Saturday, February 2, 2019

Guru Sekolah Minggu dan Agama wajib tahu, dasar dan tujuan pembelajaran agama Kristen


1.                    Dasar pendidikan agama Kristen
Landasan pembelajaran PAK (Pendidikan Agama Kristen) merupakan acuan atau pijakan, titik tumpu atau titik tolak dalam pencapaian tujuan pendidikan agama Kristen. Pendidikan agama Kristen yang diselenggarakan dengan suatu landasan yang kokoh maka prakteknya akan mantap, artinya jelas dan tepat tujuannya, tepat pilihan isi kurikulumnya, efisien dan efektif cara-cara pendidikan yang dipilihnya. Dengan demikian landasan ynag kokoh setidaknya kesalahan-kesalahan konseptual yang dapat merugikan akan dapat dihindarkan sehingga praktek PAK diharapkan sesuai dengan fungsi dan sifatnya, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Berikut ini adalah dasar alkitab dan hukum negara seputar pendidikan Kristen:
a.        Kitab Ulangan 6: 4-9
Dalam tradisi orang Israel “shema” atau perintah Tuhan yang wajib dijalankan karena hanya dengan pedoman itu umat tidak keluar dari pemeliharaan dan perlindungan Tuhan.Yang seutuhnya tersimpul di dalam taurat.
Ulangan 6:4-9 di sebut sebagai Syema, suatu panggilan bagi Israel untuk mendengar Firman Tuhan, “Dengarlah….”,
“Apa yang kuperintahkan kepadaMu hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” (ulangan 6:6-9).
Melalui Syema Israel diajar untuk memilih persekutuan yang intim dengan Tuhan sebagai prioritas utama. Seluruh aspek kehidupan Israel didasari oleh hubungan cintanya dengan Tuhan. Di dalam cinta ini terkandung komitmen dan kesetiaan yang menyeluruh dan total. Syema ini, pertama, harus tertanam dalam hati orang Israel (ayat 6); kedua , harus tertanam dalam hati anak-anak Israel (ayat 7); ketiga, harus menjadi bagian hidup sehari-hari mereka (ayat 7); keempat, harus menjadi identitas pribadi mereka (ayat 8); dan kelima, menjadi identitas keluarga serta masyarakat Israel (ayat 9). Tiada ada satu bagian pun dalam kehidupan orang Israel yang terlepas dari relasi mereka dengan Tuhan.
b.        Injil Matius 28;20
Umat Kristen yaitu kita semua adalah umat perjanjian baru. Di mana dengan latar belakang perjanjian lama kini kita hidup dalam kemurnian perintah Tuhan Yesus. Pada saat Yesus mau meniggalkan murid-muridNya kembali ke sorga, Ia pesankan dengan jelas perintah ini: “Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu”, (Matius 28:20).
Inti dari ajaran Tuhan Yesus adalah hukum kasih. Ini adalah rangkuman ringkas dari taurat dan kitab Nabi-nabi;
1.        Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
2.        Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
(Matius 22:37,39).
c.        Dasar hukum
Undang-undang dasar 1945
Di samping pasal-pasal yang implisit berhubungan dengan pendidikan agama Kristen, terdapat pasal-pasal yang eksplisit yang menunjuk kepadanya.

Pasal 28 ayat 1 dan 2
1.        Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan dan memilh tempat tinggal di wilayah negara, meninggalkannya serta kembali.
2.        Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.
Pasal 29 ayat 2
2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya                                                                                                                                  masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan keyakinannya itu.
Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas
Pasal 3
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pasal 12 ayat 1 (a)
(1). Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak:
a. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama;
Pasal 30 ayat 2 dan 3
(2). Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama.
(3). Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Pasal 37 ayat 1 a
(1). Kurikulum pendidikan dasar atau menengah wajib memuat:
a. Pendidikan agama.

Mengacu pada dasar-dasar tersebut maka PAK dalam sistem pendidikan nasional diselenggarakan dan wajib dilaksanakan. Artinya jaminan perwujudannya menjadi formal di Indonesia.
2. Tujuan Pendidikan Agama Kristen.
Thomas M Groome dalam bukunya yang berjudul “Christian Religius Education” mengedepankan bahwa tujuan PAK adalah agar manusia mengalami hidupnya sebagai respon terhadap kerajaan Allah di dalam Yesus. Di Indonesia dalam sisdiknas PAK tujuannya menumbuhkan dan mengembangkan iman serta kemampuan siswa untuk dapat memahami dan mengahayati kasih Allah dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara teknis operasionalnya dapat dijabarkan dalam tujuan dan fungsinya sebagai berikut:
1.Tujuan
a.        Tujuan umum
1.        Memperkenalkan Tuhan, Bapa, Putera, dan Roh kudus dan karya-karyaNya.
2.        Menghasilkan manusia yang mampu menghayati imannya secara bertanggung jawab di tengah masyarakat yang pluralistik.
b.        Tujuan khusus
Menanamkan pemahaman tentang Tuhan dan karyaNya pada siswa sehingga mampu memahami dan menghayati karya Tuhan dalam hidup manusia.
                                    2.Fungsi
                                    a. Memampukan anak didik memahami kasih dan karya Tuhan
       b. Membantu anak didik dalam mentransformasikan nilai-nilai kristiani dalam    kehidupan sehari-hari.
Dalam satuan pendidikan maka tujuan PAK tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1.        Sekolah Dasar
Siswa mengenal Allah beserta sifat-sifatNya yang maha kasih sehingga mereka lebih mengasihi dan memuji Dia serta dapat menunjukkan kasihNya terhadap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ruang lingkupnya mengenal kasih dan ketaatan kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.        Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Siswa memahami dan menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus dan menerapkannya dalam masyarakat. Ruang lingkupnya mengerti kesetiaan Allah, kegagalan manusia dan penggenapan janji, rasa syukur, iman, dan negara dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3.        Sekolah Menengah Umum atau Menengah Kejuruan
Siswa memperdalam Pengetahuan tentang pokok-pokok ajaran iman Kristen serta penerapannya dalam konteks kehidupan pribadi, keluarga, gereja, dan masyarakat di samping melatih kepekaan terhadap masalah-masalah etis atau moral masa kini. Ruang lingkupnya pendalaman ajaran Kristen tentang Allah, manusia, dan kehidupan Kristen sebagaimana dinyatakan dalam alkitab. Penerapannya dalam kehidupan sebagaimana dinyatakan dalam alkitab. Diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, masyarakat, dan negara, juga pada masalah etis/moral masa kini.

Jhon M Nainggolan membagi 4 tujuan pembelajaran PAK dalam bukunya “menjadi guru agama Kristen”, yakni:

1.        Mengajarkan firman Tuhan.
Guru PAK senantiasa mengajarkan firman Allah agar siswa memiliki patokan dalam realita kehidupannya yang akhirnya mengalami perubahan dari hari ke hari, karena firman Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).
2.        Membawa perjumpaan dengan Kristus.
Perjumpaan pribadi dengan Kristus menyebabkan suatu hubungan antara manusia dengan Allah, dan antar sesamanya serta menghasilkan cara hidup yang benar. Guru berperan dengan Allah, dan antar sesamanya serta menghasilkan cara hidup yang benar. Guru berperan dalam membantu peserta didik untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus. Apabila siswa mengalami perjumpaan dengandengan Yesus akan mengalami sikap mental yang mengasihi Allah dan diwujudkan melalui tutur kata, perilaku, pola pikir, dan gaya hidup yang benar dan hidup dalam iman ketaatannya kepada Tuhan.
3.        Memiliki kemampuan dan keterampilan melalui 4 prinsip utama dalam PAK:
a.        Learning to know.
Berhubungan dengan kamampuan konigtiv peserta didik. Kognitiv peserta didik harus dirangsang untuk mampu berpikir, menganalisa, dan menginterpretasikan, kaitannya dengan PAK. Pendidik bertugas untuk membuat bahan pembelajaran dari Alkitab yang bisa merangsang kemampuan peserta didik yang akhirnya bisa menginterpretasikan dalam kehidupannya. Peserta didik dimampukan untuk mengetahui segala sesuatu tentang dirinya sendiri, dunianya, sesama, lingkungannya, dan pengetahuan akan Allah serta segala firmanNya.
b.        Learning to do.
Pengetahuan peserta didik yang telah diperolehnya dalam proses belajar diarahkan untuk mengaplikasikannya. Mereka harus belajar untuk melakukan firman Tuhan. Dengan demikian peserta didik dapat menjadi garam bagi dunia sebagai orang beriman.
c.        Learning to be.
Menekankan pada pengembangan potensi kepribadiannya. Peserta didik diarahkan untuk memiliki integritas hidup di tengah masyarakat. Sebagai murid Kristus peserta didik diharapkan mampu hidup seperti karakter Tuhan Yesus.
d.        Learning to life together.
Peserta didik adalah mahluk individu yang hidup di tengah mahluk sosial. Berhubung karena hidup di tengah mahluk sosial peserta didik membutuhkan orang lain. Orang lain merupakan objek pengaplikasian Kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mahluk sosial inilah siswa mengaktualisasikan dirinya karena di situ tempat ia bertumbuh, berkembang, bahagia, tabah, dan lain sebagainya.
e.        Pembentukan spiritualitas.

Seorang siswa yang memiliki spiritualitas yang bagus maka ia mampu memahami makna keberadaannya dan bagaimana ia berperan menjadi berkat bagi orang lain serta memuliakan Allah.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...