Saturday, May 18, 2019

Sikap Agama Suku Terhadap Masyarakat dan Agama Lain



Melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang asing tidak berarti menolak pengaruh tersebut. Agama suku bersifat menerima dan menyesuaikan, sebaliknya masyarakat dapat mengambil unsur-unsur agama suku.

Beberapa sikap agama suku:
      Kontradiktif
àagama suku menolak (menyendiri) agama lain karena agama lain itu tidak benar, tidak tepat, tidak baik, dan tidak bisa diterima di lingkungan komunitas agama suku itu.
àmempertahankan diri.
      Submisif
àagama suku menerima, tunduk, mengalah terhadap agama lain, mau berada dibawah dominasi kekuasaan pihak agama lain.
àmereka merasa lebih aman memeluk agama sendiri daripada menundukkan agama lain/ mereka menganut agama lain.
      Kompromis
àagama suku menerima, menghargai status, keberadaan, orang, dan kualitas agama lain.
àagama lain boleh hidup, tetapi agama sendiri juga harus boleh hidup.
àbisa menjadi satu, bisa juga terpisah dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
-          Menerima ajaran-ajaran/ dogma dari agama baru
-          Upacara-upacara keagamaan (agama baru dan agama sendiri).
      Adaptif/ Akomodatif
àmenyesuaikan diri
àmendorong kearah usaha untuk akulturasi/ inkulturasi/ kontekstualisasi.
SinkretismeàSinkretisasi=ditakuti orang


Sikap Kompromis dan Adaptif/ Akomodatif merupakan sikap yang paling berlaku di Indonesia. Hasilnya adalah penyempurnaan paham dan praktek keagamaan yang dianut dan juga yang ada lainnya.


Suku baduiàmembatasi diri terhadap masyarakat (eksklusif).

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...