“Aku
tahu ya Tuhan bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang
yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.
Yeremia
10:23
Pengakuan
Yeremia di atas adalah pengakuan yang luar biasa, dalam dan amat tepat
menggambarkan kita manusia jika bersandar pada kekuatan dan penalaran sendiri
dalam melangkah. Banyak orang melangkah dengan ketidakpastian, banyak orang
melangkah dengan was-was dan takut, banyak orang melangkah dengan kesedihan.
Tapi kita oleh Kristus mulai belajar melangkah dengan kepastian Allah,
melangkah dengan kewaspadaan Allah, dan melangkah dengan sukacita Allah. Itulah
yang disebut melangkah, karena tidak ada satupun manusia yang bisa melangkah
dengan benar maka Allah menunjukkan kepada kita Yesus Kristus sebagai
satu-satunya Pribadi yang bisa berjalan dalam langkah yang benar dan tepat.
Karena setiap manusia tidak bisa menikmati langkah-langkahnya sendiri maka
Yesus telah menjadi jalan Allah bagi kita untuk memperlihatkan kepada kita
seperti apa menikmati langkah dalam menjalani hidup.
Apa yang menjadi langkahmu saudaraku?
Serahkanlah itu dalam Kristus dan melangkahlah bersama Dia. Selama kita belum
bisa melangkah sendiri dalam arti menikmati Dia sebagai langkah hidup kita
dalam segala hal, maka Dia berkenan menjadi Guru kita yang masih harus menuntun
kita secara lahiriah kemana kita harus pergi dan di mana kita harus berada.
Kita masih banyak dipusingkan oleh kajian-kajian dan metode-metode yang harus
diikuti sebagai syarat bagi kita agar kita berada di tempat yang tepat yang
sesuai dengan keadaan diri kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah tersesat
oleh dunia. Saya pernah mengalami masa-masa seperti itu dan banyak kali melihat
orang-orang yang sedih dan susah tatkala harus mengikuti langkah Allah bagi
dirinya sementara dia memiliki keinginan lain dalam langkahnya.
Mari saudara kita memasuki pada keutuhan
pribadi Kristus yang sesungguhnya ada di dalam kita oleh Roh Kudus. Kita masuk
menyertakan segenap diri kita dan langkah hidup kita kepada Dia yang akan
membukakan dan mengajarkan kita akan segala hikmat yang membawa kebebasan.
Kebebasan di dalam Kristus adalah kebebasan yang benar. Jika kita telah
menemukan Dia dalam hidup kita sebagaimana Dia telah berkenan menemui kita oleh
Kristus maka kita akan masuk pada keutuhan Pribadinya dalam setiap langkah
hidup kita. Carilah Tuhan selama Dia berkenan ditemui. Sampai kapan Dia
berkenan ditemui? Selama RohNya ada pada kita sejak kita menerima Yesus
Kristus. Roh itu tidak akan pernah meninggalkan kita, karena itu masuklah pada
persekutuan pribadi dengan Allah dalam Roh Kudus. Itulah wujud kita mencari Dia
dan Dia menjamin bahwa Dia berkenan untuk selalu ditemui.
Tidak ada yang salah dalam langkah
manusia, hanya saja apakah engkau menemukan Kristus dan menikmati Kristus dalam
setiap langkahmu? Mulai saat ini jadikan Dia terang yang akan menerangi langkah
kita dan jadikan Dia Penuntun yang akan memurnikan setiap langkah kita. Bukan
tempat atau lingkungan dunia ini yang akan menyesatkan kita, melainkan diri
kita sendiri yang masih rentan dengan dunia. Tapi jika kita telah masuk dalam
keutuhan Pribadi Allah yaitu Kristus yang ada di dalam kita maka kita tidak
akan mudah lagi tersesat oleh ombang-ambing dunia. Di manapun kita ingin berada
di situ telah menjadi kehendakNya pula. Sebab kita menemukan Dia dalam segala
hal dan di manapun kita berada. Kita menikmati Dia sebagai permintaan kita dan
menikmati Dia sebagai hidup kita secara pribadi tanpa tergantung pada lingkungan.

No comments:
Post a Comment