
“Demikian juga Bapamu yang di
sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang”.
Matius 18:14
Ayat di atas diambil dari kisah perumpamaan
Yesus tentang seekor domba yang hilang yang ditemukan oleh pemiliknya yang
meninggalkan 99 ekor yang lain demi mencari domba yang hilang itu.Betapa
bahagia tuan itu menemukan domba yang hilang itu.Lewat kisah perumpamaan itu Yesus
menggambarkan kebahagiaan Bapa di sorga ketika anakNya ditemukan dan kembali
berada dalam lingkup kerajaanNya.Yesus adalah wujud nyata pencarian Allah
terhadap kita manusia yang terpisah dari Dia oleh dosa.Yesus adalah pemberian
diri Allah dalam pengorbanan bagi kita agar kita dapat dipersatukan kembali
dalam hubungan dengan Dia.Oleh Kristus pula kini kita memiliki hak dan
kewajiban yang sama dalam mengemban penyelamatan Allah bagi mereka yang
terhilang.
Saya pernah menonton dan terinspirasi
sebuah film berjudul “finding nemo” yang berkisah tentang usaha keras seekor
ikan yang mengarungi lautan demi menemukan anaknya yang hilang.Ada adegan di
mana anak ikan sudah putus asa dan merasa yakin kalau ayahnya tidak peduli lagi
dengan dia dan tidak mencarinya lagi sementara dia sedang dalam bahaya.Namun
hadirlah seekor burung yang menceritakan betapa hebatnya ayah ikan itu yang
mengarungi lautan dan melewati berbagai bahaya demi mencari anaknya.Saya
tertegun,Dia yang maha kasih datang dan mencari kita anak-anakNya.Melewati
berbagai gelora dunia,melewati berbagai panas dan dinginnya gurun
dunia,melewati berbagai penolakan dan ancaman,melewati berbagai
hujat,cambuk,hingga tikaman dan kematian demi pencarianNya atas kita.Apa ada
yang tidak Dia lewati bagi kita?Bahkan Dia telah turun sampai ke dunia orang
mati dalam misi penyelamatanNya itu (1 petrus 3:18-20,4:6).
Dia Allah yang hebat,meninggalkan
sarangNya dan masuk pada dunia ciptaanNya yang sudah menjadi sarang iblis yang
akan menolak Dia.Dia pemberani dan berani oleh karena kasih dan bukan oleh karena
takut atau kesombongan seperti layaknya keberanian duniawi yang bersumber dari
dosa.Dia teguh dalam pencarianNya dan Dia menemukan.Inilah Allah yang
hidup,yang nyata dan pemberi teladan.Kristus adalah teladan dari Allah untuk
menemukan kita dan teladan bagi kita untuk semakin menemukan Allah dalam
pengenalan kepadaNya.
Saat kita hadapi berbagai fitnah dan
deraan,ingatlah Dia sudah melewatinya untuk kita dan Dia menang.Saat kita
hadapi penolakkan dan tanpa pengakuan,ingatlah Dia pun sudah melewatinya dan
menang.Di sinilah Dia menyatakan kemahakuasaanNya.KemahakuasaanNya terletak
pada kasihNya,kemurahanNya,keteguhanNya,dan keutuhan PribadiNya yang nyata
lewat Yesus Kristus.Keliru adanya jika kita hanya terus menilai kuasaNya
sebatas karya ciptaanNya dan mujizatNya.Padahal itu hanyalah bagian dari
segenap kuasaNya.Itu hanyalah bukti bahwa ada kuasa di dalam Dia.Tapi keutuhan
kuasaNya dilihat dari PribadiNya yang utuh,dari sifat-sfatNya yang luhur.Itulah
Allah kita,Allah yang maha kuasa.
Saat Yesus memberikan pengampunan di kayu
salib itu menunjukkan betapa luar biasa kemahakuasaanNya.Kekuatan kasihnya dan
pemahamanNya yang dalam akan manusia dan dunia.Dia yang walaupun dalam rupa
Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus
dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri,dan mengambil rupa
seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai
manusia,Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati,bahkan sampai mati di
kayu salib,(Filipi 2:6-8).Ini adalah wujud nyata dari inti kemahakuasaan
Allah.Dia mencari kita,Dia menemukan kita.Mencari tanpa kasih kepedulian itu
bukan mencari,itu pencarian dunia.Kristus sudah menunjukkan seperti apa
sebenarnya pencarian yang sejati.Mencari berarti peduli dan mengasihi.
Apa yang kita cari dalam dunia ini?Apakah
kita turut mencari Allah dalam apa yang kita cari?Maksudnya apakah kita mau
menikmati pengenalan akan Allah di setiap jalan hidup kita dalam apapun yang
kita cari?Itulah pencarian yang sesungguhnya.manusia duniawi mencari sebatas
harta dunia,tapi manusia rohani mencari dan menemukan Allah dalam segala
sesuatu sehingga dia benar-benar diberkati baik di saat belum menemukan,tidak
menemukan,ataupun saat telah menemukan.Jika pun tidak menemukan itu bukan
kegagalan adanya sebab kita telah menemukan Kristus yang telah lebih dahulu
menemukan kita.Dalam Dia kita akan menemukan apa yang sebenarnya indah dan
tepat bagi kita.Dia sudah mencari kita,Dia sudah menemukan kita.Mari kita terus
menemukan harta rohani Allah di dalam Kristus yang telah menjadi bagian kita.
No comments:
Post a Comment