“sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah
berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kananKu, sampai kubuat
musuh-musuhMu menjadi tumpuan kakiMu.”
Lukas 20: 42-43
Lukas 20: 42-43
Ayat Alkitab di atas
adalah penggalan kata Yesus yang mengutip dari kitab Mazmur Daud tentang nubuat
Daud yang menyebut bahwa Mesias itu juga adalah Tuannya. Sementara kita tahu
bersama bahwa Mesias itupun berasal dari garis keturunan Daud dan Mesias itu
yaitu Yesus Kristus adalah Putera Daud atau anak Daud. Ayat itu adalah salah
satu ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang
mengalahkan musuh manusia dan Allah. Siapa musuh Allah dan manusia? Sepanjang
sejaran ibilis, dosa dan maut adalah momok yang menjadi pemisah antara Allah
dan manusia. Itulah sesungguhnya yang membuat terjadinya berbagai perselisihan
dan permusuhan dalam dunia, yaitu dosa. Oleh dosa manusia menjadi berseteru
dengan Allah dan akhirnya tidak bersahabat lagi dengan dunia, yaitu kondisi
keadaan dunia yang menjadi ekstrim bagi manusia serta akhirnya bermusuhan antar
sesamanya. Jangankan antar sesama, tahukan saudara bahwa permusuhan atau
keterpisahan dengan Allah bahkan telah membuat manusia menjadi musuh atas
dirinya sendiri. Diri ini menjadi tidak bersahabat lagi dengan kita. Itulah
akibat dosa yang amat menyusahkan, permusuhan.
Dunia akhirnya menjadi
tidak aman, Allah sendiri tahu betul akan ke mana arah dunia ini beserta
manusia di dalamnya dalam keadaan seperti itu. Dia mengutus AnakNya agar kita
yang percaya akan berbaikan kembali dengan Dia, berbaikan dengan diri sendiri
dan akhirnya dengan sesama dan lingkungan. Inilah mengapa penting sekali kita
mengenal Yesus Kristus secara pribadi dari inti kebenaranNya. Kita akan banyak
menyadari kondisi hidup ini dari dalam diri kita sendiri oleh tuntunan Allah.
Hingga akhirnya kita mulai bisa menyikapi hidup ini dengan sebenar-benarnya.
Jika musuh itu sudah takluk yaitu dosa dan maut maka kita tentu sudah bebas.
Demikianlah hidup sebagai orang Kristen, hidup untuk semakin menikmati
kebebasan dalam pembebasan Allah. Tidak lagi terhukum untuk saling bermusuhan
tetapi saling menjadi sahabat. Meskipun kita dimusuhi kita menikmatinya tidak
lagi sebagai musuh tetapi sebagai sahabat yang justru olehnya kita semakin
lekat dengan Allah.
Hidup Kristen disebut
sebagai hidup berkemenangan karena kita menikmati bahwa di dalam Kristus kita
semakin dilepaskan dari dosa dan maut. Hidup yang bebas dari berbagai tuntutan
dan beban dunia yang sesungguhnya itulah yang membuat manusia saling memusuhi
satu dengan yang lain. Jika pun ada yang menang dalam suatu perseteruan namun itu
bukanlah kemenangan sejati sebab mereka masih saling memusuhi dan diikat oleh
beban permusuhan. Mereka yang benar-benar menang adalah yang dipimpin Allah
sendiri untuk menaklukkan dirinya sendiri hingga menaklukkan segenap rasa
permusuhan dari dalam diri. Inilah mengapa kita akhirnya tahu dan sadar bahwa
sebenarnya dosalah yang membuat manusia memiliki beban rasa permusuhan. Jika
rasa itu hilang yaitu beban permusuhan itu hilang maka kita menikmati bagaimana
hidup dalam kepuasaan. Meski dunia masih banyak memusuhi kita tapi kebencian
dan rasa permusuhan dalam diri kita hilang. Inilah damai sejahtera Kristus yang
llah tawarkan kepada kita. Kemenangan secara lahiriah semata tanpa adanya
kemenangan dalam diri itu tidak menjamin kita menjadi puas dan bebas dari beban
rasa memusuhi. Tapi kita kini sudah tahu dan mau menjalani bagaimanan semakin
hari semakin menaklukkan diri ini di dalam Kristus dan kepada Kristus. Inilah
Kekristenan itu, kita akhirnya dituntun oleh Firman Hidup yang tinggal di dalam
kita untuk memenangkan kita setiap hari dari dalam diri kita, hinga kita tidak
terjajah lagi oleh berbagai beban rasa dunia yang menjadi sumber derita bagi
banyak orang.

No comments:
Post a Comment