Saturday, May 4, 2019

Mencapai kedewasaan anak di dalam pengenalan akan Tuhan secara pribadi dan berkelanjutan

          Jika penerapan sistematika Pendidikan Agama Kristen diterapkan dengan baik di semua lini dan anak juga memiliki respon yang baik terhadap pendidikan tersebut maka pasti anak akan memiliki kedewasaan iman Kristiani dalam dirinya yang tidak dapat digoyahkan. Kedewasaan di sini adalah dewasa sesuai umur mereka. Mereka dapat bersikap dewasa dalam tahap kedewasaan sesuai umur mereka. Anak berusia 6-8 tahun memiliki tingkat kedewasaan tersendiri dalam bersikap dan berperilaku, begitu juga anak berusia 9-11 tahun pun memiliki kedewasaan sikap dan perilaku tersendiri sesuai umur mereka dalam dunia mereka. Inilah yang dimaksud dengan kedewasaan anak.
          Jika kita mengkaji dari sudut pandang Allah dan Kristus adalah dasar penilaiannya maka tidak ada manusia manapun yang benar-benar dewasa di hadapan Allah. Kedewasaan dunia berbeda dengan kedewasaan Allah. Kedewasaan dunia itu bukan dewasa yang sejati sebab moral dan perilaku dunia berasal dari hatinya yang jahat atau cemar oleh dosa. Sebab segala sesuatu yang berasal dari hati manusia itu adalah dosa akibat memakan pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebab pengetahuan itu membawa pada dosa tanpa adanya Kehidupan dan Kehidupan itu adalah Kristus.
“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesalah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya.”
Kejadian 6:5-6.
“Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hatiNya: “Aku takkan mengutuk lagi bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah kulakukan.”
Kejadian 8:21
“Seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.”
Roma 3:11-12.
“Tetapi sekarang, tanpa hukum taurat  kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Roma 3:21-24.
“Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.”
Kolose 1:21-22.
Maka dari itulah kebenaran Allah yang benar-benar dewasa sudah datang dan dinyatakan di dalam dunia yaitu Yesus Kristus. Dia satu-satunya Manusia yang sanggup menampilkan kedewasaan dalam standar Allah yang benar yang berbeda dengan standar dunia yang bergantung pada usia fisik, mental, kemampuan berpikir dan kebijaksanaan dirinya. Di dalam Kristus baru kita bisa belajar apa itu kedewasaan. Di luar Kristus tidak ada kedewasaan. Anak dapat mengenal Kristus di setiap fase usianya sesuai dengan kemampuan mental dan akal budinya, itulah kedewasaan. Begitu juga untuk umum, saat kita mau rela memberi diri untuk semakin mengenal Kristus dalam hidup ini lewat segala realita hidup termasuk pengajaran rohani di dalamnya maka kita akan masuk pada kedewasaan iman yang mengubah hidup kita dan diri kita dari dalam batin. Pengenalan itu akan membuat kita semakin menyerahkan diri kita kepada Allah dan semakin mengakui Kristus di dalam diri kita dan kepada dunia. Hidup tidak lagi dengan diri sendiri tapi kita semakin berkurang dan Dia semakin bertambah di dalam diri kita.
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi ini sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”
Galatia 2:20.
          Sebab pengenalan dan pengajaran yang benar akan bersifat hidup di dalam pribadi masing-masing orang yang menerima dan melakukannya. Melakukan di sini diawali dari dalam diri, penyerahan diri kepada Allah yang hendak mengambil alih diri kita sepenuhnya secara berkala setiap hari. Maka pekerjaanNyalah yang akan tampak dari dalam diri kita. Dialah yang akan memampukan kita untuk berbuat secara alami tanpa harus terikat beban tuntutan hukum lagi. Setiap orang Kristen yang mau mendalami Kristus dalam hidupnya akan melewati fase perbuatan hukum tertulis dan perbuatan hukum Roh. Perbuatan yang didasari dari ketaatan diri untuk mentaati Allah dalam Pembenaran Allah oleh kasih karunia Yesus Kristus, dan fase perbuatan yang berasal dari peneyerahan diri setiap hari pada kehendak Roh yang membongkar inti dosa di dalam hati yang tidak disadari. Perbuatan pertama berdasarkan tuntunan dalam tuntutan dan perbuatan kedua berdasarkan kebebasan alami dalam tuntunan. Perbuatan pertama tampak berusaha untuk menghidupkan Firman yang hidup, dan perbuatan kedua adalah hasil dari Firman hidup yang menghidupkan.
          Anak diharapkan akan menjadi pribadi yang tidak goyah oleh perkembangan saman dan dunia yang semakin erat dengan cobaan dan godaan lewat pendidikan Kristen. Pendidikan yang berkelanjutan akan terjadi bukan dilihat semata dari kehadiran lingkungan rohani yang memberi pengajaran tapi dilihat dari pribadi peserta didik itu sendiri. Dalam hal ini peserta didik adalah bukan hanya anak-anak tetapi semua orang Kristen. Kita semua adalah peserta didikNya Allah selama kita hidup di dunia. Dan keberlanjutan pendidikan itu dilihat dari pendalaman setiap kita pribadi agar olehnya kita tidak pernah kehilangan pendidikan Allah yang berasal dari Kehidupan Allah di dalam kita yaitu Roh Kudus, Roh yang menghidupkan kita. Dunia dan manusia duniawi semata dikatakan mati rohani sebab hidup tanpa pendidikan Allah dan di luar pengajaran Allah yang adalah sumber hidup. Namun kita dalam Roh Kudus sebagai anak-anakNya berada dalam hidup yang menikmati pengajaranNya dan pembersihanNya setiap hari. Semua sejauh mana kita mau menyerahkan diri di dalam Dia. Sebab inti perbuatan adalah berawal dari penyerahan. Sebagaimana dosa berawal dari penyerahan diri manusia kepada tipu muslihat iblis, maka Kebenaran Allah bekerja pada saat kita menyerahkan diri dan semakin menyerahkan diri di dalamNya.

          Dengan memiliki kedewasaan Kristus yang didalami di dalam diri dan iman pribadi maka anak-anak peserta didik Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi warga gereja dan warga negara yang baik. Mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang mampu menempatkan diri dalam berbagai lingkungan dan berkualitas dalam kemampuan masing-masing. Mereka akan menyatakan Kristus di manapun mereka berada dan berhasil menyatakanNya juga dalam pekerjaan mereka. Mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak akan kehilangan arah hidup sebab tuntunan itu nyata bekerja dari dalam diri oleh Roh Kudus. Mereka tidak akan pernah kehilangan pengajaran dan pendidikan sebab itu adalah ikatan Allah bagi mereka. Mereka tidak akan menjadi orang Kristen yang hanya bergantung pada lingkungan di mana gereja berada atau tempat ibadah berada tapi mereka akan menemukan dan menikmati Tuhan di mana saja mereka berada sebab merekalah Bait Allah itu.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...