Monday, January 21, 2019

TIDAK TERBATAS



“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,”
Efesus 3 : 18
     Ketika kita mengatakan dan mendengar kalimat bahwa Allah tidak terbatas maka kita umumnya akan menikmatinya dan memahaminya sebatas pada hal-hal yang bersifat kuasa mujisat. Ketidakterbatasan dari Allah itu utuh dalam segala sifatNya dan pribadiNya. Itu semua utuh dan nyata di dalam Yesus Kristus.
Kita mendalami Dia yang tidak terbatas dalam kasihNya atas kita. Paulus berkata betapa luasnya kasih Kristus, dan memang tidak akan bisa diukur dengan dunia melainkan dengan Kristus itu sendiri. Dan Kristus yang ada di dalam kita memang tidak terbatas. Semakin kita meluaskan Dia bekerja di dalam kita maka Dia semakin tidak terbatas di dalam kita, hal-hal yang bersifat di luar diri kita atau hidup kita itu akan mengikuti dengan sendirinya. Yang utama adalah kita secara pribadi semakin dikuasai olehNya dalam kebenaran.
     Semakin kita memberi diri dalam Kasih Kristus yang tidak terbatas itu lewat doa dan penyerahan maka apapun yang kita butuhkan di luar itu akan mengikuti dan tunduk dengan sendirinya sebab kita telah semakin tunduk dalam Kristus. Penundukan di dalam Kristus itu adalah pembebasan sementara penundukan diri pada dunia itu memberi perbudakan dan beban.
Manusia yang terbatas adalah manusia yang berikatkan diri pada segala keterbatasan dunia. Dia mendasari segala sesuatu pada harta dan kemuliaan yang fana. Sehingga ucapan syukurnya sebatas pada keadaan diri, keadaan hidup, dan berkat lahiriah. Tetapi jika kita mau memberi diri untuk menikmati Yesus maka ucapan syukur kita adalah Yesus dalam segala hal. Ini baru disebut syukuri apa yang ada, sebab yang ada bagi kita dan pada kita adalah Yesus Kristus yang tidak terbatas itu.
     Jika Yesus yang menjadi dasar ucapan syukur kita maka kita akan menikmati Syukur dalam segala hal, bukan lagi pemaksaan diri yang membebani tapi keringanan diri yang membebaskan. Hanya Yesus yang sanggup mengerjakan itu di dalam batin kita. Kita menikmati bahwa hidup ini adalah anugerah sebab ya, hidup ini memang jadi anugerah besar oleh karena Kristus. Tanpa Dia maka hidup ini adalah duka bencana dalam kondisi apapun.
     Lihatlah sekeliling kita, adakah kita melihat saudara sesama kita yang hidup dalam duka? Jika kita mendalami sampai kedalam batin oleh penelaahan Roh Kudus maka kita akan mendapati bahwa semua manusia sesungguhnya ada di dalam duka oleh karena dosa. Mereka berhubungan dalam kedukaan walaupun tampak ada sukacita dan tawa. Namun kita tahu bahwa kita bersyukur karena kita punya Yesus di dalam batin kita yang olehNya kita menikmati sukacita dalam segala hal.
     Jika kekurangan sukacita, masuklah di dalam Dia dalam hal ini meminta kepadaNya. Kita tidak lagi meminta dalam beban dan duka tetapi meminta dalam keringanan syukur dan sukacita. Kristus adalah Allah yang memberkati kita dalam kasihNya. Lihatlah dunia yang terbatas, hubungan yang mendasarkan pada harta, kedudukan, dan kepentingan yang terbatas akan berakhir oleh keterbatasan itu. Tetapi hubungan yang mendasarkan kepada Kristus akan berjalan selalu di dalam Kekekalan Kristus.
Kekekalan Kristus berarti kita menikmati adanya sumber yang menyempurnakan kita dalam segala keterbatasan diri kita. Inilah sebabnya kita disebut disempurnakan dan memiliki Dia yang sempurna dan tidak terbatas.
     Allah yang tidak bisa dibatasi oleh apapun  itu terwujud utuh dan nyata lewat Yesus Kristus. Bagaimana Dia datang dan hadir dalam dunia, bergaul dengan manusia dan mengalahkan hidup ini, mengalahkan dosa dan maut dan bahkan mengosongkan diriNya dan mengambil rupa sebagai hamba untuk menyatakan kasihNya yang tidak terbatas, hingga kita tahu bersama bahwa Kasih itu adalah PribadiNya sendiri.
     Inilah Allah yang tidak terbatas. Lihatlah Dia yang menyembuhkan orang pada hari sabat, Dia tidak bisa dibatasi oleh hukum apapun sebab Dialah Tuhan atas hari sabat, Dialah Tuhan atas segala hukum, karena hukum dosa dan maut pun telah ditaklukkanNya. Dia menggenapi hukum yang tidak bisa tergenapi yaitu hukum Taurat makanya Dia disebut Imam Besar Agung.
Lihatlah Yesus yang dalam tubuh manusia yang terbatas sebab dosa namun Dia menyatakan ketidakterbatasan Allah, ini adalah kemenangan. Kemenangan yang tidak hanya hadir saat Dia bangkit dari maut melainkan telah hadir dalam PribadiNya lewat keutuhan hidupNya, kematianNya, KebangkitanNya dan PengangkatanNya ke Surga. Di dalam Dialah kita menang dan mengalahkan keterbatasan hidup.
     Mengalahkan keterbatasan hidup tidak dilihat dari memiliki banyak kepintaran, banyak semangat, banyak motivasi, banyak harta, banyak dukungan, ataupun banyak kekuasaan namun dilihat dari adakah Kristus yang tidak terbatas itu hadir di dalam segala yang kita tunjukkan. Sebab tanpa Kristus maka meskipun apa yang manusia miliki itu tampak begitu hebat dan berkuasa dalam segala kekuasaannya namun itulah yang membuat manusia akhirnya terbebani dengan takut kehilangan, bertambahnya tanggung jawab, dll. Hingga akhirnya bukan justru membuat kebahagiaan namun memberi beban.
     Manusia yang terikat dengan dunia akhirnya dibatasi oleh dunia meskipun tampak seolah banyak kekayaan dan kekuasaan. Tidak ada yang salah dengan kelimpahan lahiriah ataupun kemampuan yang kita miliki, yang salah adalah jika tanpa hadirnya Kristus dalam diri kita dan dalam semua yang kita miliki tersebut. Sebab jika Kristus yang tidak terbatas itu yang jadi utama dalam segala hal maka semakin kita memilki banyak hal justru kita semakin menimati kebahagiaanNya dan kebebasan batin. Kita tidak dikuasai dunia melainkan menguasai dunia sebab kita telah menguasai diri kita di dalam Kristus.
     Tanpa penguasaan Kristus atas kita maka yang dialami adalah semakin banyak kekuasaan di dunia maka semakin dikuasai oleh dunia. Tetapi Kristus bagi kita adalah Pribadi yang semakin menguasai dunia dari dalam diri kita.
David A Hunter seorang pakar Antropologi menjelaskan bahwa ilmu Antropologi lahir dari keingintahuan manusia yang tidak terbatas tentang umat manusia. Adakah ilmu dunia ini yang bisa menjelaskan apa yang tidak terbatas? Tentu saja tidak. Tetapi kita memiliki Yesus, memilki pikiran Kristus yang mendalami segala sesuatu dari dalam diri kita terutama. Sebab apalah artinya kita banyak pengetahuan dan wawasan ilmu tanpa mengetahui dan memahami diri kita dengan benar?
     Oleh Yesuslah maka kita bisa mendalami dan memahami diri kita dengan benar, maka dengan sendirinya kita akan bisa memahami sesama dan hidup ini. Keingintahuan manusia yang besar akan hidup ini hanya akan terpenuhi dan terjawab di dalam Yesu dan oleh Yesus. Yesus Kristuslah jawaban Allah atas dunia dan oleh Dialah kita manusia diwakiliNya di hadapan Allah untuk menjawab setiap tuntutan hukum Allah yang tidak bisa kita genapi melainkan Dia menggenapinya bagi kita agar olehNya kita dibenarkan.
      Manusia umumnya menilai kesempurnaan dari moral, karakter, ataupun sikap hidup. Namun itu hanya bagian dari Kesempurnaan, sebab Kesempurnaan itu adalah Yesus Kristus. Di mana ada Yesus di situ ada kesempurnaan, dalam arti ada di situ Pekerjaan Penyempurnaan. Kita menerima Dia sebagai kesempurnaan dan penyempurnaan diri kita dan hidup kita. Tanpa adanya Dia maka inilah keterbatasan yang sesunggguhnya.
     Kita adalah manusia yang sempurna dalam arti manusia yang memilki kesempurnaan yaitu Yesus di dalam kita. Oleh karena melihat Kesempurnaan Yesuslah maka Allah menerima kita apa adanya kita sebab kita berkenan menerima KesempurnaaNya bagi kita agar kita disempurnakanNya selalu. Kiranya Roh Kudus yang secara pribadi akan mendalami kita hingga kita olehNya semakin mendalami Allah dalam hidup dan menjadi manusia berkat bagi Tuhan, diri sendiri dan sesama.
     Pada ayat berikutnya dikatakan bahwa ; “Dan kita dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampauai segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kta.”

(Efesus 3 : 19 – 20).

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...