Thursday, October 4, 2018

FIRMAN YANG KOKOH

“Perbuatan tanganNya ialah Kebenaran dan keadilan, segala titahNya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.”
Mazmur 111:7-8
    



     Dahulu kala manusia membuat benteng yang kokoh untuk mengokohkan kerajaannya dan bangsanya. Kekokohan sebuah kerajaan dilihat dari seberapa kuat tembok pertahanan kotanya. Pada masa kaisar Mongolia Jenghis Khan dan Khubilai Khan berkuasa, bangsa china adalah yang paling merasakan dampak dari ambisi penguasaan Mongolia. Dalam waktu hamper bersamaan Mongolia menyerang daerah-daerah sekitarnya, jangankan china, rusia dan negeri-negeri di eropa pun sempat mereka invasi. Sejarah Indonesia mencatat pada masa runtuhnya kerajaan Singasari, bangsa Mongolia pernah menginvasi sampai ke pulau Jawa.
     Untuk mengokohkan kekaisarannya dan menahan serangan bangsa Mongolia maka dinasti Qin memperbaiki tembok pertahanan mereka hingga panjangnya menjadi 2400 km. Panjang tersebut adalah jarak lurus antara kedua ujung tembok, jarak itu akan lebih jika diukur berdasarkan belokan-belokan tembok yang melewati bukit dan lembah. Tembok raksasa itu dikenal sebagai tembok besar China. Satu-satunya bangunan buatan manusia yang dapat terlihat dari bulan .
     Betapa besarnya ketakutan manusia, jika anda ingin melihat besarnya ketakutan manusia maka lihatlah tembok besar China. Sebuah tembok yang berkali-kali direnovasi untuk menahan serangan musuh yang ganas saat itu. Tembok yang dibangun didasari oleh kuatir dan takut terhadap serangan musuh.
     Dalam sebuah kisah di Alkitab yaitu kitab Yosua kita tentu tahu tentang kisah tembok Yerikho yang kokoh, tapi hancur juga oleh puji-pujian kepada Allah. Ada juga tentang tembok tebal dan tinggi kerajaan Babilonia yang tertulis dalam kitab Daniel. Di mana di atas tembok itu bisa dilewati oleh dua kereta kuda. Namun pada malam hari tembok itu tanpa perlawanan dapat ditembus oelh tentara Media Persia yang melewati saluran air dibawahnya. Dalam semalam kerajaan Babilonia tumbang dan dikuasai kerajaan baru yaitu Media Persia.
     Kekokohan Allah nyata dalam FirmanNya. Sebab kokoh berarti tidak goyang dan rapuh. Kekokohan manusia sesungguhnya berawal dari dalam batin, hati, dan pikiran. Jika perkataan kita sanggup selaras dengan hati dan pikiran serta tindakan kita maka itu dapat disebut kokoh. Adakah manusia yang benar-benar kokoh dalam hidupnya? Yang kokoh dan kuat itu sudah datang, Dia menunjukkan kualitas hidup yang kokoh dalam Firman Allah. Sebab Firman itu adalah Dia sendiri.
     Dia tidak tertembus oleh segala sengat dosa dan maut dunia, Dia tidak kalah oleh panah api si jahat yang mencobai dan menggodai. Melainkan Dia telah menunjukkan kekokohan diriNya yang setia dalam perkataan dan keputusanNya yang telah Dia ambil. Yaitu tindakan penyelamatan lewat jalan pengorbanan bagi kita.
     Oleh Dia kita selamat dari dosa dan diselamatkan daro maut, dan dalam Dia kita belajar untuk selalu kokoh. Adad saatnya kita rapuh, kembali bangun pengokohan di dalam Dia, di dalam Kristus Yesus Tuhan dan Benteng yang kokoh bagi kita. Sebab manusia tanpa Allah rapuh adanya, tapi di dalam Allah kita diperkokoh oleh firmanNya. Dan FirmanNya itu tidak hanya sebatas kitab tapi ada Firman hidup yang tinggal di dalam kita yaitu Roh Kudus Allah.Pribadi Firman itulah yang akan menghidupkan firman kitab yang kita baca dan renungkan setiap hari. Firman itulah sumber kekokohan bagi kita.

     Saat kita merenungkan kitab firman Allah kita menikmati pengokohan, saat kita memohon permintaan kita menikmati pengokohan, saat kita melewati masa-masa sulit kita pun menikmati pengokohan. Sebab kita mulai belajar bahwa kekokohan Allah bukan bicara saat tertentu saja dalam hal ibadah atau merasa suci jauh dari masalah dan dosa, tapi kekokohan di hadapan Allah adalah hubungan setiap saat antara kita dengan Dia yang menjadi kekokohan hidup kita.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...