
Di tengah pesatnya perkembangan industri musik yang bertema percintaan,
ia tetap setia melantunkan lagu rohani bertema kidung dan pujian untuk Tuhan walau
pun telah ditawarkan untuk ikut berkolaborasi di industri musik umum tersebut. Sudah
belasan album lagu rohani yang ia hasilkan semenjak masuk dapur rekaman di usia
delapan tahun. Bak anak tangga, tahun demi tahun, setiap album yang
dihasilkannya menggambarkan perjalanannya melayani bersama Tuhan. Pada tahun
1996, saat masih berusia delapan tahun, Natashia Nikita yang akrab disapa
Nikita atau Niq mengeluarkan album perdananya berjudul “Di Doa Ibuku Namaku Disebut”.
Album ini berisi 11 lagu penyembahan plus lagu medley-nya. Dara manis bemata
sayu ini berduet dengan Herlin Pirena yang juga penyanyi lagu-lagu rohani.
Meski umurnya masih tergolong belia, setiap lagu-lagu yang dibawakannya cepat
akrab di telinga pendengar dari berbagai kalangan baik anak-anak, muda, dan tua.
Setelah sukses dengan album perdananya tersebut, masih di tahun yang sama,
Nikita bersama dengan Herlin Pirena kembali berduet mengeluarkan album natal
pertama “Natal Pilihan”, sekaligus menjadi album kedua Nikita. Mereka
membawakan lagu-lagu natal tersebut setelah mengantongi izin dari Yamuger,
Sinode AM GKI dan Herry Priyonggo.
Setahun kemudian,
putri pasangan Otniel Nikola dan Lily Tanjaya kelahiran Jakarta, 22 Mei 1988
ini kembali mengeluarkan albumnya yang ketiga “Ada Ampun Bapa Bagimu” yang
dirilis pada tahun 1997. Kemudian “Kasih Dari Surga” merupakan albumnya yang
keempat yang dirilis pada tahun 1999. Menyusul kemudian album kelima “Bapa
Engkau Sungguh Baik” yang dirilis pada tahun 2001. Worship Series adalah album
rohani keenam yang dirilis pada tahun 2002. Selain album-album ini, Nikita juga
banyak berpartisipasi dalam beberapa album rohani kompilasi seperti Private
Collection, Best Worship. Kub'rikan Syukurku adalah album rohani ketujuh Nikita
yang dirilis pada 23 Februari 2003 saat dia berusia 15 tahun. Salah satu lagu
yang dinyanyikan Nikita dalam album ini “Seperti Yang Kau Ingini”, menjadi salah
satu soundtrack sinetron Buku Harian Nayla yang membuat lagu tersebut semakin
populer kala itu. Tiga tahun kemudian, With You adalah album rohani kedelapan
Nikita dan dirilis pada tahun 2006. Jika sebelumnya Nikita cenderung menyanyikan
lagu dengan aliran musik yang lambat, Album With You memberi tantangan
tersendiri bagi Nikita. Nikita berani mencoba berirama tempo cepat seperti
R&B dan pop dance yang juga digandrungi pencinta lagu-lagu rohani dan
sukses. Salah satunya adalah kolaborasinya dengan penyanyi Michael Jakarimilena
dalam lagu “Ajarku Mengenal-Mu”.
Nikita kembali ke
aliran musik lambat yang menghiasi albumnya yang kesembilan “Pelangi Sehabis
Hujan” yang dirilis 2007. Penggarapan lagu ini turut melibatkan beberapa musisi
rohani Kristen terkenal seperti Jonathan Prawira, Welyar Kauntu, Julita Manik.
Sementara album kesepuluh “The Journey” merupakan kompilasi dari lagu-lagu hits
yang telah dinyanyikan Nikita di album-albumnya yang terdahulu. Tidak sampai di
situ, Nikita yang memilih tetap bertahan di jalur lagu rohani terus menggugah
telinga pecinta musik rohani dengan lagu terbarunya. Ia kembali mengeluarkan
albumnya yang ke-11 yang dirilis pada 12 Maret 2010 masih di bawah naungan
Maranatha Records yang membesarkannya selama ini. Kali ini bertajuk Love,
Eternal merupakan album solo rohani yang didedikasikannya untuk Tuhan karena
talenta yang diberikan kepadanya. Dilihat dari jenis musik yang dibawakan
Nikita, rata-rata jenis aliran musiknya bertempo lambat.

Dengan suara merdu
nan bening, Nikita yang memiliki hobi membaca dan menonton film ini menjadikan
setiap lagu yang dibawakannya begitu syahdu untuk didengar dan terasa menyatu
dengan jiwa. Seperti lagu berjudul “Pelangi Sehabis Hujan” yang dirilis tahun
2007, begitu lekat bagi setiap hati yang penat dan mampu menggugah hati setiap
yang mendengarkannya. Demikian bunyi liriknya: “Jalan hidupku tak selalu tanpa
kabut yang pekat, namun Kasih-Mu nyata padaku pada waktu-Mu yang tepat. Mungkin
langit pun tak terlihat tertutup awan tebal namun hatiku kan tetap kuat oleh
janji-Mu yang kekal.” (Reff) Seperti pelangi sehabis hujan, Itulah janji
setia-Mu Tuhan, Di balik dukaku telah menanti, Harta yang tak ternilai dan
abadi.” “Saya seorang yang keras hati, tetapi apabila mendengar lagu ini, hati saya
tersentuh dan menyadari bahwa Tuhan itu adalah segala-galanya. Pada saat kita
dalam kesedihan atau kesusahan, Dia senantiasa bersama kita. Terima kasih Nikita
karena membawa lagu ini yang telah menyentuh hati saya. Tuhan memberkatimu. Marilah
kita berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi anak-anak-Nya dan bumi ini yang
diciptakan-Nya,” demikian ditulis salah satu komentar penggunjung You Tube
meninggalkan kesannya setelah mendengarkan lagu yang dibawakan Nikita.
Tidak sedikit para
penikmat lagu-lagu rohani merasa bersyukur atas lagu-lagu rohani yang
ditembangkan Nikita. Bahkan ada yang menyebutkan, setiap lagu-lagu yang
dibawakan Nikita mampu membuat hati yang mendengarkannya menjadi luluh hingga
meneteskan air mata. Lagu Nikita yang sempat menjadi soundtrack sinetron lagi
adalah "Janji-Mu S'perti Fajar" dengan judul yang sama pada tahun
2007 dan "Hati Sebagai Hamba" dengan judul sinetron "Selamat
Jalan Natasya". Namun lepas kekaguman kita terhadapnya, Tuhan Yesus (idola
kita yang sebenarnya) melalui Nikita telah mengetuk hati kita untuk terus mau bersekutu
dengan-Nya.

No comments:
Post a Comment