Horace Bushnell adalah seorang theolog
asal Amerika yang berpengaruh dalam menyumbangkan pemikirannya untuk pendidikan
agama Kristen. Dalam bukunya Christian Nurture, Bushnell erat menyingkapkan
pendalamannya seputar pendidikan Kristen dari dalam keluarga. Itu didapatinya
saat berpengalaman sebagai pendeta jemaat kongregasional. Bushnell menyatakan
bahwa teologi adalah pengorbanan kemauan manusia demi penekanan atas kedaulatan
Allah sehingga manusia sama sekali tidak berdaya hingga bertobat dan menerima
Kristus sebagai Juruselamat. Yang menarik adalah Bushnell menekankan pendidikan
yang dia kaji lebih banyak terhadap anak-anak. Dia sangat menekankan arti
penting keluarga sebagai lingkup pertama di mana anak diajari tentang Kristus
dan agama Kristen. Dengan demikian pendidikan agama Kristen menurut Bushnell
adalah pendidikan pedagogis dari pihak orang tua dan gereja yang secara khusus
melibatkan kaum muda dan anak-anak dengan cara yang wajar dalam pengalaman
keluarga Kristen dan jemaat.
Mengenai pernyataan Bushnell seputar
pengajaran Kristen yang wajar bagi anak-anak saya hanya menambahkan untuk
melengkapi bahwa Kristus itulah Kewajaran Allah bagi dunia. Sebab di luar
Kristus tidak ada kewajaran dan keharmonisan moral. Sebab kewajaran dunia dalam
pengetahuannya tentang baik dan jahat itu bukanlah kewajaran sejati seperti
yang Allah mau. Hingga Kristus datang sebagai yang wajar bagi kita agar dalam
Dia kita belajar seperti apa hidup wajar di hadapan Allah dan di hadapan dunia.
Kewajaran pendidikan Kristen kepada anak-anak tidak dinilai hanya sebatas
penerapan ajaran hukum-hukum dan perintah moral alkitab tapi kewajaran Kristen
berdasarkan dari Kristus. Harus ada pribadi Kristus sebagai dasar dan sumber
dari apa yang kita ajarkan. Sebab yang membedakan iman Kristen dengan yang
bukan Kristen hakikinya tidak terletak pada hukum dan ajaran tata agamanya tapi
terletak pada Kristus. Kita dalam iman Kristen memiliki Kristus sebagai dasar
iman dan ajaran kita yang wajar, tapi agama dan kepercayaan lain hanya bersandar
pada moral dan hukum dunia yang bersumber dari pengetahuan baik dan jahat.
Tujuan pendidikan agama Kristen bagi
Bushnell terjadi dalam kehidupan dimulai dari anak-anak, dewasa dan terakhir
adalah warga jemaat. Setiap kelompok memiliki tujauan pendidikan masing-masing.
a.
Tujuan
pendidikan agama Kristen pada anak-anak agar anak tersebut dapat menerima kepercayaan
dan nilai-nilai yang dianut oleh orang tuanya, misalnya belajar bertindak baik,
dan bertumbuh secara wajar dalam iman Kristen.
b.
Tujuan
pendidikan agama Kristen bagi orang tua adalah untuk menyediakan pengalaman
belajar yang menolong orang tua mempertimbangkan sejumlah cara untuk mengurus
rumah tangga dan juga dampaknya bagi pertumbuhan anak.
c.
Tujuan
pendidikan Kristen untuk warga jemaat secara utuh adalah untuk menyediakan
pengalaman belajar secara teratur sepanjang umurnya melalui seluruh liturgi
kebaktian khususnya melalui khotbah dan pembacaan alkitab.
Tinjauan:
a.
Jika
anak-anak tidak mendapat teladan yang baik dari orang tua seputar iman Kristen
dan ketaatan yang benar dalam iman yang dianutnya maka itu akan menjadi kendala
besar bagi pertumbuhan iman anak. Hal itu dikarenakan Bushnell menekankan orang
tua sebagai titik tolak pengajaran awal bagi anak. Hal tersebut tidak salah
namun kita tidak bisa mengharapkan sebuah kenyataan di mana semua keluarga
Kristen memiliki pasangan orang tua yang hidup dalam kebenaran Allah. Peran
gereja dan lingkungan anak termasuk sekolah yang akan mengambil peran penting
di sini, menggantikan peran orang tua sebagai teladan untuk anak. Sangat
penting adanya jika guru sekolah minggu atau pelayan gereja bisa menjadi wali
bagi anak yang kehilangan gambaran Allah di rumah mereka. Di dalam hal inilah
saya mendapati bahwa jika ada Roh kudus di dalam kita maka kita tahu bersama
bahwa itu adalah wujud Roh dari Bapa kita di Surga yang tinggal di dalam kita.
Dalam Dia kita memiliki Bapa secara pribadi yang akan melatih kita turut
menjadi bapa rohani bagi sesama. Dengan demikian kita yang memiliki tanggungg
jawab iman bisa menjadi gambaran dan teladan orang tua yang baik bagi mereka
ynag kehilangan gambaran Allah pada orang tua mereka. Dalam hal ini maka
pendidikan Kristen secara non formal terjadi dalam hubungan rohani yang saling
mendidik satu dengan yang lain dalam hubungan kasih. Itu dikarenakan ada Bapa
di dalam kita dan ada Pengajar di dalam kita.
b.
Persekutuan
gereja dan ibadah-ibadah di luar liturgi mingguan gerejawi adalah proses
pendidikan bagi orang tua untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Namun
jika yang dimaksud Bushnell adalah pendidikan secara khusus yang berkelanjutan
bagi orang tua untuk mengurus anak mereka dalam Tuhan, maka itu tampak tidak
dilakukan oleh gereja-gereja saat ini. Mungkin sekedar seminar singkat,
diskusi, dan lewat kegiatan gereja yang sifatnya tidak tetap. Secara pribadi
saya menyikapi bahwa pendidikan bagi orang tua bisa diberlakukan gereja secara
berkelanjutan meskipun tidak bersifat harian atau mingguan. Setiap bulan adalah
waktu yang cukup baik bagi para orang tua mendapatkan pendidikan khusus dari
psikolog Kristen dan gembala atau hamba Tuhan yang ada. Di situ orang tua bisa
saling berbagi pengalaman termasuk dengan pelayan yang ada untuk menyikapi anak-anak
mereka dalam pendidikan Kristen dari pihak keluarga.
c.
Dalam
penerapan pendidikan Kristen bagi warga gereja seutuhnya kita patut menikmati
bahwa selain kita memiliki pendeta, gembala, atau ketua jemaat setempat sebagai
oknum utama yang menjadi pendidik namun kita pun utamanya memiliki Pendidik
secara pribadi yang juga Dia adalah Pendidik gereja yang turut mendidik setiap
pelayan dan hamba Tuhan yang ada. Dia adalah Yesus Kristus yang hadir lewat
pribadi Roh kudus bagi gereja secara komunitas jemaat dan kita secara pribadi.
Gembala sebagai pendidik yang turut dididk Allah bersama jemaat selayaknya
menunjukkan jemaat agar turut menikmati didikan Allah secara pribadi sebagai
pendidik dalam Kristus. Seorang pendidik yang benar turut dididik oleh
didikannya dan seorang terdidik yang benar adalah dia yang menjadi pendidik
untuk didikan yang sedang dia terima. Itu hanya akan terjadi jika kita memiliki
Roh kudus di dalam Kristus. Roh itulah yang akan mendidik kita dalam segala hal
terkhususnya sebagai warga gereja dalam pergaulan gereja.
Sebab karena
dosa manusia sudah gagal menjadi pendidik bagi dirinya sendiri hingga Pendidik
yang telah terdidik dengan benar itu datang, Dialah Kristus. Dia Pribadi yang
luar biasa, dalam keilahianNya dia menunjukkan pribadi sebagai Allah yang
mendidik, dan dalam kemanusiaanNya Dia sukses menunjukkan bagaimana itu manusia
yang terdidik oleh Allah. Baru di dalam Dia kita belajar menjadi orang-orang
terdidik dan para pendidik. Saat mendidik kita turut dididik, dan saat terdidik
kita turut mendidik diri dengan benar. Semua itu dikarenakan Kristuslah yang
menjadi dasar dan sumber dari setiap pendidikan hidup kita sebagai warga gereja
dan warga Allah dalam Kristus.

No comments:
Post a Comment