Thursday, June 27, 2019

SEPERTI APA SEBENARNYA MENOLAK KRISTUS? DAN APA SAJA ALASAN ORANG MENOLAK DIA?

Penolakan Kristus masih terjadi hingga kini dalam Kekeristenan sendiri (orang Israel secara rohani).
    Menolak Yesus sebenarnya bukan sebatas dan sedangkal seperti yang kita bandingkan dan lihat dari keadaan dan respon bangsa Yahudi terhadap Yesus Kristus namun penolakan terhadap Kristus ini ditinjau lebih jauh ke dalam hingga kita menemukan siapa sebenarnya yang menolak Dia dan mengapa demikian. Sebab dewasa ini sebenarnya terlalu banyak pihak yang masih menolak Dia dalam arti belum benar-benar mau dan rela menerima Yesus Kristus sebagai Pribadi yang hendak menguasai dirinya. Dalam hal ini sangat erat kaitannya pula dengan penyerahan diri sebagaimana yang sudah dibahas pada bab sebelumnya. Ini yang saya temui dan alami ketika saya memberitakan Yesus Kristus secara utuh, secara Pribadi, Dia sebagai Pribadi yang sempurna dan utuh semua ada dan bersumber dari Dia. Di sini saya menemukan bahwa masih terlalu banyak orang yang bahkan sudah melayani Yesus pun tetapi masih belum sepenuhnya mau dan sadar untuk mengakui Yesus Kristus sebagai segala-galanya dalam hidupnya. Tidakkah ini ironi? Mari kita bahas bersama.

1. Menolak Kristus karena jabatan
     Pada Matius 27:11-26 tertera bagaimana sikap Pilatus terhadap Yesus dan perkara yang dihadapkan kepadanya. Dia harus memilih antara desakan massa yang hendak menyalibkan Yesus yang sebenarnya Pilatus pun tahu bahwa Yesus tidak bersalah atau dia harus membebaskan Yesus dengan konsekuensi terjadi kerusuhan besar dan bahkan perang bisa pecah kembali terhadap kekaisaran Roma di Israel. Pilatus telah mendapat peringatan sebelumnya dari kekaisaran pusat di Roma agar tidak boleh ada kerusuhan atau perlawanan lagi di Israel. Jika itu sampai terjadi maka dia akan kehilangan jabatannya, ditarik kembali ke ibukota Roma atau bahkan dihukum mati karena gagal dalam tugas. Demi keamanan jabatannya dia akhirnya mengambil langkah “tengah” cuci tangan namun ini sama halnya dengan turut membiarkan kebenaran dihakimi. Dalam beberapa tahun kemudian setelah pergantian gubernur yang baru untuk wilayah Yudea beliau malah dicopot dari jabatannya sebagai wali negeri di Yerusalem.
     Ada juga yang enggan mengakui Yesus Kristus secara pribadi karena merasa akan semkin terkucil dan adanya tekanan oleh pihak yang lebih tinggi tempat mereka bergantung, Yohanes 12:42. Namun saya menemukan bahwa ini bisa juga berlaku secara pribadi pada setiap individu dalam arti semua orang punya aspek dan keadaan yang sama dalam hal takut terkucil atau dalam tekanan sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya dalam hal mengapa tidak bisa mengakui Kristus dalam dirinya. Ada orang-orang yang akan merasa terkucilkan jika dia mengakui Kristus dan harus meninggalkan segala kemauan dan gaya hidupnya, ini bukan sekedar kehilangan teman atau relasi tetapi lebih kepada keadaan pribadi orang tersebut yang merasa tidak akan terpuaskan hasrat hidupnya jika harus menerima dan mengakui Kristus semakin dalam. Dalam tahap ini tidak peduli apakah seseorang itu pelayan Tuhan yang setenar dan sehebat apapun itu bukan jaminan bahwa dia telah dalam zona kesatuan dengan pribadi Kristus dalam arti telah masuk pada pengakuan batin akan Kristus secara total. Sebab pemakaian Allah dan karunia Allah tidak sama halnya dengan penyatuan dan penundukan diri dalam pengakuan akan Dia. Pemakaian ataupun talenta karunia seseorang dalam pelayanan tidak menjadi ukuran sejauh mana pemberian dirinya dan pengakuannya kepada Kristus. “sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah,” Yohanes 12:43.
     Ada juga tidak mengakui Kristus karena beratnya tekanan diri sendiri yang butuh dipuaskan lewat kebebasan karakternya. Banyak orang ingin memberi diri dengan caranya sendiri yang sesuai keinginan hatinya. Inilah diperlukan sikap yang mau rela memberi diri mau mengenal Dia semakin dalam dan menyatu dengan kehendakNya. Ketika kita sanggup menundukkan diri sesuai kehendaknya yang hendak mengambil alih diri kita seutuhnya agar dosa tidak berkuasa lagi atas kita maka kita akan temui bahwa semua yang kita kehendaki akan dimurnikan dan menikmati suasana baru dalam pengiringan akan Dia, bukan lagi beban hukum tetapi di bawah hukum yang memerdekakan sebab Kristus telah bekerja sebagai Pribadi di dalam kita.
    Sebetulnya  masih merupakan hal yang dangkal di mana orang menolak Yesus Kristus untuk semakin bertahta dan diakui dalam dirinya karena jabatan atau kedudukan sosial. Saya banyak kali menemui di mana ketika pemberitaan tentang Kristus yang kita sampaikan jika itu sudah bersifat menyatakan KepribadianNya yang harus diakui total maka para pendengar yang merasa ego dan gengsi dengan jabatan dan hanya lebih menilai pemberita dari status atau strata sosial mereka cenderung akan meolak kebenaran Kristus. Secara lahiriah mereka mengakui Dia tetapi untuk lebih diakui dalam batin dan Roh mereka sebetulnya masih erat membantah Kristus.

2. Menolak Kristus karena kepintaran
    Golongan lain yang menolak Kristus secara rohani adalah kalangan cendekiawan yang bahkan golongan teologis sendiri yang jika mereka masih menaruh seluruh iman mereka untuk diukur secara logika maka mereka cendrung akan selalu menilai segala sesuatu harus berdasar ukuran teoritis dan metodologi seusia standar pengetahuan mereka. Ini akan sulit mereka pahami sebab Kristus tidak bisa diukur sebatas akal dan kemampuan bernalar manusia.
“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:18-20
Dari penggalan ayat di atas kita mendapati betapa luas Keilahian pribadi Kristus yang secara logika manusia tidak akan dapat ditelaah. Namun itu akan kita ketahui secara utuh berangsur-angsur saat kita mulai rela masuk dalam kepenuhan Kristus, yaitu di mana kita semakin menyatu dengan pribadiNya yang ada di dalam kita. Memiliki pikiran Kristus yang sanggup menelaah segala sesuatu karena hanya dengan itulah kita bisa meneirma dan semakin mengenal Kristus yang luas itu. Kita akan semakin mengenal diri kita sendiri dan akhirnya secara alami kita akan tahu seperti apa itu manusia pada umumnya sebab Roh yang menilai segala sesuatu termasuk Allah sendiri itu ada dan telah luas bekerja di dalam kita secara dan sebagai pribadi. Sebab jika Dia masih bekerja di dalam kita sebagai karunia maka kita masih akan mengenal Dia secara karunia , jika Dia masih bekerja di dalam kita secara hukum, maka kita akan mengenal Dia secara hukum pula. Namun ada saatnya jika kita selalu rela meminta akan pemenuhnNya atas diri kita secara pribadi maka kita akan mengenal Dia kini sebagai Pribadi dan Dia bekerja di dalam kita sebagai Pribadi. Di dalam Pribadi ada tercakup semua, baik karunia, berkat, hukum, iman, kasih, perbuatan dan sebagainya sebab Pribadi itu adalah Kristus di mana di dalam Dia segala sesuatu ada dan bermula.

3. Menolak Kristus karena sifat atau karakter
     Sifat dan karakter manusia pula dapat menjadi alasan kuat di mana manusia sulit menerima dan mengakui Keakuan Kristus dalam dirinya. Keakuan Kristus di sini maksudnya kepenuhan atau keutuhan pribadi dari Kristus. Sebenarnya setiap manusia sulit untuk menerima Allah dalam keberdosaan dan keterbatasan manusiawinya. Ada sisi besar di mana Kasih karunia Allah berperan penting dalam penerimaan awal manusia terhadap Kristus. Namun untuk selanjutnya di mana Kristus harus semakin utuh di dalam kita dibutuhkan penyerahan dan kerelaan diri untuk selalu meminta dan memberi diri kepadaNya.
     Setiap karakter sifat manusia yang kompleks dalam 4 dan 12 garis besar karakter manusia sebenarnya memiliki kesulitan masing-masing dalam mengakui Kristus. Saya melihat orang dengan kolaris sebagai sifat dominan akan sulit mengakui Kekuatan Kristus dalam dirinya sebab dia sendiri merasa kekuatan dirinya dan semangat serta tekad motivasi dirinya sendiri cukup kuat. Bahkan keadaan dirinya ini dibawa menjadi “doktrin iman” dalam dirinya dan kerap menjadi tolak ukur dalam menilai kehidupan rohani sesama. Padahal tidak ada manusia yang benar-benar kuat kecuali Kristus dan Kristus adalah Kekuatan kita sesungguhnya. Kristus akan benar menjadi kekuatan kita jika kita sudah mencapai titik pengakuan atas Dia bahwa kita sesungguhnya lemah dan tidak ada kekuatan apapun hingga hanya Dia yang menjadi kekuatan kita seutuhnya. Tekad, keyakinan, atau niat kuat dalam diri manusia itu bukanlah Iman sebagaimana standar kebenaran Allah tetapi itu adalah bagian dari sifat manusia yang amat kuat terasa dalam diri seorang kolaris. Iman tidak hanya diukur dari keyakinan kuat akan sesuatu untuk terjadi, tidak hanya diukur dari keyakinan akan mujizat, tekad kuat dan semangat diri tetapi Iman sebagaimana Kristus telah utuhkan dan nyatakan dalam diriNya adalah dinilai dalam segala aspek. Iman dilihat dari bagaimana sikap dan kasih kita pada sesama. Bagaimana penerimaan kita terhadap diri ini dan sesama. Bagaimana hidup kita yang semakin rela dipersembahkan menyatu dengan Kristus. Mengapa saya selalu menggunakan kata rela sebab dalam kemyataan yang saya dapati terlalu banyak orang Kristen yang sudah begtu aktif baik dalam ibadah ataupun pelayanan tetapi ketika Kristus diberitakan untuk diakui secara Pribadi sampai kedalaman batin mereka tampak menolak dan geram serta berat menerima. Inilah mengapa saya akhirnya menyadari bahwa amat dibtuhkan kerelaan diri untuk semakin masuk mengakui Kristus. Penyangkalan Kristus tidak hanya dinilai sedangkal pada langkah awal di mana orang yang tidak mau percaya Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat maka itu sajalah yang disebut menyangkal tetapi jika kita tidak mau dan masih berat untuk memberi diri mengakui Dia secara utuh dalam segala aspek hidup kita sampai pada kedalaman batin maka itu adalah penyangkalan Kristus.

4. menolak Kristus karena merasa berat kehilangan diri (dosa)
     Semakin meninjau dan meneiliti kedalaman batin dan diri kita manusia maka ditemui bahwa banyak orang sebenarnya dalam berbagi aspek alasan mengapa dia enggan mengakui Kristus itu disebabkan karena tidak mau kehilangan dirinya, kenyamanan dirinya, gaya hidupnya. Ini bukan sebatas bicara tentang keadaan diri yang berdosa secara lahiriah jelas tetapi ini berbicara tentang karakter setiap kita yang sebenarnya perlu dibersihkan, ditinggalkan, dan dibaharui. Kita tidak akan kehilangan ciri khas diri kita namun bedanya jika sudah masuk dalam pembaharuan dan pengakuan kepada Kristus adalah cirri karakter diri kita telah disertai pribadi Kristus, ada pemurnian pekerjaan Allah di dalamNya. Bagaimana Kristus semakin menguasi diri kita sebagaimana ayat yang mengatakan Dia harus semakin bertamabh dan kita semakin berkurang. Ini bukan berbiacara sebatas memuliakan Dia dalam pujian mulut, pujian ibadah liturgi, ucapan syukur, ataupun pekerjaan dan perbuatan baik tetapi memasuki area  Dia yang bertambah dan dipuji dalam diri kita, batin dan roh kita. Hati perasaan dan akal pikiran kita telah diisi keutuhan pribadiNya yang akan mengantar kita semakin menikmati pengakuan akan Dia. Inilah  awal kebebasan yang sesungguhnya yang Yesus Kristus berikan pada kita di mana ketika Dia yang diakui di dalam kita maka kita tidak akan lagi membantah Dia.  Tidak usah kita kuatir dengan menghadapi dunia dalam mengabarkan Kristus karena Kristus di dalam kita sudah tidak terbantahkan oleh kita atau sifat kita yang lekat dengan dosa. Jika kita sendiri sudah tidak bisa membantah Dia lagi maka dunia tidak akan bisa membantah Kristus yang kita sampaikan sebab meski mulut mereka membantah dan hati mereka menebal dengan amarah tersinggung dan sebagainya bantahan mereka hanyalah secercah ungkapan lahiriah dari pernyataan batin mereka yang tahu bahwa itu benar. Lihatlah bagaimanan para farisi dan mereka semua yang memusuhi Yesus Kristus dahulu, mereka membantah Dia dan berusaha menghentikan Dia dalam pemberitaanNya yang bersifat Rohani Batiniah namun mereka jelas tahu bahwa yang Dia sampaikan adalah kebenaran.

5. Membantah Yesus Kristus karena keberadaan dosa dalam diri
“Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”
Roma 7:22-23
     Dari penjabaran ayat di atas dan beberapa ayat dalam Roma 7 tentang hukum dosa atau pribadi/sifat/kodrat dosa dalam diri manusia maka inilah inti dan akar dari semua keengganan manusia untuk mengakui keutuhan Kristus dalam dirinya. Sebab sejak jatuh dalam dosa, dosa telah menjadi bagian erat dan melekat dalam diri manusia, dalam jiwa perasaan dan pikrannya serta dalam tubuh kehendak daging dan niatnya. Inilah yang membuat mengapa dikatakan setiap keinginan manusia adalah salah dan bertolak belakang dengan Allah. Inti yang membuat manusia tidak mau mengakui Kristus adalah pribadi dosa yang ada dalam dirinya. Hukum atau pribadi dosa ini adalah hakekat atau pribadi atau benih iblis yang ditanamkan dalam diri manusia dan melekat erat dengan manusia seolah-olah menjadi bagian dari manusia padahal sebenarnya itu bukan milik kita dan bagiannya kita. Hanya karena pemberian diri manusialah hingga itu masuk ke dalam diri manusia. Hanya kuasa Yesus yang sanggup melepaskan kita dan memenangkan kita dari hukum dosa itu.

    Semakin kita tinggal di dalam Yesus dan mengenal Kristus serta mengakuiNya maka kita akan mendapati Kristus yang semakin bertambah dan kita semakin berkurang adalah sesuungguhnya priabdi dosa yang lekat dengan kita itulah yang semakin dibersihkan, dihancurkan dan dilenyapkan. Inilah apa yang dikatakan perjuangan kita melawan dan mengalahkan diri kita sendiri yaitu menaklukan dosa yang bekerja di dalam kita. Sejak saya masuk pada pendalaman pribadi Kristus di dalam diri saya dan semakin mengakui Dia secara pribadi dan sebagai pribadi dalam diri saya maka saya mendapati bahwa nikmat adanya keadaan di mana kita semakin menundukkan diri dan segala kemauannya kepada Kristus. Bagi dosa ini adalah penjajahan tetapi bagi Roh ini adalah kebebasan sejati yang Tuhan berikan bagi manusia yang percaya dan mengakui Dia.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...