
Jika penerapan sistematika
Pendidikan Agama Kristen diterapkan dengan baik di semua lini dan anak juga
memiliki respon yang baik terhadap pendidikan tersebut maka pasti anak akan
memiliki kedewasaan iman Kristiani dalam dirinya yang tidak dapat digoyahkan. Kedewasaan
di sini adalah dewasa sesuai umur mereka. Mereka dapat bersikap dewasa dalam
tahap kedewasaan sesuai umur mereka. Anak berusia 6-8 tahun memiliki tingkat
kedewasaan tersendiri dalam bersikap dan berperilaku, begitu juga anak berusia
9-11 tahun pun memiliki kedewasaan sikap dan perilaku tersendiri sesuai umur
mereka dalam dunia mereka. Inilah yang dimaksud dengan kedewasaan anak.
Jika kita mengkaji dari sudut pandang
Allah dan Kristus adalah dasar penilaiannya maka tidak ada manusia manapun yang
benar-benar dewasa di hadapan Allah. Kedewasaan dunia berbeda dengan kedewasaan
Allah. Kedewasaan dunia itu bukan dewasa yang sejati sebab moral dan perilaku
dunia berasal dari hatinya yang jahat atau cemar oleh dosa. Sebab segala
sesuatu yang berasal dari hati manusia itu adalah dosa akibat memakan pohon
pengetahuan baik dan jahat. Sebab pengetahuan itu membawa pada dosa tanpa
adanya Kehidupan dan Kehidupan itu adalah Kristus.
“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan
manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan
kejahatan semata-mata, maka menyesalah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia
di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya.”
Kejadian 6:5-6.
“Ketika Tuhan mencium persembahan yang
harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hatiNya: “Aku takkan mengutuk lagi bumi ini
lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya jahat dari sejak
kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah
kulakukan.”
Kejadian 8:21
“Seperti ada tertulis: “Tidak ada yang
benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada
seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua
tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.”
Roma 3:11-12.
“Tetapi sekarang, tanpa hukum taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti
yang disaksikan dalam kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran
Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab
tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma
karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Roma 3:21-24.
“Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari
Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari
perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani
Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak
bercacat di hadapanNya.”
Kolose 1:21-22.
Maka dari itulah kebenaran Allah yang
benar-benar dewasa sudah datang dan dinyatakan di dalam dunia yaitu Yesus Kristus.
Dia satu-satunya Manusia yang sanggup menampilkan kedewasaan dalam standar
Allah yang benar yang berbeda dengan standar dunia yang bergantung pada usia
fisik, mental, kemampuan berpikir dan kebijaksanaan dirinya. Di dalam Kristus
baru kita bisa belajar apa itu kedewasaan. Di luar Kristus tidak ada
kedewasaan. Anak dapat mengenal Kristus di setiap fase usianya sesuai dengan
kemampuan mental dan akal budinya, itulah kedewasaan. Begitu juga untuk umum,
saat kita mau rela memberi diri untuk semakin mengenal Kristus dalam hidup ini
lewat segala realita hidup termasuk pengajaran rohani di dalamnya maka kita
akan masuk pada kedewasaan iman yang mengubah hidup kita dan diri kita dari
dalam batin. Pengenalan itu akan membuat kita semakin menyerahkan diri kita
kepada Allah dan semakin mengakui Kristus di dalam diri kita dan kepada dunia.
Hidup tidak lagi dengan diri sendiri tapi kita semakin berkurang dan Dia semakin
bertambah di dalam diri kita.
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi
aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku
yang kuhidupi ini sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak
Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”
Galatia 2:20.
Sebab pengenalan dan pengajaran yang
benar akan bersifat hidup di dalam pribadi masing-masing orang yang menerima
dan melakukannya. Melakukan di sini diawali dari dalam diri, penyerahan diri
kepada Allah yang hendak mengambil alih diri kita sepenuhnya secara berkala
setiap hari. Maka pekerjaanNyalah yang akan tampak dari dalam diri kita. Dialah
yang akan memampukan kita untuk berbuat secara alami tanpa harus terikat beban
tuntutan hukum lagi. Setiap orang Kristen yang mau mendalami Kristus dalam
hidupnya akan melewati fase perbuatan hukum tertulis dan perbuatan hukum Roh.
Perbuatan yang didasari dari ketaatan diri untuk mentaati Allah dalam
Pembenaran Allah oleh kasih karunia Yesus Kristus, dan fase perbuatan yang
berasal dari peneyerahan diri setiap hari pada kehendak Roh yang membongkar
inti dosa di dalam hati yang tidak disadari. Perbuatan pertama berdasarkan
tuntunan dalam tuntutan dan perbuatan kedua berdasarkan kebebasan alami dalam
tuntunan. Perbuatan pertama tampak berusaha untuk menghidupkan Firman yang
hidup, dan perbuatan kedua adalah hasil dari Firman hidup yang menghidupkan.
Anak diharapkan akan menjadi
pribadi yang tidak goyah oleh perkembangan saman dan dunia yang semakin erat
dengan cobaan dan godaan lewat pendidikan Kristen. Pendidikan yang
berkelanjutan akan terjadi bukan dilihat semata dari kehadiran lingkungan
rohani yang memberi pengajaran tapi dilihat dari pribadi peserta didik itu
sendiri. Dalam hal ini peserta didik adalah bukan hanya anak-anak tetapi semua
orang Kristen. Kita semua adalah peserta didikNya Allah selama kita hidup di
dunia. Dan keberlanjutan pendidikan itu dilihat dari pendalaman setiap kita
pribadi agar olehnya kita tidak pernah kehilangan pendidikan Allah yang berasal
dari Kehidupan Allah di dalam kita yaitu Roh Kudus, Roh yang menghidupkan kita.
Dunia dan manusia duniawi semata dikatakan mati rohani sebab hidup tanpa
pendidikan Allah dan di luar pengajaran Allah yang adalah sumber hidup. Namun
kita dalam Roh Kudus sebagai anak-anakNya berada dalam hidup yang menikmati
pengajaranNya dan pembersihanNya setiap hari. Semua sejauh mana kita mau
menyerahkan diri di dalam Dia. Sebab inti perbuatan adalah berawal dari
penyerahan. Sebagaimana dosa berawal dari penyerahan diri manusia kepada tipu
muslihat iblis, maka Kebenaran Allah bekerja pada saat kita menyerahkan diri
dan semakin menyerahkan diri di dalamNya.
Dengan memiliki kedewasaan
Kristus yang didalami di dalam diri dan iman pribadi maka anak-anak peserta
didik Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi warga gereja dan warga negara yang
baik. Mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang mampu menempatkan diri dalam
berbagai lingkungan dan berkualitas dalam kemampuan masing-masing. Mereka akan
menyatakan Kristus di manapun mereka berada dan berhasil menyatakanNya juga
dalam pekerjaan mereka. Mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak akan
kehilangan arah hidup sebab tuntunan itu nyata bekerja dari dalam diri oleh Roh
Kudus. Mereka tidak akan pernah kehilangan pengajaran dan pendidikan sebab itu
adalah ikatan Allah bagi mereka. Mereka tidak akan menjadi orang Kristen yang hanya
bergantung pada lingkungan di mana gereja berada atau tempat ibadah berada tapi
mereka akan menemukan dan menikmati Tuhan di mana saja mereka berada sebab
merekalah Bait Allah itu.
No comments:
Post a Comment