Wednesday, May 15, 2019

Manusia Sejati (1)

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:”Inilah AnakKu yang Kukasihi,kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Matius 3:17

     Manusia sejati sering diibaratkan sebagai pribadi yang sempurna.Pribadi yang dianggap kuat secara fisik maupun mental,dewasa dalam berpikir dan bersikap serta berani terhadap tantangan.Ada banyak iklan dari bahan konsumsi yang dalam iklannya selalu mengidentikkan bahwa jika mengkonsumsi barang tersebut maka akan menikmati hidup layaknya pria sejati.Ada pula iklan-iklan yang menampilkan betapa hebat dan bernyalinya seorang pria yang sanggup melewati berbagai keganasan alam dan tantangan petualangan dengan bahan konsumsi tersebut.Dengan demikian menunjukkan itulah gambaran sosok seorang pria sejati yang menjadi dambaan banyak orang.Dulu saya pernah membaca slogan sebuah iklan produk tertentu yang bertuliskan “menjadi tua itu pasti,menjadi dewasa itu pilihan.”Menarik sekali bagi saya hingga saya mencari makna kedewasan yang sebenarnya di dalam Tuhan.
     Seorang yang tua memang belum tentu dewasa meskipun sudah lebih lama hidup dan mengalami banyak pengalaman.Ada yang menilai kedewasaan dari sikap dan cara berpikir seseorang,ada yang menilai kedewasaan jika sudah memiliki pekerjaan dan hidup mandiri,ada yang menilai kedewasaan jika sudah menikah dan berkeluarga,ada yang menilai kedewasaan jika sudah mampu mengambil keputusan sendiri,ada juga yang menilai kedewasaan jika sudah mampu bekerja keras.Ada pula yang menilai kedewasaan jika seseorang sudah mampu menenggak minuman keras atau mengkonsumsi barang tertentu yang seolah menjadi “ikon” kedewasaan,bahkan ada pula yang menganggap seseorang sudah dewasa jika berani berkelahi dan berpikir bahwa itulah kesejatian seorang lelaki.
     Semua pandangan itu baik yang positif dan negatif adalah cara berpikir dunia.Penilaian dunia hanya sanggup menilai sebatas pandangan lahiriah semata,tapi Allah menilik dan meninjau hingga kedalaman hati dan batiniah setiap orang.Jika sudah masuk dalam pandangan Allah,kita harus akui bersama bahwa tidak ada manusia yang sejati dan benar-benar dewasa oleh karena dosa.Kita semua telah kehilangan kemuliaan Allah dan kehilangan jati diri sejati sebagai ciptaan yang termulia.Semua manusia oleh karena dosa telah kehilangan kedewasaannya dan kabur dalam pandangan serta pencarian jati dirinya yang sebenarnya.Yesus Kristus,Dia Anak Allah yang hidup dan disebut juga sebagai Anak manusia adalah Pribadi yang sempurna.Dialah satu-satunya Manusia yang sejati dalam kedewasaan penuh.SikapNya,cara pandangNya,hikmatNya,dan seluruh hidupNya menunjukkan itulah jati diri Allah dalam kedewasaan.Dia adalah Pribadi yang sukses menunjukkan seperti apa itu manusia sejati.Manusia sejati adalah manusia yang ada dalam perkenan Allah.Di dalam Kristus yang diperkenan Allah kita turut menjadi orang-orang yang kini diperkenan olehNya,
     Manusia sejati adalah dia yang mampu menyatakan rencana Allah lewat hidupnya.Manusia sejati adalah dia yang sukses menyatakan Allah dalam hidupnya.Hal ini tidak bisa diukur secara lahiriah tapi dinilai secara rohani.Manusia sejati dalam Kristus tidak bisa diukur dari harta lahiriah semata,hingga jika kita melihat orang yang sukses dengan banyak harta lalu berpendapat bahwa hanya yang seperti itulah yang berhasil menyatakan Allah,tidak sama sekali.Sebab manusia sejati adalah keutuhan Pribadi Allah yang terpancar dalam hidup kita.Mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup itu adalah ibadah yang sejati,demikian Roma 12:1.Tidakkah ini menyatakan tentang manusia sejati?Manusia yang mendapat perkenan Allah.Yesus Kristus sudah menjadi yang sulung dari semua yang akan mengikuti jejak manusia sejati Allah.Yesus telah mempersembahkan hidupNya,kehendakNya kepada Bapa,bukan dengan mudah tapi dengan pergumulan berpeluh darah sepanjang malam di getsemani.Menyerahkan segala keinginan kita,keegoan kita,kemanusiaan kita,hak asasi kita kepada Allah itu memang tidak mudah.Tapi kita memiliki Roh Kudus yang tidak membiarkan kita sendiri.Dialah kemudahan kita,yang membuat kita menikmati keringanan.Semakin kita berani menyerahkan kehendak kita,atau hak manusiawi kita kepada Allah oleh pertolongan Roh Kudus maka semakin kita akan menikamti keringanan.Ingat sabda Yesus bahwa kuk-Nya itu ringan dan Dia lemah lembut.Kuk yang berat adalah kuk dunia ini,kuk dosa yang ada di dalam kita,yang tinggal di dalam kehendak manusiawi kita.Itulah yang memperbeban hidup kita.Kita dibebani oleh kuk keegoan,kuk keinginan,kuk amarah,kuk ketakutan,dan kuk kekuatiran.Semua itu satu di dalam kehendak kita yang harus diserahkan kepada Allah agar kita bebas.Hidup ini adalah belajar terus untuk masuk dan menikmati kedewasaaan Allah di dalam Kristus.Oleh karena Kristus kita sudah memiliki kedewasaan itu,kini kita semua belajar mengelolanya hari demi hari lewat semua yang kita hadapi.
     Manusia duniawi tanpa Kristus atau di luar Kristus maka sedewasa apapun yang tampak dari dia sesungguhnya itu bukanlah kedewasaan sejati.Itu kedewasaan yang cemar,itu kedewasaan semu,itu duniawi adanya.Jika ingin menjadi manusia sejati dan dewasa di dalam Allah maka tinggalah di dalam Kristus.Dialah satu-satunya jalan bagi kita untuk mengenal kedewasaan dan menjadi dewasa.Itulah manusia sejati,manusia yang tinggal di dalam Kristus sebagai Kesejatian Allah bagi dunia.Slogan di atas dapat saya rubah menjadi versi kita anak-anak Allah yaitu:
“menjadi tua itu pasti,dan semakin tua kita semakin dewasa dan kuat di dalam Kristus.”
Yang Tua,yang berpengalaman,yang dewasa dalam segala pengalamanNya adalah Kristus,Dialah kedewasaan kita dalam segala hal.Kita tidak bergantung pada apapun hikmat dunia ini meskipun kita hidup dan belajar semua hal itu di dalam dunia.Sebaliknya kita semakin diperteguh Roh Kudus dalam segala hikmat yang kita dapatkan,inilah kedewasaan dalam Kristus.Hal ini tidak semata diukur secara lahiriah tapi secara batiniah.Sebab kedewasaan berawal dari batin bukan pada sikap lahiriah dan apa yang tampak di luar.Semakin kita hidup dalam penyerahan kepada Allah maka semakin kita masuk dan menikmati kedewasaan Allah yang membebaskan kita.Inilah hidup sukses,yaitu sukses menikmati Allah dalam hidup ini dan menyatakan Allah dalam hidup ini.Hidup yang diperkenan Allah untuk terus berkenan kepadaNya dalam pembaharuan dari hari ke hari.
     Hal ini bukan sekedar kualitas moral,sebab manusia dunia di luar Kristus pun tahu akan moral dan bisa melakukannya.Tapi ini tentang nikmat Allah yang hidup dan menjadi bagian dalam hidup kita hingga kita benar-benar menikmati Dia dalam segala keterbatasan kita hingga kita semakin menemukan Dia dalam segala hal.Ketika kita bermoral itu bukan oleh tuntutan hukum atau tuntutan beban hati,tapi sebagai nikmat yang kita nikmati.Moral Allah jauh beda dengan moral dunia.Moral dunia berasal dari pengetahuan baik dan jahat yang alami ada pada semua orang.Pengetahuan itu sumbernya dari dosa sejak mula yaitu dosa adam dan hawa.Tapi oleh Yesus Kristus kita kembali masuk dan mengenal moral yang sesungguhnya yaitu di dalam Yesus.Mau lihat Moral sejati dalam pribadi manusia maka lihatlah Yesus.Sekarang kita anak-anakNya akan menyatakannya juga bagi dunia dalam berbagai aspek hidup kita yang beragam.Moral dunia penuh tuntutan tapi moral Allah itu nikmat yang membebaskan.Inilah kualitas hidup sebagai manusia-manusia sejati milik Allah dan dari Allah.

     Manusia sejati adalah dia yang makin hari makin menikmati kehadiran Allah dalam hidupnya yang tidak akan terpisahkan oleh apapun juga.Ini bukan tentang usaha kita untuk terus menyucikan diri dan harus menghabiskan waktu berdoa setiap waktu tanpa henti tapi ini adalah hidup kita yang sudah utuh dalam keyakinan sebagai milik Allah hingga setiap waktu kita menikmatinya dalam doa dan sebagai doa.Lihat Yesus,ucapanNya,permintaanNya,sikapNya,itu semua sesungguhnya adalah doaNya bagi kita dan kepada Bapa.dalam Dia kita diberkati dalam hidup yang menjadi doa dan doa yang menjadi hidup.Inilah rahasia besar dalam Pribadi Ilahi Yesus yang sebenarnya diwariskan pula menjadi bagian kita sejak kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.Mari kita sama-sama menelusuri dan menikmati Kristus di dalam hidup kita yang menjadi kedewasaan kita dalam segala hal.Kedewasaan yang memperkaya kita dalam segala apa yang kita miliki.Kedewasaan yang memberikan kita harta yang sesungguhnya,yaitu harta benda sion;hikmat,pengetahuan,dan takut akan Tuhan,(Yesaya 33:6).Amin.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...