Wednesday, June 5, 2019

PENDAMAIAN UNTUK KEDAMAIAN


Kolose 1:15-22


     Pasti di antara kita sudah banyak yang tahu atau pernah mendengar tentang sebuah tembok yang diberi nama tembok Berlin. Tembok yang merupakan lambang dari perbedaan kedua ideologi yang berkembang menjadi permusuhan dan perpisahan yang panjang. Hingga akhirnya di tahun 1990 persatuan terjadi setelah runtuhnya tembok itu. Tembok di antara Berlin timur dan Berlin barat itu didirikan untuk memisahkan dua negara yang berselisih yaitu Jerman barat dan Jerman timur. Di saat kekuasaan komunis di Jerman timur mulai runtuh, tanda-tanda menuju perdamaian mulai tampak. Pada November 1989 hal yang mencengangkan terjadi, orang-orang menaiki tembok pemisah itu dan mulai menghancurkannya. Tahun 1990 Jerman timur yang selama ini tertutup terhadap usaha perdamaian akhirnya secara resmi turut membantu merobohkan tembok tersebut. Runtuhnya tembok Berlin adalah awal menuju negara Jerman bersatu kembali.
     Saudaraku, ayat-ayat di atas menjelaskan kepada kita akan tugas dan fungsi Yesus Kristus bagi manusia dan dunia. Dia adalah pribadi pendamaian Allah bagi kita agar kita dapat menikmati indahnya lagi hubungan damai dengan Allah. Tanpa perdamaian dengan Allah maka mustahil manusia dapat menikmati kedamaian bahkan jika dia memiliki seluruh dunia ini sekalipun. Kedamaian sejati hanya ada di dalam Allah saja. Beribu-ribu tahun sebelum kedatangan Kristus manusia berusaha mencari dan menikmati kedamaian dari dunia, namun yang didapati hanyalah kedamaian semu dan sia-sia. Tidak ada kedamaian yang sejati di luar Allah.

     Bangsa Israel dilatih Allah dalam upacara pendamaian yang lahiriah sifatnya dan tidak kekal. Mereka harus berkali-kali mempersembahkan berbagai macam jenis korban dalam berbagai macam upacara untuk menikmati pendamaian dengan Allah. Semua hal itu adalah persiapan yang menunjuk pada Yesus Kristus sebagai korban yang sempurna dan kekal sifatnya. Di dalam Kristus marilah kita menikmati pendamaian dan perdamaian dengan Allah. Hingga oleh itu pula barulah kita beroleh kesempatan untuk mulai menikmati kedamaian sejati dalam dunia yang penuh kekacauan ini. Hati dan pikiran yang kacau dan risau, serahkan itu di dalam Kristus sebagai kedamaian sejati kita. Hati yang susah dan gundah serahkan itu di dalam Kristus sebagai kedamaian sejati kita. Niscaya kita akan menikmati bersama bahwa Yesus adalah kedamaian bagi kita dalam segala hal.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...