Janganlah
kamu kalah terhadap kejahatan,tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.
Roma
12:21
Bagi sebagian besar orang ketika melakukan
kebaikan di saat mengalami kejahatan terasa amat merugikan dan bahkan
memalukan.Kehidupan seolah menuntut kita untuk membalas sesuai dengan apa yang
kita terima.Ada banyak orang berpegangan bahwa jika dia bisa bersenang dan
bahagia di atas kerugian orang lain maka itu adalah ciri keberhasilannya.Ada
juga yang senang dan nanti merasa berhasil jika dia sudah menikmati hasil
dengan memanfaatkan orang lain.Mereka yang merasa dirugikan tentu tidak senang
dan ingin membalas.Padahal secara Rohani maka baik yang merugikan maupun yang
membalas keduanya sama-sama rugi.Mereka rugi karena tidak menikmati Allah dalam
hidup dan lakunya.Mereka rugi karena dibawa oleh keinginannya sendiri yang
membebani hidupnya tanpa mereka sadari.Mereka rugi karena kehilangan
kebaikan,damai,dan sejahtera.Ya,pangkal dari kejahatan manusia adalah karena
kehilangan kebaikan,damai,dan perasaan sejahtera.Mereka lalu mencari hal-hal
itu pada dunia dan bukan pada Allah.Mereka mencari semua itu dengan terfokus
pada harta dan hasil dunia semata hingga meskipun mendapatkan, mereka cenderung
tidak pernah dipuaskan.Pencarian dunia menghasilkan usaha yang fana dan saling
merugikan adanya.Tapi syukur bagi kita yang tinggal dalam Kristus mulai belajar
dan menikmati apa itu kebaikan Allah dalam segenap hidup kita.
Alkitab berkata bahwa semua orang telah
berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah,namun di dalam Kristus kita dibenarkan
dan diselamatkan,(roma:23-24).Kita semua telah kehilangan kemuliaan
Allah,hingga kita mencari kemuliaan dengan cara kita sendiri agar kita
bahagia.Kita semua berusaha mencarinya pada dunia ini dan yang kita temukan
adalah harta dunia yang fana yaitu barang yang mudah rusak dan hilang,jabatan
yang hanya dihargai saat kita pegang,dan kesenangan yang hanya bergantung dari
suasana yang kita alami dari luar.Kemuliaan Allah adalah kebaikanNya.Kebaikan
Allah adalah bagian juga dari
KemulianNya.Kebaikan,damai,sejahtera,sukacita,semua itu adalah gambaran nyata
kemuliaan Allah,semua itu adalah realita pribadi Allah.Semua itu ada dan
hadir secara nyata dalam wujud pribadi
Kristus.Kristus adalah kebaikan Allah bagi kita.Kebaikan dan Kemulian yang
telah lama dan penuh lelah dicari manusia dalam dunia namun tidak pernah
didapati.Kini Kebaikan Allah itu sudah dating dan menjadi bagian hidup
kita.Lewat Dia kita masuk pada kebaikan Allah yang akan terus mengajar dan
membawa kita menikmati apa itu kebaikan yang sesungguhnya.Kebaikan yang bukan
sebagai beban,sebagai usaha pamrih,sebagai balas jasa,sebagai jalan
siasat,ataupun sebagai keharusan hidup tapi kebaikan yang menjadi hidup di
dalam kita,yang akan kita nikmati dan muncul tanpa beban lewat berbagai
motivasi.Kebaikan Allah beda jauh dari kebaikan dunia,sebab dunia pun memiliki
kebaikannya sendiri di luar Allah.Kita memiliki pengetahuan sendiri tentang
kebaikan dan kejahatan,dan itu bersumber dari buah pengetahuan baik dan jahat
yang membuat kita berdosa.Kebaikan dan kejahatan kita itu intinya dari
dosa,atau berinti dari pengetahuan di luar Allah.Oleh Kristus kita mulai
menanggalkan kebaikan dan kejahatan kita kepada Dia dan menerima serta
menikmati kebaikanNya sebagai hidup kita.Di dalam kebaikannya maka apapun usaha
kita,keinginan kita,dan pencarian kita akan semakin dimurnikan dalam
pembenaranNya,agar kita tidak lagi mencari sebatas materi duniawi tapi
menemukan,menikmati,dan mensyukuri Allah dalam semua itu.Kebaikan Allah akan
menyadarkan kita dari dosa dan kejahatan secara alami dan bukan dengan tuntutan
paksaan hukum.Kita hanya perlu terbuka dalam segala hal menyerahkan di dalam
Kristus apapun kondisi dan keinginan kita,apapun usaha kita.
Pada masa revolusi industri di inggris dan
eropa (1700-1900),banyak bermunculan penemuan-penemuan baru di bidang tehnologi
pertanian,industri,dan meluas hingga alat-alat perang.Sebagi akibat perluasan
wilayah industri,kebutuhan bahan baku dan pekerja maka revolusi itu secara tidak
langsung membawa bangsa eropa pada usaha invasi dan menguasai daratan lain.Ini
adalah awal dari sejarah panjang masa penjajahan bangsa-bangsa eropa di
benua-benua lain.Kebaikan yang dimiliki dan dicapai dunia tidak sempurna dan
berujung pada ketidakpuasan yang bisa saling memanfaatkan serta merugikan
karena lebih berintikan untuk diri sendiri.Tapi kebaikan Kristus adalah untuk
kebaikan manusia itu sendiri,agar kita tidak terjajah oleh segenap kebaikan
kita yang tidak murni dan membebani serta tidak terjajah oleh kejahatan
kita.Mereka yang berbuat jahat pun tanpa sadar sebenarnya sedang menjahati
dirinya sendiri,dan sedang menunjukkan bahwa dirinya sedang teraniaya oleh
kejahatan.Mereka adalah orang-orang yang dijajah oleh kejahatan dosa.hanya
Kebaikan Kristus yang sanggup menyadarkan betapa malangnya hidup mereka yang
secara lahiriah mungkin tampak senang.
Jika itu kebaikan dunia atau kita sendiri
maka kebaikan itu bisa kalah dan memang kalah oleh kejahatan dunia.Tapi jika
kebaikan kita diserahkan dalam Kristus agar dalam kebaikan kita,kita menikmati
dan menyatakan Dia maka kebaikan itu adalah kebaikan yang mengalahkan kejahatan
dunia.Sebab kejahatan dunia tidak akan sanggup lagi merugikan kita secara
rohani meskipun secara lahiriah mungkin kita rugi.Tapi kemenangan sesungguhnya
di hadapan Allah adalah kita tidak rugi kehilangan motivasi,damai,semangat hidup,kebenaran,dan
sukacita walau hadapi segenap teror kejahatan dunia.Itulah kemenangan yang
sesungguhnya,kebaikan yang menjadi kebahagiaan kita,kebaikan yang menjadi
kekuatan kita,kebaikan yang menjadi kemuliaan kita.Kebaikan itu adalah kebaikan
yang bukan nanti terima upah saat di surga atau saat sudah dapat berkat materi
tapi kebaikan yang sudah menikmati upahnya saat menyatakan kebaikan itu sendiri.Itulah
kebaikan Allah oleh Kristus yang menjadi bagian kita.Kebaikan itu membedakan
kita dari kebaikan mereka yang di luar Kristus.Kebaikan dunia ini cemar,karena
kejahatan pun bisa terselubung lewat perilaku baik secara lahiriah.Kebaikan
dunia ini menipu,Kebaikan Allah adalah terang-terangan.Lihat Kristus,Dia
sepenuhnya menunjukkan apa dan bagaimana itu kebaikan sejati.Ketika Dia
membongkar pedagang di bait Allah,tegas terhadap kaum farisi,itu adalah wujud
kebaikan.TindakanNya didasari kebaikan yang murni.Dia memberi kebaikan untuk
kebaikan kita tapi motivasi dunia adalah memberi kebaikan belum tentu untuk
kebaikan bagi yang diberi.
Dalam segala realita keterbatasan
kita,mari kita terus belajar dan masuk dalam kebaikan Allah yang sudah kita terima
oleh Kristus.Apapun tindakan kita maka kita akan menikmati niat yang murni yang
makin menyadarkan dan membebaskan serta menguntungkan kita.Respon kita terhadap
kejahatan dunia pun intinya akan terus dimurnikan Allah.jika kita baik,kita
akan baik dalam kebaikan Kristus,jika kita merasa harus tegas dan seolah jahat
di hadapan dunia oleh ketegasan itu,maka kita harus tegas oleh ketegasan
Kristus,yaitu tegas dalam kasih,marah dalam kasih,oleh karena kasih.Kita tidak
sendiri untuk belajar dan memaknai hidup ini bersama Allah,kita punya Roh Kudus
di dalam kita,Dia dari Allah,juga wujud kebaikan Allah bagi kita.Dia
pengajar,Penghibur,Penuntun kita dalam segala Kebaikan.oleh Dia Kebaikan kita
menjadi kemenangan dan bukan kekalahan.Lihatlah Kristus,bagi mata dunia yang
tertutup secara rohani Kristus seolah kalah saat menderita disalib.Tapi Dia
tidak kehilangan kemuliaanNya meski dalam hinaan dunia yang menghinakanNya.Dia
tidak kehilangan kebaikan,damai sejahtera,keteguhan,dan pengampunanNya saat
dirugikan dan dijahati dunia.Itu adalah kemenangan sesungguhnya,kemenangan sejati,suatu
penyataan kemulianNya yang luar biasa besar.Syukur hal itu dibukakan bagi kita
di dalam Dia.Oleh Dia kita menang,KebaikanNya di dalam kita memberi kita
kemenangan hadapi dunia ini,amin.

No comments:
Post a Comment