“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab
di hadapan Dia semua orang hidup.”
Lukas 20: 38
“Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar
perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang
kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam
hidup.”
Yohanes 5: 24
Lihatlah hidup yang
sebatas makna dunia atau yang hanya dinikmati dan dihikmati secara dunia dan
tanpa Allah. Banyak orang berteriak meraung dalam batin mereka yang tidak
putusnya mencari hidup dalam dunia ini namun yang ditemukan hanyalah ikatan
ketidakpuasan dan beban tanpa henti dalam berbagai realita hidupnya. Tidakkah
kita mau untuk lepas dari hidup seperti itu? Dan apakah itu benar-benar Hidup?
Tidak bukan? Sebab Hidup yang sesungguhnya dan kualitasnya itu nyata dan ada
dalam Yesus. Lihatlah bagaimana Yesus telah membuktikan dalam tubuh jasmani
manusia Dia sanggup menghadapi segala sesuatu dan Dia mampu, Dia menang, itulah
hdipu. Tetap damai dan tenang penuh harapan dalam keadaan sesulit apapun.
Jika manusia masih
berusaha mencari hidup dari dunia ini untuk membuat dia merasakan hidup yang
sesungguhnya maka dia akan berputar dan berlelah-lelah dalam pencarian itu.
Sebab jika kita renungkan seandaian seisi dunia ini kita miliki, apakah itu
akan membuat kita benar-benar hidup? Tentu tidak bukan? Malahan Yesus pernah
berkata bahwa apalah artinya seseorang memiliki seisi dunia tapi tidak memiliki
hidup di dalamnya dan binasa? Kata binasa ini bukan menunjuk pada kematian
secara jasmani yaitu berhenti bernafas tetapi menunjuk pada kematian kekal
dalam maut akibat dosa. Saudara bisa mengerti
bukan apa yang dimaksud dengan kebinasaan kekal itu berujung di mana?
Tidak usah bayangkan dulu soal neraka, sebab terpisah dari Allah itu amat pedih
dan derita lebih dari sekedar api. Allah yang adalah sumber segala kepuasan dan
damai dan kita terpisah dengan Dia selama-lamanya, betapa ngerinya keadaan itu.
Namun syukur kita tidak demikian sebab kita sadar kini bahwa kita butuh Hidup
di dalam Dia. HidupNya yang berkenan DIa berikan kepada kita, yaitu itu yang
menghidupkan kita sejak saat ini untuk menghadapi dunia ini dengan tegak dan
berani. Hidup yang mengantar kita hingga pada kehidupan Kekal. Dia Allah orang
hidup, ya sebab di dalam Dia semua orang hidup. Mereka yang hanya mau menikmati
dunia ini saja dan tanpa Allah maka sesungguhnya sudah mati di hadapan Allah,
sebuah kematian rohani yang sebenarnya memberi penderitaan batin. Secara luaran
mungkin tampak tidak begitu nyata tetapi di dalam batin setiap mereka itu jelas
terasa bagaimana mereka tertekan oleh ikatan ketidakpuasan hidup dalam tuntutan
berbagai nafsu. Mari nikmati Yesus sebagai Hidup di dalam diri kita dan realita
hidup kita yang dijalani sehari-hari.

No comments:
Post a Comment