mendapatkan status. Saat saya berada diluar negara asalkupun aku
mulai
mengabarkan mengenai Islam. Saya berusaha membawa orang-orang
kedalam
Islam dikarenakan ada imbalan besar jika kamu dapat
meng-Islam-kan orang
lain masuk Islam.
Setelah itu aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan
mengenal
keyakinan lain. Di negara asalku aku tidak mengenal agama lain,
yang aku
tahu adalah keyakinan Islam, suatu keyakinan dimana aku
dibesarkan
di dalamnya. Lebih aku mengenal keyakinan lain maka lebih kuat
lagi
keyakinanku didalam Islam dikarenakan aku akan mengajukan
pertanyaan
dari Kitab Islam yang mana mereka tidak dapat menjawab
pertanyaanku. Dan
aku akan memberikan jawaban kepada mereka dari Kitab Islam, dari
Quran.
Karena rahmat Tuhan aku dapat mencapai Kanada, mendapatkan
status
pengungsi di Kanada. Di Kanada aku menemukan keyakinan Mormon,
Menonite. Hal yang sama, aku menghadiri pertemuan mereka dan
mengajukan
pertanyaan. Mereka tidak menantang pertanyaan-pertanyaan itu.
Saya tidak
dapat menemukan jawaban apapun juga, maka aku selalu menjelaskan
kepada
mereka dan meyakinkan mereka bahwa Islam adalah agama yang
terbaik.
Saya menjumpai seseorang yang selalu membantu diriku dan keluargaku
dan
saya menanyakan kepada dirinya, “Siapa yang kamu percayai ?”
Kemudian dia
menjawab, “Tidak ada seorangpun. Tidak ada Tuhan. Saya hanya
percaya
kalau kamu melakukan kebaikan, maka kamu akan mendapatkan
kebaikan
juga.” Kemudian aku mengatakan, “Ya, itulah permasalahanku, saya
telah
bergantung kepada suatu kekuatan Tuhan. Aku mengharapkan
kekuatan dari
Tuhan yang sepertinya tidak terlihat. Kamu mungkin benar. Kamu
melakukan
kebaikan dan tidak percaya kepada Tuhan manapun juga.” Kemudian
aku
mulai mengarah kepada pengertian itu. Saat itu aku merasa begitu
tertekan,
ada peperangan didalam diriku. Bagaimana ada yang mengatakan
bahwa tidak
ada Tuhan. Didalam diriku mengatakan, “Mestinya ada Tuhan, coba
dicari
lebih dan lebih lagi.”
Pada waktu itu saya bertemu dengan sekelompok yang terlihat
bahagia.
Kemudian mereka mengajakku ke suatu biara dan itu adalah biara
Budha.
Pertama kalinya saat saya sampai disana, seorang pendeta Budha
mendatangiku dan mengatakan kepadaku mengenai kehidupanku.
Pendeta
Budha (seorang wanita) itu mengatakan kepadaku, “Kamu telah
dilahirkan
sebelumnya dan kamu sebelumnya adalah seorang laki-laki.”
Kemudian saya
berkata, “Oke, cukup masuk akal bagiku. Saya melakukan kewajiban
sebagai
tulang punggung keluarga yang seharusnya dilakukan oleh seorang
laki-laki.
Saya seorang yang berani, suka berterus terang, dan hal-hal
seperti itu.”
Kemudian pendeta wanita Budha itu mengatakan, “Kamu telah
membunuh
seseorang [dalam kehidupan sebelumnya] dan kamu tidak
mendapatkan
hukuman. Kemudian kamu lahir kembali sebagai seorang perempuan,
dan
mengalami penderitaan ini.” Saat itu saya katakan, “Itu masuk
akal bagiku.
Sebab aku selalu mengatakan … mengapa ? Kenapa aku mendapatkan
begitu
banyak penderitaan ?”
Sejak saat itu aku menjadi seorang pengikut ajaran Budha
sementara waktu.
Melakukan ritual agama Budha. Lagi-lagi ada suara didalam
hatiku. Pada saat
aku membeli buah-buahan seperti apel dan jeruk untuk
dipersembahkan
kepada patung-patung. Sesuatu didalam diriku mentertawakan
diriku,
“Lihatlah dirimu, kamu ini seorang yang bodoh.” Dan saya tidak
dapat
meneruskan ritual Budha itu juga.
Setelah itu saya mulai terserang penyakit, yaitu tulang
belakangku terasa
begitu sakit. Suatu hari posisi tulang belakang saya begitu
melengkung dan
tidak bisa bangun tidur. Jadi tubuh saya tertekuk dengan rasa
sakit yang luar
biasa. Saya mengunjungi banyak rumah sakit untuk penyembuhan.
Itu adalah
sesuatu yang menyakitkan. Saya selalu berteriak dikarenakan
terapi
penyembuhan yang sakit. Jika saya bisa bangun, maka saya hanya
bisa minum
obat dan tidur kembali. Saya waktu itu hanyalah seperti
sebongkah daging
yang bernafas. Tidak ada lagi Tuhan yang bisa aku cari. Saya
telah mencoba
banyak keyakinan. Apa yang pernah saya lakukan selama hidup ini
adalah
melakukan kebaikan kepada semua orang. Menjaga keluargaku dan
melakukan
banyak hal yang aku tahu dengan kebaikan kepada orang lain.
Saya pernah melakukan percobaan bunuh diri akan tetapi usaha itu
tidak
berhasil. Kemudian aku kembali mengkonsumsi morpin [narkoba]
lagi. Hal itu
menjadi lebih buruk lagi disebabkan aku tidak menikah. Saya
tidak
mempunyai keluarga. Tidak mempunyai anak. Saya tidak mempunyai
waktu
untuk memulai kehidupanku. Semua hal didalam hidupku adalah
mengenai
mengurus sanak saudaraku, negaraku.
Saya menantikan bahwa suatu hari nanti aku akan memulai
kehidupanku
sendiri, seperti menikah, mempunyai anak. Ketika mereka
mengatakan, “Kamu
tidak mati.” Akan tetapi diriku mengatakan, “Lihatlah dirimu
sendiri, kamu
seperti ‘sebongkah daging’.”
Saya saat itu berada dalam kondisi yang parah, bahkan tidak tahu
bagaimana
memposisikan diri kedalam mobil. Dikarenakan saya tidak dapat
duduk, atau
berbaring, karena tubuhku tertekuk dengan rasa sakit yang masih
berlanjut.
Saya membutuhkan bantuan, dikarenakan tempat tinggal yang saya
sewa
begitu berantakan. Saya membutuhkan seseorang yang dapat
membuang
sampah, atau pekerjaan rumah tangga lain. Maka saya pergi keluar
mencoba
mencari seseorang, dan saya melihat seorang laki-laki yang
merupakan
pecandu narkoba. Saya katakan kepadanya, “Saya membutuhkan
bantuan, jika
kamu dapat masuk kedalam rumah dan melakukan pembersihan rumah
maka
aku akan memberikan kepadamu uang.” Dan dia mengatakan, “Saya
bisa
melakukan itu dan sebungkus rokok akan cukup sebagai imbalan.”
Kemudian
saya katakan, “Oke.” Maka ia membantuku memasuki rumah
kontrakanku.
Kami saat itu melewati suatu bangunan kecil, dan dia mengatakan,
“Apakah
kamu suka menari ?” Dan saya katakan, “Saya suka menari.” Dia
melanjutkan
berkata, “Kamu tahu, orang-orang itu sering menari dan itu
gratis, kamu bisa
masuk kesana dan mereka menari pada hari minggu.” Saya katakan,
“Oke.”
Dan saya pergi kesana pada hari minggu.
Saya masuk ke tempat itu dan mereka menari, menyanyi dan
melakukan
penyembahan. Seseorang menyambutku datang ke gereja itu. Saya
bertanya,
“Apakah ini sebuah gereja ?” dan mereka mengatakan, “Ya.”
Kemudian saya
bertanya, “Dimana peralatan-peralatan itu jika ini gereja.” Saya
bertanya,
“Di mana patung-patung kamu.” Saya belum pernah melihat gereja
seperti ini
sebelumnya. Ini seperti ruangan besar dimana orang-orang
menari-nari. Saya
memperkenalkan diri pertama kalinya. Saya memasuki gereja itu
dan tentu
saja saya tidak dapat menari, saya hanya duduk di lantai. Pada
akhir dari
penyembahan itu, saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, [saya tidak
tahu
namanya]”, akan tetapi aku sebut Tuhan. Saya hanya berkata,
“Tuhan, inikah
akhir dari kehidupanku. Jika Engkau ada, maka tunjukkanlah
kepadaku. Dan
jika tidak ada, maka selesailah sudah. Saya sudah menyerah. Saya
sudah
mencoba banyak keyakinan di dunia ini. Saya sudah ke dokter dan
lain
sebagainya. Saya hanyalah sebongkah daging. Apakah tujuan dari
semuanya
ini ?” Kemudian aku hanya bisa menangis diatas lututku. Dan
secara tiba-tiba
saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang.
Dan saya
mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia
berkata, “Aku
adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku,
“Oh, selama
bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi
aku
begitu bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah
nyata.” Dia
mengatakan, “Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian
dia
menyentuh diriku. Dia meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan
aku
merasakan sesuatu sampai ke ujung kakiku. Saat itu aku tidak
tahu apa yang
terjadi pada diriku. Saat itu saya hanya bisa mengatakan,
“Ampunilah diriku.
ampunilah diriku karena tidak mempercayai Engkau. bahwa Engkau
adalah
nyata.”
Ketika saya tersadar, ada seorang perempuan memegang diriku.
Saya tidak
menyadari ada orang-orang disekitarku saat itu. Mereka menciumku
dan
mengatakan, “Apakah kamu baik-baik saja ?” Saya jawab, “Ya. Ya.”
Kemudian
mereka berkata, “Itu adalah senyuman yang indah, dan itu
senyuman berasal
dari Tuhan.” Kemudian aku berkata, “Aku melihat Dia.” Dan kemudian
mereka
membantu aku untuk berdiri. Kemudian aku bisa berdiri dengan
tegak, dan
saya tidak merasakan sakit apapun. Dan aku dapat berdiri dengan
tegak. Dan
semenjak itu aku tidak pernah lagi ke rumah sakit selain pada
saat melahirkan
anakku.
Aku berjalan ke rumah dan aku tidak mau lagi tidur di ranjangku
lagi. Saya
hanya mau berdiri dan melakukan banyak hal. Dan saya mempunyai
kehidupan yang baru. Kemudian saya melihat diriku di cermin,
dimana aku
bisa berdiri dengan tegak. Wajahku berbeda, saya terlihat begitu
berbeda.
Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi selama seminggu.
Saya pikir saya
menjadi gila. Dan kemudian banyak hal jelek mulai terjadi
didalam hidupku,
seperti rumahku kebakaran dan lain sebagainya. Dan saya teringat
saya berdiri
di depan cermin dan berkata, “Saya telah melihat Dia.” Saya
tidak akan
kembali [ke keyakinan lama]. Saya telah melihat Dia, saya telah
disembuhkan.
Saya telah disembuhkan, saya bisa berjalan lagi dengan tidak
merasakan sakit.
Tidak ada operasi, dan saya merasakan begitu sehat. Saya
merasakan
kesehatan yang sangat baik didalam diriku. Sebelumnya, setiap
bagian dari
tubuhku terasa sakit, bahkan hatiku juga sangat terluka, emosi
dan semuanya.
Saya sekarang mempunyai pengharapan baru. Saya mempunyai
kehidupan
kembali.
Saya telah dilatih menggunakan senjata. Akan tetapi hal yang
terjadi
selanjutnya adalah lebih berat daripada perang psikologis.
Banyak orang
datang, profesor dari perguruan tinggi, orang-orang Muslim.
Tiba-tiba saja
banyak orang-orang Muslim disekitarku, dan mereka mencoba
menghentikan
diriku untuk bersaksi / berbicara mengenai mujizat ini. Selama 2
tahun aku
berjuang ke gereja, dikarenakan mereka mencoba dengan segala
cara untuk
menggagalkan saya untuk dibabtis. Saya telah melihat Dia dan ini
adalah kebenaran.
Saya tidak pernah merasa kesepian lagi setelah itu. Saya
mendengar suaranya.
Saya mempunyai rasa sukacita dan damai yang luar biasa. Saya
juga
mempunyai semangat lagi didalam menjalani hidup ini.
Tuhan menyuruhku untuk mengunjungi saudaraku dan memberikan
kabar ini
setelah 2 tahun dalam doa. Dan dalam 1 bulan keluargaku
mendapatkan
penglihatan dari Yesus Kristus dan mereka datang kepada Tuhan
Yesus. Ibuku,
saudara laki-laki dan perempuanku.
Hal ini membuatku sadar bahwa ini adalah suatu anugerah yang besar
mengingat kehidupan masa lalu saya yang memprihatinkan.
Bagaimana
kehidupanku yang menyedihkan dimasa lalu sebagai seorang Muslim.
Bagaimana menyedihkan saat menjadi Muslim, saya pikir dahulu
adalah suci
karena melakukan puasa dan doa, akan tetapi kenyataannya tidak
ada
pengharapan.
Demikian kesaksian Amanda …
Melalui sejumlah jawaban doa yang ajaib, Amanda telah
menyelesaikan kuliah
Alkitab dengan mendapatkan bantuan dana. Dan dimasa sekolah
inilah dia
mendapatkan suami dan dikaruniai seorang anak dan menjawab
panggilan
Tuhan sebagai seorang Pendeta.
Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama
dengan Allah
[Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum
Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58).
Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau
tidak
melalui Aku. (Yohanes 14:6).
Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup
ini. Tetap
mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus
memberkati.
Amen.
Sumber :
Ex Suicide Bomber Testimony – ESCAPE FROM HELL
Ex
Suicide Bomber Testimony - ESCAPE FROM HELL
Thunder
and Light Studios – Published on May 5, 2015
Amanda
was trained in the Middle East for suicide bombing missions.
Hear how
Jesus rescued her in her most desperate moment.
Artikel ini khusus dibaca bagi kita untuk menguatkan iman percaya kepada
Yesus Kristus dan tanpa maksud SARA, tidak untuk dipamerkan kepada umat
beragama yang lain ataupun dengan maksud SARA.


