Wednesday, October 10, 2018

KEBENARAN ALLAH


”Tuhan telah membuat segala kebenaran kita menjadi nyata,
marilah kita ceritakan di Sion perbuatan Tuhan Allah kita.”
Yeremia 51:10


Pada awal tahun ini, bersamaan dengan kasus bom Thamrin di Jakarta, publik kita dihebohkan dengan kasus kopi beracun yang mengakibatkan korban tewas Mirna Salihin. Jessica Wongso yang adalah teman dekat Mirna menjadi orang yang diduga kuat sebagi pelaku pembunuhan terencana itu. Sampai saat ini kasus tersebut menjadi perhatian publik dan menjadi amat pelik dengan adu saksi ahlinya yang alot. Para saksi ahli baik ahli toksikologi, ahli media IT, ahli forensik, dan banyak lagi para pakar yang diundang untuk menjadi saksi ahli dalam kasus tersebut saling beradu argumen untuk membela kepentingan klien masing-masing. Baik saksi ahli yang dihadirkan penuntut maupun pembela kedua belah pihak terlibat adu intelejensia yang alot.
    Mereka yang adalah praktisi hukum dan bukan orang awam hukum amat tertarik dengan kasus unik ini sebab kesulitannya bukti-bukti fisik yang kuat dan nyata yang dapat dijadikan pegangan untuk mengambil keputusan yang tepat dan seadil-adilnya. Dari kasus hukum yang pelik ini kita bisa menemukan sebuah barometer akan keadaan rapuhnya manusia dalam usaha mencari kebenaran. Kita tidak hendak mengecilkan atau menyepelekan hukum sebagai alat manusia untuk memutuskan suatu perkara dan menertibkan kehidupan manusia tetapi jika kita menimba dengan seksama sepanjang sejarah manusia, sudahkah manusia mencapai kehidupan yang lebih baik antar sesama dengan hukum yang dia miliki?
     Pertanyaan itu saya sempat tanyakan pada beberapa mahasiswa saya yang notabene beberapa dari mereka adalah sarjana hukum. Mereka terdiam dan raut wajahnya seolah mengatakan bahwa memang hukum manusia hingga saat ini belum pernah menjadi solusi untuk kehidupan yang lebih baik. Malah kita sering melihat bagaimana hukum diadu sedemikian rupa oleh berbagai kepintaran manusia untuk kepentingan masing-masing sebagaimana kita lihat terjadi alot dalam persidangan kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica.
Manusia sejak dahulu berusaha saling memperbenar diri, ya itu terjadi sejak manusia kehilangan kebenaran Allah dalam dirinya akibat dosa. Sejak itu manusia saling berselisih sebab saling memperbenar diri dan berlelah-lelah dalam upayanya mencari pembenaran dan kebenaran. Jika manusia tidak bertemu dengan Kebenaran dan pembenaran bagi dirinya maka konflik adalah hal yang lumrah dalam kehidupannya. Itu realita yang terjadi di dalam hidup ini. Namun syukur kepada Allah sebab Dia berkenan mendatangkan Kebenaran dan Pembenaran bagi manusia itu lewat Pribadi Yesus Kristus. Agar di dalam Dia manusia beroleh Kebenaran dan Pembenaran dari Allah. Aagar di dalam Yesus manusia berhenti dari lelahnya mencari pengakuan dan pembenaran dunia serta bahagia dipuaskan oleh pembenaran dan pengakuan Allah. Sebenarnya inilah yang bisa memuaskan hasrat kita manusia, apa yang kita cari dalam dunia ini sebenarnya hakikinya ada dalam Yesus.
     Marilah kita selalu meminta pendalaman secara pribadi dengan Allah agar semakin hari kita semakin menikmati KebenaranNya dan PembenaranNya dalam hidup kita. Sebab itulah satu-satunya yang sanggup membebaskan diri kita dari berbagai tekanan dan pencarian dunia. Lihatlah mereka yang berseteru dan berselisih tiada henti, selesai perseteruan satu datang yang lain pula, itu tiada henti namanya. Tidakkah rugi dan menderita hidup seperti itu tanpa mau menikmati Yesus sebagai Kebenaran dan Pembenaran kita? Pengakuan dunia atas kita itu tidak memberi kepuasan serta tidak kekal, sebab kedaan dunia berubah-rubah. Kadang kita dipersalahkan, kadang kita tidak bersalah, kadang kita diakui. Namun Yesus tak pernah berubah, Dia tetap bagi kita. Pengakuan dan PembenaranNyalah yang kita perlukan. Agar hidup kita bebas dan tidak bergantung pada dunia hingga kita lelah oleh hidup. Ayat di atas telah menunjukkan kepada kita bahwa Allah telah membuat Kebenaran kita menjadi nyata, ya dalam Yesus dan lewat Yesus saja. Marilah kita menceritakan di Sion perbuatanNya. Menyaksikan KebenaranNya dalam hidup kita.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...