Saturday, February 2, 2019

Guru Sekolah Minggu dan Agama wajib tahu, Perkembangan kejiwaan beragama pada anak secara khusus di usia remaja.


          Setelah di atas kita telah meninjau pandangan umum tentang sifat–sifat  ketuhanan pada anak-anak maka kita masuk pada perkembangan jiwa ketuhanannya di usia remaja. Perkembangan sifat ketuhanan pada remaja dipengaruhi oleh faktor jasmani dan rohaninya yang berkembang oleh penghayatan diri maupun dorongan apa yang dia terima dari luar. Faktor-faktor yang menjadi penentu perkembangan itu adalah:
a.        Pertumbuhan pikiran dan mental
Remaja lebih bebas dalam berkreasi terhadap sifat ketuhanannya. Pedoman yang cenderung konservatif yang sifatnya mengikat baik dalam liturgi maupun doktrin membuat mereka gerah. Mereka cenderung ingin sesuatu yang mendukung keingintahuannya tentang Tuhan dalam gaya dunia mereka yang bebas dan terbuka mengemukakan pendapat. Mereka sudah lebih kritis dan tidak bisa diarahkan lagi seperti anak kecil dalam pedoman keimanannya. Itu dikarenakan mereka telah memasuki area-area baru dalam pergaulan hidupnya yang memperkenalkan mereka bukan hanya pada dunia ketuhanan tapi pada dunia sosial, olahraga, kesenian, mode, ekonomi, dll. Dan itu terjadi dalam hidupnya dengan porsi yang sama atau setara. Dalam fase ini remaja ditemui lebih senang mengikuti pertumbuhan pikiran dan mentalnya dalam dia mengenal Tuhan.

b.        Perkembangan perasaan
Di mana seorang remaja telah beralih dari perasaan anak-anak menuju perasaan yang mengarah pada kedewasaan menilai, melihat, dan menentukan sikap. Di sini mereka yang terlatih sejak kecil dalam paham-paham agama akan terdorong membawa perasaannya di dalam ketuhanannya. Sementara mereka yang tidak terlatih ketuhanannya akan terdorong pada perasaannya sendiri dan bisa saja itu tanpa kekang dan batas. Faktor perasaan menjadi penentu yang penting dalam perkembangan ketuhanan pada remaja sebab sebagaimana mereka rentan dengan perasaan mereka yang sedang dalam masa latihan menjadi dewasa demikian pula oleh perasaan itu mereka akan segera membuat  konsep tentang Tuhan secara tidak langsung.

c.        Pergaulan

Di mana pergaulan menjadi faktor eksternal yang paling utama di dalam seorang remaja berkembang sifat ketuhanannya. Ini bukan hanya berbicara di lingkungan mana saja dia berada tapi berbicara mengenai bagaimana pembawaan dirinya dalam setiap lingkungan tersebut dan sejauh mana dia diterima oleh lingkungan-lingkungan itu. Seorang anak yang selalu diterima dan yang sering tertolak akan sangat berbeda perkembangan ketuhanannya. Ada  dua kemungkinan yang akan terjadi bagi remaja yang menghadapi salah satu dari kedua kasus itu. Pertama jika dia selalu diterima umumnya ketuhanannya  tidak akan kuat tergantung apa yang dia terima dari lingkungan itu. Jika sebagaian besar adalah hal sekuler maka dia tidak akan kuat dalam konsep ketuhanannya. Kemungkinan kedua yang menurut saya amat jarang terjadi pada remaja yang selalu diterima adalah jika dia menjadi pribadi yang kuat dalam konsep ketuhanannya dari dalam diri pribadi. Sebab dia sudah amat terbiasa dengan keadaan memiliki banyak teman dan orang-orang yang selalu ada buat dia. Meskipun kemungkinan apapun selalu ada, tergantung dari apa yang dia terima selama dia diperhatikan, apakah itu mengarahkannya untuk menikmati Tuhan secara pribadi atau menikmati Tuhan sebatas pada pergaulan sosial. Kedua adalah jika dia seorang remaja yang selalu terolak dia akan menjadi pribadi yang penuh pesimis dan kebencian serta kekecewaan kepada Tuhan dan cenderung mempersalahkan Tuhan atas keberadaan pribadinya yang sulit diterima. Ada banyak keterbatasan diri yang dia miliki yang bersifat dalam diri dan bukan karena dari kondisi luarnya. Itu bisa mendorong dia menjadi pribadi yang bahkan tidak akan percaya Tuhan atau memusuhi Tuhan. Namun kemungkinan kedua dari keberadaan dia sebagai remaja yang sering tertolak, adalah dia justru akan memiliki hubungan pribadi yang amat kuat dan lekat dengan Tuhannya dalam sifat ketuhanannya. Hal ini sebagian besar terjadi pada anak-anak yang sejak kecil telah ditanamkan jiwa ketuhanan yang mendalam dan dilatih dalam keagamaan yang tidak hanya bersifat rutinitas tapi menjadi kesukaannya.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...