Yeremia 4:1-4
Firman ini
disampaikan Allah lewat nabi Yeremia pada saat bangsa Israel hidup dalam
penyembahan berhala.Ungkapan ini adalah ajakan dan seruan untuk berbalik kepada
Allah agar tidak tertimpa murka.Demikianlah cara kerja Allah dahulu sebelum
kedatangan Yesus Kristus.Peringatan dan murka yang tersedia jika tidak
mengindahkan peringatan itu.Namun kerap sekali bangsa Israel selalu berbuat
dosa yang sama.Kerap kali mereka berbalik dan jatuh lagi dalam peyembahan
berhala,berbalik dan jatuh lagi menjadi suatu siklus yang lumrah bagi sejarah
bangsa itu dalam perjanjian lama.kita dapat mengambil hikmah dan hikmat dari
ayat di atas.
Ayat pertama dikatakan jika kita berbalik
kepada Allah dengan niat agar terlepas dari dosa yang menghimpit kita tidak
usah takut berhadapan dengan Dia.Kristus datang agar Allah tidak lagi memandang
kita dalam murka seperti jaman perjanjian lama dahulu,tapi Dia kini memandang
kita dengan kasih dan kepedulian yang melihat kita sebagai korban-korban dari
dosa yang harus diselamatkan.Itulah Pengorbanan Yesus Kristus bagi kita.
Ayat ketiga dikatakan;”bukalah bagimu
tanah yang baru,dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.” Menghentikan,menutup,atau
meninggalkan tanah yang lama penuh duri dan memulai hidup di tanah yang baru
yang subur.Betapa sulit dan tersiksa jika kita terus dalam usaha di tempat yang
berduri,hati yang berduri,pikiran yang berduri.Kita tidak mampu melepaskan diri
sendiri.Oleh karena itu kita punya Kristus,suatu Pribadi manusia
Baru,Perjanjian baru dari Allah bagi kita.Di dalam Dia dan atas dasar Dialah
kita selayaknya mulai membangun hidup ini yang penuh onak dan duri.Tanah yang
baru dan subur itu sudah datang dalam hidup kita,mengapa kita masih mau hidup
dalam onak dan duri yang membawa derita?Inilah saatnya kita menikmati kelepasan
dari Dia dan mengolah hidup yang baru di tanah yang baru.Hidup yang indah di
dalam Dia saat kita selalu menyerahkan hati dan pikiran berduri dalam kasihNya.
Ayat keempat menyatakan tentang sunat
hati,membersihkan hati kita.Tidak ada manusia yang bisa membersihkan hatinya
dan dirinya dari dosa kecuali bermohon pada pembersihan dan penyucian Allah.Karena itulah Kristus
Yesus datang ke dunia bagi kita dan hadir di dalam hidup kita.Agar oleh Dia
kita dibasuh dan dibersihkan dari dosa.Oleh Dia kita masuk dalam penyunatan
Allah yang sejati yaitu pembersihan hati.Jika sunat daging mengeluarkan kulit
khatan yang dianggap kotor,maka sunat hati adalah membersihkam hati ini dari
segala yang mengotorinya.Sunat daging berlangsung satu kali dan tidak menjamin
keselamatan dan kebersihan batiniah,tapi sunat hati dalam Kristus berlangsung
selama kita hidup dan membawa keselamatan dalam kasih karunia Allah.Inilah
hidup kita yang mau berbalik selalu kepadaNya.

No comments:
Post a Comment