Siapa tidak kenal Julius Caesar, seorang diktator terkenal Romawi kuno yang bergelimang prestasi kekuasaan dan penaklukkan. Jenderal besar ini hidup antara 100sm – 44sm. Dia memulai karirnya sebagai anggota senat di kekaisaran Romawi dan terkenal amat lihai dalam berpolitik serta jago strategi perang. Pada 71sm dia terpilih menjadi Quaestor di sebuah propinsi di Spanyol selatan dan berlanjut dia menjadi seorang konsul sekaligus Praetor di Spanyol pada 61sm. Keberhasilannya dalam menyatukan wilayah jajahan Romawi di Sapnyol di bawah pemerintahannya untuk kemudian membayar pajak utuh ke Roma membuat dia diangkat menjadi Konsul dan mengalahkan dua lawan politiknya di Roma yaitu Pompey dan Crassus. Sang Jenderal kini sudah berada di pusat Kekaisaran.
Pada Maret 58sm Julius Caesar memimpin
penaklukkan atas Gaul (sekarang Prancis). Bersama prajuritnya yang loyal dan
disiplin mereka berhasil mengalahkan suku-suku di Gaul dan bangsa Helvetia.
Tidak berhenti di situ, Jerman yang kala itu masih menjadi duri bagi Romawi
turut dikalahkan Caesar. Saat pertempuran di Gaul Caesar dikepung oleh bangsa
Belgae dan Nervia juga. Namun sekali lagi total seluruh wilayah Gaul jatuh ke
tangan Caesar. Roma pun bersuka atas kegemilangan ini. Namun lawan-lawan politik Caesar di Roma
termasuk Pompey amat berang dan merasa tersaingi. Pada 55sm Caesar masih asyik
memperluas wilayah Romawi di seputaran Eropa barat. Kali ini Britania (sekarang
Inggris) adalah sasarannya. Namun kegigihan orang-orang Briton membuat Caesar
terpukul mundur. Kekalahan ini membuat
Caesar kembali fokus menguasai Gaul dan meredam segenap pemberontakan di sana.
Di kemudian hari sejarah mencatat bahwa Caesar berhasil pula menaklukkan
Britania setelah dia memimpin penyerangan dengan terlebih dahulu membakar
kapal-kapal mereka sendiri. Para prajurit Romawi tidak ada jalan lagi untuk
kembali pulang selain bertarung habis-habisan agar menguasai daratan di depan
mereka.
Pada 50sm Caesar kembali ke Romawi dan
terjadi gejolak politik yang rumit di sana. Caesar bahkan harus memimpin
pasukannya mengelilingi Roma dan menundukkan setiap pihak yang bertentangan
dengannya. Perang saudara antara Caesar dan Pompey akhirnya tidak terelakkan.
Pompey yang saat itu menguasai Makedonia mengumpulkan kekuatan dan menghalau
serangan Caesar. Pertempuran besar terjadi di Dyrrachium, dan Pompey beserta
angkatan berkudanya yang terkenal itu akhirnya takluk. Markas mereka diduduki
Caesar namun Pompey berhasil meloloskan diri. Caesar tetap berniat menghabisi
lawan politiknya itu agar tidak ada lagi hambatan meraih kursi kaisar nanti.
Kabarnya Pompey mencari perlindungan di Mesir pada Ptolemy yang saat itu
memerintah Mesir bersama saudara tirinya yang cantik ratu Cleopatra. Ketika
Caesar pergi ke Mesir dengan segenap kekuatannya mereka disambut dengan baik
oleh Ptolemy dan hadiah di depan mata ternyata adalah kepala Pompey musuh
bebuyutannya. Meski senang tapi Caesar merasa Ptolemy telah melecehkan harkat
pejabat Romawi. Ratu Cleopatra melihat peluang bagus untuk mendekati Caesar
sebab ia yakin Caesar adalah pemimpin masa depan Rowa. Dia menjalin hubungan
asmara dengan Caesaryang membuat sang Jenderal haus kekuasaan itu betah
berlama-lama di Alexandria Mesir. Belakangan Ptolemy muak dan berontak melawan
Caesar namun pertempuran dahsyat yang pecah di Alexandria serta di laut tengah
itu menghasilkan kekalahan dan kematian bagi Ptolemy. Setelah Cleopatra
mengandung, Caesar menuju Asia kecil (sekarang Turki) dan meruntuhkan kekuasaan
Parnaches di sana. Di sanalah terkenal semboyannya “Vini, Vidi, Vici” atau “aku
datang, aku lihat, dan aku menang.” Pada Oktober 47sm Caesar kembali dinobatkan
sebagai Kaisar diktator untuk kedua kalinya dengan mahkota daun kebanggaan
Romawi.
Belum lama dilantik datanglah kabar dari
Afrika utara. Anak-anak Pompey memimpin 14 legiun dan menyatukan kekuatan
Afrika utara melawan Roma. Caesar kembali ke Mesir dan mulai melakukan
penaklukan terhadap gerakan baru ini. Pertempuran hebat terjadi di Thapsus pada
46sm. Pada Oktober 46sm Caesar kembali ke Roma dengan penuh kejayaan perang.
Para tawanan dijadikan tontonan sebelum dieksekusi dan hidangan pesta mencapai
22 ribu meja. Caesar banyak membangun bangunan-bangunan megah di masa jayanya
untuk membuat dia tetap dikenang. Atas saran istrinya Cleopatra, dia menobatkan
dirinya sebagai dewa Romawi. Kemenangannya yang dianggap setara dengan
Aleksander Agung dari Athena yang melegenda itu menjadi alasan atas klaim
tersebut. Nah, pada Desember 46sm kembali sisa-sisa anak Pompey yang ternyata
masih hidup menyulut perang. Kali ini mereka membangun kekuatan di Spanyol.
Pertempuran besaar kembali terjadi dan untuk pertama kalinya Caesar merasakan
maut hampir di depannya. Dia berkata telah berkali-kali menang dan baru kali
itu dia harus bertempur hanya untuk bertahan hidup dan bukan untuk menang.
Namun akhir dari perang itu tampaknya masih berpihak pada sang jenderal. Lebih
dari 30 ribu musuh tewas dan dikalahkan.
Di Roma Caesar amat disegani rakyat.
Mereka sangat mengidolakan dia, namun para senator dan bangsawan banyak yang
memusuhinya. Mereka muak dengan tingkah sok kuasa dan haus kekuasaan Caesar.
Apalagi sejak 18 Maret 44sm di mana Caesar menobatkan dirinya sebagai diktator
seumur hidup dalam Ides of March yang diyakininya sebagai suratan takdirnya.
Hal itu mulai memancing kemarahan sejumlah senator yang segera melakukan
pertemuan-pertemuan rahasia. Adalah senator Longinus pemrakarsa dan pemimpin
dari pertemuan itu. “Kita harus bersatu dan membunuh Caesar” ujar mereka
sepakat dalam rapat rahasia itu.
|
Caesar saat ditikam beramai-ramai
|
Apa yang dapat kita timba dari fakta
sejarah di atas? Kita jadi ingat ungkapan penuh makna dan wahyu dari Tuhan
Yesus di malam saat Dia akan ditangkap dan diserahkan. Saat itu Petrus
mengambil sebilah pedang dan menyambar telinga Malkus hingga putus. Namun Yesus
mengambil telinga itu dan menyembuhkan Malkus sambil menyuruh Petrus
menyarungkan pedangnya kembali. “Barangsiapa menggunakan pedang akan binasa
oleh pedang” ujar Yesus, (Matius 26:51-52).
Sejak dosa masuk ke dalam dunia maka hukum
karma atau hukum alam berlaku atas manusia. Apa yang diungkapkan Yesus di atas
menyatakan realita itu. Bahwa hukum tabur tuai secara dunia itu pasti berlaku.
Manusia yang hidup hanya untuk mencari kepuasan dunia semata akan berputar-putar
dan mengalami resiko dari hukum dosa atau hukum karma itu. Bagi kita yang sudah
terima Yesus dan selalu tinggal di dalam Dia, kita mengalami hukum Kasih
karunia Allah. Hukum yang membebaskan kita dalam kebenaranNya yang memerdekakan
dari berbagai tuntutan hukum dosa dunia. Kita tidak lagi bersikap sebagaimana
dunia dan mencari dunia semata tetapi kini beroleh kasih sukacita dan sejahtera
Allah untuk kita nikmati dan usahakan setiap hari. Inilah yang membuat kita
menabur Kristus dalam segala hal dan menuai Kristus dalam segala hal. Dalam hal
ini tidak ada lagi kerugian dan kesusahan duniawi bagi orang percaya.
Lihatlah kegelimangan dunia yang tercermin
dari kisah hidup Julius Caesar. Dia mencapai segala sesuatu dengan penuh jerih
lelah ambisi dan hanya untuk berakhir tragis oleh senatornya sendiri. Banyak
istilah jika mati tidak ada yang kita bawa sedikitpun dari dunia ini. Ya benar
adanya, namun terlebih benar lagi bahwa kita membawa Kasih Kristus yang tinggal
tetap dan kekal bersama kita sampai kita mati sekalipun dan hidup bersama
dengan Dia nanti. Jadi mereka yang hanya hidup sebatas dalam dunia ini dan
mencari segala ambisi dalam dunia akan berakhir sebagaimana dunia berakhir
yaitu fana. Itulah karma akibat dosa yang ada dalam dunia. Tapi kita dikatakan
sudah bukan milik dunia lagi tapi milik Allah dalam Kristus. Jadi kita sekarang
tahu bahwa dalam apapun juga kita hendak mencari Dia, menikmati Dia, dan
memuliakan Dia, tidak semata untuk kepuasan duniawi. Inilah hidup yang sesungguhnya
yang Tuhan nyatakan kepada kita oleh Yesus Kristus. Agar oleh hidup seperti
itulah maka kita menikmati kekekalan dan bukan karma dosa yaitu kefanaan.
No comments:
Post a Comment