Saturday, October 27, 2018

Kerajinan yang membawa nikmat


“Tangan orang rajin memegang kekuasaan,tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.”
Amsal 12:24



     Kehidupan dalam dunia menuntut kita untuk rajin dan bekerja keras.Allah pun menginginkan kita menjadi orang-orang yang rajin.Perbedaannya dalah tuntutan dunia membawa kita pada perbudakan berbagai keinginan dan pencarian yang tiada habisnya tanpa pemuasan sejati.Seperti usaha menjaring angin yang sia-sia adanya.Secara lahiriah ada terkumpul banyak harta benda dan uang.Tapi secara batiniah mengalami berbagai kemiskinan dan tanpa pemuasan sejati.Sementara kerajinan Allah bagi kita adalah kerajinan yang membawa pemuasan sejati,yang tidak didasari tuntutan hidup yang membebani tapi didasari oleh kasih dan syukur kepada Allah.Inilah kerajinan sejati yang membawa nikmat dan kebebasan tanpa beban.Kerajinan yang tidak kehilangan motivasi di saat banyak tantangan,kerajinan yang tidak kehilangan semangat di saat gagal.Jika kita kehilangan motivasi dan gagal maka kembalilah kepada Kristus.Dialah motivasi dan semangat kita dalam segala upaya kerajinan kita.Allah punya banyak jalan bagi kita sesuai keadaan hidup kita dan pribadi kita masing-masing.
     Kerajinan dalam Kristus dan oleh Kristus mendatangkan kekuasaan.Ini tidak semata dinilai lahiriah sebagai orang yang akan memegang suatu kekuasaan sebagai pemerintah,bos perusahaan,atau ketua organisasi.Tapi ini adalah kekuasaan yang nyata dalam hidup kita lewat kerajinan itu.Kerajinan yang mencerminkan bahwa kita orang yang memiliki kuasa dalam diri kita,kuasa dalam penguasaan diri,kuasa dalam hikmat menghadapi hidup dan pekerjaan.Tangan yang rajin mendatangkan kekuasaan.Kerajinan Allah mendatangkan kekuasaanNya dalam diri kita,menjadikan kita pribadi yang berkuasa atas diri kita oleh karena Dia dan di dalam Dia,bukan oleh karena kita sendiri.Inilah kuasa yang sesungguhnya,kita menikmati kuasaNya dan menikmati kekuasaan dalam kerajinan kita itu.Menjadikan kita sebagai penguasa atas pekerjaan kita dan bukan budak dari pekerjaan kita.Di sinilah letak perbedaan antara kerajinan manusia duniawi dan manusia rohaniah milik Allah.Kerajinan dunia membawa kita menjadi budak pekerjaan dan kerajinannya,tapi kerajinan Allah membawa kita menjadi penguasa atas pekerjaan dan kerajinan kita.
     Terkadang usaha kerajinan kita didasari kekuatiran dan ketakutan hidup.Tidak salah sebab demikian adanya pribadi manusiawi kita yang lemah,yang keliru adalah jika itu semua tidak dibawa dalam Kristus.Dalam Kristus kita menikmati kerajinan dan upaya kita itu semakin nikmat tanpa beban kuatir dan takut.Dasar dari kerajinan atau usaha kita amat berpengaruh pada diri kita dan orang-orang di sekitar kita.Ada banyak rumah tangga hancur akibat salah paham karena menjadi amat sensitif dalam hal pekerjaan.hal itu disebabkan dasar kerajinan dan usahanya adalah takut,kuatir,harta,dan uang semata.Bukan pada takut dan kuatir  inti dari kesalahannya,bukan pula pada keinginan harta inti dari kesalahannya tapi inti kesalahan terletak pada tidak menyerahkan semua itu di dalam Kristus sebagai kemurnian dan kerajinan sejati kita.Jika kepuasan yang kita cari,mengapa kita harus bersusah payah mencarinya dalam tuntutan? sementara kita tidak pernah menikmati hasil yang kita capai karena ternyata kita ada di dalam lingkaran waktu dari pekerjaan yang tidak lagi menjadi syukur tapi menjadi rutinitas tuntutan hidup.Tapi saat kita belajar setiap hari menyerahkan segala usaha dan kerajinan kita di dalam Kristus maka kita akan menikmati rutinitas itu sebagai ibadah hidup yang membebaskan.
     Ada banyak orang kehilangan sikap ramah dan gampang emosi atau bersikap arogan dalam pekerjaannya karena bekerja dalam tuntutan hidup.Secara lahiriah tampak rajin dalam rutinitas pekerjaannya tapi ketika itu menjadi suatu paksaan bagi dirinya maka itu sesungguhnya wujud dari kemalasan.Keterpaksaan membawa kemalasan dan beban adanya.Secara lahiriah rajin tapi kerajinan dunia bukanlah kerajinan Allah.Kerajinan dunia yang tanpa mengandalkan Allah sebenarnya adalah wujud kemalasan yang sesungguhnya.Kemalasan manusia yang tidak mau menyerahkan dirinya kepada Allah dalam penguasaan Allah.Dasar bekerja dan kerajinan secara dunia membawa keterpaksaan,dan beban dalam bekerja.Hingga yang terjadi adalah saling merugikan dan kehilangan kasih dalam pekerjaan.Kehilangan kasih akan diri sendiri karena terlalu diperbudak tuntutan dunia untuk terus berupaya keras seolah tanpa batas ataupun kehilangan kasih kepada sesama karena hanya dikuasai ketamakan.

     Jangan diperbudak lagi oleh apa yang tidak kita sadari.Kristus sudah datang dan tinggal di dalam kita.Dialah yang membebaskan kita dari hari ke hari untuk semakin menikmati hidup ini di dalam Dia.Mari kita saling menguatkan dalam keberimanan kita yang satu di dalam Kristus.Kita saling menguatkan bahwa kita bukan lagi bekerja semata untuk dunia tapi untuk Allah.Jika pekerjaan itu untuk Allah maka nikmat adanya dan penuh kebebasan.Bukan berarti saya sudah lebih menikmati itu lebih dari saudara tapi saya pun belajar dan kita semua belajar bersama dari Guru kita yang sama yaitu Kristus untuk kita semakin masuk di dalam kebebasan dan kenikmatan hidup yang sudah Dia berikan.Amin.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...