Wednesday, February 13, 2019

Pendidikan Agama Kristen sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional


          Bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan kemajemukkan tidak sebagaimana bangsa-bangsa yang lain. Kita punya banyak suka, sub suku, etnis, golongan dan agama. Semua perbedaan itu seringkali menjadikan pertentangan yang menjurus pada perpecahan dan permusuhan, bahkan pertikaian serta pertumpahan darah. Oleh sebab itu PAK di Indonesia selayaknya meminimalisir semua hal tersebut dengan berbagai cara lewat pendidikan itu sendiri. PAK harus membimbing peserta didik agar mampu memahami adanya bermacam-macam agama yang meski siswa meyakini dalam Kristus bahwa keselamatan ada di dalam Dia, tapi oleh karena itulah maka siswa dapat belajar wawasan yang luas yang senggup memandang perbedaan sebagai satu realita akibat dosa dunia. Siswa sanggup berdiri sebagai pribadi yang teguh dalam Kristus yang justru oleh keteguhannya itu dia sanggup menerima berbagai kepercayaan dan pandangan yang ada di sekelilingnya dalam ruang lingkup pergaulan sosial yang merata dan saling berbagi. Dalam tahap yang paling dalam jika siswa telah sanggup masuk pada perjumpaan pribadi dengan Kristus dalam hidupnya maka dia akan menikmati kenyataan dan penyataan firman Allah dari dalam dirinya. Ini hal yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan orang Kristen dalam pengenalan dan hubungannya dengan Allah. Jika itu telah dinikmati maka siswa Kristen menjadi pribadi yang benar-benar teguh dan mampu memberitakan Kristus dalam berbagai cara tanpa harus menonjolkan perbedaan agama sebab sejatinya Kristus bukanlah agama tapi kebenaran dalam kepercayaan dan hubungan manusia dengan Allah. Sebagaimana ada ayat yang berbunyi bahwa sebagai anak-anak Allah bagi dunia yang majemuk kita harus cerdik seperti ular tapi tulus seperti merpati. Dia yang cerdik dan tulus sudah datang. Dalam Dia kita belajar bagaimana kecerdikan dan ketulusan yang benar. Sebab cerdik tanpa ketulusan itu licik dan menipu, sementara tulus tanpa kecerdikan itu pongah dan bodoh. Kristus adalah Pribadi yang sudah nyata menunjukkan kesempurnaan dalam kecerdikan dan ketulusan. Dalam cerdikNya Dia tulus, dalam tulusNya Dia cerdik. Keduanya menjadi satu di dalam Dia.
          Siswa dengan demikian mampu mencapai kedewasaan iman sesuai terang injil Kristus dan menerapkannya dalam setiap aspek kehidupannya sehari-hari untuk semakin membentuk jati dirinya sebagai manusia Indonesia yang berwawasan kebangsaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta mewujudnyatakan kesetiakawanan sosial. Sebab Kristus telah lebih dahulu menyatakan semua sifat tersebut dalam hidupNya sebagai Manusia Allah dan Dia sukses. Dalam pengenalan akan Dia baru kita belajar berwawasan luas dalam berkebangsaan, tahu menjunjung arti dari suatu persatuan, dan kesetiakawanan sosial. Tanpa Kristus semua itu sia-sia sebab yang kita pelajari hanya dunia sifatnya dan fana adanya. Tidak ada kesejatian, kebenaran, dan kekekalan di dalamnya.

          Ini berarti PAK harus diberlakukan dari SD sampai perguruan tinggi karena memperhatikan aspek-aspek di atas dengan memperhatikan hal-hal yang menyangkut kehidupan berbangsa, kurikulum pendidikan nasional, kemajemukan masyarakat, dan tidak lepas dari situasi politik dan budaya bangsa. PAK di Indonesia tidak boleh menjadikan peserta didik menjadi anti nasional yang tidak merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dan negara kesatuan republic Indonesia. Justru lewat PAK yang mengarahkan kepada Kristus maka kita akan memiliki rasa nasioanlis yang benar dalam iman. Sebab Kristus adalah wujud dari Allah yang mengasihi bangsaNya yaitu manusia yang diciptakanNya serupa dan segambar dengan Dia. Ini berarti pula bahwa kita dalam karakter penciptaan itu adalah mahluk mulia dalam kapasitas bangsaNya Allah. Kini Kebangsaan Allah itu terbukti dalam Kristus. Dia menyatakan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita sebagai bangsaNya dan dalam KemanusiaaNya Dia pun telah menunjukkan bagaimana manusia harus berbangsa dengan Allah. Jika demikian adanya maka kita akan tahu berbangsa dan bernegara dengan benar dalam jiwa nasioanalis yang benar yaitu dalam Kristus sebagai Kebangsaan kita dengan Allah dan kebangsaan kita di dunia dengan manusia dalam hal ini berbangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...