Wednesday, February 13, 2019

Pendidikan Agama Kristen sebagai salah satu alat untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.


          Salah satu fungsi orang tua di rumah adalah sebagai pendidik. Oleh sebab itu sebagai pendidik mereka juga harus berupaya mengetahui prinsip-prinsip peningkatan kualitas belajar dan mengajar seperti dimiliki para pendidik dalam hal ini guru, rohaniawan, dan orang tua. Pendidik bukan hanya bertugas untuk menyampaikan informasi atau bahan ajaran kepada peserta didik, tapi harus berupaya agar peserta didik menjadi mengerti, memahami makna dan menerima apa yang diajarkan bahkan mempraktekannya dalam kehidupan. Pendidik harus mendorong peserta didik memahami secara berkelanjutan karena belajar merupakan proses yang dinamis dan mengarah pada terjadinya perubahan. Perubahan akibat hasil belajar menyangkut ranah kognitiv (memperoleh pengetahuan dalam pengalaman sendiri), efektif, dan psikomotoris. Untuk mencapai semua ranah itu, maka proses belajar mengajar harus memperhatikan teori belajar dan gaya belajar, yaitu belajar sebagai kemampuan manusia menyimak apa yang diminati dan dipelajarinya. Belajar sebagai pengembangan daya dalam diri manusia dan pembentukan tingkah laku.
          Sebab tidak ada manusia di dunia ini yang benar-benar sukses belajar maka  satu-satunya yang sukses itu datang. Dia adalah Kristus, Pribadi yang sukses belajar tentang Allah dalam KemanusiaanNya dan yang sukses mengajarkan Allah dalam KeAllahanNya. Keduanya satu di dalam Dia sebagai Manusia Allah, Anak Allah dan Anak Manusia. Dalam Dia barulah manusia bisa belajar dan mengajar dengan benar. Oleh Dia kita menerima Roh Kudus yaitu Dia sendiri dalam Wujud Roh yang tinggal di dalam kita. Dia menjadi Pengajar di dalam kita, agar kita belajar dalam segala hal oleh karena Dia dan kita juga bisa mengajar dalam segala hal oleh karena Dia. Saat kita belajar kita tahu bahwa kita turut mengajar diri dalam ajaran yang kita terima, itulah murid yang benar. Saat kita mengajar kita juga menikmati ajaran kita sebagai pengajar bagi kita yang turut diajari oleh ajaran itu sebab ajaran itu adalah Kristus. Pengajar yang benar adalah dia yang juga menjadi murid dalam ajarannya. Kita mengajar dan diajar dalam Ajaran kita sebab Ajaran itu adalah Kristus dalam hal PribadiNya yang kita nyatakan. Ini bukan sebatas hikmat pikiran atau akal kemampuan otak manusia lahiriah semata, tapi Ajaran dan Hikmat Allah sejatinya berbicara tentang keutuhan diri kita dan Dia yang ada di dalam kita.  Ini menyangkut batiniah kita yang merasakan dan mengimani Hikmat Ajaran itu dari dalam diri. Jika demikian Pengajaran itu bersifat kekal sebab bersumber dari Pribadi yang kekal yang tinggal di dalam kita dan berkarya di dalam kita serta nyata kita rasakan. Pengajaran itu tidak akan pernah habis dan usang dan tidak muncul oleh hikmat kepintaran otak dan akal kita tapi muncul secara alami oleh karya Roh Kudus dari dalam batin dan hati yang sudah diperbaharui dari hari ke hari di dalam Kristus sebagai sang Pengajar.
“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari padaNya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia”. (1 Yohanes 2:27).
“Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,” (Efesus 4:21).
“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala da pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengethuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:11-15).
          Secara profesi dalam pelayanan memang ada orang-orang yang ditetapkanNya menjadi Rohaniawan bagi jemaatNya. Tapi dalam Keutuhan Allah yang ada di dalam setiap orang yang percaya maka kita semua meiliki Roh Kudus dan mendalami hidup dalam Dia sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar. Sebab Roh Kudus di dalam kita adalah pribadi yang mencakup kelima jawatan itu dan bekerja di dalam kita dalam kelima pekerjaan tersebut. Oleh Dialah kita menjadi rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar Allah bagi dunia lewat seluruh hidup kita dan di manapun kita berada. Keutuhan dari semua jawatan Allah itu sudah terwujud dan terbukti secara sempurna di dalam Kristus. Kelimanya terwujudnyatakan dalam satu kesatuan yang utuh, itulah kesejatian dan kekekalan dari kelima jawatan itu. Saat Yesus menunjukkan diriNya sebagai Mesias utusan Allah atau Rasul Allah, Dia juga telah menyatakan keempat jawatan itu di dalamnya. Demikian pula halnya dengan keempat jawatan yang lain. Berbeda pekerjaan yang tampak tapi satu hakekat dan maknanya sebab berasal dari satu Inti yaitu Allah dan satu tujuan yaitu kembali kepada Allah. Sungguh luar biasa kemuliaan kekayaan Allah dalam Yesus yang dinyatakan bagi kita yang terus mau menikmati dan mendalami Dia secara pribadi.

          Oleh karena itu PAK sangat berguna dalam hal menyatakan fungsinya untuk membuat siswa masuk pada pengenalan Allah secara pribadi di dalam Kristus. Mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang teguh, cakap, berhikmat, berwawasan luas dan berkebangsaan yang beriman dan berdasar kepada Allah. Mereka tidak akan digoncangkan oleh rupa-rupa angin pengajaran manapun. Tugas para guru dan pendidik baik di sekolah, gereja, atau di rumah adalah membawa mereka pada pengenalan itu lewat berbagai kurikulum, metode, atau sarana yang ada.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...