
Supaya pada masa
yang akan datang
Ia menunjukkan
kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya
Yang
melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam kristus Yesus.
Efesus 2:7
Allah kita adalah Allah
yang kaya.Ungkapan ini amat sering kita dengar dan katakan serta yakini.Banyak
kali kita menerjemahkan kekayaan Allah dengan harta-harta materi yang bersifat
lahiriah semata.Hanya mengakui kekayaanNya dalam hal emas permata surgawi seperti
tertulis dalam kitab wahyu,hanya mengakui kekayaanNya dalam hal saat
mengharapkan dan menerima berkat harta materi atau kedudukan dan jabatan,atau
hanya mengakui kekayaanNya sebatas pada kepemilikanNya atas dunia ini dan
segenap alam ciptaan.
Ketika Yesus Kristus harus berkorban dan
disalibkan,orang-orang tidak sanggup menemukan bahwa saat itu Dia sedang
menunjukkan betapa kayanya kekayaan milikNya yang dinyatakan kepada kita.Dia
yang kaya rela menjadi miskin agar oleh kemiskinanNya kita boleh diperkaya
dalam segala sesuatu.Dalam ayat di atas,kita menemukan bahwa Allah akan
menunjukkan kekayaanNya yang melimpah yang sesuai dengan kebaikanNya yang nyata
di dalam Kristus.Kekayaan Allah yang sesungguhnya terletak pada
kebaikanNya,kemurah hatianNya,KepedulianNya,serta tanggung jawabNya atas kita
manusia.Itu telah dinyatakan kepada kita lewat pribadi Yesus Kristus.Oleh
tuntunan Roh Kudus maka kita setiap hari akan beroleh penyataan demi penyataan
akan kebaikanNya dan kekayaanNya yang utuh dan satu.Oleh Roh kudus kita semua
yang menerima Kristus turut masuk dalam penyingkapan kebaikan Allah ini.
Iblis begitu licik dan menipu,jika kita
hanya sanggup terus-menerus menilai dan melihat kekayaan sebatas lahiriah saja
maka iblis pun bisa meniru hal itu dan menawarkan kekayaan dunia.Tapi jika kita
masuk pada kekayaan Allah sebagai harta rohani yang tidak seperti harta dunia
ini maka kita akan mendapati bahwa kekayaan sejati hanya ada di dalam Allah
saja.Damai sejahtera,keteduhan,kasih sayang dan pengampunanNya,semua itu adalah
inti dari segenap kekayaanNya yang sudah Dia nyatakan lewat pribadi
Kristus.Itulah kekayaanNya yang tidak bisa ditiru oleh iblis.kekayaan yang
tidak dimiliki oleh dunia ini,dan yang tidak bisa digunakan oleh iblis untuk
menipu kita.
Lewat peristiwa pencobaan di padang
gurun,Kristus sudah membuktikan bahwa kekayaan milikNya dalam kebaikan adalah
lebih berarti dan nikmat dibanding “kekayaan” dunia milik iblis.Kekayaan yang
jauh lebih baik dibanding kemuliaan dunia yang dijadikan iblis sebagai alat
untuk memperdaya manusia.Yesus menolak segenap tawaran iblis karena Dia memiliki
Kekayaan sejati yang tidak bisa dirampas dan usang.Bahkan pribadiNya adalah
kekayaan dan kebaikan itu sendiri,yang utuh dan nyata bagi dunia.Yesaya 33:6
menjelaskan bahwa keamanan,hikmat,pengetahuan,dan takut akan Tuhan itulah
segenap harta kekayaan Sion atau surga yang kekal.Itu semua adalah wujud
kebaikan yang menjadi sumber segala kekayaan sejati Allah.Kebaikan Allah itulah
yang membuat Dia dan kerajaanNya begitu limpah dalam kekayaan.
Yesaya 45:3 menjelaskan bahwa Allah akan
memberikan kepada kita harta benda yang terpendam,sebuah harta kekayaan yang
tersembunyi,supaya kita tahu bahwa Dialah Tuhan yang telah memanggil kita.Harta
kekayaan Allah yang bersumber dari kebaikanNya,harta yang ada untuk diberikan
bagi kebaikan kita.Harta ini bukan harta materi lahiriah,yang sehingga olehnya
kita mengenal Allah tapi harta rohani Allah yang utuh dalam wujud manusia dan
tinggal di dalam kita lewat Roh kudus.Kolose 2:1 menjelaskan bahwa segala
kekayaan,keyakinan pengertian,rahasia Allah,yaitu Kristus di dalam Dialah berada
segala harta hikmat dan pengetahuan Allah.Itu semua adalah kekayaan Allah yang
tersimpan di dalam Kristus tapi dinyatakan olehNya kepada kita.
Roma 11:33-34 menyatakan bahwa alangkah
dalamnya kekayaan Allah dalam hikmat dan pengetahuanNya yang tidak terselami,sebab
siapakah yang tahu akan pikiran Tuhan?Namun dalam 1 korintus 2:16 menegaskan
hal yang sama pula tapi diakhiri dengan ungkapan bahwa kita memiliki pikiran
Kristus.Kita dikaruniakan untuk masuk dan menikmati pikiran Kristus yang penuh
damai sejahtera yang menjadi kebaikan kita dan memperkaya kita dalam segala
hal.Mari kita berhenti dari persepsi jika berbuat baik berarti akan merugi.Bawa
segala kebaikan kita yang terbatas dan kadang terpaksa ke dalam Kristus yang
adalah Harta kebaikan dan kekayaan Allah bagi kita.Dia telah memperkenankan
diri unutk menjadi milik kita di dalam kepemilikanNya atas kita.Kita berhak
menikmati Dia sebagai harta kebaikan kita yang akan memperkaya kita hari demi
hari dalam situasi apapun juga.Kita tidak akan pernah miskin oleh segenap harta
yang menipu,tapi kita akan diperkaya dalam segala sesuatu yang kita miliki,baik
harta dalam pribadi kita maupun harta materi kita.Kita tidak terpikat lagi
sebagaimana pikat dan keinginan dunia tapi kita mengusahakan,mencari dan menikmati
harta dunia dalam sukacita Allah yang telah lebih dahulu memperkaya kita dalam
segala kebaikan.Sebab kita telah lebih dahulu menerima,memahami,dan mulai
selalu menikmati harta kekayaan sesungguhnya yaitu Kristus.Dialah harta sejati yang
sudah kita terima di dalam kita oleh kehadiran Roh kudus.
Filipi 4:8 mengajak agar semua yang
mulia,yang adil,yang suci,yang manis,yang sedap didengar,yang bajik dan patut
dipuji,pikirkanlah semua itu.Kenangan manis sungguh indah jika dikenang lagi,tapi
kebanyakan kita mengenang kenangan itu sebagai alat penghibur di saat kenyataan
sekarang sudah tidak sebaik masa lalu.Kita mengenangnya dalam penyesalan.Hal
yang adil dan baik tentu baik sekali jika dipikirkan,tapi jika itu yang
dipikirkan itu hanya sebatas pengalaman dan usaha manusia semata maka itu akan
mengecewakan.Tapi kita punya kebaikan Allah yang selalu mulia,manis,adil,suci,sedap
didengar,penuh kebajikan dan patut dipuji,yaitu Kristus Yesus Anak Allah yang
hidup,yang sudah menjadi milik kita.Pikirkanlah Dia dalam segala realita hidup
dan usaha hidup kita,pasti kita tak akan mudah lemah dipermiskin dan diperjahat
oleh dunia.
Perbuatan baik kita miskin adanya kalau
hanya bersandar pada kita sendiri,mari sandarkan itu pada kebaikan kristus agar
kita diperkaya oleh kebaikan kita dan orang lain turut diperkaya oleh kebaikan
itu.Sebab berkat yang sesungguhnya adalah makna rohani di dalam segala kebaikan
dan pemberian kita.Apakah lewat kebaikan dan pemberian kita orang lain dapat
masuk pada pengenalan Allah?itulah berkat yang kita beri dan mereka
terima.Tidak sebatas harta lahiriah atau jasa secara lahiriah,tapi pada makna
rohani yang terkandung di dalamnya.Kita telah membagikan Kristus dalam segala
sesuatu.Ingat ucapan hebat Petrus di serambi salomo saat menyembuhkan seorang lumpuh.Emas
dan perak tidak ada padaku,tapi yang ada padaku adalah Kristus.Oleh ucapan itu
sembuhlah orang lumpuh itu.Kebaikan,harta benda,tidak ada padaku,dan jika aku
berbuat baik dan membagikan harta benda maka ketahuilah bukan itu milikku sebenarnya
yang bisa memberkati melainkan Kristus yang aku punya yang akan memberkati
dalam segala kebaikan dan pemberian.
Mereka yang memberi oleh Kristus,sudah
diberkati dalam pemberiannya.Mereka yang baik di dalam Kristus sudah diberkati
dalam kebaikannya.Semua itu oleh karena Kristus yang ada dalam kebaikan
kita,yang menjadi kekayaan kita.Kebaikan kita menunjukkan seberapa jauh kita
baik atas diri kita sendiri.Kebaikan kita menunjukkan seberapa jauh kita
menikmati kebaikan Allah yaitu Kristus di dalam kita.Kebaikan kita menunjukkan
seberapa jauh kita baik kepada Allah.Hanya Kristus yang sanggup memperbaiki
kita hari demi hari agar kita bisa menikmati dan melakukan kebaikan yang
memberkati.Kristuslah kebaikan Allah bagi kita yang memperkaya kita dalam
segala kebaikan dan kepemilikkan kita.Dia adalah harta rohani Allah bagi kita
yang tak bisa dirampas oleh dunia,yang tetap adanya untuk kita sampai
kekal.Amin.
No comments:
Post a Comment