Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan
Allah menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Ia menciptakan dari tidak ada
menjadi ada, atau secara Cretio ex
nihilo. Sedangkan manusia diciptakan Tuhan Allah dengan TanganNya, kemudian
Ia menghembuskan nafas hidup kepadanya. Kejadian 1:1-27, 2:18-25, Menunjukkan
Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Manusia diciptakan
dengan perbedaan kemuliaan dengan maksud berbeda dari mahluk-mahluk lain;
sebagai pribadi yang mempunyai hubungan denganNya, sebagai mitra kerja Allah
dalam menatalayani dunia, memiliki kebebasan dan tanggung jawab penuh terhadap
pengelolaan hidupnya kepada Tuhan Allah.
Akan tetapi segala kemudahan dan
keindahan yang dimiliki manusia tersebut menjadi rusak ketika mereka jatuh
dalam dosa. Dosa menjadikan semua manusia berdosa (Roma 3:26, 5:12, 6:23).
Hanya Yesus yang tidak berdosa, Ibrani 4:15. Akibat dosa dalam hubungan dengan
Tuhan Allah manusia tidak layak lagi menghadap Dia, manusia tidak sanggup
melakukan kehendak Tuhan. Maka dari itu hanya dalam Yesuslah kita manusia dapat
kembali masuk dalam hubungan dengan Allah untuk menatalayani dunia sebab Dia
sudah lebih dulu menunjukkan seperti apa itu penatalayanan yang benar. Dalam
Yesus kita baru bisa belajar menatalayani Allah dan dunia dengan benar
sebagaimana yang Dia lakukan bagi Allah dan bagi kita.
Setelah peristiwa menara Babel,
manusia terpisah satu dengan yang lain sesuai kesamaan bahasanya. Mereka
mengembara dan menemukan wilayah untuk membangun komunitas serta mengembangkan
hidup dan kehidupan masing-masing kelompok. Keadaan itu terus berlangsung
sampai akhirnya manusia di dunia terbagi atau terpisah secara geografis dan
politik, secara kebudayaan, adat, tradisi, bangsa, suku bangsa, suku, sub suku,
golongan, dan etnis. Dalam perkembangan selanjutnya manusia membentuk dan
membangun kerajaan atau pemerintahannya masing-masing dengan raja sebagai pusat
kekuasaan. Seiring berkembangnya kemampuan tehnologi manusia maka secara
perlahan tapi pasti manusia sedang diarahkan pada penyatuan kembali antar
bangsa untuk menjadi satu dalam satu pemerintahan dunia global. Bahasa
pemersatu, budaya yang saling berkenalan, politik yang saling bersinggungan
kian erat, dunia sosial yang semakin mengarahkan manusia untuk saling
membutuhkan, dan ekonomi yang stabil dalam suatu kesatuan ekonomi global adalah
factor-faktor penting yang sedang membawa kita pada persatuan kembali
bangsa-bangsa.
Kristus adalah Raja dan Juruselamat
dari Allah. Persatuan secara dunia itu tidak ada artinya jika tanpa Allah. Itu
menjadi sia-sia dan tidak membawa keselamatan dan kepuasan pada manusia, tapi
akan memunculkan tirani kekuasaan yang bisa menjauhi Allah dan bahkan tidak
mengakui Allah. Tapi Persatuan dari Allah membawa pendamaian dan keselamatan.
Kristuslah wujud nyata dari Kesatuan dan Persatuan Allah bagi dunia. Dalam Dia
kita dipersatukan kembali dengan Allah dan dalam Dia juga Allah dipersatukan
kembali dengan kita. Dia adalah Anak Allah sebagai wakil Allah bagi manusia,
dan Anak Manusia sebagai wakil manusia kepada Allah. Kedua belah pihak menjadi
satu dan dipersatukan di dalam PribadiNya. Dalam Yesus Kristus barulah manusia
dapat menjalian persatuan antar sesama dalam dasar Allah yang benar. Tanpa
Kristus tidak ada Persatuan, yang ada adalah persatuan fana dan sia-sia tanpa
keselamatan.
Sangat menarik dan suatu keharusan jika hal ini sejak dini diberlakukan
bagi anak-anak Kristen lewat pendidikan Kristen luar sekolah dan dalam sekolah
yaitu lewat PAK. Sebab setiap orang Kristen tidak hanya berorientasi dengan
dunia dalam arti sekuleritas, tapi berorientasi dengan Allah dalam dunia ini
sebagai hal yang utama di atas segala-galanya. Itu hanya akan terwujud di dalam
pendalaman akan Kristus sebagai Orientasi Allah bagi dunia. Jika Dia sudah
menang dan berhasil menunjukkan orientasi yang benar bagi kita maka kini kita
yang di dalam Dia belajar untuk berorientasi dengan benar dan mengorientasikan
Allah dalam dunia lewat hidup kita. Hal yang amat luar biasa jika dibukakan
bagi anak-anak sejak dini.

No comments:
Post a Comment