
Lalu terdengarlah suara dari
sorga yang mengatakan:”Inilah AnakKu yang Kukasihi,kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Matius 3:17
Manusia sejati sering diibaratkan sebagai
pribadi yang sempurna.Pribadi yang dianggap kuat secara fisik maupun
mental,dewasa dalam berpikir dan bersikap serta berani terhadap tantangan.Ada
banyak iklan dari bahan konsumsi yang dalam iklannya selalu mengidentikkan
bahwa jika mengkonsumsi barang tersebut maka akan menikmati hidup layaknya pria
sejati.Ada pula iklan-iklan yang menampilkan betapa hebat dan bernyalinya
seorang pria yang sanggup melewati berbagai keganasan alam dan tantangan
petualangan dengan bahan konsumsi tersebut.Dengan demikian menunjukkan itulah
gambaran sosok seorang pria sejati yang menjadi dambaan banyak orang.Dulu saya
pernah membaca slogan sebuah iklan produk tertentu yang bertuliskan “menjadi
tua itu pasti,menjadi dewasa itu pilihan.”Menarik sekali bagi saya hingga saya
mencari makna kedewasan yang sebenarnya di dalam Tuhan.
Seorang yang tua memang belum tentu dewasa
meskipun sudah lebih lama hidup dan mengalami banyak pengalaman.Ada yang
menilai kedewasaan dari sikap dan cara berpikir seseorang,ada yang menilai
kedewasaan jika sudah memiliki pekerjaan dan hidup mandiri,ada yang menilai
kedewasaan jika sudah menikah dan berkeluarga,ada yang menilai kedewasaan jika
sudah mampu mengambil keputusan sendiri,ada juga yang menilai kedewasaan jika
sudah mampu bekerja keras.Ada pula yang menilai kedewasaan jika seseorang sudah
mampu menenggak minuman keras atau mengkonsumsi barang tertentu yang seolah
menjadi “ikon” kedewasaan,bahkan ada pula yang menganggap seseorang sudah
dewasa jika berani berkelahi dan berpikir bahwa itulah kesejatian seorang
lelaki.
Semua pandangan itu baik yang positif dan
negatif adalah cara berpikir dunia.Penilaian dunia hanya sanggup menilai
sebatas pandangan lahiriah semata,tapi Allah menilik dan meninjau hingga
kedalaman hati dan batiniah setiap orang.Jika sudah masuk dalam pandangan
Allah,kita harus akui bersama bahwa tidak ada manusia yang sejati dan
benar-benar dewasa oleh karena dosa.Kita semua telah kehilangan kemuliaan Allah
dan kehilangan jati diri sejati sebagai ciptaan yang termulia.Semua manusia
oleh karena dosa telah kehilangan kedewasaannya dan kabur dalam pandangan serta
pencarian jati dirinya yang sebenarnya.Yesus Kristus,Dia Anak Allah yang hidup
dan disebut juga sebagai Anak manusia adalah Pribadi yang sempurna.Dialah
satu-satunya Manusia yang sejati dalam kedewasaan penuh.SikapNya,cara
pandangNya,hikmatNya,dan seluruh hidupNya menunjukkan itulah jati diri Allah
dalam kedewasaan.Dia adalah Pribadi yang sukses menunjukkan seperti apa itu
manusia sejati.Manusia sejati adalah manusia yang ada dalam perkenan Allah.Di
dalam Kristus yang diperkenan Allah kita turut menjadi orang-orang yang kini
diperkenan olehNya,
Manusia sejati adalah dia yang mampu
menyatakan rencana Allah lewat hidupnya.Manusia sejati adalah dia yang sukses
menyatakan Allah dalam hidupnya.Hal ini tidak bisa diukur secara lahiriah tapi
dinilai secara rohani.Manusia sejati dalam Kristus tidak bisa diukur dari harta
lahiriah semata,hingga jika kita melihat orang yang sukses dengan banyak harta
lalu berpendapat bahwa hanya yang seperti itulah yang berhasil menyatakan
Allah,tidak sama sekali.Sebab manusia sejati adalah keutuhan Pribadi Allah yang
terpancar dalam hidup kita.Mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang
hidup itu adalah ibadah yang sejati,demikian Roma 12:1.Tidakkah ini menyatakan
tentang manusia sejati?Manusia yang mendapat perkenan Allah.Yesus Kristus sudah
menjadi yang sulung dari semua yang akan mengikuti jejak manusia sejati
Allah.Yesus telah mempersembahkan hidupNya,kehendakNya kepada Bapa,bukan dengan
mudah tapi dengan pergumulan berpeluh darah sepanjang malam di getsemani.Menyerahkan
segala keinginan kita,keegoan kita,kemanusiaan kita,hak asasi kita kepada Allah
itu memang tidak mudah.Tapi kita memiliki Roh Kudus yang tidak membiarkan kita
sendiri.Dialah kemudahan kita,yang membuat kita menikmati keringanan.Semakin
kita berani menyerahkan kehendak kita,atau hak manusiawi kita kepada Allah oleh
pertolongan Roh Kudus maka semakin kita akan menikamti keringanan.Ingat sabda
Yesus bahwa kuk-Nya itu ringan dan Dia lemah lembut.Kuk yang berat adalah kuk
dunia ini,kuk dosa yang ada di dalam kita,yang tinggal di dalam kehendak
manusiawi kita.Itulah yang memperbeban hidup kita.Kita dibebani oleh kuk
keegoan,kuk keinginan,kuk amarah,kuk ketakutan,dan kuk kekuatiran.Semua itu
satu di dalam kehendak kita yang harus diserahkan kepada Allah agar kita bebas.Hidup
ini adalah belajar terus untuk masuk dan menikmati kedewasaaan Allah di dalam
Kristus.Oleh karena Kristus kita sudah memiliki kedewasaan itu,kini kita semua
belajar mengelolanya hari demi hari lewat semua yang kita hadapi.
Manusia duniawi tanpa Kristus atau di luar
Kristus maka sedewasa apapun yang tampak dari dia sesungguhnya itu bukanlah
kedewasaan sejati.Itu kedewasaan yang cemar,itu kedewasaan semu,itu duniawi
adanya.Jika ingin menjadi manusia sejati dan dewasa di dalam Allah maka
tinggalah di dalam Kristus.Dialah satu-satunya jalan bagi kita untuk mengenal
kedewasaan dan menjadi dewasa.Itulah manusia sejati,manusia yang tinggal di
dalam Kristus sebagai Kesejatian Allah bagi dunia.Slogan di atas dapat saya
rubah menjadi versi kita anak-anak Allah yaitu:
“menjadi tua itu pasti,dan
semakin tua kita semakin dewasa dan kuat di dalam Kristus.”
Yang Tua,yang berpengalaman,yang
dewasa dalam segala pengalamanNya adalah Kristus,Dialah kedewasaan kita dalam
segala hal.Kita tidak bergantung pada apapun hikmat dunia ini meskipun kita
hidup dan belajar semua hal itu di dalam dunia.Sebaliknya kita semakin
diperteguh Roh Kudus dalam segala hikmat yang kita dapatkan,inilah kedewasaan
dalam Kristus.Hal ini tidak semata diukur secara lahiriah tapi secara
batiniah.Sebab kedewasaan berawal dari batin bukan pada sikap lahiriah dan apa
yang tampak di luar.Semakin kita hidup dalam penyerahan kepada Allah maka
semakin kita masuk dan menikmati kedewasaan Allah yang membebaskan kita.Inilah
hidup sukses,yaitu sukses menikmati Allah dalam hidup ini dan menyatakan Allah
dalam hidup ini.Hidup yang diperkenan Allah untuk terus berkenan kepadaNya
dalam pembaharuan dari hari ke hari.
Hal ini bukan sekedar kualitas moral,sebab
manusia dunia di luar Kristus pun tahu akan moral dan bisa melakukannya.Tapi
ini tentang nikmat Allah yang hidup dan menjadi bagian dalam hidup kita hingga
kita benar-benar menikmati Dia dalam segala keterbatasan kita hingga kita
semakin menemukan Dia dalam segala hal.Ketika kita bermoral itu bukan oleh
tuntutan hukum atau tuntutan beban hati,tapi sebagai nikmat yang kita
nikmati.Moral Allah jauh beda dengan moral dunia.Moral dunia berasal dari
pengetahuan baik dan jahat yang alami ada pada semua orang.Pengetahuan itu
sumbernya dari dosa sejak mula yaitu dosa adam dan hawa.Tapi oleh Yesus Kristus
kita kembali masuk dan mengenal moral yang sesungguhnya yaitu di dalam Yesus.Mau
lihat Moral sejati dalam pribadi manusia maka lihatlah Yesus.Sekarang kita
anak-anakNya akan menyatakannya juga bagi dunia dalam berbagai aspek hidup kita
yang beragam.Moral dunia penuh tuntutan tapi moral Allah itu nikmat yang
membebaskan.Inilah kualitas hidup sebagai manusia-manusia sejati milik Allah
dan dari Allah.
Manusia sejati adalah dia yang makin hari
makin menikmati kehadiran Allah dalam hidupnya yang tidak akan terpisahkan oleh
apapun juga.Ini bukan tentang usaha kita untuk terus menyucikan diri dan harus
menghabiskan waktu berdoa setiap waktu tanpa henti tapi ini adalah hidup kita
yang sudah utuh dalam keyakinan sebagai milik Allah hingga setiap waktu kita
menikmatinya dalam doa dan sebagai doa.Lihat Yesus,ucapanNya,permintaanNya,sikapNya,itu
semua sesungguhnya adalah doaNya bagi kita dan kepada Bapa.dalam Dia kita
diberkati dalam hidup yang menjadi doa dan doa yang menjadi hidup.Inilah
rahasia besar dalam Pribadi Ilahi Yesus yang sebenarnya diwariskan pula menjadi
bagian kita sejak kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.Mari
kita sama-sama menelusuri dan menikmati Kristus di dalam hidup kita yang
menjadi kedewasaan kita dalam segala hal.Kedewasaan yang memperkaya kita dalam
segala apa yang kita miliki.Kedewasaan yang memberikan kita harta yang
sesungguhnya,yaitu harta benda sion;hikmat,pengetahuan,dan takut akan Tuhan,(Yesaya
33:6).Amin.
No comments:
Post a Comment