Wednesday, June 5, 2019

ALLAH YANG SETIA


Ulangan 7:6-10.


     Pada tahun 1994, pemilihan umum bebas pertama di Afrika selatan mengantarkan Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama di Negara tersebut. “Mr. Mandela telah melakukan perjalanan panjang dan kini berdiri di puncak bukit.” Ujar F.W De klerk seorang pemerhati politik Afrika. Nelson Mandela sendiri mengatakan bahwa bagi orang Afrika peristiwa itu adalah suatu tonggak sejarah baru yang tidak akan terlupakan. Dia keluar dari penjara saja itu seperti tidak mungkin, apalagi jika menjadi presiden. Namun akhirnya hal tersebut menjadi kenyataan.
     Saudaraku, Kristus adalah bukti kesetiaan Allah bagi kita. Oleh Dia maka kita mengenal dan melihat nyata seperti apa kesetiaan Allah dalam hidup kita. Perjalanan hidup kita di dunia ini jika diibaratkan sebuah pendakian yang panjang, yakinlah kalau puncak bukit itu suatu saat akan kita capai bersama Dia. Tanpa Kristus bersama kita, maka beban dan tindihan kewajiban membuat pendakian kita terasa amat berat dan tidak mungkin.
     Dalam ayat yang ke-9 dikatakan: “Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan Allahmu, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan berpegang pada perintahNya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,”
Tidak ada seorang pun yang mengasihi Allah jika Allah memakai standarNya yang utuh. Maka dari itu Yesus Kristus datang ke dunia bagi kita, agar bagi mereka yang menerima Dia dapat dibenarkan dan dimurnikan untuk mulai belajar mengasihi Allah dengan standar Allah. Kristuslah standar kasih Allah. Dia dan seluruh kehidupanNya selama di dunia ini telah menunjukkan bukti kasih yang benar bagi Allah. Oleh Dia maka Allah dapat menunjukkan kasihNya pada dunia, dan oleh Dia pula maka lewat kemanusiaanNya Dia mewakili kasih manusia kepada Allah dalam kebenaran Allah. Sungguh pribadi yang luar biasa, suatu kesatuan utuh antara Allah dan manusia yang benar. Oleh Dia kita mengenal kasih sejati dan di dalam Dia kita diperhitungkan sebagai orang benar.
     Dia adalah Allah yang setia yang akan tetap menemani kita yang telah menerima Dia sebagai kasih sejati bagi kita. Melewati berbagai medan yang terjal dan sulit, ingatlah Kristus setia bersama kita. Melewati pendakian di tengah teriknya matahari, ingatlah Kristus bersama kita. Sengat dan maut dunia ini tidak akan menjadi penghalang yang dapat melunturkan semangat kita sebab Kristus telah lebih dahulu merasakan dan mengalahkan itu semua bagi kita. Mari kita bersama sejak saat ini mulai masuk selalu dalam kesetiaanNya dan merasakan itu dalam pendakian hidup ini hingga mencapai bukit dengan sukacita.



No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...