Wednesday, September 19, 2018

JALAN TUHAN

“Aku tahu ya Tuhan bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Yeremia 10:23

Pengakuan Yeremia di atas adalah pengakuan yang luar biasa, dalam dan amat tepat menggambarkan kita manusia jika bersandar pada kekuatan dan penalaran sendiri dalam melangkah. Banyak orang melangkah dengan ketidakpastian, banyak orang melangkah dengan was-was dan takut, banyak orang melangkah dengan kesedihan. Tapi kita oleh Kristus mulai belajar melangkah dengan kepastian Allah, melangkah dengan kewaspadaan Allah, dan melangkah dengan sukacita Allah. Itulah yang disebut melangkah, karena tidak ada satupun manusia yang bisa melangkah dengan benar maka Allah menunjukkan kepada kita Yesus Kristus sebagai satu-satunya Pribadi yang bisa berjalan dalam langkah yang benar dan tepat. Karena setiap manusia tidak bisa menikmati langkah-langkahnya sendiri maka Yesus telah menjadi jalan Allah bagi kita untuk memperlihatkan kepada kita seperti apa menikmati langkah dalam menjalani hidup.
     Apa yang menjadi langkahmu saudaraku? Serahkanlah itu dalam Kristus dan melangkahlah bersama Dia. Selama kita belum bisa melangkah sendiri dalam arti menikmati Dia sebagai langkah hidup kita dalam segala hal, maka Dia berkenan menjadi Guru kita yang masih harus menuntun kita secara lahiriah kemana kita harus pergi dan di mana kita harus berada. Kita masih banyak dipusingkan oleh kajian-kajian dan metode-metode yang harus diikuti sebagai syarat bagi kita agar kita berada di tempat yang tepat yang sesuai dengan keadaan diri kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah tersesat oleh dunia. Saya pernah mengalami masa-masa seperti itu dan banyak kali melihat orang-orang yang sedih dan susah tatkala harus mengikuti langkah Allah bagi dirinya sementara dia memiliki keinginan lain dalam langkahnya.
     Mari saudara kita memasuki pada keutuhan pribadi Kristus yang sesungguhnya ada di dalam kita oleh Roh Kudus. Kita masuk menyertakan segenap diri kita dan langkah hidup kita kepada Dia yang akan membukakan dan mengajarkan kita akan segala hikmat yang membawa kebebasan. Kebebasan di dalam Kristus adalah kebebasan yang benar. Jika kita telah menemukan Dia dalam hidup kita sebagaimana Dia telah berkenan menemui kita oleh Kristus maka kita akan masuk pada keutuhan Pribadinya dalam setiap langkah hidup kita. Carilah Tuhan selama Dia berkenan ditemui. Sampai kapan Dia berkenan ditemui? Selama RohNya ada pada kita sejak kita menerima Yesus Kristus. Roh itu tidak akan pernah meninggalkan kita, karena itu masuklah pada persekutuan pribadi dengan Allah dalam Roh Kudus. Itulah wujud kita mencari Dia dan Dia menjamin bahwa Dia berkenan untuk selalu ditemui.
     Tidak ada yang salah dalam langkah manusia, hanya saja apakah engkau menemukan Kristus dan menikmati Kristus dalam setiap langkahmu? Mulai saat ini jadikan Dia terang yang akan menerangi langkah kita dan jadikan Dia Penuntun yang akan memurnikan setiap langkah kita. Bukan tempat atau lingkungan dunia ini yang akan menyesatkan kita, melainkan diri kita sendiri yang masih rentan dengan dunia. Tapi jika kita telah masuk dalam keutuhan Pribadi Allah yaitu Kristus yang ada di dalam kita maka kita tidak akan mudah lagi tersesat oleh ombang-ambing dunia. Di manapun kita ingin berada di situ telah menjadi kehendakNya pula. Sebab kita menemukan Dia dalam segala hal dan di manapun kita berada. Kita menikmati Dia sebagai permintaan kita dan menikmati Dia sebagai hidup kita secara pribadi tanpa tergantung pada lingkungan.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...