
Ulangan 7:6-10.
Pada tahun 1994, pemilihan umum bebas
pertama di Afrika selatan mengantarkan Nelson Mandela sebagai presiden kulit
hitam pertama di Negara tersebut. “Mr. Mandela telah melakukan perjalanan
panjang dan kini berdiri di puncak bukit.” Ujar F.W De klerk seorang pemerhati
politik Afrika. Nelson Mandela sendiri mengatakan bahwa bagi orang Afrika
peristiwa itu adalah suatu tonggak sejarah baru yang tidak akan terlupakan. Dia
keluar dari penjara saja itu seperti tidak mungkin, apalagi jika menjadi presiden.
Namun akhirnya hal tersebut menjadi kenyataan.
Saudaraku, Kristus adalah bukti kesetiaan
Allah bagi kita. Oleh Dia maka kita mengenal dan melihat nyata seperti apa
kesetiaan Allah dalam hidup kita. Perjalanan hidup kita di dunia ini jika
diibaratkan sebuah pendakian yang panjang, yakinlah kalau puncak bukit itu
suatu saat akan kita capai bersama Dia. Tanpa Kristus bersama kita, maka beban
dan tindihan kewajiban membuat pendakian kita terasa amat berat dan tidak
mungkin.
Dalam ayat yang ke-9 dikatakan: “Sebab itu
haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan Allahmu, Allah yang setia, yang memegang
perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan berpegang
pada perintahNya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,”
Tidak
ada seorang pun yang mengasihi Allah jika Allah memakai standarNya yang utuh.
Maka dari itu Yesus Kristus datang ke dunia bagi kita, agar bagi mereka yang
menerima Dia dapat dibenarkan dan dimurnikan untuk mulai belajar mengasihi Allah
dengan standar Allah. Kristuslah standar kasih Allah. Dia dan seluruh
kehidupanNya selama di dunia ini telah menunjukkan bukti kasih yang benar bagi
Allah. Oleh Dia maka Allah dapat menunjukkan kasihNya pada dunia, dan oleh Dia
pula maka lewat kemanusiaanNya Dia mewakili kasih manusia kepada Allah dalam
kebenaran Allah. Sungguh pribadi yang luar biasa, suatu kesatuan utuh antara
Allah dan manusia yang benar. Oleh Dia kita mengenal kasih sejati dan di dalam
Dia kita diperhitungkan sebagai orang benar.
Dia adalah Allah yang setia yang akan
tetap menemani kita yang telah menerima Dia sebagai kasih sejati bagi kita. Melewati
berbagai medan yang terjal dan sulit, ingatlah Kristus setia bersama kita.
Melewati pendakian di tengah teriknya matahari, ingatlah Kristus bersama kita.
Sengat dan maut dunia ini tidak akan menjadi penghalang yang dapat melunturkan
semangat kita sebab Kristus telah lebih dahulu merasakan dan mengalahkan itu
semua bagi kita. Mari kita bersama sejak saat ini mulai masuk selalu dalam kesetiaanNya
dan merasakan itu dalam pendakian hidup ini hingga mencapai bukit dengan
sukacita.
No comments:
Post a Comment