“Maka
kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab
barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.”
Matius
26 : 52
Siapa tidak kenal
Julius Caesar, seorang kaisar Romawi di era 40an sebelum masehi. Dia berkuasa
sejak 15 Maret 44 sebelum Masehi setelah berhasil menyingkirkan lawan-lawan
politiknya di parlemen dan di militer. Prestasi militernya sangat baik dengan
menguasai wilayah Britania (Inggris) dan dia pun berhasil menyiasati parlemen.
Kisah hidupnya untuk mencapai tahta kaisar Romawi di isi dengan darah dan
muslihat. Meski dia di sebut gagah berani dan pemimpin hebat namun kelicikannya
dalam merebut kekuasaan adalah bagian di dalam kesuksesannya. Julius Caesar
menjadi lambang kedigdayaan dan kepatriotan dunia bahkan hingga saat ini. Namun
siapa sangka akhir hidupnya adalah akhir yang amat tragis. Dia tewas di bunuh
oleh para lawan politinya saat sedang mempersembahkan korban di mezbah bagi
dewa Romawi. Saat itu Julius Caesar tewas dibunuh dengan 27 tusukan.
Saat akhir perang
dunia II, USA telah merangsek ke wilayah Jerman bersama Rusia. Ketika Rusia
berhasil menembus Berlin ibu kota Jerman di mana Hitler sang diktator bertahan
dan bersembunyi, satu-persatu pejabat Jerman bunuh diri. Terakhir adalah Hitler
yang menghabisi nyawanya bersama istrinya Eva Braun. Keduanya sudah lama sekali
hidup bersama sebelum akhirnya menikah di hari mereka juga akan melakukan aksi
bunuh diri bersama. Setelah menjalankan pemberkatan nikah di dalam bunker
miliknya yang pengap, Hitler menembak kepalanya bersama istrinya. Sang diktator
yang oleh harian Times ditulis sebagai pemimpin yang hidup di atas darah banyak
korban itu akhirnya tewas di bunkernya sendiri dan oleh pistolnya sendiri dalam
putus asa dan ketakutannya.
Ingat dengan Kaisar
Nero? Kaisar paling kejam sepanjang sejarah Romawi. Dia adalah yang terkejam
dari semua kaisar Romawi. Tahun 60-66 masehi adalah tahun-tahun paling
mengerikan bagi orang-orang Kristen di Roma. Mereka ditangkap, dibakar
hidup-hidup, diberi makan kepada singa, dicambuk, dan disiksa sampai mati.
Rasul Paulus dan rasul Petrus menjadi martir oleh tindakan hukuman mati kaisar
tersebut. Bahkan Rasul Yohanes yang ditawan di pulau Patmos dan mengalami aniaya adalah akibat dari perintah
kaisar Nero. Namun di akhir hidupnya kaisar Nero ditinggal sendiri dalam
istananya pada malam saat dia akan dikudeta oleh tentaranya sendiri. Saat itu
dia bahkan berkata sangat ketakutan oleh karena kesunyian, tiada kawan bahkan
tiada juga lawan. Dia menyingkir ke rumah pelayannya yang bernama Faon dan
akhirnya bunuh diri di sana dengan menikam pisau ke lehernya. Seorang kaisar
kejam yang terobsesi dengan dewa Jupiter itu akhirnya tewas oleh pisaunya
sendiri.
Tuhan Yesus berkata
barang siapa hidup oleh pedang akan mati oleh pedang. Barangsiapa hidup oleh
kejahatan akan mati oleh kejahatannya sendiri. Barangsiapa hidup oleh
ketamakan, akan mati oleh ketamakannya sendiri. Barangsiapa hidup oleh
penindasan dan keangkuhan, akan mati oleh penindasan dan keangkuhannya sendiri.
Barangsiapa hidup oleh kecurangan akan mati oleh kecurangannya
sendiri, dan akhirnya kita mendapati sebuah kesimpulan utuh bahwa mereka yang
hidup dari dosa dan oleh dosa, akan mati oleh dosa itu sendiri sebab di dalam
dosa yang ada adalah maut.
Namun kita tidak lagi
ada dalam dosa sebab kita sudah berpindah kepada Kristus. Di dalam Dia kita
selamat dan menikmati hidup oleh Dia dan berakhir kepada Dia dalam kekekalanNya
yang tidak berkesudahan. Kita yang tinggal dalam Yesus menikmati hidup oleh
Yesus dan untuk Yesus, inilah keselamatan. Mereka yang hidup dalam kejahatan
maka sejak saat itu pula mereka sudah ada dalam kebinasaan dosa. Hanya Kasih
Kristus yang dapat menyelamatkannya. Kita yang sudah menerima kasih karunia
Kristus, maka berhak mendalaminya dan menyatu dengan Dia setiap hari. Inilah
Kristen, menyatu dengan Kristus, satu Roh dengan Dia sebagaimana Dia telah
mengaruniakan Roh KudusNya kepada kita. Yesus berkata dalam kitab Yohanes bahwa
sebagaimana Dia dan Bapa adalah satu demikian juga kita dengan Dia adalah satu.
Ini berbicara tentang kemanunggalan antara Allah dengan manusia yang terwujud nyata
di dalam Yesus Kristus. Inilah yang kita nikmati bersama Yesus.
Manusia duniawi yang
hidupnya dari dunia, akan lenyap pula bersama dunia. Milik dunia fana dan akan
lenyap seiring waktu, demikian pula milik manusia dan dirinya. Kasih dunia bisa
lenyap dan berubah, demikian pula kasih manusia. Keyakinan dunia bisa lenyap
dan berubah sesuai tuntutan saman yang tidak tahu arah tujuan yang pasti,
demikian pula keyakinan manusia bisa lenyap dan berubah. Itulah kefanaan dan
kebinasaan dunia. Jangankan dulu bicara soal kebinasaan di akhir nanti, yang
sekarang ini saja yaitu dalam kehidupan ini saja kefanaan itu sudah nyata atas
dunia.
Tetapi kita yang di
dalam Yesus tidak mau demikian. Kita mau mendalami dan melekat dengan Yesus
setiap hari hingga apapun yang kita kerjakan, usahakan dan nikmati itu kita
nikmati di dalam Dia dan KebenaranNya. Kita yang ada di dalam Yesus telah masuk
dalam kekekalanNya sejak saat ini. Kematian kita secara jasmaniah itu hanya
menjadi jembatan untuk sebuah kehidupan yang baru dan kekal bersama dengan Dia
di Surga.
Lihatlah mereka yang
hanya bersandarkan diri kepada dunia. Kekuasan disandarkan pada dunia,
Kegagahan dan kesuksesan disandarkan pada dunia, hingga saat dunia berubah
terhadap kehidupan mereka, mereka menjadi takut, putus asa, dan galau. Ujungnya
adalah kebinasaan oleh ketakutan dan kejahatan diri sendiri. Tidakkah itu yang
terjadi pada para tokoh di atas? Tetapi Yesus Kristus adalah tokoh di atas
segala tokoh yang menjadi penyelamat kita dari segala godaan dan cobaan dunia.
Oleh Dia kita selamat dari kelekatan dengan dunia. Ketika kita semakin lekat
dengan Kristus kita baru bisa tahu seperti apa itu harus mengasihi. Kita
menjadi tahu bagaimana harus menyikapi dunia ini. Hingga bukan lagi dunia yang
memberdosakan kita melainkan kita yang mempengaruhi dunia. Apa yang kita cari
dan kerjakan tiada dosa lagi di dalamnya sebab Kristus yang menjadi utama dalam
semua itu.
Tidak salah kita
memiliki harta ini dan itu, yang salah adalah dosa di dalam diri kita. Saat dosa
itu makin dihapus maka apapun yang kita miliki dan kita cari semua menjadi
benar di dalam Dia sebab menjadi jalanNya untuk mengerjakan Kebenaran dan
keselamatan bagi kita. Kita masuk pada ranah berkehendak di dalam kehendakNya
dan Dia pun menjadi Kehendak di dalam setiap usaha dan kehendak kita yang telah
dimurnikan. Inilah kualitas hidup Kristen yang hendak Allah nyatakan bagi kita.
Kualitas hidup yang tidak akan bisa disesatkan oleh dunia dan iblis sebab
Kristus semakin leluasa bekerja di dalam pemberian diri kita. Lihatlah keadaan
dunia dewasa ini yang bagi banyak kalangan Kristen menilai inilah penghujung
akhir zaman. Ya, jika demikan kapan lagi kita harus masuk dalam kedewasaan
Kristus kalau bukan sekarang? Mari kita umat Tuhan bersama-sama semakin masuk
dalam hubungan kelekatan iman dengan Yesus dan kuat di dalam Dia semata.

No comments:
Post a Comment