Saturday, February 2, 2019

GURU SEKOLAH MINGGU DAN AGAMA WAJIB TAHU, PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA ANAK.

         


         Horace Bushnell adalah seorang theolog asal Amerika yang berpengaruh dalam menyumbangkan pemikirannya untuk pendidikan agama Kristen. Dalam bukunya Christian Nurture, Bushnell erat menyingkapkan pendalamannya seputar pendidikan Kristen dari dalam keluarga. Itu didapatinya saat berpengalaman sebagai pendeta jemaat kongregasional. Bushnell menyatakan bahwa teologi adalah pengorbanan kemauan manusia demi penekanan atas kedaulatan Allah sehingga manusia sama sekali tidak berdaya hingga bertobat dan menerima Kristus sebagai Juruselamat. Yang menarik adalah Bushnell menekankan pendidikan yang dia kaji lebih banyak terhadap anak-anak. Dia sangat menekankan arti penting keluarga sebagai lingkup pertama di mana anak diajari tentang Kristus dan agama Kristen. Dengan demikian pendidikan agama Kristen menurut Bushnell adalah pendidikan pedagogis dari pihak orang tua dan gereja yang secara khusus melibatkan kaum muda dan anak-anak dengan cara yang wajar dalam pengalaman keluarga Kristen dan jemaat.
          Mengenai pernyataan Bushnell seputar pengajaran Kristen yang wajar bagi anak-anak saya hanya menambahkan untuk melengkapi bahwa Kristus itulah Kewajaran Allah bagi dunia. Sebab di luar Kristus tidak ada kewajaran dan keharmonisan moral. Sebab kewajaran dunia dalam pengetahuannya tentang baik dan jahat itu bukanlah kewajaran sejati seperti yang Allah mau. Hingga Kristus datang sebagai yang wajar bagi kita agar dalam Dia kita belajar seperti apa hidup wajar di hadapan Allah dan di hadapan dunia. Kewajaran pendidikan Kristen kepada anak-anak tidak dinilai hanya sebatas penerapan ajaran hukum-hukum dan perintah moral alkitab tapi kewajaran Kristen berdasarkan dari Kristus. Harus ada pribadi Kristus sebagai dasar dan sumber dari apa yang kita ajarkan. Sebab yang membedakan iman Kristen dengan yang bukan Kristen hakikinya tidak terletak pada hukum dan ajaran tata agamanya tapi terletak pada Kristus. Kita dalam iman Kristen memiliki Kristus sebagai dasar iman dan ajaran kita yang wajar, tapi agama dan kepercayaan lain hanya bersandar pada moral dan hukum dunia yang bersumber dari pengetahuan baik dan jahat.
          Tujuan pendidikan agama Kristen bagi Bushnell terjadi dalam kehidupan dimulai dari anak-anak, dewasa dan terakhir adalah warga jemaat. Setiap kelompok memiliki tujauan pendidikan masing-masing.
a.        Tujuan pendidikan agama Kristen pada anak-anak agar anak tersebut dapat menerima kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut oleh orang tuanya, misalnya belajar bertindak baik, dan bertumbuh secara wajar dalam iman Kristen.
b.        Tujuan pendidikan agama Kristen bagi orang tua adalah untuk menyediakan pengalaman belajar yang menolong orang tua mempertimbangkan sejumlah cara untuk mengurus rumah tangga dan juga dampaknya bagi pertumbuhan anak.
c.        Tujuan pendidikan Kristen untuk warga jemaat secara utuh adalah untuk menyediakan pengalaman belajar secara teratur sepanjang umurnya melalui seluruh liturgi kebaktian khususnya melalui khotbah dan pembacaan alkitab.
              

 Tinjauan:
a.        Jika anak-anak tidak mendapat teladan yang baik dari orang tua seputar iman Kristen dan ketaatan yang benar dalam iman yang dianutnya maka itu akan menjadi kendala besar bagi pertumbuhan iman anak. Hal itu dikarenakan Bushnell menekankan orang tua sebagai titik tolak pengajaran awal bagi anak. Hal tersebut tidak salah namun kita tidak bisa mengharapkan sebuah kenyataan di mana semua keluarga Kristen memiliki pasangan orang tua yang hidup dalam kebenaran Allah. Peran gereja dan lingkungan anak termasuk sekolah yang akan mengambil peran penting di sini, menggantikan peran orang tua sebagai teladan untuk anak. Sangat penting adanya jika guru sekolah minggu atau pelayan gereja bisa menjadi wali bagi anak yang kehilangan gambaran Allah di rumah mereka. Di dalam hal inilah saya mendapati bahwa jika ada Roh kudus di dalam kita maka kita tahu bersama bahwa itu adalah wujud Roh dari Bapa kita di Surga yang tinggal di dalam kita. Dalam Dia kita memiliki Bapa secara pribadi yang akan melatih kita turut menjadi bapa rohani bagi sesama. Dengan demikian kita yang memiliki tanggungg jawab iman bisa menjadi gambaran dan teladan orang tua yang baik bagi mereka ynag kehilangan gambaran Allah pada orang tua mereka. Dalam hal ini maka pendidikan Kristen secara non formal terjadi dalam hubungan rohani yang saling mendidik satu dengan yang lain dalam hubungan kasih. Itu dikarenakan ada Bapa di dalam kita dan ada Pengajar di dalam kita.
b.        Persekutuan gereja dan ibadah-ibadah di luar liturgi mingguan gerejawi adalah proses pendidikan bagi orang tua untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Namun jika yang dimaksud Bushnell adalah pendidikan secara khusus yang berkelanjutan bagi orang tua untuk mengurus anak mereka dalam Tuhan, maka itu tampak tidak dilakukan oleh gereja-gereja saat ini. Mungkin sekedar seminar singkat, diskusi, dan lewat kegiatan gereja yang sifatnya tidak tetap. Secara pribadi saya menyikapi bahwa pendidikan bagi orang tua bisa diberlakukan gereja secara berkelanjutan meskipun tidak bersifat harian atau mingguan. Setiap bulan adalah waktu yang cukup baik bagi para orang tua mendapatkan pendidikan khusus dari psikolog Kristen dan gembala atau hamba Tuhan yang ada. Di situ orang tua bisa saling berbagi pengalaman termasuk dengan pelayan yang ada untuk menyikapi anak-anak mereka dalam pendidikan Kristen dari pihak keluarga.
c.        Dalam penerapan pendidikan Kristen bagi warga gereja seutuhnya kita patut menikmati bahwa selain kita memiliki pendeta, gembala, atau ketua jemaat setempat sebagai oknum utama yang menjadi pendidik namun kita pun utamanya memiliki Pendidik secara pribadi yang juga Dia adalah Pendidik gereja yang turut mendidik setiap pelayan dan hamba Tuhan yang ada. Dia adalah Yesus Kristus yang hadir lewat pribadi Roh kudus bagi gereja secara komunitas jemaat dan kita secara pribadi. Gembala sebagai pendidik yang turut dididk Allah bersama jemaat selayaknya menunjukkan jemaat agar turut menikmati didikan Allah secara pribadi sebagai pendidik dalam Kristus. Seorang pendidik yang benar turut dididik oleh didikannya dan seorang terdidik yang benar adalah dia yang menjadi pendidik untuk didikan yang sedang dia terima. Itu hanya akan terjadi jika kita memiliki Roh kudus di dalam Kristus. Roh itulah yang akan mendidik kita dalam segala hal terkhususnya sebagai warga gereja dalam pergaulan gereja.

Sebab karena dosa manusia sudah gagal menjadi pendidik bagi dirinya sendiri hingga Pendidik yang telah terdidik dengan benar itu datang, Dialah Kristus. Dia Pribadi yang luar biasa, dalam keilahianNya dia menunjukkan pribadi sebagai Allah yang mendidik, dan dalam kemanusiaanNya Dia sukses menunjukkan bagaimana itu manusia yang terdidik oleh Allah. Baru di dalam Dia kita belajar menjadi orang-orang terdidik dan para pendidik. Saat mendidik kita turut dididik, dan saat terdidik kita turut mendidik diri dengan benar. Semua itu dikarenakan Kristuslah yang menjadi dasar dan sumber dari setiap pendidikan hidup kita sebagai warga gereja dan warga Allah dalam Kristus.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...