Wednesday, February 13, 2019

Fungsi Pendidikan Agama Kristen di Indonesia


          Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada, atau secara Cretio ex nihilo. Sedangkan manusia diciptakan Tuhan Allah dengan TanganNya, kemudian Ia menghembuskan nafas hidup kepadanya. Kejadian 1:1-27, 2:18-25, Menunjukkan Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Manusia diciptakan dengan perbedaan kemuliaan dengan maksud berbeda dari mahluk-mahluk lain; sebagai pribadi yang mempunyai hubungan denganNya, sebagai mitra kerja Allah dalam menatalayani dunia, memiliki kebebasan dan tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan hidupnya kepada Tuhan Allah.
          Akan tetapi segala kemudahan dan keindahan yang dimiliki manusia tersebut menjadi rusak ketika mereka jatuh dalam dosa. Dosa menjadikan semua manusia berdosa (Roma 3:26, 5:12, 6:23). Hanya Yesus yang tidak berdosa, Ibrani 4:15. Akibat dosa dalam hubungan dengan Tuhan Allah manusia tidak layak lagi menghadap Dia, manusia tidak sanggup melakukan kehendak Tuhan. Maka dari itu hanya dalam Yesuslah kita manusia dapat kembali masuk dalam hubungan dengan Allah untuk menatalayani dunia sebab Dia sudah lebih dulu menunjukkan seperti apa itu penatalayanan yang benar. Dalam Yesus kita baru bisa belajar menatalayani Allah dan dunia dengan benar sebagaimana yang Dia lakukan bagi Allah dan bagi kita.
          Setelah peristiwa menara Babel, manusia terpisah satu dengan yang lain sesuai kesamaan bahasanya. Mereka mengembara dan menemukan wilayah untuk membangun komunitas serta mengembangkan hidup dan kehidupan masing-masing kelompok. Keadaan itu terus berlangsung sampai akhirnya manusia di dunia terbagi atau terpisah secara geografis dan politik, secara kebudayaan, adat, tradisi, bangsa, suku bangsa, suku, sub suku, golongan, dan etnis. Dalam perkembangan selanjutnya manusia membentuk dan membangun kerajaan atau pemerintahannya masing-masing dengan raja sebagai pusat kekuasaan. Seiring berkembangnya kemampuan tehnologi manusia maka secara perlahan tapi pasti manusia sedang diarahkan pada penyatuan kembali antar bangsa untuk menjadi satu dalam satu pemerintahan dunia global. Bahasa pemersatu, budaya yang saling berkenalan, politik yang saling bersinggungan kian erat, dunia sosial yang semakin mengarahkan manusia untuk saling membutuhkan, dan ekonomi yang stabil dalam suatu kesatuan ekonomi global adalah factor-faktor penting yang sedang membawa kita pada persatuan kembali bangsa-bangsa.
          Kristus adalah Raja dan Juruselamat dari Allah. Persatuan secara dunia itu tidak ada artinya jika tanpa Allah. Itu menjadi sia-sia dan tidak membawa keselamatan dan kepuasan pada manusia, tapi akan memunculkan tirani kekuasaan yang bisa menjauhi Allah dan bahkan tidak mengakui Allah. Tapi Persatuan dari Allah membawa pendamaian dan keselamatan. Kristuslah wujud nyata dari Kesatuan dan Persatuan Allah bagi dunia. Dalam Dia kita dipersatukan kembali dengan Allah dan dalam Dia juga Allah dipersatukan kembali dengan kita. Dia adalah Anak Allah sebagai wakil Allah bagi manusia, dan Anak Manusia sebagai wakil manusia kepada Allah. Kedua belah pihak menjadi satu dan dipersatukan di dalam PribadiNya. Dalam Yesus Kristus barulah manusia dapat menjalian persatuan antar sesama dalam dasar Allah yang benar. Tanpa Kristus tidak ada Persatuan, yang ada adalah persatuan fana dan sia-sia tanpa keselamatan.

     Sangat menarik dan suatu keharusan jika hal ini sejak dini diberlakukan bagi anak-anak Kristen lewat pendidikan Kristen luar sekolah dan dalam sekolah yaitu lewat PAK. Sebab setiap orang Kristen tidak hanya berorientasi dengan dunia dalam arti sekuleritas, tapi berorientasi dengan Allah dalam dunia ini sebagai hal yang utama di atas segala-galanya. Itu hanya akan terwujud di dalam pendalaman akan Kristus sebagai Orientasi Allah bagi dunia. Jika Dia sudah menang dan berhasil menunjukkan orientasi yang benar bagi kita maka kini kita yang di dalam Dia belajar untuk berorientasi dengan benar dan mengorientasikan Allah dalam dunia lewat hidup kita. Hal yang amat luar biasa jika dibukakan bagi anak-anak sejak dini.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...