“Kemudian
saya mengatakan lebih banyak lagi .. Tuhan
Yesus
… Tuhan Yesus.’ Kemudian air itu berhenti sekitar 1 meter. Kemudian
kami
semua berdoa ‘Terima kasih Tuhan … oh terima kasih Tuhan Yesus.’ ”
kata
Hayati.
Dan
keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di
bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang
olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).
Suatu hari seorang Muslimah yang tinggal
di Aceh bermimpi. Malam itu dia bermimpi membangun sebuah rumah. Dia mengatakan
bahwa dindingnya sudah terbentuk, tetapi tidak ada atapnya. Disini juga
memeberikan simbol perlindungan. Kemudian dia melihat ada banyak orang
disekitarnya mengelilingi rumah tersebut di mana dia berada didalamnya.” Hayati
:
“Pada
saat itu saya sedang mencuci piring kemudian terjadi bencana Tsunami tersebut.
Pagi itu saya sudah menceritakan mimpi semalam kepada suamiku sebelum bencana
terjadi. Mungkin ini sebuah tanda bahwa banyak manusia akan meninggal. Saya
sudah memimpikan tadi malam. Kemudian beberapa menit kemudian gempa bumi itu
berhenti. Kemudian kami keluar, saya megatakan : ‘ayo kita keluar, ayo keluar.’
Kemudian saya melihat gulungan ombak laut tinggi sekali setinggi pohon. Saya
kemudian begitu bingung, berlari kesana kemari, kemudian kami masuk kedalam
sebuah masjid. Saya berteriak ‘ini rumah
Tuhan, ayo masuk, ayo semua nya masuk.’ Kemudian saya berdoa.”
Saat itu saya lupa bahwa saya seorang
Muslimah. Kemudian saya berdoa seperti orang Kristen. Kemudian saya berdoa
sambil menengadahkan tangan keatas dan berteriak , ‘Tuhan, oh Tuhan tolong
lindungi kami kali ini, tolong jangan hancurkan kami. Jangan marah kepada kami
Tuhan. Oh Tuhan, maafkan kami. Ampunilah segala dosa kami. Tuhan Yesus jangan meninggalkan
kami. Kemudian saya mengatakan lebih banyak lagi .. Tuhan Yesus … Tuhan Yesus.’
Kemudian air itu berhenti sekitar 1 meter. Kemudian kami semua berdoa ‘Terima
kasih Tuhan … oh terima kasih Tuhan Yesus.’ Semua orang pada saat itu percaya
bahwa Tuhan Yesus menyelamatkan kami pada saat itu. Tidak ada satupun yang
berpaling kepada kami tapi Tuhan Yesus melihat kami.
Dr. Randy Richards :
“Kemudian
mereka melarikan diri ke gunung. Pada saat mereka kembali banyak kerusakan yang
terjadi dimana-mana. Masjid-masjid rusak parah, dimana-mana. Dia (Hayati)
mengatakan ‘Kemudian saya tahu arti mimpi itu sebenarnya. Rumah itu belum
selesai dibangun, rumah itu belum ada atap, dan tidak ada perlindungan. Rumah
itu tidak mendapatkan perlindungan seperti masa nabi Nuh, setiap orang binasa.
Orang-orang disekitar rumah tidak siap, mereka lenyap’. Tetapi pada saat dia
(Hayati) mengatakan sesuatu kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan memilih untuk
menyelamatkan orang-orang ini. Dari kesaksian wanita itu, saya tidak tahu apa
maksud Tuhan. Tetapi Tuhan Yesus menyelamatkan mereka, dan kesaksiannya sudah
diberikan.”
Dan
keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah
kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang
olehnya kita dapat diselamatkan.”
(Kisah Para
Rasul 4:12).
Tuhan
Yesus memberkati. Tetap semangat. Tetap saling mengasihi manusia
apapun
keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati dan menguatkan kita
semuanya.
Amin.
No comments:
Post a Comment