Thursday, October 18, 2018

Menaklukkan musuh

“sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kananKu, sampai kubuat musuh-musuhMu menjadi tumpuan kakiMu.”
Lukas 20: 42-43


Ayat Alkitab di atas adalah penggalan kata Yesus yang mengutip dari kitab Mazmur Daud tentang nubuat Daud yang menyebut bahwa Mesias itu juga adalah Tuannya. Sementara kita tahu bersama bahwa Mesias itupun berasal dari garis keturunan Daud dan Mesias itu yaitu Yesus Kristus adalah Putera Daud atau anak Daud. Ayat itu adalah salah satu ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang mengalahkan musuh manusia dan Allah. Siapa musuh Allah dan manusia? Sepanjang sejaran ibilis, dosa dan maut adalah momok yang menjadi pemisah antara Allah dan manusia. Itulah sesungguhnya yang membuat terjadinya berbagai perselisihan dan permusuhan dalam dunia, yaitu dosa. Oleh dosa manusia menjadi berseteru dengan Allah dan akhirnya tidak bersahabat lagi dengan dunia, yaitu kondisi keadaan dunia yang menjadi ekstrim bagi manusia serta akhirnya bermusuhan antar sesamanya. Jangankan antar sesama, tahukan saudara bahwa permusuhan atau keterpisahan dengan Allah bahkan telah membuat manusia menjadi musuh atas dirinya sendiri. Diri ini menjadi tidak bersahabat lagi dengan kita. Itulah akibat dosa yang amat menyusahkan, permusuhan.
Dunia akhirnya menjadi tidak aman, Allah sendiri tahu betul akan ke mana arah dunia ini beserta manusia di dalamnya dalam keadaan seperti itu. Dia mengutus AnakNya agar kita yang percaya akan berbaikan kembali dengan Dia, berbaikan dengan diri sendiri dan akhirnya dengan sesama dan lingkungan. Inilah mengapa penting sekali kita mengenal Yesus Kristus secara pribadi dari inti kebenaranNya. Kita akan banyak menyadari kondisi hidup ini dari dalam diri kita sendiri oleh tuntunan Allah. Hingga akhirnya kita mulai bisa menyikapi hidup ini dengan sebenar-benarnya. Jika musuh itu sudah takluk yaitu dosa dan maut maka kita tentu sudah bebas. Demikianlah hidup sebagai orang Kristen, hidup untuk semakin menikmati kebebasan dalam pembebasan Allah. Tidak lagi terhukum untuk saling bermusuhan tetapi saling menjadi sahabat. Meskipun kita dimusuhi kita menikmatinya tidak lagi sebagai musuh tetapi sebagai sahabat yang justru olehnya kita semakin lekat dengan Allah.
Hidup Kristen disebut sebagai hidup berkemenangan karena kita menikmati bahwa di dalam Kristus kita semakin dilepaskan dari dosa dan maut. Hidup yang bebas dari berbagai tuntutan dan beban dunia yang sesungguhnya itulah yang membuat manusia saling memusuhi satu dengan yang lain. Jika pun ada yang menang dalam suatu perseteruan namun itu bukanlah kemenangan sejati sebab mereka masih saling memusuhi dan diikat oleh beban permusuhan. Mereka yang benar-benar menang adalah yang dipimpin Allah sendiri untuk menaklukkan dirinya sendiri hingga menaklukkan segenap rasa permusuhan dari dalam diri. Inilah mengapa kita akhirnya tahu dan sadar bahwa sebenarnya dosalah yang membuat manusia memiliki beban rasa permusuhan. Jika rasa itu hilang yaitu beban permusuhan itu hilang maka kita menikmati bagaimana hidup dalam kepuasaan. Meski dunia masih banyak memusuhi kita tapi kebencian dan rasa permusuhan dalam diri kita hilang. Inilah damai sejahtera Kristus yang llah tawarkan kepada kita. Kemenangan secara lahiriah semata tanpa adanya kemenangan dalam diri itu tidak menjamin kita menjadi puas dan bebas dari beban rasa memusuhi. Tapi kita kini sudah tahu dan mau menjalani bagaimanan semakin hari semakin menaklukkan diri ini di dalam Kristus dan kepada Kristus. Inilah Kekristenan itu, kita akhirnya dituntun oleh Firman Hidup yang tinggal di dalam kita untuk memenangkan kita setiap hari dari dalam diri kita, hinga kita tidak terjajah lagi oleh berbagai beban rasa dunia yang menjadi sumber derita bagi banyak orang.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...