Saudara-saudaraku,aku
sendiri memang yakin tentang kamu,bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan
dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasehati.
Roma
15:14
Dalam hidup ini manusia tidak lepas untuk
saling menasehati.saling menasehati adalah cirri bahwa kita saling membutuhkan
dan memperhatikan.menasehati menunjukkan bahwa manusia itu adalah mahluk sosial
yang saling merasa memiliki.Ada yang menasehati denagn niat yang buruk dan ada
dengan niat yang baik.Kadang kita menasehati dari dasar ketakutan kita akan
diri kita,atau kekuatiran kita akan diri kita.Kita menasehati atau member saran
pada orang lain terlebih karena kita takut langkahnya akan turut berdampak pada
kita.Tidak salah,itu hal yang alami,saya sebagai manusia selalu dan acap kali
demikian pula.Mari kita selami dalam Kristus oleh tuntunan Roh kudus,agar kita
dalam hidup ini benar-benar merasakan dan menikmati hikmah serta hikmat dalam
segala nasehat kita dan orang lain kepada kita.Agar kita benar-benar diberkati
dan memberkati dalam segala nasehat kita.Sebab nasehat kita tanpa sebagai
berkat yang memberkati kita dan orang lain maka itu bukan nasehat yang
benar.Nasehat yang benar dating dari Allah untuk kita,nasehat kita yang
dibenarkan oleh Allah.Nasehat kita yang baik,untuk kedua belah pihak,untuk kita
dan untuk yang dinasehati.Sebab dalam kebaikan Allah tidak hanya searah,tapi
kebaikan Allah adalah kebaikan yang mempersatukan.Kebaikan yang membuat kita
satu dalam tindakan dan hasil dari kebaikan itu.Maksudnya kebaikan yang
dinikmati bersama,baik untuk saudara dan saya.Kebaikan yang adalah baik utntuk
si pemberi dan yang diberi,inilah berkat,tidak sepihak.
Selama
kita belum bisa menikmati nasehat kita sebagai kebaikan juga untuk kita sendiri
dan belum bisa menyadari bahwa saat kita menasehati kita sedang menasehati diri
kita juga maka kita gagal dalam menyatakan kebaikan lewat nasehat,dan
sesungguhnya belum sanggup untuk saling menasehati.Rasul Paulus berkata dalam
ayat di atas bahwa saat kita penuh dengan kebaikan dan pengetahuan maka kita
berarti sanggup saling menasehati.Dalam hal ini bukan berarti nanti kita sudah
baik dalam arti mampu lakukan banyak hal perbuatan dalam kitab suci tapi mampu
merendahkan diri untuk diisi dan dipenuhi oleh kebaikan Allah dalam
Kristus.Kita tidak hanya berpegang terus pada konsep kita tapi sanggup
menikmati konsep Kebaikan Allah di dalam hidup kita.Hingga kita mulai
melihat,memaknai,dan mengerti dengan kebaikan Allah.Kebaikan Allah adalah
kebaikan yang bisa menerima segala sesuatu,yang bisa memahami segala
sesuatu,yang bisa menyelediki segala sesuatu.Inilah mengapa Dia bisa menasehati
kita sebab Dia oleh KebaikanNya sanggup berpengertian dalam segala kepedulian
untuk menasehati kita.NasehatNya adalah wujud kasihNya.Jika kita mulai rela
untuk dipenuhi dengan kebaikanNya maka kita akan turut menikmati Keluasan dari
pandangan Allah dalam kebaikan.Hal ini memang menjadi milik kita dalam Kristus
oleh kasih karuniaNya.Jika kita menasehati dengan KebaikanNya maka kita akan
diberkati dalam nasehat itu dan orang lain juga turut diberkati olehnya.Secara
harafiah mungkin kata-kata dalam nasehat kita tidak cocok untuk keadaan hidup
kita saat kita menyampaikannya pada orang lain sebab situasi yang dialami
berbeda,tapi secara rohani saat itu kita sedang menikmati hikmat Allah untuk
menyelami dan memaknai hidup lewat hidup orang lain juga.Kita sedang diisi oleh
hikmat dan kepedulian Allah saat itu dan kita sedang menyatakannya untuk
dinikmati bersama.Ketika kita melakukan nasehat itu,kita berarti menyatakan
bahwa kita menikmatinya sebagai hidup kita.Ada banyak orang yang mendengar
begitu banyak nasehat tapi tidak pernah melakukannya sebagai kebaikan untuk
hidupnya.Mereka tidak merasakan bahwa nasehat itu berkat dan tidak menikmati
nesehat itu.Apalah artinya kita ke gereja dan baca alkitab tanpa menikmati itu
sebagai suatu nasehat hidup.Jika menikmati berarti berbuat,jika tidak berbuat
berarti tidak menikmati,atau sebut saja tidak benar-benar menemukan nikmat di
dalam nasehat-nasehat alkitab itu.
Tanpa Roh kudus dan tuntunanNya kita semua
memang tidak bisa menikmati nasehat alkitab dengan benar.Sebab indera
kita,keinginan kita,kehendak kita lebih tertuju pada hal duniawi semata.Tapi
kita diberi Roh kudus agar oleh Dia kita sanggup menemukan dan menikmati nikmat
dari nasehat alkitab.Baik penghiburan,nubuat,peringatan,teguran,kisah hidup,dan
perintah dalam alkitab itu adalah nasehat Allah bagi kita.Dalam pengiburanNya
ada nasehat atau bermakna juga sebagai nasehat untuk kita bahwa hanya Dialah
penghiburan sejati kita.Dalam nasehatNya ada penghiburan atau bermakna juga
sebagai penghiburan bahwa Dia sedang menghibur kita agar kita tidak jatuh dalam
bujukan hiburan dunia yang sebetulnya akan mengikat kita dalam duka.Oleh Dia
kita menasehati untuk menghibur,dan menghibur untuk menasehati.Kita terhibur
oleh nasehat kita dan kita dinasehati oleh penghiburan kita bagi orang lain.Itulah
nasehat,itulah penghiburan yang benar dalam Kristus.Kristus adalah nasehat
Allah bagi dunia,dan penghiburan Allah bagi dunia.Keduanya satu di dalam
Kristus dan tidak terpisahkan.
Sarah istri Abraham pernah menyarankan
agar Abraham mengambil Hagar untuk memperoleh keturunan karena kuatir dia sudah
tidak bisa punya anak.Abraham menuruti hal itu meskipun bukan dari Tuhan dan
akibatnya perpecahan keluarga karena sarah akhirnya memiliki anak.Namun syukur
Allah tidak pernah tinggal diam dan gagal walau manusia sering gagal dalam
rencanaNya.Allah justru berencana indah di balik kejadian yang adalah musibah bagi
keluarga Abraham saat itu.Makna dunia terpisah adanya.jika seseorang menasehati
belum tentu dia sedang menyatakan penghiburan atau ingin menghibur,hasilnya
adalah percekcokan ataupun sia-sia nasehatnya.Jika seseorang berniat menghibur
tanpa sebagi nasehat pula maka yang ada akhirnya kepongahan.Dia yang dihibur
tidak pernah belajar untuk dewasa dan tegar hadapi dunia.Penghiburan dunia yang
tidak didasari dan di dalam makna sebagai nasehat akan menjadi kehancuran
diri.Ada banyak orang terjebak dalam penghiburan yang didasari keinginan
menjilat.Ada banyak orang juga terjebak untuk selalu menjilat jika ingin
menghibur karena motivasi yang salah.Bahkan tanpa disadari ada nasehat yang
didasari keinginan buruk,mereka seolah tampak menasehati tapi dengan maksud menjatuhkan.Secara
lahiriah tampak menasehati tapi dasarnya adalah untuk merugikan orang lain.
Tidak salah andaikan kita punya motivasi
di balik segenap nasehat dan penghiburan kita,bawalah itu di dalam Kristus agar
dimurnikan di dalam Dia hingga kita selalu menikmati dengan benar segala apa
yang kita inginkan dalam nasehat dan penghiburan kita.Sebab Dialah nasehat dan
penghiburan kita dalam segala hal.Dalam kita menasehati dan dinasehati kita
sedang menikmati motivasi dan menemukan makna hidup yang makin dalam dan
luas.Inilah berkat hidup kita yang sesungguhnya,sejauh mana kita terus
menemukan dan mendalami Allah dalam perjalanan hidup ini.Sebab Allah tidak akan
menilai hasil-hasil lahiriah dan materi kita ataupun jabtan kita di hadapan Dia
nanti tapi Dia akan menilai sejauh mana kita mengelola dan mendapati Dia dalam
hidup kita oleh tuntunan Roh kudus.
Dalam Kristus kita belajar untuk dewasa
dalam menerima nasehat dan menerima penghiburan.Saat dinasehati kita sadar
bahwa itu menjadi penghiburan bagi kita.Saat dihibur kita juga sadar bahwa itu
menjadi nasehat pula bagi kita.Situasi hidup kita yang kita alami ada saatnya
penuh penghiburan dalam berbagai suka,kiranya kita sadar bahwa saat itu kita
sedang dinasehati Allah lewat pengalaman hidup tersebut.Ada saatnya kita begitu
susah oleh realita hidup kita maka sadarlah bahwa saat itu Allah pun sedang
menyatakan penghiburan bagi kita untuk kita nikmati.Di dalam kita ada Roh
kudus,Roh penghibur,penuntun,pengajar,penasehat yang sejati karena itulah maka
dalam segenap realita hidup,kita selalu menikmati nasehat dan penghiburan dalam
pengajaranNya.Kalau sudah begitu,sanggupkah dunia mengalahkan kita?Tidak,kita
sudah menang di dalam Kristus.

No comments:
Post a Comment