Saturday, September 29, 2018

Amanda (ex teroris) Pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus dan bertobat. Fanatisme tidak ada pengharapan.



Aku hanya bisa menangis diatas lututku.
Dan secara tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang.
saya mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia berkata,
“Aku adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku, “Oh, selama
bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi aku begitu
bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.” Dia mengatakan,
“Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian dia menyentuh diriku. Dia
meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku merasakan sesuatu sampai ke
ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Saat itu saya
hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku. ampunilah diriku karena tidak
mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah nyata.”
Mantan Jihadis pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus. Terbukti Yesus
adalah Tuhan. Shallom, begini kesaksiannya :
Saya dilahirkan di negara Islam. Saya dilahirkan dari keluarga Muslim secara
turun-temurun dan mereka semuanya Muslim. Ibu saya adalah seorang Muslim
yang saleh dan mengajar kami semua mengenai prinsip-prinsip Islam dan
menyuruh kami melakukannya. Pada umur 5 tahun adalah saat pertama kali
aku berpuasa. Saya begitu mencintai Tuhan, meskipun saya tidak begitu
berpengalaman sebagai gadis muda, akan tetapi aku sangat mencintai Tuhan.
Saya melakukan begitu banyak aktivitas sosial untuk membawa Islam
dijalankan oleh semua orang. Memastikan bahwa di sekolah semua orang
melakukan kewajiban sebagai seorang Muslim. Waktu itu perang terjadi di
negaraku. Kemudian aku bergabung dengan dinas kemiliteran pada usia yang
sangat muda. Bagi pemerintah tidak masalah berapa umur kamu, mereka akan
memberikan kamu senjata, pada saat itu mereka menyebut senjata itu GC-3,
kamu memegangnya dan kemudian menembak. Jika kamu dapat menahannya
tidak lebih dari 1 meter, maka kamu masuk kedalam militer. Saya memegang
senjata itu dan menembak dan aku tidak bergerak sehingga mereka
memasukkan aku kedalam militer. Aku menjalani latihan militer dan aku
menjadi sukarelawan yang berada di garis depan untuk mati, kamu tahu …
ada banyak anak-anak yang menjadi pembom bunuh diri. Sebab kami percaya
hal itu adalah benar dan Tuhan adalah Tuhan yang nyata.
Saya akan buat cerita ini pendek. Saya harus melarikan diri dari negaraku.
Saya melarikan diri. Membutuhkan waktu 6 bulan dari tempat asalku untuk
mencapai bagian Eropa dimana aku dapat tinggal dengan aman untuk
mendapatkan status. Saat saya berada diluar negara asalkupun aku mulai
mengabarkan mengenai Islam. Saya berusaha membawa orang-orang kedalam
Islam dikarenakan ada imbalan besar jika kamu dapat meng-Islam-kan orang
lain masuk Islam.
Setelah itu aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mengenal
keyakinan lain. Di negara asalku aku tidak mengenal agama lain, yang aku
tahu adalah keyakinan Islam, suatu keyakinan dimana aku dibesarkan
di dalamnya. Lebih aku mengenal keyakinan lain maka lebih kuat lagi
keyakinanku didalam Islam dikarenakan aku akan mengajukan pertanyaan
dari Kitab Islam yang mana mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku. Dan
aku akan memberikan jawaban kepada mereka dari Kitab Islam, dari Quran.
Karena rahmat Tuhan aku dapat mencapai Kanada, mendapatkan status
pengungsi di Kanada. Di Kanada aku menemukan keyakinan Mormon,
Menonite. Hal yang sama, aku menghadiri pertemuan mereka dan mengajukan
pertanyaan. Mereka tidak menantang pertanyaan-pertanyaan itu. Saya tidak
dapat menemukan jawaban apapun juga, maka aku selalu menjelaskan kepada
mereka dan meyakinkan mereka bahwa Islam adalah agama yang terbaik.
Saya menjumpai seseorang yang selalu membantu diriku dan keluargaku dan
saya menanyakan kepada dirinya, “Siapa yang kamu percayai ?” Kemudian dia
menjawab, “Tidak ada seorangpun. Tidak ada Tuhan. Saya hanya percaya
kalau kamu melakukan kebaikan, maka kamu akan mendapatkan kebaikan
juga.” Kemudian aku mengatakan, “Ya, itulah permasalahanku, saya telah
bergantung kepada suatu kekuatan Tuhan. Aku mengharapkan kekuatan dari
Tuhan yang sepertinya tidak terlihat. Kamu mungkin benar. Kamu melakukan
kebaikan dan tidak percaya kepada Tuhan manapun juga.” Kemudian aku
mulai mengarah kepada pengertian itu. Saat itu aku merasa begitu tertekan,
ada peperangan didalam diriku. Bagaimana ada yang mengatakan bahwa tidak
ada Tuhan. Didalam diriku mengatakan, “Mestinya ada Tuhan, coba dicari
lebih dan lebih lagi.”
Pada waktu itu saya bertemu dengan sekelompok yang terlihat bahagia.
Kemudian mereka mengajakku ke suatu biara dan itu adalah biara Budha.
Pertama kalinya saat saya sampai disana, seorang pendeta Budha
mendatangiku dan mengatakan kepadaku mengenai kehidupanku. Pendeta
Budha (seorang wanita) itu mengatakan kepadaku, “Kamu telah dilahirkan
sebelumnya dan kamu sebelumnya adalah seorang laki-laki.” Kemudian saya
berkata, “Oke, cukup masuk akal bagiku. Saya melakukan kewajiban sebagai
tulang punggung keluarga yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki-laki.
Saya seorang yang berani, suka berterus terang, dan hal-hal seperti itu.”
Kemudian pendeta wanita Budha itu mengatakan, “Kamu telah membunuh
seseorang [dalam kehidupan sebelumnya] dan kamu tidak mendapatkan
hukuman. Kemudian kamu lahir kembali sebagai seorang perempuan, dan
mengalami penderitaan ini.” Saat itu saya katakan, “Itu masuk akal bagiku.
Sebab aku selalu mengatakan … mengapa ? Kenapa aku mendapatkan begitu
banyak penderitaan ?”
Sejak saat itu aku menjadi seorang pengikut ajaran Budha sementara waktu.
Melakukan ritual agama Budha. Lagi-lagi ada suara didalam hatiku. Pada saat
aku membeli buah-buahan seperti apel dan jeruk untuk dipersembahkan
kepada patung-patung. Sesuatu didalam diriku mentertawakan diriku,
“Lihatlah dirimu, kamu ini seorang yang bodoh.” Dan saya tidak dapat
meneruskan ritual Budha itu juga.
Setelah itu saya mulai terserang penyakit, yaitu tulang belakangku terasa
begitu sakit. Suatu hari posisi tulang belakang saya begitu melengkung dan
tidak bisa bangun tidur. Jadi tubuh saya tertekuk dengan rasa sakit yang luar
biasa. Saya mengunjungi banyak rumah sakit untuk penyembuhan. Itu adalah
sesuatu yang menyakitkan. Saya selalu berteriak dikarenakan terapi
penyembuhan yang sakit. Jika saya bisa bangun, maka saya hanya bisa minum
obat dan tidur kembali. Saya waktu itu hanyalah seperti sebongkah daging
yang bernafas. Tidak ada lagi Tuhan yang bisa aku cari. Saya telah mencoba
banyak keyakinan. Apa yang pernah saya lakukan selama hidup ini adalah
melakukan kebaikan kepada semua orang. Menjaga keluargaku dan melakukan
banyak hal yang aku tahu dengan kebaikan kepada orang lain.
Saya pernah melakukan percobaan bunuh diri akan tetapi usaha itu tidak
berhasil. Kemudian aku kembali mengkonsumsi morpin [narkoba] lagi. Hal itu
menjadi lebih buruk lagi disebabkan aku tidak menikah. Saya tidak
mempunyai keluarga. Tidak mempunyai anak. Saya tidak mempunyai waktu
untuk memulai kehidupanku. Semua hal didalam hidupku adalah mengenai
mengurus sanak saudaraku, negaraku.
Saya menantikan bahwa suatu hari nanti aku akan memulai kehidupanku
sendiri, seperti menikah, mempunyai anak. Ketika mereka mengatakan, “Kamu
tidak mati.” Akan tetapi diriku mengatakan, “Lihatlah dirimu sendiri, kamu
seperti ‘sebongkah daging’.”
Saya saat itu berada dalam kondisi yang parah, bahkan tidak tahu bagaimana
memposisikan diri kedalam mobil. Dikarenakan saya tidak dapat duduk, atau
berbaring, karena tubuhku tertekuk dengan rasa sakit yang masih berlanjut.
Saya membutuhkan bantuan, dikarenakan tempat tinggal yang saya sewa
begitu berantakan. Saya membutuhkan seseorang yang dapat membuang
sampah, atau pekerjaan rumah tangga lain. Maka saya pergi keluar mencoba
mencari seseorang, dan saya melihat seorang laki-laki yang merupakan
pecandu narkoba. Saya katakan kepadanya, “Saya membutuhkan bantuan, jika
kamu dapat masuk kedalam rumah dan melakukan pembersihan rumah maka
aku akan memberikan kepadamu uang.” Dan dia mengatakan, “Saya bisa
melakukan itu dan sebungkus rokok akan cukup sebagai imbalan.” Kemudian
saya katakan, “Oke.” Maka ia membantuku memasuki rumah kontrakanku.
Kami saat itu melewati suatu bangunan kecil, dan dia mengatakan, “Apakah
kamu suka menari ?” Dan saya katakan, “Saya suka menari.” Dia melanjutkan
berkata, “Kamu tahu, orang-orang itu sering menari dan itu gratis, kamu bisa
masuk kesana dan mereka menari pada hari minggu.” Saya katakan, “Oke.”
Dan saya pergi kesana pada hari minggu.
Saya masuk ke tempat itu dan mereka menari, menyanyi dan melakukan
penyembahan. Seseorang menyambutku datang ke gereja itu. Saya bertanya,
“Apakah ini sebuah gereja ?” dan mereka mengatakan, “Ya.” Kemudian saya
bertanya, “Dimana peralatan-peralatan itu jika ini gereja.” Saya bertanya,
“Di mana patung-patung kamu.” Saya belum pernah melihat gereja seperti ini
sebelumnya. Ini seperti ruangan besar dimana orang-orang menari-nari. Saya
memperkenalkan diri pertama kalinya. Saya memasuki gereja itu dan tentu
saja saya tidak dapat menari, saya hanya duduk di lantai. Pada akhir dari
penyembahan itu, saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, [saya tidak tahu
namanya]”, akan tetapi aku sebut Tuhan. Saya hanya berkata, “Tuhan, inikah
akhir dari kehidupanku. Jika Engkau ada, maka tunjukkanlah kepadaku. Dan
jika tidak ada, maka selesailah sudah. Saya sudah menyerah. Saya sudah
mencoba banyak keyakinan di dunia ini. Saya sudah ke dokter dan lain
sebagainya. Saya hanyalah sebongkah daging. Apakah tujuan dari semuanya
ini ?” Kemudian aku hanya bisa menangis diatas lututku. Dan secara tiba-tiba
saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang. Dan saya
mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia berkata, “Aku
adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku, “Oh, selama
bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi aku
begitu bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.” Dia
mengatakan, “Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian dia
menyentuh diriku. Dia meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku
merasakan sesuatu sampai ke ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang
terjadi pada diriku. Saat itu saya hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku.
ampunilah diriku karena tidak mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah
nyata.”
Ketika saya tersadar, ada seorang perempuan memegang diriku. Saya tidak
menyadari ada orang-orang disekitarku saat itu. Mereka menciumku dan
mengatakan, “Apakah kamu baik-baik saja ?” Saya jawab, “Ya. Ya.” Kemudian
mereka berkata, “Itu adalah senyuman yang indah, dan itu senyuman berasal
dari Tuhan.” Kemudian aku berkata, “Aku melihat Dia.” Dan kemudian mereka
membantu aku untuk berdiri. Kemudian aku bisa berdiri dengan tegak, dan
saya tidak merasakan sakit apapun. Dan aku dapat berdiri dengan tegak. Dan
semenjak itu aku tidak pernah lagi ke rumah sakit selain pada saat melahirkan
anakku.
Aku berjalan ke rumah dan aku tidak mau lagi tidur di ranjangku lagi. Saya
hanya mau berdiri dan melakukan banyak hal. Dan saya mempunyai
kehidupan yang baru. Kemudian saya melihat diriku di cermin, dimana aku
bisa berdiri dengan tegak. Wajahku berbeda, saya terlihat begitu berbeda.
Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi selama seminggu. Saya pikir saya
menjadi gila. Dan kemudian banyak hal jelek mulai terjadi didalam hidupku,
seperti rumahku kebakaran dan lain sebagainya. Dan saya teringat saya berdiri
di depan cermin dan berkata, “Saya telah melihat Dia.” Saya tidak akan
kembali [ke keyakinan lama]. Saya telah melihat Dia, saya telah disembuhkan.
Saya telah disembuhkan, saya bisa berjalan lagi dengan tidak merasakan sakit.
Tidak ada operasi, dan saya merasakan begitu sehat. Saya merasakan
kesehatan yang sangat baik didalam diriku. Sebelumnya, setiap bagian dari
tubuhku terasa sakit, bahkan hatiku juga sangat terluka, emosi dan semuanya.
Saya sekarang mempunyai pengharapan baru. Saya mempunyai kehidupan
kembali.
Saya telah dilatih menggunakan senjata. Akan tetapi hal yang terjadi
selanjutnya adalah lebih berat daripada perang psikologis. Banyak orang
datang, profesor dari perguruan tinggi, orang-orang Muslim. Tiba-tiba saja
banyak orang-orang Muslim disekitarku, dan mereka mencoba menghentikan
diriku untuk bersaksi / berbicara mengenai mujizat ini. Selama 2 tahun aku
berjuang ke gereja, dikarenakan mereka mencoba dengan segala cara untuk
menggagalkan saya untuk dibabtis. Saya telah melihat Dia dan ini adalah kebenaran.
Saya tidak pernah merasa kesepian lagi setelah itu. Saya mendengar suaranya.
Saya mempunyai rasa sukacita dan damai yang luar biasa. Saya juga
mempunyai semangat lagi didalam menjalani hidup ini.
Tuhan menyuruhku untuk mengunjungi saudaraku dan memberikan kabar ini
setelah 2 tahun dalam doa. Dan dalam 1 bulan keluargaku mendapatkan
penglihatan dari Yesus Kristus dan mereka datang kepada Tuhan Yesus. Ibuku,
saudara laki-laki dan perempuanku.
Hal ini membuatku sadar bahwa ini adalah suatu anugerah yang besar
mengingat kehidupan masa lalu saya yang memprihatinkan. Bagaimana
kehidupanku yang menyedihkan dimasa lalu sebagai seorang Muslim.
Bagaimana menyedihkan saat menjadi Muslim, saya pikir dahulu adalah suci
karena melakukan puasa dan doa, akan tetapi kenyataannya tidak ada
pengharapan.
Demikian kesaksian Amanda …
Melalui sejumlah jawaban doa yang ajaib, Amanda telah menyelesaikan kuliah
Alkitab dengan mendapatkan bantuan dana. Dan dimasa sekolah inilah dia
mendapatkan suami dan dikaruniai seorang anak dan menjawab panggilan
Tuhan sebagai seorang Pendeta.
Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah
[Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum
Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58).
Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak
melalui Aku. (Yohanes 14:6).
Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap
mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati.
Amen.

Sumber : Ex Suicide Bomber Testimony – ESCAPE FROM HELL
Ex Suicide Bomber Testimony - ESCAPE FROM HELL
Thunder and Light Studios – Published on May 5, 2015
Amanda was trained in the Middle East for suicide bombing missions.
Hear how Jesus rescued her in her most desperate moment.

Artikel ini khusus dibaca bagi kita untuk menguatkan iman percaya kepada Yesus Kristus dan tanpa maksud SARA, tidak untuk dipamerkan kepada umat beragama yang lain ataupun dengan maksud SARA.


No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...