Iran atau Republik Islam Iran adalah merupakan salah satu Negara
di Timur Tengah yang belum terlalu banyak dikunjungi turis. Tentu saja di sana
banyak terdapat bangunan-bangunan masjid yang terkenal keindahannya. Namun pada
cerita kali ini saya akan menceritakan sedikit banyak tentang gereja-gereja di
Republik Islam ini. Akhir tahun 2006 adalah kunjungan pertama kami sekeluarga
ke Islamic Republic of Iran atau Jomhuri-ye Eslmi-ye Iran. Karena itu kami
telah menghubungi travel agen lokal yang mengatur perjalanan kami selama kurang
lebih satu minggu di Teheran, Shiraz, Persepolis , Esfahan, Kazan, Qom dan
kembali ke Teheran. Ketika pesawat kami mendarat di Imam Khomeini Airport,
pemandu wisata dan seorang pengemudi telah menunggu kami.. “Shob al khair” Atau
selamat pagi, demikian salamnya yang menjadi kata pertama dalam bahasa Persia
yang kami mengerti. Setelah itu akan banyak lagi kata dalam bahasa yang banyak
pengaruh Arab dan juga Perancis ini yang akan
kami kenali. Dalam perjalanan dari bandara ke pusat kota Teheran, kami sempat
mampir ke Imam Khomeini Shrines, yaitu museum pendiri Republik Islam Iran yang
cukup ramai dikunjungi peziarah. Sesampainya di Hotel
di pusat kota yang terletak di Valiasr
street yang merupakan jalan terpanjang di timur tengah sepanjang
lebih 19 km membelah kota Teheran menjadi dua bagian, pemandu wisata
menjelaskan rencana perjalanan dan tempat-tempat yang akan kita kunjungi selama
di Iran. Selain museum, dan masjid-masjid ternyata di Esfahan kita juga akan
mengunjungi sebuah gereja yaitu Vank Cathedral. Sementara di Teheran kita hanya
akan mengunjungi Istana Golestan, Sadabad , Museum Karpet serta sebuah taman di
kota Teheran. Saya akhirnya iseng bertanya apakah di Teheran ada juga gereja
tua yang patut dikunjungi. Setelah berfikir sejenak sang pemandu wisata
akhirnya berkata bahwa kita akan sempat mampir sejenak kesana. Pada malam
harinya kami sempat berjalan-jalan di Valiasr street dan melihat-lihat
kehidupan di situ. Tentu saja tidak ada
Mcdonald atau pun KFC, juga semua toko hanya menerima cash dan karena mata uang
Riyal nilainya hampir sama dengan rupiah maka kalau kita bertanya harga mereka
lebih suka menyebutnya dengan Toman yaitu 10 riyal sehingga
sebuah jaket seharga 500.000 riyal akan disebut sebagai 50 ribu
(Toman) saja. Mulanya agak membingungkan namun lama-lama kita akan terbiasa.
Agama Kristen telah ada di bumi Persia bahkan sebelum Islam masuk dan menurut
literatur telah ada
pada
masa-masa awal kekeristenan sendiri. Namun di Iran agama ini
selalu menjadi agama minoritas baik jaman
Zoroaster di masa lalu maupun jaman Islam Syiah di masa kini. Jumlah pemeluknya
pun hanya kurang dari 100. 000 orang. Menurut situs resmi kedutaan Iran di
Jakarta, lebih dari 99.5 % penduduk Iran memeluk agama Islam. Sedangkan dari
270 ribu pemeluk agama minoritas, 79 ribu kristen, 28 ribu Zoroaster , 13 ribu
Yahudi dan sisanya agama dan kepercayaan lain. Tentu saja sekelumit cerita
tentang gereja-gereja ini akan memberikan suatu dimensi yang lain dari
kunjungan kami ke Republik ini. Setelah puas mengunjungi tempat-tempat yang
wajib bagi setiap turis di Tehran seperti, Kompleks Sadaabad, tempat Shah
terakhir Iran, dimana masih terdapat patung perunggu berupa sepasang sepatu
boot saja sementara tubuhnya telah dibuang setelah revolusi, gereja Saint
Tatavous Teheran, dan juga tempat-tempat
lain, kami diajak ke wilayah atau distrik Chaleh Meidan , yang merupakan salah
satu distrik tertua di Teheran. Gereja ini terletak di sebuah jalan yang
disebut Jalan Armenia. Mungkin karena terdapat gereja Armenia di sini. Menurut
sang pemandu Gereja ini merupakan salah satu gereja tertua di Teheran dan
dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Qajar, yaitu oleh Fathalishah. Gereja
ini memiliki atap berbentuk kubah dan disini juga dimakamkan orang Kristen non
Iran yang kebetulan meninggal di sini termasuk Gribaydof, duta besar Tsar
Russia pada masa pemerintahan Fathalishah. Shiraz. Setelah satu malam di Teheran
kami menumpang penerbangan malam dari Mehrabad Airport ke ibukota Propinsi Fras
yaitu Shiraz. Kami naik pesawat Tupolev 154 Iran Air, dengan logo hewan dari
dunia mitologi Iran yaitu semacam kuda yang disebut HOMA. Setibanya di Shiraz, sebuah
mobil van dengan pengemudi juga telah menunggu kami dan Van inilah yang akan
menjadi kendaraan kami seterusnya
mengembara di negri ini ke Persepolis, Esfahan, dan kemudian kembali ke Teheran.
Kota Shiraz merupakan kota kelahiran dua penyair terbesar Iran yaitu Saadi dan
Hafez. Karena itu kunjungan ke museum
kedua pujangga tadi menjadi keharusan disamping
kunjugan ke tempat tempat lainnya. Ada dua Gereja yang patut dikunjungi
dikunjungi di Shiraz yaitu Gereja Armenia dan Gereja St. Simon Gereja Armenia
terletak di daerahSare Jouye Aramaneh" di bagian timur kota Shiraz, yang
dibagun pada masa Shah Abbas kedua. Bangunan utama terletak di tengah-tengah
taman . Interior gereja merupakan ruang besar dengan atap yang datar dihiasi
lukisan dari masa Safavid. Ini merupakan gereja dan monument bersejarah yang
cukup menarik untuk dikunjungi di Shiraz. Sedangkan Gereja Saint Simon memiliki
arsitektur gaya Persia sementara atapnya bergaya Romawi. Walaupun tidak setua
Gereja Armenia namun cukup menarik juga untuk dikunjungi. Setelah menginap duam
malam di Shiraz kami melanjutkam perjalanan kami ke Esfahan melewati Persepolis
dan Pasaargad. Persepolis merupakan komplek raksasa yang terdiri dari
reruntuhan istana, pemakaman, dan juga pusat pemerintahan kekasisaran
Archameide yang di bangun pada abad ke 5 SM. Cyrus yang Agung memulainya dan
kemudian dilanjutkan oleh Darius. Kompleks ini kemudian dihancurkan oleh
Iskandar Agung padu 330 SM. Kendaraan kami memasuki kota Esfahan di waktu senja
dan keindahan kota itu segera menghapus rasa lelah kami setelah berkendaraan
dan berwisata seharian dari Shiraz. Kota yang berusia lebih dari 2500 tahun ini
merupakan ibukota Persia dari 1598 s.d 1722. terkenal dengan sebutan
Nisf-e-Jehan atau setengah dunia sehingga bagi yang telah melihat Esfahan,
berate telah mengunjungi setengah dunia. Tidak saja, monument, air mancur, dan
gedung-gedung serta Imam Square nya yang cantik, kota ini juga diberkahi dengan
jembatan-jembatan yang indah di atas sungai Zayandeh-Rood,. Pendek kata ini adalah
kota terindah di Iran dan juga salah satu kota terindah di dunia. Vank
Catherdral Salah satu Gereja yang paling bersejarah di Esfahan adalah Vank
Cathedral. Vank sendiri dalam bahasa Armenia berarti Gereja. Sebelum masuk ke
Kathedral kita harus membeli tiket seharga 30.000 Riyal per orang, sementara untuk warga negara Iran hanya membayar 5000 Riyal.
Tentu saja tulisan untuk orang Iran ditulis dalam bahasa dan angka Persia..
Karena angka Persia mirip dengan angka Arab maka kami bisa membacanya. Kathedral
yang terbesar dan terindah di Iran ini dibangun pada masa Shah Abbas Pertama
dari Dinasti Safavid. Bagian dalamnya dihiasi lukisan indah dengan gambar
gambar malaikat dan beberapa rasul Kristus. Di dalam kompleks katedral juga
terdapat beberapa makam orang-orang penting dalam sejarah Kristen Armenia di
Iran. Kami juga sempat mengunjungi museum yang terdapat di dalam kompleks
katedral. Museum ini berisi barang-barang seni semenjak pemerintahan Shah Abbas
Pertama. Selain itu ada juga semcam peringatan untuk pembataian orang Armenia
semasa pemeritahan Dinasti Usmania pada 1917. Esfahan masih memiliki beberapa
gereja bersejarah seperti Gereja Beit-ol Lahm (Bethlehem) Nazar Avenue. Selain
itu ada juga Gereja Saint Mary di Jolfa Square dan Gereja Yerevan di daerah
yang bernama Yerevan. Perlu diketahui bahwa pada masa Shah Abbas Pertama banyak
sekali imigran dari Armenia yang pindah ke Esfahan dan bermukim di Jolfa di
tepi Sungai Zayandeh Rood yang indah dan Jolfa sampai sekarang identik dengan
daerah Armenia. Selain itu pemandu kami juga menceritakan beberapa gereja di
tempat lain yang cukup terkenal antara lain Gereja St Mary di Tabriz yang
dibangun pada abad ke 6 Hijriah yang konon pernah dijunjungi oleh Marcopolo
pada waktu pengembaraannya menuju negeri Cina. Dia juga sempat bercerita
tentang Gereja St Tatavous yang disebut juga Ghara Kelisa atau Gereja Hitam di
Azerbaijan dan juga merupakan salah satu gereja tertua di Iran yang masih
terselamatkan oleh jaman. Di samping itu di Ajerbaijan juga masih ada gereja St
Stephanous. Mungkin tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi ini bisa kami
nikmati dalam kunjungan berikut di negeri ini. Demikianlah sekelumit kisah
tentang perjalanan di Iran dimana kami juga sempat mengintip beberapa Gereja
yang ada untuk memperkaya wawasan kami tentang negeri yang indah ini. Ketika
kami meninggalkan negeri ini dari bandara Imam Khomeini, banyak kenangan dari
keindahan negeri dan keramahan penduduknya yang akan terus kami simpan dalam
memori.









No comments:
Post a Comment