
Kolose 1:15-22
Pasti di antara kita sudah banyak yang
tahu atau pernah mendengar tentang sebuah tembok yang diberi nama tembok Berlin.
Tembok yang merupakan lambang dari perbedaan kedua ideologi yang berkembang
menjadi permusuhan dan perpisahan yang panjang. Hingga akhirnya di tahun 1990
persatuan terjadi setelah runtuhnya tembok itu. Tembok di antara Berlin timur
dan Berlin barat itu didirikan untuk memisahkan dua negara yang berselisih
yaitu Jerman barat dan Jerman timur. Di saat kekuasaan komunis di Jerman timur
mulai runtuh, tanda-tanda menuju perdamaian mulai tampak. Pada November 1989
hal yang mencengangkan terjadi, orang-orang menaiki tembok pemisah itu dan
mulai menghancurkannya. Tahun 1990 Jerman timur yang selama ini tertutup
terhadap usaha perdamaian akhirnya secara resmi turut membantu merobohkan
tembok tersebut. Runtuhnya tembok Berlin adalah awal menuju negara Jerman
bersatu kembali.
Saudaraku, ayat-ayat di atas menjelaskan
kepada kita akan tugas dan fungsi Yesus Kristus bagi manusia dan dunia. Dia
adalah pribadi pendamaian Allah bagi kita agar kita dapat menikmati indahnya
lagi hubungan damai dengan Allah. Tanpa perdamaian dengan Allah maka mustahil
manusia dapat menikmati kedamaian bahkan jika dia memiliki seluruh dunia ini
sekalipun. Kedamaian sejati hanya ada di dalam Allah saja. Beribu-ribu tahun
sebelum kedatangan Kristus manusia berusaha mencari dan menikmati kedamaian
dari dunia, namun yang didapati hanyalah kedamaian semu dan sia-sia. Tidak ada
kedamaian yang sejati di luar Allah.
Bangsa Israel dilatih Allah dalam upacara
pendamaian yang lahiriah sifatnya dan tidak kekal. Mereka harus berkali-kali
mempersembahkan berbagai macam jenis korban dalam berbagai macam upacara untuk
menikmati pendamaian dengan Allah. Semua hal itu adalah persiapan yang menunjuk
pada Yesus Kristus sebagai korban yang sempurna dan kekal sifatnya. Di dalam
Kristus marilah kita menikmati pendamaian dan perdamaian dengan Allah. Hingga
oleh itu pula barulah kita beroleh kesempatan untuk mulai menikmati kedamaian
sejati dalam dunia yang penuh kekacauan ini. Hati dan pikiran yang kacau dan
risau, serahkan itu di dalam Kristus sebagai kedamaian sejati kita. Hati yang
susah dan gundah serahkan itu di dalam Kristus sebagai kedamaian sejati kita.
Niscaya kita akan menikmati bersama bahwa Yesus adalah kedamaian bagi kita
dalam segala hal.
No comments:
Post a Comment