Thursday, October 18, 2018

Allah yang menghidupkan

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”
Lukas 20: 38
“Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
Yohanes 5: 24


Ada penurunan makna kata hidup sejak manusia jatuh dalam dosa. Kata hidup ini mencerminkan sebatas mahkluk hidup yang bisa bernafas, bertumbuh dan bergerak. Ada juga menganggap hidup itu jika sudah menikmati nikmatnya bersantai dan nyamannya liburan istirahat. Ada juga menikmati bahwa hidup itu berarti jika bisa terus eksis di manapun berada. Lucu juga jika melihat kenyataan sekarang di mana manusia rajin sekali on line di media sosial dan tampaknya itu sudah menjadi bagian dari eksistensi untuk menunjukkan hidupnya. Sebenarnya hidup yang bermakna dunia jauh berbeda dengan hidup yang Allah maksudkan dan tawarkan di dalam Yesus Kristus. Hidup yang sesungguhnya yang menguasai diri sendiri, menguasai situasi dan akhirnya menguasai dunia ini. Yang di maksudkan adalah hidup yang dikatakan Alkitab tidak mudah layu dan tidak mudah rapuh. Hidup yang tidak akan binasa oleh maut akibat upah dosa. Hidup itu hanya ada di dalam Yesus Kristus. Bersyukur jika saudara sudah menerima Dia secara pribadi. Kita hanya perlu untuk semakin mendalami Dia di seumur hidup kita.
Lihatlah hidup yang sebatas makna dunia atau yang hanya dinikmati dan dihikmati secara dunia dan tanpa Allah. Banyak orang berteriak meraung dalam batin mereka yang tidak putusnya mencari hidup dalam dunia ini namun yang ditemukan hanyalah ikatan ketidakpuasan dan beban tanpa henti dalam berbagai realita hidupnya. Tidakkah kita mau untuk lepas dari hidup seperti itu? Dan apakah itu benar-benar Hidup? Tidak bukan? Sebab Hidup yang sesungguhnya dan kualitasnya itu nyata dan ada dalam Yesus. Lihatlah bagaimana Yesus telah membuktikan dalam tubuh jasmani manusia Dia sanggup menghadapi segala sesuatu dan Dia mampu, Dia menang, itulah hdipu. Tetap damai dan tenang penuh harapan dalam keadaan sesulit apapun.

Jika manusia masih berusaha mencari hidup dari dunia ini untuk membuat dia merasakan hidup yang sesungguhnya maka dia akan berputar dan berlelah-lelah dalam pencarian itu. Sebab jika kita renungkan seandaian seisi dunia ini kita miliki, apakah itu akan membuat kita benar-benar hidup? Tentu tidak bukan? Malahan Yesus pernah berkata bahwa apalah artinya seseorang memiliki seisi dunia tapi tidak memiliki hidup di dalamnya dan binasa? Kata binasa ini bukan menunjuk pada kematian secara jasmani yaitu berhenti bernafas tetapi menunjuk pada kematian kekal dalam maut akibat dosa. Saudara bisa mengerti  bukan apa yang dimaksud dengan kebinasaan kekal itu berujung di mana? Tidak usah bayangkan dulu soal neraka, sebab terpisah dari Allah itu amat pedih dan derita lebih dari sekedar api. Allah yang adalah sumber segala kepuasan dan damai dan kita terpisah dengan Dia selama-lamanya, betapa ngerinya keadaan itu. Namun syukur kita tidak demikian sebab kita sadar kini bahwa kita butuh Hidup di dalam Dia. HidupNya yang berkenan DIa berikan kepada kita, yaitu itu yang menghidupkan kita sejak saat ini untuk menghadapi dunia ini dengan tegak dan berani. Hidup yang mengantar kita hingga pada kehidupan Kekal. Dia Allah orang hidup, ya sebab di dalam Dia semua orang hidup. Mereka yang hanya mau menikmati dunia ini saja dan tanpa Allah maka sesungguhnya sudah mati di hadapan Allah, sebuah kematian rohani yang sebenarnya memberi penderitaan batin. Secara luaran mungkin tampak tidak begitu nyata tetapi di dalam batin setiap mereka itu jelas terasa bagaimana mereka tertekan oleh ikatan ketidakpuasan hidup dalam tuntutan berbagai nafsu. Mari nikmati Yesus sebagai Hidup di dalam diri kita dan realita hidup kita yang dijalani sehari-hari.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...