Monday, October 8, 2018

MELIHAT GEREJA-GEREJA BERSEJARAH DI IRAN


Iran atau Republik Islam Iran adalah merupakan salah satu Negara di Timur Tengah yang belum terlalu banyak dikunjungi turis. Tentu saja di sana banyak terdapat bangunan-bangunan masjid yang terkenal keindahannya. Namun pada cerita kali ini saya akan menceritakan sedikit banyak tentang gereja-gereja di Republik Islam ini. Akhir tahun 2006 adalah kunjungan pertama kami sekeluarga ke Islamic Republic of Iran atau Jomhuri-ye Eslmi-ye Iran. Karena itu kami telah menghubungi travel agen lokal yang mengatur perjalanan kami selama kurang lebih satu minggu di Teheran, Shiraz, Persepolis , Esfahan, Kazan, Qom dan kembali ke Teheran. Ketika pesawat kami mendarat di Imam Khomeini Airport, pemandu wisata dan seorang pengemudi telah menunggu kami.. “Shob al khair” Atau selamat pagi, demikian salamnya yang menjadi kata pertama dalam bahasa Persia yang kami mengerti. Setelah itu akan banyak lagi kata dalam bahasa yang banyak pengaruh Arab dan juga Perancis ini yang akan kami kenali. Dalam perjalanan dari bandara ke pusat kota Teheran, kami sempat mampir ke Imam Khomeini Shrines, yaitu museum pendiri Republik Islam Iran yang cukup ramai dikunjungi peziarah. Sesampainya di Hotel di pusat kota yang terletak di Valiasr
street yang merupakan jalan terpanjang di timur tengah sepanjang lebih 19 km membelah kota Teheran menjadi dua bagian, pemandu wisata menjelaskan rencana perjalanan dan tempat-tempat yang akan kita kunjungi selama di Iran. Selain museum, dan masjid-masjid ternyata di Esfahan kita juga akan mengunjungi sebuah gereja yaitu Vank Cathedral. Sementara di Teheran kita hanya akan mengunjungi Istana Golestan, Sadabad , Museum Karpet serta sebuah taman di kota Teheran. Saya akhirnya iseng bertanya apakah di Teheran ada juga gereja tua yang patut dikunjungi. Setelah berfikir sejenak sang pemandu wisata akhirnya berkata bahwa kita akan sempat mampir sejenak kesana. Pada malam harinya kami sempat berjalan-jalan di Valiasr street dan melihat-lihat kehidupan di situ. Tentu saja  tidak ada Mcdonald atau pun KFC, juga semua toko hanya menerima cash dan karena mata uang Riyal nilainya hampir sama dengan rupiah maka kalau kita bertanya harga mereka lebih suka menyebutnya dengan Toman yaitu 10 riyal sehingga sebuah jaket seharga 500.000 riyal akan disebut sebagai 50 ribu (Toman) saja. Mulanya agak membingungkan namun lama-lama kita akan terbiasa. Agama Kristen telah ada di bumi Persia bahkan sebelum Islam masuk dan menurut literatur    telah  ada  pada

masa-masa awal kekeristenan sendiri. Namun di Iran agama ini selalu   menjadi agama minoritas baik jaman Zoroaster di masa lalu maupun jaman Islam Syiah di masa kini. Jumlah pemeluknya pun hanya kurang dari 100. 000 orang. Menurut situs resmi kedutaan Iran di Jakarta, lebih dari 99.5 % penduduk Iran memeluk agama Islam. Sedangkan dari 270 ribu pemeluk agama minoritas, 79 ribu kristen, 28 ribu Zoroaster , 13 ribu Yahudi dan sisanya agama dan kepercayaan lain. Tentu saja sekelumit cerita tentang gereja-gereja ini akan memberikan suatu dimensi yang lain dari kunjungan kami ke Republik ini. Setelah puas mengunjungi tempat-tempat yang wajib bagi setiap turis di Tehran seperti, Kompleks Sadaabad, tempat Shah terakhir Iran, dimana masih terdapat patung perunggu berupa sepasang sepatu boot saja sementara tubuhnya telah dibuang setelah revolusi, gereja Saint Tatavous Teheran,  dan juga tempat-tempat lain, kami diajak ke wilayah atau distrik Chaleh Meidan , yang merupakan salah satu distrik tertua di Teheran. Gereja ini terletak di sebuah jalan yang disebut Jalan Armenia. Mungkin karena terdapat gereja Armenia di sini. Menurut sang pemandu Gereja ini merupakan salah satu gereja tertua di Teheran dan dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Qajar, yaitu oleh Fathalishah. Gereja ini memiliki atap berbentuk kubah dan disini juga dimakamkan orang Kristen non Iran yang kebetulan meninggal di sini termasuk Gribaydof, duta besar Tsar Russia pada masa pemerintahan Fathalishah. Shiraz. Setelah satu malam di Teheran kami menumpang penerbangan malam dari Mehrabad Airport ke ibukota Propinsi Fras yaitu Shiraz. Kami naik pesawat Tupolev 154 Iran Air, dengan logo hewan dari dunia mitologi Iran yaitu semacam kuda yang disebut HOMA. Setibanya di Shiraz, sebuah mobil van dengan pengemudi juga telah menunggu kami dan Van inilah yang akan menjadi  kendaraan kami seterusnya mengembara di negri ini ke Persepolis, Esfahan, dan kemudian kembali ke Teheran. Kota Shiraz merupakan kota kelahiran dua penyair terbesar Iran yaitu Saadi dan Hafez.  Karena itu kunjungan ke museum kedua pujangga tadi menjadi keharusan disamping kunjugan ke tempat tempat lainnya. Ada dua Gereja yang patut dikunjungi dikunjungi di Shiraz yaitu Gereja Armenia dan Gereja St. Simon Gereja Armenia terletak di daerahSare Jouye Aramaneh" di bagian timur kota Shiraz, yang dibagun pada masa Shah Abbas kedua. Bangunan utama terletak di tengah-tengah taman . Interior gereja merupakan ruang besar dengan atap yang datar dihiasi lukisan dari masa Safavid. Ini merupakan gereja dan monument bersejarah yang cukup menarik untuk dikunjungi di Shiraz. Sedangkan Gereja Saint Simon memiliki arsitektur gaya Persia sementara atapnya bergaya Romawi. Walaupun tidak setua Gereja Armenia namun cukup menarik juga untuk dikunjungi. Setelah menginap duam malam di Shiraz kami melanjutkam perjalanan kami ke Esfahan melewati Persepolis dan Pasaargad. Persepolis merupakan komplek raksasa yang terdiri dari reruntuhan istana, pemakaman, dan juga pusat pemerintahan kekasisaran Archameide yang di bangun pada abad ke 5 SM. Cyrus yang Agung memulainya dan kemudian dilanjutkan oleh Darius. Kompleks ini kemudian dihancurkan oleh Iskandar Agung padu 330 SM. Kendaraan kami memasuki kota Esfahan di waktu senja dan keindahan kota itu segera menghapus rasa lelah kami setelah berkendaraan dan berwisata seharian dari Shiraz. Kota yang berusia lebih dari 2500 tahun ini merupakan ibukota Persia dari 1598 s.d 1722. terkenal dengan sebutan Nisf-e-Jehan atau setengah dunia sehingga bagi yang telah melihat Esfahan, berate telah mengunjungi setengah dunia. Tidak saja, monument, air mancur, dan gedung-gedung serta Imam Square nya yang cantik, kota ini juga diberkahi dengan jembatan-jembatan yang indah di atas sungai Zayandeh-Rood,. Pendek kata ini adalah kota terindah di Iran dan juga salah satu kota terindah di dunia. Vank Catherdral Salah satu Gereja yang paling bersejarah di Esfahan adalah Vank Cathedral. Vank sendiri dalam bahasa Armenia berarti Gereja. Sebelum masuk ke Kathedral kita harus membeli tiket seharga 30.000 Riyal per orang, sementara untuk warga negara Iran hanya membayar 5000 Riyal. Tentu saja tulisan untuk orang Iran ditulis dalam bahasa dan angka Persia.. Karena angka Persia mirip dengan angka Arab maka kami bisa membacanya. Kathedral yang terbesar dan terindah di Iran ini dibangun pada masa Shah Abbas Pertama dari Dinasti Safavid. Bagian dalamnya dihiasi lukisan indah dengan gambar gambar malaikat dan beberapa rasul Kristus. Di dalam kompleks katedral juga terdapat beberapa makam orang-orang penting dalam sejarah Kristen Armenia di Iran. Kami juga sempat mengunjungi museum yang terdapat di dalam kompleks katedral. Museum ini berisi barang-barang seni semenjak pemerintahan Shah Abbas Pertama. Selain itu ada juga semcam peringatan untuk pembataian orang Armenia semasa pemeritahan Dinasti Usmania pada 1917. Esfahan masih memiliki beberapa gereja bersejarah seperti Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) Nazar Avenue. Selain itu ada juga Gereja Saint Mary di Jolfa Square dan Gereja Yerevan di daerah yang bernama Yerevan. Perlu diketahui bahwa pada masa Shah Abbas Pertama banyak sekali imigran dari Armenia yang pindah ke Esfahan dan bermukim di Jolfa di tepi Sungai Zayandeh Rood yang indah dan Jolfa sampai sekarang identik dengan daerah Armenia. Selain itu pemandu kami juga menceritakan beberapa gereja di tempat lain yang cukup terkenal antara lain Gereja St Mary di Tabriz yang dibangun pada abad ke 6 Hijriah yang konon pernah dijunjungi oleh Marcopolo pada waktu pengembaraannya menuju negeri Cina. Dia juga sempat bercerita tentang Gereja St Tatavous yang disebut juga Ghara Kelisa atau Gereja Hitam di Azerbaijan dan juga merupakan salah satu gereja tertua di Iran yang masih terselamatkan oleh jaman. Di samping itu di Ajerbaijan juga masih ada gereja St Stephanous. Mungkin tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi ini bisa kami nikmati dalam kunjungan berikut di negeri ini. Demikianlah sekelumit kisah tentang perjalanan di Iran dimana kami juga sempat mengintip beberapa Gereja yang ada untuk memperkaya wawasan kami tentang negeri yang indah ini. Ketika kami meninggalkan negeri ini dari bandara Imam Khomeini, banyak kenangan dari keindahan negeri dan keramahan penduduknya yang akan terus kami simpan dalam memori.









No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...