Agama adalah ajaran kepercayaan kepada Tuhan.
Suku
adalah sebuah realitas/ kenyataan dari kelompok masyarakat tertentu di daerah tertentu
yang ditandai oleh adanya kebiasaan-kebiasaan dan praktek hidup yang hanya ada
pada kelompok masyarakat itu sendiri (contoh: adat, budaya, kebiasaan).
Agama suku adalah agama yang diberlakukan oleh sekelompok
masyarakat tertentu dengan kebiasaan dan praktek hidup yang hanya ada pada
kelompok masyarakat itu sendiri.
Agama
Suku bersifat eksklusif karena hanya diperaktekkan di dalam suku tertentu.
Di dalam praktek agama Kristen di gereja, ada banyak unsur
agama suku yang baik secara sadar maupun tidak sadar dilakukan.
Primitif: belum menerima kebudayaan, masih dengan pola hidup
yang sederhana, asosial, dan gaptek.
Sifat-sifat Agama Suku
Agama suku berbeda satu sama lainàagama
suku A berbeda dengan agama suku B, namun memiliki sifat/ cirri-ciri khusus
yang sama.
Eksklusifisme
Penampilan,
terminology, simbol, tata cara peribadatan hanya ada pada kelompok suku itu
sendiri dan tidak dapat ditemukan di agama suku lain.
Contoh:
Nama dewa, tempat keramat, simbol yang digunakan.
Primitif=sederhana=simpel=kuno
Ada
pada masa lalu dan dikenal pada masa lalu namun masih ada dan dilaksanakan
hingga sekarang.
Contoh:
pakaian, upacara ( upacara tolak bala, upacara memotong rambut bayi)
Statis=baku=tidak berkembang
Apa
yang sudah ada, itu saja yang dilaksanakan tanpa ada inovasi ataupun renovasi
Non Triupalistik
Agama
yang merasa tidak memiliki kekuatan/hak lebih dari agama lain untuk menyebarkan
agamanya. Jadi, dia tidak berusaha untuk menyebarkan agamanya.
Non
Proseulit=tidak memaksa ataupun menyebarkan agamanya kepada agama lain
àmenjadikan
orang menjadi beragama Yahudi
àAgama
suku menyatu dengan adat dan paham kesukuannya.
Komunal=kolektif
Melibatkan
seluruh anggota suku sehingga setiap anggota suku adalah anggota persekutuan
agama suku, karena tidak ada orang yang dapat bekerja dan beragama sendiri,
mereka selalu melakukannya secara bersama-sama.
Tidak punya tokoh spiritual ataupun pendiri, hanya ada
pemimpin-pemimpin, misalnya pemimpin sosial.
Agama suku terbentuk begitu saja dan tidak sistematis, hanya
dengan peraturan lisan turun temurun.
Ciri-ciri
dan Unsur dalam Agama Suku
Spiritisme = Kepercayaan terhadap adanya roh-roh atau arwah
àmenunjuk
kepada roh-roh yang sudah lama meninggal atau kepada leluhur, roh yang baru
meninggal.
àmereka
percaya bahwa roh dapat mendatangi manusia serta dapat memberikan keuntungan
dan kerugian.
àterhadap
roh jahat: orang melakukan ritual agar rohnya tidak mencelakakan orang.
àritual:
untuk melindungi diri dan mengusir roh atau berbaikan dengan roh dengan
mempersembahkan sesuatu.
àpercaya
terhadap wangsit dari roh nenek moyang.
Politeisme = paham kepercayaan pada adanya banyak dewa
atau ilah.
Contoh:
dewa matahari, dewi kesuburan, dewa angin, dll.
àmereka
membuat upacara, misalnya upacara agar jangan ada hujan, upacara tolak bala,
upacara alam
àdewa
= tokoh ilah
àdewa
bukanlah yang tertinggi, di atasan dewa ada Sang Hyang Widi
àdewa
dianggap memiliki kekuatan dan dapat murka jika tidak diberi persembahan.
Animisme
= kepercayaan terhadap benda-benda suci, kepercayaan terhadap paham adanya roh/
jiwa/kekuatan pada benda yang tersembunyi atau gaib,padahal benda itu tidak
akan dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh manusia. Misalnya gunung yang
meletus ataupun bergerak serta keris yang dianggap keramat. Keris tidak akan
dapat bergerak sendiri, keris itu harus dibawa dan dibantu oleh orang-orang
tertentu juga.
àmempercayai
benda kramat=dapat menyebabkan hal yang buruk
àkekuatan
gaib harus dilakukan sebaik-baiknya.
Misalnya:
keris harus dimandikan pada hari Jumat Kliwon, jika tidak maka keris itu akan
marah.
àterlalu
menghormati hal gaib akan membuat kita menjadi budaknya.
Dinamisme = kepercayaan terhadap benda-benda yang memiliki
roh.
Totenisme = kepercayaan terhadap patung hewan ataupun patung
orang yang dianggap hal itu sebagai leluhur/ nenek moyangnya.
Misalnya:
patung gajahàdewa ganesha
Totem
= dianggap melindungi.
Totem
ada yang milik perorangan dan ada juga yang milik bersama-sama atau umumàcontohnya
adalah tongkat dengan kepala ular.
Fertisisme = paham tentang benda-benda tertentu yang
dibungkus bersama-sama kemudian dipercayai dapat membuat diri sukses dan
nyaman.
Contoh:
air bekas baptis dianggap suci dan mampu menyembuhkan, minyak urapan, wanita
yang menyentuh jubah Yesus dengan iman, maka ia menjadi sembuh.
Magisme = paham tentang kekuatan yang tidak kelihatan.
Contoh:
sihir, santet, pelet, susuk, penglaris.
àMagisme
ada disetiap praktek agama suku.
Totalisme = paham akan adanya kesatuan makhluk, benda, alam,
air, panas, awan.
àManusia
adalah satu dengan yang lain, saling bergantung dan mendukung satu sama lain
antara manusia, alam, hewan dan tumbuhan adalah setara.
Partisipasi = keikutsertaan seseorang dalam kehidupan orang
yang lain dalam waktu yang sama meski dalam jarak yang jauh namun memiliki
hubungan yang erat.
Contoh:
seorang ibu mampu merasakan sakit anaknya ketika anaknya sedang sakit ataupun
adanya hubungan kontak batin antara anak kembar, jika yang satu sakit maka yang
satunya lagi akan ikut sakit juga.
Mitos/ Mitologi = paham tentang kejadian/ bagaimana sesuatu
itu dapat terjadi.
Contoh:
terjadinya manusia
àMitos
berkaitan dengan suku.
Contoh:
asal muasal terjadinya suku, manusia, pelangi, gunung
àfungsi
mitos: memberi pengajaran
àmitos
menggambarkan pola pikir manusia pada saat itu yang masih primitif.
Ritus = ibadah = upacara keagamaan= untuk menandaiproses-proses
dalam kehidupan manusia Contoh: upacara tujuh bulanan, upacara lahiran,
perkawinan, kematian, dll.
àfungsi:
slametan, menyembuhkan orang sakit, tolak bala, memperoleh keuntungan.
Penyembahan kepada leluhur
Contohnya:
berdoa di kuburan, bawa sesajen.
Ajaran-ajaran Utama Agama Suku
1.
Magisme
2.
Spiritisme
3.
Shamanisme/ perdukunan
Spiritismeà berkaitan
dengan paham tentang manusia.
Manusia terdiri dari tubuh/ materi+roh/ jiwa. Hal ini erat
hubungannya dengan spiritisme.
Arwah/ roh/jiwa adalah sosok yang ada pada manusia, tidak
kelihatan, bisa keluar dari tubuh.
Roh membuat manusia dapat beraktifitas, sementara daging/
tubuh hanyalah wadah untuk roh itu.
Jika manusia masih hidup, rohnya bisa saja keluar/
melayang-layang, yakni ketika sedang tidur. Buktinyaàmimpi=pengalaman
roh seperti kehidupannya sehari-hari.
Yang paling jelas roh itu keluar adalah pada saat orang itu
meninggal dunia.
Di dalam agama suku tidak ada istilah surga, yang ada hanya
istilah dunia roh=tempat tinggal para roh.
Alam semesta (pengganti konsep surga dan neraka dalam agama
suku) terdiri dari:
-
Alam bawah= alam kejahatan/ alam makhluk jahat/tempat bagi dewa yang jahat/
hewan-hewan.
-
Alam tengah= alam tempat hidup manusia yang juga merupakan tempat bagi makhluk
alam bawah dan alam atas.
-
Alam atas= alam roh/ dewa-dewi
Dalam agama suku, rumah tinggi diibaratkan sebagai alam
semesta, atapnya sebagai alam atas, dan kolongnya sebagai alam bawah.
Konsep ketuhanan dalam agama sukuàtidak
ada Tuhan yang berpribadi dalam agama suku.
Sumaran=tentang nafsuàtidak
berdiri sendiri.
Nafsu
dapat membuat manusia menjadi baik dan dapat juga menjadi jahat.
Nafsu
mempengaruhi kehidupan manusia.

No comments:
Post a Comment